Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 34 - Siapa Yang Menikah!!


__ADS_3

"Putri cantik daddy..." Panggil Arden saat masuk ke ruang tunggu pengantin wanita, ya Ana telah selesai dengan gaun mewah berwarna putih terlihat cantik dan elegant. Meskipun tubuhnya mungil tapi dia terlihat sepeti boneka hidup dengan gaun khusus yang dibuat oleh Adel.


"Daddy..." Ana menghambur ke pelukan Arden, putri kesayangannya itu hampir menangis karena akan tinggal jauh berpisah dengan Arden sampai ke Kanada mengikuti suaminya setelah menikah.


"Hei anak cantik daddy jangan sedih.. kita akan bertemu lagi hm.." Arden memeluknya dan mengelus lembut punggung Ana, dia sebenarnya juga berat melepaskan Ana untuk ikut dengan suaminya.


"Sudah.. jangan manja lagi Ana, ingat sebentar lagi jadi seorang istri." Hanny menghampiri mereka dan juga memeluk putri satu-satunya itu.


Tak lama masuklah Anson yang dibelakangnya sudah ada Melvin dan Vio yang selalu mengekorinya. Lalu Ansel dan Adel, Aksa dan Ion.


"Wah si pendek akhirnya nikah juga sama si curut." Ucap Anson sengaja menggoda adiknya.


"Kak Anson, jangan bilang aku pendek lagi.." Bibir Ana mengerucut karena kesal.


"Yah kan memang pendek, lihat nih..." Anson membekap Ana didalam ketiaknya sehingga adik kesayangannya benar-benar jengkel dibuatnya.


"Aku sumpahin kak Anson dapat istri lebih pendek dariku!" Bentaknya kesal tapi disambut tawa oleh seluruh orang diruangan itu.


"Mana ada lagi yang lebih pendek darimu, lihat nih..." Anson masih menggoda Ana yang menjadi kesenangannya selama ini dan besok dia tidak akan bisa lagi menggoda adiknya itu.


"Ada ini Vio lebih pendek dari Ana." Seru Melvin dan Anson langsung menarik Vio untuk di sandingkan dengan Ana.


"Wah ini sekretaris Anson waktu itu kan? Cantik.. sini tante kenalkan sama Arion." Ucap Hanny begitu melihat Vio tapi Anson langsung mencegahnya lagi.


"Mommy.. jangan menyabotase sekretarisku dan Ion itu juga sama playboynya denganku jadi jangan menjerumuskan Vio." Cegah Anson saat Hanny ingin membawa Vio ke tempat duduk Ion di sudut ruangan itu yang sedang bersama dengan Aksa.


"Ah.. tapi mom inginnya dia jadi menantu, karna seleramu adalah wanita cantik bak model makanya mommy mau jodohin dengan Ion saja yang seleranya lebih normal." Hanny tetap bersikeras sedangkan Vio hanya diam tidak bisa berkutik karena canggung berada di tengah-tengah keluarga itu.


"No mommy! Son gak izinkan.. lagian Ion masih punya pacar, 2 lagi." lapor Anson yang sudah sebal dengan Hanny.

__ADS_1


"Hah..? 2? Gak bisa dibiarkan, kenapa anak itu jadi begini." Hanny menghampiri Ion dan dia akan menginterogasi putra bungsunya itu. Anson terkikik geli karena itu hanya akal-akalannya saja agar Hanny  menjauh dari Vio.


"Hahahaha ya sudah sama kak Anson aja, jadi sumpahku jadi nyata, kak Anson dapat istri lebih pendek dari aku." Tawa Ana terdengar renyah berhasil menggoda kakaknya yang paling jahil.


"Kamu ini... ihh gemes." Anson mencubit pipi Ana tapi malah mendapat jitakan dari Arden yang tidak mau makeup Ana jadi rusak.


"BOS ADA KERIBUTAN!!" Teriak Vino panik ketika masuk ke ruang tunggu pengantin wanita yang sedang ramai itu.


"Ada apa Vin?" Tanya Arden heran dengan anak buahnya yang 1 ini.


"I itu tu si curut eh Curt lagi berantem sama wanita yang lagi hamil besar." Lapor Vino sedikit terbata-bata.


Ana yang penasaran pun segera menarik gaunnya dan ikut bersama Vino di ikuti oleh Arden dan semuanya di belakang mereka karena penasaran.


