Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 13 - Aileen


__ADS_3

NB : Ini cerita flashback, di malam pertunangan Aileen dan apa yang terjadi dengan Aileen setelah itu. Selamat membaca.


.


.


.


.


"Pria brengsek!! Aku gak akan menikah, pokoknya tidak. Ayah bunda.. dimana aku harus mencari laki-laki yang seperti ayah, mencintai bunda dengan tulus."


Aileen kembali ke rumah besar Tenggara karena di sana lah kini dia tinggal setelah ayah dan bundanya meninggal. Dia lebih memilih mansion ini karena sangat sedih melihat kenangan indah di rumah ayahnya yang sekarang jadi tempat tinggal keluarga Arlen.


Aileen terus membanting barang yang ada di rumah itu, para pelayan juga kalang kabut tidak bisa membuatnya tenang. Di umurnya yang ke 31 tahun Aileen semakin rapuh, padahal dia adalah wanita cantik bahkan sangat cantik seperti Cecil dengan wajah bule menawan terlihat imut bermata indah sama dengan Ben yang berwarna hijau, bahkan jika tidak ada yang mengenalnya, mereka mungkin mengira Aileen adalah anak kuliahan.


Dengan tinggi 160cm, tubuh porposional tapi dadanya sedikit oversize hanya sedikit sehingga terkesan sangat se xy. Rambut berwarna hitam pekat dan bergelombang menambah daya tariknya.


"Aku akan pergi dari sini, bodoh dengan kakak dan yang lain, mereka sangat tidak bisa diandalkan." Gerutu Aileen.


Dia menyiapkan segala kebutuhannya di dalam koper dan pergi dari rumah dengan mobilnya sendiri. Dia bahkan tidak takut pergi di tengah malam ini karena dia tau 2 pengawal setia dari Arden selalu mengikutinya bahkan dari kaca spionnya dia bisa melihat mobil pengawalnya terus dibelakangnya. Aileen cuek saja karena sudah terbiasa.


Segala urusan perusahaan yang dia pegang sudah diserahkan ke asistennya yang dia rekrut sendiri, meskipun masih muda tapi Grace sangat telaten dan dapat diandalkan.


Aileen sudah sampai di sebuah hotel tempat dia akan menginap malam ini untuk beristirahat setelah 5 jam menyetir sendiri. Dia tidak mau tau lagi segala urusan keluarganya dan memang dia tidak tau akan kekacauan yang telah dibuat Ansel.

__ADS_1


Setelah dia mandi, dia langsung merebahkan diri dan terlelap begitu saja sampai pagi menjelang.


Pagi ini Aileen sarapan di restoran hotel dan melihat 2 pengawalnya sedang sarapan dan salah satunya juga berbicara di telepon dan Aileen tau pasti siapa yang mereka hubungi, "Pasti Vino." Batinnya kesal tapi Aileen membiarkan saja. Tapi tak berselang lama, sudah datang lagi 2 pengawal pengganti mereka dan Aileen masih cuek melanjutkan sarapannya.


Ya, memang benar Vino yang menyuruh 2 orang pengawal baru itu agar bisa bergantian, Vino juga tau rute yang di jalani Aileen mengarah kemana dan setiap dia berhenti akan ada pengawal pengganti.


Setelah sarapan, Aileen melanjutkan perjalanannya. Dia mulai santai dan menikmati waktu sendirinya yang sangat jarang dia dapatkan. