Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 64 - Pencarian Sasa 1


__ADS_3

Jam 9 pagi Arion membawa bus mereka masuk ke kapal penyebrangan ke Gilimanuk, Leon sangat senang akan menaiki kapal besar ini.


"Leon, papi akan nyalahan purifier dan buka semua jendela atas untuk Cody, dia gak boleh naik ke atas kapal." Ujar Arion dan Leon terlihat sedih tapi apa boleh buat karena memang Cody tidak boleh ke kapal itu karena takutnya mengganggu penumpang lainnya.


"Cuma sebentar kok sayang, paling 45 menit sampai 1jam kita sudah kembali lagi." Lanjut Arion dan Leon mengangguk. Arion menggendong Leon saja karena akan naik tangga agar anak itu tidak kelelahan.


Sambil makan cemilan yang dibeli di kapal, Leon tampak begitu bahagia menikmati angin laut dan Arion sangat menjaganya agar tidak berlarian seperti anak-anak lainnya. Arion tidak mau terjadi apa-apa pada Leon nantinya.


"Nanti sampai Bali Leon mau main apa? Tadi pagi papi liat Leon lagi buka video tentang permainan air." Tanya Arion dan Leon langsung membuka tasnya dan menyalakan tabletnya.


"Ini papi." Leon menunjukan, banana boat, jetski, paralayang, menyelam, naik sepeda, dan lainnya.


"Gak bisa semua, kamu masih kecil, nanti papi ajak main banana boat, jetski dan naik sepeda aja keliling disana. Trus kita ke gunung lagi yah.." Ujar Arion.


"Sip.. Leon akan ikut apa yang papi lakukan saja. Setelah itu Leon akan ceritakan ke si kembar biar mereka juga nyusul kesini ya pi?"


"Iya.. mereka suruh kemari saja, sama papi Son dan mami Vio, opa oma juga, kakak-kakak lainnya juga."


"Iya nanti Leon telepon oma."


.


.


.


Malam semakin larut, Arion kembali membaca laporan dari para pengawal yang disebarnya semakin jauh ke seluruh pelosok, di mulai dari Bali dan menyebar ke sekitarnya dan semakin jauh.


"2 tahun lalu di temukan seorang wanita di muara sungai dekat laut dengan sebagian wajah rusak dan penuh luka di seluruh tubuh oleh nelayan dan dibawa ke puskesmas terdekat. Seminggu kemudian wanita itu dibawa oleh seorang dokter wanita yang sedang berkunjung dan sampai sekarang tidak tau keberadaanya."


Arion membaca laporan itu dan melihat titik GPS yang diberikan pengawalnya, tanpa banyak berpikir Arion segera menyetir dalam kegelapan dan hujan yang masih turun dengan derasnya. Butuh waktu hampir 1 jam untuk sampai ke daerah yang di laporkan oleh pengawalnya.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dan Arion meminta pengawalnya untuk bertemu dengan orang yang memberikan informasi tersebut besok pagi.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


"Leon mau ikut papi atau disini saja?" Tanya Arion begitu Leon sudah selesaikan sarapannya.

__ADS_1


"Kalau disini Leon sama siapa pi?" Tanya Leon yang memang masih ngantuk dan dia juga sudah janji akan video call dengan Hanny dan Vio.


"Papi suruh pengawal temani Leon dan ada pelayan wanita nanti yang bersihkan bus seperti biasa." Jawab Arion.


"Oh ok papi, Leon di sini aja deh.. sama Cody juga." Ucap Leon sambil tersenyum manis. Arion begitu senang melihat senyum itu, sama dengan Sasa. Arion mengecup kening Leon lalu memberikan arahan pada pelayan wanita yang akan menjaga Leon disini.


Bus juga terparkir di tepi sungai yang indah, sebelum pergi Arion sudah memberitau kalau Leon tidak boleh main air di sungai dan di bus saja sampai Arion kembali. Leon yang memang pintar tentu saja tidak akan membantah papinya.


.


.


.


Arion dengan 2 pengawalnya menaiki motor untuk ke lokasi dan bertemu dengan nelayan itu.


"Oh wanita itu.. untung bapak lihat duluan nak, soalnya muara sungai disini kadang ada buayanya." Ujar Bapak nelayan tua itu yang sudah tidak begitu sehat lagi. Ini jugalah yang membuat pengawal Arion susah mencari tau informasi Sasa, karena Bapak ini hanya sendirian saat mendapati wanita itu di tepi sungai karena masih jam 4 pagi dan dia langsung membawanya ke puskesmas tapi karena belum buka, dia segera membawa ke RS yang lumayan jauh hingga tidak ada yang tau.


"Baru 1 minggu ini bapak kembali kesini karena beberapa tahun ini bapak tinggal di kota sama keluarga karena bapak sakit." Jelas Pak Dodi.


"Jadi apakah wanita itu baik-baik saja pak?" Tanya Arion dan pak Dodi menggeleng samar.


Setelah mendengar semua penjelasan Pak Dodi, Arion kembali dulu untuk menjemput Leon dan akan pergi bersama ke kota untuk mencari tau lagi.


"Nak.. doain papi bisa dapat info tentang mami ya." Ujar Arion begitu masuk ke dalam bus dan memeluk Leon.


"Apa sudah ada info tentang mami, papi?" Tanya Leon dan Arion mengendurkan pelukannya dan mengangguk.


"Iya.. kita pergi sekarang saja ya. Biar gak buang waktu."