Dan benar saja, si wanita hamil itu sedang marah besar sambil menangis di ruang tunggu pengantin pria yang masih 1 lantai dengan Ana.


"Ana..." Lirih wanita itu dan Ana terlihat kaget.


"Lia? Kau Amalia kan?" Tanya Ana memastikan. Curt terus saja menarik wanita bernama Amalia itu untuk segera pergi dari sana tapi Lia malah dengan cepat berlari dan menghampiri Ana.


"Ana maafkan aku.. tapi aku sedang hamil anaknya Curt tapi dia tidak mau bertanggung jawab Ana.. aku mohon bantu aku." Ucap Lia sambil menangis kini dia berlutut di depan Ana yang masih diam karena susah untuk mencerna perkataan Lia barusan.


"Apa maksudmu?" Tanya Ana lagi.


"Babe, jangan percaya aku bisa jelaskan.. Dia hanya ingin merusak pernikahan kita." Ucap Curt lalu mendekat ke Ana.


Tapi Ana melah mundur dan menatap tak percaya. Ana tau kalau Lia memang menghilang beberapa bulan ini dan dia kini kembali dengan perut yang sudah besar.


"Kalian waktu itu memang berhubungan kan? Curt kau bohong kan? Malam itu kau bilang gak terjadi apa-apa." Ana mulai terisak, akhirnya Ana menangis pilu.

__ADS_1


"Son bawa Ana masuk dan kau ikut aku, Vin bawa wanita ini juga." Perintah Arden yang sedikit banyak mengerti masalah ini.


Semuanya mengikuti perintah Arden dan berkumpul di salah satu aula besar dan tertutup. Seluruh keluarga Tenggara dan Curt ikut masuk dalam aula.


Ana terus menangis di pelukan Hanny yang juga ikut menangis, Lia duduk di sofa nyaman namun dia sama sekali tidak terlihat nyaman. Curt masih gelisah karena sebentar lagi dia akan disidang, begitu juga orang tuanya.


"Jelaskan!" bentak Arden dengan mata tajam menatap Curt.


"Uncle, dia bohong itu bukan anakku." Ucap Curt tapi Lia menggeleng.


"Aku bisa buktikan, kandunganku sudah 8 bulan dan nanti kita bisa tes DNA." Ujar Lia dengan yakin dan Arden percaya dengan wanita itu.


Ana sebelumnya pernah cerita kalau Curt di jebak saat pesta kelulusan mereka untuk minum sampai mabuk dan dia akan di kunci bersama Ana tapi Ana berhasil di selamatkan oleh pengawal saat itu, lalu Curt akhirnya bermalam dengan seorang teman mereka tapi akhirnya Curt membantah dan karena tidak ada bukti maka Ana percaya kalau Curt hanya sendiri saat itu. Beberapa bulan kemudian barulah terdengar kabar kalau Lia menghilang.


"Jadi kau selama ini dimana?" Tanya Arden menatap Lia.


"Aku di kurung oleh orang tuanya karena mereka tidak mau menantu sepertiku yang dari kalangan biasa, mereka tidak mau Curt tanggung jawab. Aku berhasil kabur saat mereka lengah tadi pagi karena sibuk." Jelas Lia lagi, Arden melihat memang benar wanita ini juga sedang terluka dan dia tidak baik-baik saja.


"Apa malam itu kau juga dipaksa?" Tanya Arden dan Lia mengangguk.


"Bos.. anak buahku bilang kalau wanita ini lah yang melapor padanya kalau Ana sedang disekap." Lapor Vino setelah salah seorang pengawal Ana berbisik padanya.


"Apa benar begitu?" Tanya Arden lagi.


"Iya.. Tuan, saat itu aku yang lapor makanya Curt marah dan melampiaskannya padaku. Sebenarnya dia tidak dijebak oleh temannya tapi dia memang mau menjebak Ana karena Ana sulit dia jamah, Curt sangat ingin tidur dengan Ana." Jelas Lia dan Curt terlihat semakin pucat. Sia-sia perjuangannya selama 6 ini menjadi pacar yang baik untuk Ana.


Ana yang mendengar itu langsung menangis lagi, terdengar begitu pilu, dia tidak peduli dengan tampilannya lagi yang sudah kacau. Sementara ketiga kakak lelakinya beserta Aksa sudah sangat emosi dan ingin menghajar curut itu tapi masih mereka tahan karena Arden yang akan selesaikan ini.


TBC~

__ADS_1


__ADS_2