
"APA!!!" Teriak Arden begitu mendapat laporan dari salah satu anak buahnya. Vino sedang tidak ada jadinya Arden harus turun tangan sendiri menjaga Aileen.
"Kenapa kak?" Tanya Hanny begitu Arden masuk dan pamit padanya.
"Aileen ke Lady's dan Vino sedang tidak ada jadi aku harus kesana."
"Hah? Kok bisa? Sama siapa?" Tanya Hanny tak percaya.
"Sama Fane, ada Rio dan mantannya Fane, Angel." Jawab Arden.
"Hah.. aku kira dia dengan orang lain, jangan marah ya disana, Ay kan bersama suaminya." Hanny memperingatkan dan Arden mengangguk dan mengecup Hanny sebelum meninggalkan rumah.
Arden juga menghubungi Anson karena hanya anak itulah yang sangat senggang, sedangkan Ansel masih sibuk mencari keberadaaan Adel begitu juga Aksa.
"Loh daddy tau dari mana?" Tanya Anson melalui ponselnya.
"Ada yang lapor lah.. kamu dimana Son?"
"Anson OTW ke sana dad, ini sudah mau sampai."
"Baiklah tunggu daddy ya Son."
"Siap daddy.."
Setengah jam Arden baru sampai karena memang sedikit jauh dari rumah mereka dan Anson menunggu di luar sambil ngobrol bersama beberapa anggota 'Blake' disana.
"Son ayo.." Ajak Arden yang masuk begitu saja karena dia merupakan pemilik 'Blake' saat ini.
Arden tidak mau langsung mendatangi Aileen dan Fane tapi dia memilih ke lantai 2 salah 1 ruangan VIP yang dapat melihat semua keadaan di lantai bawah. Arden terus mengawasi Aileen dan Fane yang hanya duduk dan mengobrol saja di sudut ruangan.
Datanglah salah satu pengawal yang sejak tadi bertugas memantau Aileen, dia memberi laporannya.
"Nona Aileen datang dengan 3 orang temannya, Fane Walden, Angelica Garth dan Aderio. Nona hanya minum jus karena Fane tidak mengizinkannya minum alkohol dan duduk mengobrol disana, sedangkan 2 temannya sedang bersenang-senang Tuan."
Arden mengangguk dan memantau dari atas bersama Anson yang tengah gelisah memandang nanar pada beberapa wanita cantik yang sedang menikmati surga dunia.
"Tahan Son... kau ini, makanya daddy gak bisa berikan club padamu, lihat itu sudah bangun ajah. Segera cari wanita yang bisa menjinakkan itu." Ujar Arden sedikit menertawakan Anson yang sedang cemberut.
"Yah ini Anson lagi cari dad, maklum aja sudah beberapa bulan ini Anson puasa karena bosan dengan pacar-pacar Son yang boros." keluh Anson dan makin ditertawakan oleh Arden.
__ADS_1
"Kau ini, jangan sampai mommy tau, nanti kau dijodohkan baru tau rasa."
"Oh No!! Son gak mau di jodohkan, mau di taruh dimana harga diri Anson dad."
"Makanya jangan main-main dan kendalikan itu."
"Iyah.."
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Akhirnya setelah setengah jam bersenang-senang dan menari, Rio dan Angel kembali menghampiri Aileen dan Fane yang masih asik duduk mengobrol.
"Sepertinya tempat ini tidak cocok untukmu Fane, kau tidak akan bisa melampiaskan nafsumu nanti, sebaiknya pulang saja." Angel menasehati Fane yang asik duduk dan minum sambil memakan cemilannya.
Fane hanya santai mendengar ocehan tidak bermutu dari Angel dan Rio terkadang tertawa menanggapi hinaan yang terus di lontarkan Angel untuk Fane.
"Kalian sepertinya kurang bersenang-senang dan masih membicarakan hal konyol. Ayo kita buktikan Fane seperti yang kau katakan atau tidak." Tantang Aileen, dia tidak terima Fane yang begitu jantan pada dirinya di hina begitu.
"Hahahaha silakan jika kau mau coba nona.. nanti kau akan menyesal." Tawa Angel lalu Aileen pindah dan duduk di pangkuan Fane, membelai wajahnya dan berbisik.
"Kau terima saja apapun yang aku lakukan." Fane mengangguk dan mengikuti rencana Aileen.
"Ck.. nanti juga dia akan memintanya padaku, tenang saja Angel asal kau tidak apa-apa berbagi diriku dengannya nanti." Rio menambahkan api amarah Aileen yang sejak tadi dia tahan.
"Kau semakin pintar baby.." Desah Fane saat Aileen menurunkan hisapannya sampai di leher Fane dan meninggalkan bekas gigitan dan tanda merah disana.
"Gantian Fane.." Ucap Aileen pelan dan Fane tidak menunggu lama\, dia kembali melum*at bibir indah istrinya dan semakin turun mengecup lembut\, kadang menghisap kuat daerah leher dan dada\, sampailah pada bagian atas bukit kembar yang menantang itu\, dia menggigit gemas sampai terdengar er*ngan dan des*han Aileen yang tidak tahan dengan sensasinya apalagi mereka melakukannya di tempat yang ramai seperti ini.
Sementara Rio sangat kesal melihat betapa agresifnya Aileen, tidak seperti saat mereka berpacaran dulu bahkan di cium saja Aileen sangat malu padahal Rio sangat suka pada wanita yang agresif.
Begitu juga Angel yang memperhatikan Fane begitu lihai dalam membelai Aileen lebih dari pada yang dia lakukan dulu padanya, apalagi di bagian dada Aileen yang sedikit terbuka.
