Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 55 - Kabur


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, saat ini Leon telah berumur 3 tahun dan dia semakin pintar. Leon sudah bisa membaca dan menulis, bahkan berhitung.


"Mami Vio, nanti bawakan buku matematika dan buku masak ya.." Ujar Leon dan Vio hanya menggeleng pelan tanda dia bingung dengan anak ini.


"Kamu tuh harusnya nonton kartun baca cerita bukan malah belajar matematika." Vio menarik hidung Leon dengan gemas.


"Hahaha Leon bosan mami, buku cerita gak ada tantangannya." Tawa Leon terdengar nyaring.


"Hayo... anak papi ngapain?" Tanya Arion begitu masuk ke kamar Leon yang masih ada di RS.


"Leon minta bawakan buku papi." Jawab Leon senang.


"Ini saja mau gak?" Arion mengangkat sebuah kotak yang berisikan potongan kayu untuk membuat miniatur agar Leon tidak bosan di rumah sakit.


"Mau! Kemarin sudah robot ini rumah, wow!" Teriak Leon bahagia melihat hadiah dari Arion.


"Ya sudah, mami balik ya.. kasian ini dedek bayi mau ketemu daddynya." Pamit Vio sambil mengelus perut buncitnya, karena sedang hamil lagi 4 bulan.


"Dadah mami Vio.." Leon melambaikan tangannya dan Vio mengirim kiss dari jauh.


Setelah Vio pergi Leon mulai membongkar mainannya dan pelan-pelan dia mnyusun rumah itu sesuai petunjuk. Dan Arion melihatnya dengan kagum, anaknya memang jenius. Jika dia sehat maka bisa menjadi anak yang sangat ebat tapi sayang, operasi kedua bulan lalu juga hanya untuk memperpanjang hidup Leon sambil menunggu jantung yang cocok dengannya.


\=


\=


\=


Vinsa kini hidup lebih baik, menjadi simpanan seorang pria tua kaya membuatnya hidup lebih damai apalagi dia kini bebas dan boleh kemanapun yang dia inginkan. Mr. Liong menepati janjinya untuk kebebasan Vinsa.


"Uang bulanan sudah dikirim nih.. " Ujar Vinsa lalu memberikan cash 3 juta pada Melly untuk dia simpan karena mereka benar harus menabung demi masa depan, karena tidak selamanya Mr. Liong akan bersama mereka.

__ADS_1


"Hari ini mau ngapain? Biasanya kau nyetir mobil sambil keliling." Tanya Melly dan Vinsa hanya mendesah lesu.


"Mr. Liong datang malam ini, jadi aku harus siap-siap." Jawab Vinsa yang masih harus melayani nafsu Mr. Liong yang selalu menggunakan obat kuat leluhurnya dan bisa di pastikan Vinsa akan lelah seharian tanpa kepuasan.


"Ya sudah.. aku pergi beli pil KB dulu, sudah habis."


Melly keluar dan segera ke apotik, dia memang tidak bisa membaca dan menulis tapi untungnya kalau soal uang dia mengerti dan sudah diajari juga oleh Vinsa tentang angka dan bagaimana cara menggunakan ATM.


Setelah keluar dari apotik, Melly di hadang saat dia ingin masuk ke rumah. Dia tidak boleh masuk dan sayup-sayup dia mendengar teriakan Vinsa dan Melly yang mulai panik ingin mendobrak masuk tetapi dia malah di kurung bersama pelayan di ruang belakang.


Melly mencoba tenang, mungkin saja Vinsa berantem lagi sama Mr. Liong karena dia beberapa kali memang sering melawan. Tapi Melly begitu terkejut saat melihat televisi yang menampilkan seseorang disana.


"Bu, pria itu siapa?" Tanya Melly.


"Oh itu tuan muda Tenggara, putra ketiga keluarga kaya raya Arion Tenggara, ganteng yah.. masih single lagi." Jawab ibu pelayan itu.


"Tenggara kaya bu?" Tanya Melly tak percaya.


Setau Melly, Arion adalah om ganteng pacarnya Vinsa dan dia pemilik diskotik tempat Vinsa pernah bekerja. Memang Melly sempat ke rumah itu karena Vinsa pernah membawa pulang secarik kertas berisikan nomor telepon dan alamat Arion yang dia berikan ke Vinsa.


