
"Tuan apa maksudnya ini?" Tanya mereka dan Arion masih duduk tenang dengan auranya berubah seperti aura pembunuh.
"Kalian semua kembali duduk." Perintah Jovan dengan tegas. Mau tidak mau mereka duduk kembali sambil bergetar ketakutan karena suara lirih kesakitan dari pria tadi masih terdengar.
"Untuk pria itu, hancurkan perusahaannya dan buang seluruh keluarganya ke daerah terpencil." Perintah Arion dan segera dilaksanakan oleh pengawalnya.
"Tu tuan.. ada apa ini, apa kesalahan kami pada tuan." Tanya salah satunya, dia adalah pria termuda sepertinya semumuran dengan Dennis.
"Kau kenal dengan gadis itu?" Tanya Jovan dan dia mengangguk.
"Kami pernah bertemu 2 kali karena Dennis yang mengantarnya untukku tapi saya dan gadis itu tidak melakukan apa-apa karena saya sangat mencintai istri saya dan tidak mau selingkuh. Dan gadis itu sangat kasihan tuan, saya tidak tega karena teringat dengan adik saya." Jelas pria muda itu dan Jovan lega karena pria ini akan selamat.
"Jo.. berikan investasi besar pada perusahananya dan kau keluarlah dan kembali pada keluargamu." Perintah Arion.
"Te terima kasih tuan.." Ucap pria itu dan dia segera di keluarkan dari ruangan itu.
"Lihat kesana.." Tunjuk Jovan pada sebuah layar besar di dinding ruangan itu pas di depannya.
"Tamy!" Teriak Dennis yang melihat Tamy dalam keadaan tanpa busana dan di kelilingi oleh 2 pria yang cukup menyeramkan.
"Tu tuan kenapa istri saya, ada apa ini?" Tanya Dennis ketakutan dan Arion menatapnya lagi.
"Bukankah anda sangat dermawan tuan Dennis, anda sudah biasa memberikan istri anda ke mereka ini." Ucap Arion datar dan kembali melihat layar di depannya.
"Saya mohon lepaskan istri saya.. tuan Arion, dia tidak bersalah.. " Dennis berlutut dan Arion tetap pada posisinya, Dennis terus terusan memohon dan di layar terjadilah hal yang sama yang dilakukan Dennis pada Vinsa.
"Bagaimana perasaanmu Dennis? Sakit bukan?" Tanya Arion dan Dennis terus merutuki Arion yang sangat kejam.
"Kau sangat kejam, meskipun keluargamu sangat kaya tapi kau tidak berhak berbuat begini Arion!!" Teriak Dennis dan Arion tertawa mendengarnya.
"Lalu apa yang kau lakukan pada Vinsa termasuk kebaikan?" Tanya Arion dan Dennis terdiam.
__ADS_1
"Kau menjual istrimu pada mereka, aku hanya membantumu memuaskan istrimu dengan 2 pengawalku, lihat istrimu menikmatinya, tapi Vinsa tidak, dia sangat menderita." Lanjut Arion yang belum puas melihat Dennis yang saat ini sudah menangis melihat istrinya memuaskan orang lain.
"Aku mohon jangan lakukan ini Arion.. kau adalah adik kelasku. Jangan lakukan, kami punya anak. Bagaimana masa depan anak kami?" Dennis tetap memohon bahkan memegang kaki Arion tapi dengan kuat Arion menendangnya.
"Anak? Aku dan Vinsa juga punya anak! Apa kalian tidak pernah berpikir, bagaimana menderitanya Vinsa atas perlakuan kalian?" Teriak Arion dan semua yang ada disana bergitu terkejut dan sontak langsung berlutut dan memohon ampun.
"Jo.. potong semua tangan kanan mereka dan ambil alih semua perusahaan mereka dan buang keluarga mereka ke jalanan, dan untuk Dennis.. kau akan menerima hukuman yang jauh dari ini, kak Ansel sedang menunggumu."
Dennis tercekat, dia lupa kalau masih ada Ansel yang pasti menaruh dendam padanya.
"Padahal aku ingin sekali membunuhmu dengan tanganku sendiri tapi permainan kak Ansel akan jauh lebih menarik." Lanjutnya dan Arion meninggalan mereka disana yang tengah berteriak kesakitan.
