
Vio masih berjalan sempoyongan dari toilet menuju ruangannya sambil memegang perutnya yang sakit dan wajahnya semakin pucat.
"Ah akhirnya sampai juga, bisa-bisanya telat 2 minggu dapetnya kaya gini, aduuhh..." keluh Vio kesakitan karena tamu bulanannya yang telat ini karena kelelahan dan stress mengakibatkan tamu bulanannya memang tidak normal.
"Vio kenapa?" Tanya Anson begitu masuk dan melihat Vio sedang menyandarkan kepalanya di meja.
"Ah maaf pak saya tidak apa-apa." Jawabnya begitu mendengar suara Anson.
"Kamu pucat, lagi sakit?" Tanya Anson yang sudah cemas melihatnya.
"Tidak pak, saya hanya sedikit lelah karena sibuk cari tempat tinggal baru." Jawab Vio sedikit berbohong, tidak mungkin kan dia bilang sakit karena datang bulan pada bosnya yang pria tampan ini.
Tapi Anson juga tidak bodoh, dia melirik tas Vio yang terbuka, disana ada beberapa roti jepang dan dia tau kalau Vio pasti sakit karena tamu bulanannya.
"Oh.. ya sudah istirahat saja, hari ini semua jadwal juga lagi kosong dan siang nanti aku akan pulang cepat."
"Baik pak, terima kasih."
Anson kembali masuk ke ruangannya dan sedikit cemas dengan keadaan Vio makanya dia alasan akan pulang cepat agar Vio bisa istirahat.
Jam 2 siang Anson sudah pergi dari ruangannya dan akan kembali ke rumahnya dan Vio juga bisa pulang cepat hari ini. Setelah membereskan semua barangnya dia ke toilet dulu untuk mengganti roti jepangnya yang ke 3 hari ini.
Selesai dengan urusannya dan akan kembali ke ruangan, entah kesialan apa lagi dia malah bertemu dengan Jannet sewaktu mau keluar dari toilet.
"Hoo... penampilanmu sudah mulai berubah, apakah untuk menggoda Anson? Jangan harap, kau tetap jelek yah jelek saja jangan berpikir upik abu bisa jadi putri." Dengan sombongnya Jannet mendorong Vio untuk minggir dan tidak menghalangi jalannya.
Tapi Jannet berubah pikiran, "Seru juga nih kalau bisa kerjain si upik abu itu." Ucap Jannet pelan lalu dia menarik lengan Vio dan mendorongnya ke salah satu bilik toilet disana.
"Kau cocoknya memang tinggal di tempat kotor ini upik abu." Ucap Jannet dan dia menyiram seluruh tubuh Vio dengan air kotor di ember yang ada disana.
Lalu menguncinya dari luar pintu utama toilet agar tidak ada yang bisa masuk lalu kuncinya dia lempar ke bawah pot tanaman di ujung lorong itu.
Sudah 2 jam Vio berteriak dan meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar karena toilet di lorong ini memang hanya di masuki oleh tim sekretaris di lantai ini. Tim sekretaris juga masih hanya ada Vio sendiri karena Melvin sedang dipindahkan ke StarE, sekretaris baru lainnya belum di rekrut karena belum memenuhi kriteria.
Selain sekretaris hanya tim pemasaran yang pakai toilet ini tapi tim itu sering tidak ada di tempat hanya Jannet yang sering ke toilet itu karena dia sangat senggang tidak seperti teman kerjanya yang lain.
Jam 6 sore adalah waktu dimana para OB akan berkeliling dan membersihkan toilet dan memeriksa semua kebersihan yang ada di dalam gedung perkantoran ini.
__ADS_1
Seorang OB masuk ke toilet pria dan seorang OG sedang kesulitan membuka pintu yang ternyata baru dia tau kalau sedang di kunci.
"Mas Dito.. ini kok kekunci ya?" tanya OG muda itu yang berusaha membuka kuncinya.
