Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 20 - Tertangkap Basah


__ADS_3

Fane masih ada di kantor Ansel dan membicarakan kesempatan emas yang ditawarkan padanya dan Ansel juga Aksa sangat mendukungnya apalagi nantinya Fane pasti akan terkenal setara dengan artis.


"Jadi aku masak sambil syuting dan itu live?" Tanya Fane memastikan dan Ansel mengangguk.


"Betul, tapi jadilah dirimu sendiri dan memasaklah sesuai dengan passionmu itu." Balas Aksa dan Fane mengangguk mengerti.


Setelah itu dia kembali ke apartmen dan tugas barunya adalah membuat data menu sebanyak-banyaknya dan ide brilian tentang masakan, mana tau itu dibutuhkan nantinya.


Fane masuk ke apartemen tapi tidak melihat Aileen sama sekali, hanya tas dan bajunya saja yang tergeletak dengan sembarang di ruang tamu. Fane membereskan itu dan meletakkan baju Aileen ke dalam mesin cuci yang sudah menumpuk, Fane tidak akan memaksa Aileen mengerjakan hal itu dan dia dengan senang hati melakukan semuanya.


Setelah selesai Fane lanjut memasak dan dia hidangkan masakannya di meja lalu dia pergi mandi. Sudah 1 jam berlalu dan Aileen masih belum keluar dari kamarnya. Akhirnya Fane mengetuk pintu kamar itu dan Aileen membukanya.


Fane terkejut melihat penampilan Aileen yang terlihat kacau, matanya memerah dan bengkak seperti habis menangis, rambutnya acak-acakan dan bajunya?


"Sial! Wanita ini se xy sekali, hanya pakai tanktop longgar, bongkahan gunung kembarnya yang montok terlihat menggodaku bahkan dia tidak pakai dalaman. Dan shittt! Apa lagi ini? Dia hanya pakai g-sting?" Batin Fane yang sedang menahan gejolak dan gairahnya.


"Mau apa?" Tanya Aileen pelan.


"Makanan sudah siap, mari makan." Ajak Fane dan Aileen keluar dan dengan santainya dia berjaan melalui Fane.


"Oh astaga... bok*ngnya bahkan memanggilku untuk mere masnya." ucap Fane dalam hati.


"Sebaiknya ganti baju dulu Ay.. tidak baik begitu." Ucap Fane tapi Aileen bahkan hanya diam dan dengan lahap memakan makanan itu sampai habis lalu kembali ke kamarnya. Fane mengikutinya dan mengintip sebentar ke dalam.


"Oh pantas.. dia minum dan sepertinya sedikit mabuk." Ucap Fane lalu keluar lagi menuju kamarnya. Dia membuka bajunya dan hanya memakai boxer nyaman untuk tidur.


Hanya memejamkan matanya 30 menit, pintu kamarnya terbuka dan Aileen masuk kesana menatapnya dengan tatapan yang sulit dia artikan.


"Ada ada Ay? Kau butuh sesuatu?" Tanya Fane yang masih duduk diatas kasurnya.


Aileen tak bicara, dia langsung naik keatas tempat tidur Fane dan menindihnya, Aileen duduk di perut Fane lalu menciumnya dengan ganas dan bergairah.


"Aku menginginkanmu, kau pria yang sangat se xy tampan... puaskan aku seperti waktu itu." Ucap Aileen lalu menarik turun g1stringnya dan juga menurunkan boxer Fane. Dia langsung mela hap benda besar itu dengan sekali membuka mulutnya.


"No Aileen, stop!" Fane mendorong tubuh Aileen tapi wanita itu kian kuat menyed*t miliknya sampai dia meringis, tidak munafik Fane juga menginginkannya tapi tidak dalam keadaan Aileen yang seperti ini.


"Kau menyebalkan!" Teriak Aileen lalu mendorong Fane sampai tubuhnya menindih Fane lagi dan mencium pria itu, Fane tidak menolak dan menikmatinya. Benda besar itu makin mengeras dan terasa menusuk bok*ng Aileen yang terus bergoyang.