\=,=,=,=,=,=,=,=,=,=,=,=,=,=
Arion bergegas pergi menuju Bali karena dia mendapatkan informasi kalau Mr. Liong ditemukan sekarat dalam keadaan tak perpakaian bersama 2 orang temannya yang ternyata adalah anggota 'Blake'.
Jovan yang sampai disana duluan hanya bisa mendesah kesal melihat 2 anggota tua itu yang sudah senior.
Pas dengan kedatangan Arion yang murka dan langsung menghajar 2 orang itu hingga babak belur karena dia baru saja melihat cctv betapa biadabnya mereka memperlakukan Vinsa dan menyiksanya.
"Bunuh mereka dan buang keluarga mereka jauh dariku." perintah Arion dan Jovan segera melakukan perintahnya karena 2 orang ini sama saja dengan berkhianat.
Anggota 'Blake' telah di beri aturan tidak boleh melakukan kejahatan seksual apalagi pemaksaan seperti ini dan hukumnya adalah mati.
"Tuan.. Mr. Liong ditemukan sekarat menurut 2 orang tadi, Vinsa menusuknya dengan pisau berkali-kali lalu pergi dan melompat dari tebing di ujung jalan itu." Pengawal itu menunjuk ke arah ujung jalan dan disana terdapat sungai dengan arus kecil meskipun cukup dalam.
"Cari sampai ketemu, Sasa pasti masih hidup, dia akan bertahan demi anak kita." Ucap Arion lirih dan melihat keadaan jurang itu yang cukup curam.
2 hari berlalu tapi pencarian mereka sia-sia dan Arion memutuskan untuk kembali ke sisi Leon kerena Hanny baru meneleponnya kalau mereka mendapatkan pendonor jantung untuk Leon.
.
__ADS_1
.
.
Arion pulang setelah membereskan semuanya dan Mr. Liong sudah mendapatkan ganjarannya karena dia sekarang hanya menjadi pria tua tak berdaya karena syaraf terjepit dan tidak bisa bergerak lagi. Bisnisnya juga hancur di tangan Arion yang ternyata berhati dingin dengan musuhnya.
"Papi, mana mami?" Tanya Leon begitu melihat Arion.
"Maafkan papi Leon, mami hilang sebelum papi sampai disana. Nanti kita cari lagi ya, tapi sama-sama setelah Leon sembuh." Ucap Arion yang merasa bersalah karena tidak bisa menepati janjinya untuk membawa maminya pulang.
"Kalau gitu Leon akan cepat sembuh dan kita cari mami sama-sama ya.."
"Iya sayang, jadi 3 hari lagi Leon akan di operasi, bisa dapat jantung baru, kalau sudah sembuh bisa main di lapangan lari-lari sama si twins yang berisik itu."
"Hahahaha iya.. Leon mau lari di padang rumput mirip singa yang ada di discovery channel."
Arion memeluk anaknya dan berharap semuanya akan jadi kenyataan setelah kesembuhan anaknya nanti.
\=//=
Pagi ini Leon akan di operasi pencangkokan jantung dan Arion menunggu di depan ruang operasi dengan perasaan gelisah. Disana juga ada Hanny, Arden dan Vio. Mereka semua cemas akan keadaan Leon dan berhaap semuanya cepat berlalu.
Sudah 2 jam dan lampu merah itu masih menyala.. memang dokter sudah mengatakan kalau operasi ini membutuhkan waktu 4-10 jam, tapi Arion tetap disana dan tidak mau kemanapun.
"Ion, makan dulu nak.." Panggil Hanny tapi Arion masih tidak ingin beranjak dari tempatnya. Hanny pun pasarah dan dia cuma bisa memaksa Arion meminum susu yang telah dia buat.
"Ion, kau juga harus pikirkan kesahatanmu, setelah ini kita masih harus berjuang menjaga Leon sebelum dia benar-benar sembuh." Ucap Hanny sambil mengelus pundak putranya.
"Mommy pulang saja, antar Vio juga kasian dia sudah hamil besar." Hanny mengangguk dan pergi setelah memeluk Arion cukup lama untuk memberinya kekuatan.
Bersambung~
__ADS_1