"Daddy.. mau dibiarkan saja?" Tanya Anson yang melihat kelakukan auntie dan uncle mudanya bercumbu mesra di tempat umum seperti itu.
"Tunggu saja, itu masih wajar kalau disini. Tapi kenapa Ay jadi begitu liar ya? Apa kami salah mendidiknya?" Tanya Arden yang merasa bersalah.
"No dad! Jangan lupa auntie juga Blake dan daddy kan tau sendiri kita ini beda dengan yang lain." Sanggah Anson dan Arden mengangguk tanda setuju, mungkin Aileen selama ini menahan diri dan kini sifat asli liar dari keturunan Blake mulai berkobar dalam dirinya karena sakit hati.
"Jaga Ana Son.. daddy gak mau Ana juga seperti itu. Adikmu bahkan lebih cantik lagi dan daddy takut dia berubah." Lirih Arden dan Anson menepuk pundaknya.
__ADS_1
"Dad.. Ana baik-baik saja dan dia pacaran dengan pria baik juga jadi jangan khawatir, kita pikirkan saja bagaimana cara memindahkan pasangan gila itu ke ruang VIP." Anson menunjuk ke arah Fane dan Aileen yang makin panas.
Arden memanggil salah satu pengawalnya untuk memindahkan pasangan gila itu.
Aileen masih mengelus benda besar milik Fane yang mulai mengeras, "Dia bangun Fane.. mantanmu itu pasti menyesal, gimana caranya yah dia liat apa yang kita lakukan?" Aileen berpikir tapi tiba-tiba 2 pengawal menghampiri mereka.
"Nona, Tuan berpesan untuk segera pindah ke ruang VIP jika tidak, silakan pulang."
Aileen tertegun, "Kak Arden disini?" Tanyanya pada pengawal itu tapi tidak ada yang menjawab sesuai perintah Arden tidak boleh mengatakan kalau dia disini.
"Baiklah, siapkan 2 ruang VIP yang bersebelahan." Perintah Aileen lalu menarik Fane berdiri.
"Hei, kalian mau ikut gak? Kita pindah ke ruang VIP." Tanya Aileen pada Rio dan Angel yang hampir bug*l itu. Rio tentu saja mau, karena dia sangat ingin merasakan ruang VIP club ini.
Setelah sampai, Aileen sengaja menghidupkan lampu sedikit redup dan kaca itu begitu jelas terlihat suasana panas di bawah maupun sebelahnya, semua kegiatan akan terlihat jelas.
Sebenarnya ada tirai di dalam tapi Aileen sengaja tidak menutupnya agar kedua mantan mereka melihat kegiatan panas yang akan mereka lakukan dari samping ruangan.
"Baby, apa kau yakin? Mereka akan menonton kita? Aku tidak mau tubuhmu dilihat orang lain."
"Tenang lah.. kita bermain dengan pakaian lengkap aku juga tidak mau tubuhku dilihat orang tapi rasakan sensasi ini Fane dan kau pasti akan suka."
Aileen kembali melancarkan aksinya dan kini makin panas, dia juga tidak mau aset berharga Fane di lihat oleh Angel yang ada di ruangan sebelah yang dengan liarnya dia sedang di tus*k dari belakang oleh Rio secara kasar.
Mata Angel melihat ke arah Aileen dan Fane dengan tatapan meremehkan dan dengan sengaja dia mendesah dan berteriak kencang seakan dia sangat menikmatinya.
"Tubuhnya biasa aja Fane, kenapa kau bisa suka dengannya? Seperti papan penggilasan begitu." Tanya Aileen yang melirik sekilas ke mereka.
"Cinta itu buta baby.. dulu aku begitu mencintainya tapi setelah aku tau kalau dia wanita liar yang suka party aku mulai menjauh, kami sempat tunangan tapi akhirnya dia batalkan karena aku impot*n, rasanya lega saat dia yang memutuskan pertunangan itu." Jelas Fane lalu Aileen pindah dan duduk di bawah menurunkan seleting celana Fane dan mengeluarkan benda besarnya.
"Lanjutkan ceritamu, berarti karena dia suka party begitu makanya kau jadi tidak cinta?" Tanya Aileen sembari tangannya bekerja.
"Dengar, aku tidak peduli apapun yang pacarku lakukan di masa lalu tapi saat statusnya pacarku maka ikuti aturanku dan setialah pada 1 pasangan, tapi dia tidak bisa meninggalkan kebiasaannya jadi aku menyerah." Jelas Fane sambil menahan desahannya.
"Kalau begitu, aku akan setia dan memang cuma kau yang berhasil masuk. Dulu dengan Rio brengsek itu bahkan dia belum merasakan jepitanku sudah bilang aku tidak bisa memuaskannya." Ucap Aileen lalu tanpa menunggu lama dia memaksukkan milik Fane kedalam mul*tnya dan memainkannya sampai puas.
Sementara Angel yang masih di hajar dari belakang begitu heran melihat Aileen yang sedang asik memberikan bl**J** pada Fane. "Apa dia bisa hidup?" Pikir Angel yang penasaran karena Aileen membelakanginya.
"Jangan menurunkan bajuku ya Fane.. " Pesan Aileen lalu menduduki Fane dan mulai bergerak perlahan tapi dengan posisi ini dia tidak bisa memantau Angel dan Rio\, Aileen berputar dan kini dia duduk membelakangi Fane lalu bergerak mengg*y*ng pingg*lnya memutar dan kadang naik turun.
__ADS_1
Senyumnya mengembang saat matanya bertemu dengan mata Angel yang begitu penasaran. Aileen tersenyum sambil mendesah karena sensasi ini begitu membuatnya melayang sementara Rio juga sangat penasaran dengan apa yang ada di balik rok Aileen yang tertutup.
TBC~