"Ahh... " De s*h Aileen lalu Fane yang tersadar langsung mendorong Aileen lagi tapi wanita itu emosi dan menampar Fane dengan kuat.


"Diam!" Bentak Aileen lalu dia turun dan mengambil sabuk dari celana Fane yang menggantung di baling pintu lalu mengikat tangan Fane keatas.

__ADS_1


"Kau harus diam biar aku yang bekerja." Ucap Aileen dengan wajahnya yang sangat dekat dengan Fane dan nada suara yang menggoda. Fane terdiam, pria itu terlena dengan Aileen.


Er4ngan Aileen terdengar menggoda di telinga Fane yang sedang tiduran tak berdaya, sekujur tubuhnya sudah memerah dan banyak bekas gigitan dan tanda merah bahkan di area terlarangnya. Aileen masih asik bermain lidah di sana sambil memainkan miliknya sendiri.


Setelah puas, Aileen bagkit dan menduduki benda besar itu dan "AAkkhh.." Aileen mende sah hebat dan dia dengan lincah menari di atas Fane masih dengan tanktopnya.


Fane yang ada di bawahnya melihat dengan pasrah dan sangat ingin mere m*s gundukan besar yang menggantung, ah tidak bukan menggantung tapi mencuat menantang sempurna dengan tonkolan kecilnya yang telah keras di balik kain tipis menerawang itu.


Sudah setengah jam Aileen bermain dan masih belum ada tanda dia akan selesai, dia masih sangat lincah menaik tur unkan tubuh mungilnya di atas Fane yang tidak berdaya.


Ceklekk!!


"ASTAGA AILEENN!!" Teriak suara yang sangat mereka kenal, suara itu menggelegar tapi Aileen yang sedang mendesah keenakan belum sadar dan masih memompa kuat milik Fane di bawahnya.


"Oh no!!" Hanny langsung menarik selimut dan melingkarkan di tubuh Aileen dan mengangkatnya dan barulah Aileen sadar.


"Ah.. kak Hanny..?" Ucapnya terkejut.


"Kau lihat apa yang kau lakukan? Aku tak mengangka kau begitu liar Ay?!" Bentak Arden setelah menutupi diri Fane dengan selimut. Dia tak habis pikir kenapa Fane juga bisa kalah dan tak berdaya seperti ini.


"Dan kau.. sungguh menyedihkan." Ucap Arden melihat Fane dengan tatapan mengejek yang kini pucat pasi dan pastinya sangat malu.


Arden membantu Fane membukakan ikatan di sabuk di tangannya.


"Kau tertangkap basah Ay.. gak mungkin Fane yang melakukannya, kami lihat sendiri kau bergerak dan lihat tubuh Fane seperti macan tutul bahkan kau saja masih pakai baju mekipun cuma tanktop dan tangan Fane terikat tak berdaya." Hanny memperjelasnya padahal Aileen sudah tau itu, dia hanya malu dan menuduhkan semuanya pada Fane.


"Kau kenapa bisa kalah begitu?" Tanya Arden tak percaya.


"Uncle.. coba saja bayangkan posisi uncle sama seperti tadi, di goda oleh auntie Hanny apakah uncle akan tetap kuat?" Tanya Fane dan Arden yang membayangkan Hanny memperlakukannya dengan begitu akhirnya si Juno bereaksi.


"Besok kalian menikah, tidak ada bantahan!" Tegas Arden lalu keluar dari kamar Fane. Hanny memapah Aileen keluar dari sana juga menuju kamarnya.


Hanny melihat 2 botol minuman keras yang ada di kamar Aileen dan mendesah pelan. Padahal Arden dan Hanny datang memang mencari Fane malam itu untuk membicarakan tentang Aileen.


"Ay.. kamu kenapa jadi suka mabuk begini?" Tanya Hanny lembut dan Aileen hanya menangis merutuki kebodohannya.


"Aku sakit hati sama Rio.. kenapa aku bodoh kak masih suka sama pria brengsek seperti dia?" Tanya Aileen terisak.


"Begini, kau sudah di sakiti berapa kali? Sakitkan? Benci?" Tanya Hanny dan Aileen mengangguk.


