
Aksa hanya libur 2 hari dan telah kembali bekerja, pekerjaan mereka telah menumpuk dan Aksa harus lembur malam ini.
"Sayang.. kakak masih banyak kerjaan jadi pulang telat ya.." Ucap Aksa ketika menelepon Ana yang tengah belajar memasak bersama mertuanya Eve.
"Loh ini sudah 2 hari loh kakak lembur." Protes Ana dan dia mencebik kesal.
"Iya.. tapi kerjaan ini harus selesai malam ini karena besok akan ke luar kota buat proyek baru. Maaf ya sayang..." Jelas Aksa dan Ana hanya pasrah dan dia tidak mood lagi untuk masak.
"Kenapa Ana sayang?" Tanya Eve yang melihat wajah kesal Ana.
"Ini mam.. kak Aksa lembur lagi, kita kan pengantin baru." Keluh Ana dan Eve membelai kepalanya lembut.
"Sabar ya, mereka memang begitu." Ucap Eve dan Ana mengangguk. Tapi dia bakal protes ke kak Ansel karena dia lah yang memberikan pekerjaan yang sangat banyak ke suaminya.
"Ma besok ke rumah mommy yuk.." Ajak Ana dan Eve setuju karena dia juga rindu dengan Adel.
"Baik.. tapi sekarang kita makan malam dulu kau harus makan banyak dan bergizi agar cepat hamil." Ucap Eve tapi Ana malah memasang wajah sedihnya. Eve mengerti karena Aksa yang begitu sibuk sampai mereka jarang menghabiskan waktu bersama.
\= = = = = =
Eve, Arka dan Ana masuk ke dalam rumah Arden dan di sana mereka terlihat berkumpul bersama minus Ansel karena masih ada di kantor. Tapi Ana akan menunggu kakak dan suaminya kembali dulu baru mengajukan protesnya.
Selang beberapa jam dan hampir tengah malam Ansel dan Aksa akhirnya pulang dan Ana menyambut mereka dengan wajah marah dan mood yang sangat berantakan.
"Kak Ansel bisa gak sih, jangan buat suamiku lelah!" Protes Ana dengan suara meningginya.
__ADS_1
"Kami masih pengantin baru tapi suamiku terus bersamamu." Ujarnya lagi dan semua keluarga melotot sambil menahan tawa melihat Ana yang sudah menunjukkan kuasanya.
Ya.. anak kesayangan Arden, si tuan putri kalau sudah bersuara tidak ada yang berani menentangnya apalagi Ansel yang begitu sayang pada adiknya ini
"Hah? Iya Ana sayang... kakak hanya minta bantuan kok besok sudah selesai. Jangan marah lagi ya.." Bujuk Ansel tapi Ana tetap mengomel sambil berkacak pinggang sampai-sampai Aksa menariknya duduk dan menenangkannya barulah Ana tenang.
"Kamu gak lagi hamil kan?" Tanya Anson dengan wajah polos atau bodohnya?
"Mana mungkin Son.. baru seminggu, paling lagi palang merah." Ucap Hanny yang tau kalau putrinya itu begitu sesitif jika sedang datang bulan.
"Yah.. percuma dong kalau palang merah gak bisa berduaan juga." Celetuk Ansel dan akhirnya dapat pelototan lagi dari Ana.
"Minggu depan kita pergi bulan madu, kau mau kemana?" Tanya Aksa dengan lembut agar istrinya tidak marah lagi.
"Kakak cari aja, aku mau main salju." Jawab Ana dan Aksa sudah tau tujuannya kali ini.
"Kita ke Swiss mau?" Tanya Aksa dan mata Ana langsung berbinar indah.
"Mau mau..." Jawabnya antusias.
"Tapi selesain dulu yang besok." Celetuk Ansel dan Ana kembali mencebik kesal.
"Ck.. cari asisten lain ah jangan kak Aksa terus. Itu kak Anson kan punya 2 asisten tarik 1 aja." Saran Ana dan Anson bingung namanya jadi dibawa-bawa.
"Loh kok jadi aku sih..?" Protes Anson.
__ADS_1
"Vio aja kak kasih ke kak Ansel, kan mommy mau jodohin Vio sama Ion jadi cocok tuh Ion kan mau bantuin kak Ansel dulu di StarE." Jelas Ana yang sengaja mau mengerjai Anson karena mau balas dendam.
"Oh iyaa.. mommy setuju, Vio pindahin ke StarE kalau gitu biar makin dekat dengan Ion." Hanny mendukung saran Ana dan Anson semakin kalut saat itu.
"Gak bisa! Vio tetep kerja sama Son mom. Melvin aja pindahin kan dia memang bisa mobile, kalau Vio memang kerja di perusahaan mom." Tolak Anson tegas karena dia sebenarnya tidak rela kalau Vio akan di jodohkan ke Ion.
"Dan kamu Ion.. apa kamu memang setuju di jodohin sama Vio?" Tanya Anson dengan menatap tajam pada Ion.
"Lah.. kalau mommy mau yah Ion ikut aja, lagian Vio baik kok dan sebenarnya dia cantik juga." Balas Ion sengaja memprovokasi Anson.
"Ck, pokoknya gak bisa. Titik!" Tegas Anson lalu dia pergi dari sana kembali ke kamarnya.
"Hahahaha lucu yah kalau playboy lagi cemburu." Tawa Ana begitu renyah terdengar dan dia sangat puas mengerjai kakaknya.
"Kamu nakal ya.." Aksa mencubit gemas pipi Ana yang belum berhenti tertawa.
"Mommy jadi penasaran kalau beneran Ion ajak jalan Vio, gimana?" Tanya Hanny pada Ion.
"Boleh aja mom, seru juga liat kak Anson kesal hehehe." Ion terkekeh dan saling melirik dengan Ana.
"Jangan sayang... nanti jadi perang saudara." Tegur Arden karena dia tau Anson akan berjuang kali ini melihat dari gelagatnya.
"Baiknya bantu Son saja biar jujur sama Vio dan bantu juga biar Vio nya mau sama anak kita yang pemain wanita itu." Lanjut Arden lagi.
TBC~
__ADS_1