"Untung aku masih simpan kertas itu." Batin Melly dan dia harus bisa bertemu om Arion itu untuk menolong Vinsa, kalau keluarganya kaya raya pasti gampang menolong mereka.


\=//=


"Vin, kamu kenapa?" Tanya Melly melihat kondisi Vinsa yang begitu memprihatinkan. Selama 3 jam Melly menunggu mereka.


"Mr. Liong sama brengseknya mba Mel, aku baru saja di paksa melayani 2 pria sekaligus, sakit.. mbaa...." Vinsa menangis lagi.


"Vin, kita kabur aja yuk.. kita ke kota J saja cari bantuan. Tabungan kita cukup kok." Ujar Melly dan Vinsa mengangguk.


"Kamu bersih-bersih dulu dan istirahat, besok kita susun rencana lagi. Tadi kata pengawal, Mr. Liong besok sibuk dengan temannya jadi kita seperti biasa saja pergi belanja dan kabur." Jelas Melly lalu membantu Vinsa membersihkan dirinya dan Vinsa diberi minum pil KB juga.

__ADS_1


.


.


Pagi harinya Melly seperti biasanya, ke pasar dan membeli beberapa buah untuk sarapan mereka, lalu agak siang Vinsa akan menyetir sendiri dan shopping di daerah pasar di kota lalu makan di cafe yang cukup ramai. Ketika pengawal lengah, mereka ke toilet dan berganti baju dan untunglah mereka memakai baju pantai yang sama dengan rombongan turis dan berbaur disana hingga berhasil keluar menuju jalan raya dan naik taxi.


"Huh.. mudah-mudahan kita berhasil. Naik bus saja yang langsung kesana lalu pindah naik kereta api, kalau pesawat nanti ketahuan." Ujar Vinsa lalu mereka segera ke terminal bus dan duduk dengan perasaan tidak tenang.


Bus berhasil jalan, Melly memang punya kebiasaan menyimpan barang berharga seperti uang di dalam kantong celana bagian dalam, seperti orang zaman dulu sehingga mereka tidak takut kehilangan sesuatu.


Vinsa dan Melly tidur di dalam bus dan tanpa terasa mereka sudah melewati beberapa kota dan kini Vinsa merasa lebih tenang, tapi tidak dengan Melly yang masih menyimpan rahasia terbesarnya tentang hidup Vinsa.


"Loh kok di jogja mba Mel.." Tanya Vinsa dan Melly juga bingung karena mereka membeli tiket yang langsung ke Jakarta.


"Gak apa-apa, kita turun saja, lanjut naik kereta api ya." Melly dan Vinsa turun dan tiba-tiba Vinsa sudah di tarik oleh beberapa orang berbaju hitam dan menyeretnya ke dalam mobil.


Melly berteriak tetapi tidak ada yang menolong, akhirnya Melly juga di bawa masuk ke dalam mobil. Mereka ketakutan dan hanya bisa diam saat pengawal itu menghubungi Mr. Liong untuk melaporkan kalau mereka sudah tertangkap.


Tiba-tiba mobil berhenti di tempat yang sepi dan mereka menurunkan Melly tetapi Vinsa berontak dan ikut turun dan mereka berlari.


"Vinsa.. kau harus bertahan, demi anakmu." Ucap Melly yang terus berlari.


"Kalau kau tertangkap, kau harus kuat aku akan kembali menolongmu, anakmu masih hidup, aku membawanya ke alamat rumah om Arion, aku akan mencarinya." Teriak Melly saat Vinsa berhasil di tarik lagi oleh 2 pengawal dan 1 pengawal membidik Melly dengan pistolnya ingin membunuh wanita itu yang tengah berlari menjauh dengan kaki pincangnya.


Dorr!!


Tembakan itu meleset tetapi mengenai bahu kiri Melly karena Vinsa mendorong pengawal itu.


Melly akhirnya tak terlihat lagi karena masuk kedalam hutan rimbun dan 3 pengawal itu kembali menarik Vinsa. masuk ke dalam mobilnya.


Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2