"Oh iya.. kok bisa?" OB itu mencoba membukanya tapi sama saja. Vio yang sudah lemas mendengar ada orang dia mengumpulkan sisa tenanganya menggedor pintu itu.
"Eh ada orang didalam kayanya mas Dit."
"Sepertinya iya, tapi siapa?"
"Coba kamu cari security deh minta kunci cadangan."
OB bernama Dito itu langsung berlari ke ruang security dan meminta kunci cadangan toilet wanita lantai 20 dekat ruangan direktur.
"Gak ada kok yang... mungkin dia lagi lembur kali."
"Iya? Coba aku tanya kak Anson sabar ya.."
"Kak, Vio lembur ya?" Tanya Melvin begitu menghampir Anson.
"Gak kok, dari jam 2 siang tadi udah kusuruh pulang, kenapa Vin?" Tanya Anson yang masih asik dengan game nya.
"Emi bilang, dari jam 4 tadi telepon dia gak di angkat dan barusan yang angkat OB dan barangnya masih di meja." Jelas Melvin, Anson langsung melompat dari duduk santainya karena kaget.
"Serius Vin? Kita balik." Anson berjalan cepat sedikit berlari, kali ini dia sendiri yang menyetir dan seperti kesetanan hanya 7 menit dia tempuh untuk kembali ke perusahaannya yang memang jaraknya cukup dekat karena dia sedang ada di StarE.
"Ada apa ini?" Tanya Anson begitu melihat sorang security dan 3 OB yang ada di lorong toilet dekat ruangannya.
"Maaf Tuan, pintu toilet ini terkunci dan sepertinya di dalam ada orang." Jawab salah satunya dan Anson mendekat.
"Ya sudah cepat buka!" Anson menjadi cemas karena dia takut kalau Vio yang ada di dalam sana.
"Ya ampun.. benar ada nona Violet pak." Pekik salah satu OB disana setelah berhasil membuka pintu. Anson langsung berlari dan mendapati Vio sedang tak sadarkan diri, terlihat wajahnya pucat dan bibirnya membiru seperti kedinginan.
__ADS_1
Anson membopong tubuh mungil Vio dan langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.
"Vin cepat!" Teriak Anson karena tidak sabar dengan Melvin yang menyetir sangat lambat.
"Ya ampun kak, sabar ini juga sudah cepat."
Anson segera membawa Vio ke IGD untuk pertolongan pertama dan dia tampak cemas menunggu dokter yang masih memeriksa Vio di dalam.
"Vin coba cek cctv ada yang sengaja kunci pintu itu." Perintah Anson.
"cctv kan lagi di ganti jadi di copot semua di lantai itu dan pasangnya besok sore." Uar Melvin dan Anson mengepal tangannya kuat.
"Ck.. segera kalau gitu, besok harus selesai semuanya."
"Baik."
"Gimana dok?" Tanya Anson begitu dokter selesai memeriksa Vio.
"Tidak apa-apa, pasien hanya anemia karena sedang menstruasi dan demam karena kedinginan, saya periksa karena bajunya basah." Jelas dokter dan Anson merasa lega tidak ada yang serius.
"Vin, cepat pindahkan Vio ke RS kita saja." Perintah Anson dan Melvin sempatĀ bingung mendengarnya.
"Ini kan RS kita kak.. lupa ya?"
"Ah iya yah.. ya sudah pindahin ke kamar atas."
"Baiklah tapi apa gak terlalu berlebihan karena Vio cuma sekretaris loh."
"Gak ada yang berlebihan, nanti juga dia jadi kakak iparmu."
"Ha? kok jadi beneran Vio akan dijodohkan sama Arion?"
"Ck.. jangan banyak tanya. cepat!"
"Iya iya..."
Melvin yang sempat bingung tetap menjalankan tugasnya sesuai perintah dan Vio kini ditempatkan di kamar VVIP dengan fasilitas setara anggota keluarga Tenggara.
__ADS_1
"Vio bakal kaget waktu bangun nanti" Ujar Melvin pelan lalu meninggalkan Vio sendiri dan menutup pintu dengan pelan.
TBC~