Arion segera menyetir lagi dan masuk ke daerah pinggiran kota, tapi karena busnya cukup besar dan sulit bergerak cepat, Arion meminta salah satu pengawalnya membawa mobil dan mereka bersama pergi ke RS yang pernah merawat Sasa, dia yakin wanita itu adalah Sasa.


"Leon tunggu disini sama om pengawal dan Cody, papi akan masuk ke dalam." Ujar Arion dan Leon dengan patuh mengangguk.


Di RS itu sudah ada pengawal yang lebih dulu meminta berkas dan dengan bantuan RS 'Blake' akhirnya RS yang cukup kecil itu mau bekerjasama dan membantu mencari data wanita 2 tahun lalu.


"Ada Tuan, ini fotonya karena kita tidak tau namanya jadi dia dibawa oleh dokter Izabela. Dia membawa nona itu Tuan." Petugas admin di RS itu memberikan data yang dibaca Arion dan benar wajah berbalut perban itu adalah Sasa, meskipun setengah wajahnya tertutup kain putih itu tapi Arion dapat mengenalinya.

__ADS_1


"Tapi kenapa pihak RS mengizikan dokter ini membawanya?" Tanya Arion dan salah satu suster yang menangani Sasa waktu itu yang menjawab.


"Dokter Izabela adalah dokter ternama, jadi waktu dia meminta izin membawanya kepala RS yang merupakan temannya mengizinkan. Anda bisa mencari dokter Izabela Kinga." Jawab suster itu dan pengawal Arion yang cepat tanggap langsung mendapatkan informasinya.


"Ini Tuan, Izabela Kinga. Dia dokter bedah plastik dan kelamin yang terkenal dia orang Swedia dan sudah 25 tahun di negara ini." Lapor si pengawal yang bernama Tinto.


"Baiklah cari informasi dokter itu kita akan menemuinya." Perintah Arion dan mereka kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.


"Tinto, mulai sekarang kau jadi asistenku." Perintah Arion dan tentu saja Tinto senang mendengarnya karena karirnya akan menanjak naik.


"Baik Tuan." Jawabnya datar sambil sedikit menunduk.


Setengah jam kemudian Arion sudah kembali ke bus bersama Tinto, 1 pelayan wanita yang mengikutinya dengan Leon dan Cody.


"Leon.. om Tinto dan bi Ratih akan temani kita sementara ya sampai mami ketemu, papi takut jadi terlalu sibuk sampai lupa sama kamu nak." Ujar Arion dan Leon mengerti.


"Iya papi, Leon juga senang ada banyak teman. Tapi bisakah papi belikan buku lagi? Leon sudah baca semuanya." Pinta Leon dan Arion tertawa lucu mendengar permintaan anaknya.


"Kamu ini, berlakulah seperti anak-anak Leon, sekali-kali nakal biar papi ngerasa jadi ayah." Ujar Arion dan Leon malah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Tapi kan Leon jadi anak baik biar papi gak susah, kata oma gak boleh nakal mirip si kembar."


"Tapi kamu terlalu baik nak.. " Arion mengelus kepala Leon yang masih bingung dengan permintaan papinya itu.


"Tuan, ini informasi terbaru dari dokter Kinga." Ujar Tinto sambil memberikan tabletnya.


"Izabela Kinga, kembali ke rumahnya di Jakarta dan merawat seorang gadis yang ditemukannya di Bali lalu setelah gadis itu sembuh mereka pindah ke Lombok." Hanya itu yang di ketahui orang di sekitarnya dan Arion seperti mendapatkan angin segar. Dia akan berangkat ke Lombok besok pagi.


"Kita ke Lombok besok pagi. Kalian menginaplah di hotel terdekat dan besok pagi-pagi datang kemari lagi." Perintah Arion dan mereka menjalankan semuanya sesuai perintah.


Arion kini sedang menyetir lagi menuju pelabuhan Padang Bai, ini kali pertamanya ke Bali dan Lombok menggunakan jalur darat tapi dia menikmati perjalanan ini, bersama Leon dan mencari Sasa di Lombok. Kerinduannya semakin dalam, perasaannya juga makin gelisah. Sering dia melamun dan akhirnya Tinto lah yang menggantikannya menyetir. Inilah sebabnya Arion meminta Tinto jadi asistennya, selain cekatan dia juga bisa di andalkan dalam hal apapun.


"Kau sudah menyebarkan foto Sasa ke semua anak buahmu disana?" Tanya Arion saat mereka sudah ada di atas kapal.


"Sudah Tuan, mereka juga sudah mulai mencari dari tadi malam tapi masih belum ada hasilnya." Jawab Tinto, tapi Arion juga tau tidak mudah mencari orang yang sengaja mau bersembunyi. Dia tau dokter Izabela membawa Sasa untuk menghindar karena data di RS menuliskan kalau Sasa di temukan dalam keadaan kritis.


Selain karena terombang ambing di air dan benturan di kepala dan merusak wajah serta seluruh tubuh. Sasa juga mengalami siksaan hebat, pemerkosaan dan penyiksaan.

__ADS_1


"Lakukan pencarian dengan diam-diam Tinto, jangan membuat dokter itu kaget dan membawa Sasa pergi semakin jauh." Ujar Arion dan Tinto mengangguk dan kembali fokus dalam mengecek laporan dari seluruh anak buahnya tadi.


Bersambung~


__ADS_2