"Jangan pikirkan rasa suka atau cintamu tapi ingat terus perlakukan buruknya dan kau akan melupakan cinta itu. Bukalah hatimu untuk Fane, dia pria yang tepat untukmu Ay.. bahkan saat mabuk saja kau mencarinya kan?"

__ADS_1


Pertanyaan Hanny langsung mengena di hatinya dan memang benar, saat hasratnya naik dia hanya memikirkan 1 pria, yaitu Fane!


Aileen menghembuskan napasnya dengan lesu, dia sangat malu saat ini. Hanny telah membawanya keluar setelah membersihkan diri.


"Tadi kau sempat keluar di dalam Ay?" Tanya Arden tanpa basa basi. Fane mengangguk, "Dua kali." Jawabnya.


Aileen langsung melongo, pantas saja tadi dia bersihkan tidak habis-habis, pikirnya.


"Ini minumlah.." Arden memberikan sebuah pil dan Aileen langsung minum tanpa bertanya lagi.


"Vino sudah siapkan semuanya dan besok pagi kalian akan menikah, hanya pernikahan sederhana jadi jangan berharap lebih. Tidak ada bantahan, kau mengerti AY!"


"Iya kak..." Jawab Aileen pelan, dia pasrah karena tertangkap basah. Tak lama Vino masuk dan memberikan sebuah gaun pernikahan sederhana yang dia dapat dari butik Adeline yang untungnya masih ada orang di sana malam-malam begini, lalu setelan tuxedo untuk Fane besok.


"Ini cincin pernikahan kalian, besok Vino akan datang  menjemput kalian secara terpisah jadi Fane, besok kau jam 8 pagi Vino menjemputmu langsung ke rumah kami, Ay, besok jam 9 akan di jemput oleh kakak." Titah Arden lagi dan mereka berdua hanya mengangguk.


"Kak. aku ingin pernikahan ini rahasia hanya keluarga kita yang tau dan jangan beritahu siapapun." Pinta Aileen yang kini terlihat lebih lembut. Lalu dia menatap Fane seperti tatapan memohon untuk mengabulkan keinginannya.


"Iya aku juga setuju." Ujar Fane.


"Baiklah.. lagian kamu sebentar lagi jadi artis." Balas Arden dan Aileen mengerutkan keningnya heran.


"Setelah menikah, Ay akan tetap bekerja dan tugasmu adalah membuat acara yang menampilkan Fane sukses dan rating harus di atas rata-rata." jelas Arden sambil menunjuk adiknya  dan Aileen masih bingung.


"Nanti saja setelah semuanya selesai. Jangan dipikirkan." Ujar Hanny dan Aileen mengangguk.


Akhirnya pembicaraan mereka selesai dan semua kembali ke tempatnya masing-masing. Fane terus saja tersenyum membayangkan akan menikah besok, dengan Aileen.


Sedangkan Aileen di kamarnya menatap kosong pada langit-langi putih diatasnya, "Ayah bunda.. maafkan Ay.. doakan agar Ay bisa bahagia bersama Fane, semoga memang dia jodohnya Ay." Lirih Aileen lalu memejamkan matanya dan air mata mengalir di sudut mata cantiknya.


.


.


"Hanny sayang... sepertinya permainan mereka tadi seru, coba yuk?" Ajak Arden menggoda saat mereka telah di dalam mobil untuk kembali pulang.


"Ck.. kak Ar! Kita tadi kesana mau ngapain ya? Lupa." Tanya Hanny sambil berpikir.


"Iya kakak juga lupa." Jawab Arden yang juga sedang mengingat-ingat.


"Bentuk nya Fane lucu kak.. gemas, bisa bengkok ke atas gitu ya??" Tanya Hanny dan Arden yang cemburu langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan.

__ADS_1


"Kau nakal ya! Aku akan menghukummu di sini juga." Ancam Arden lalu menarik Hanny dan melum*at bibir kesayangannya itu. Terjadilah 1 ronde di dalam mobil oleh pasangan paruh baya yang sedang bergairah.


TBC~


__ADS_2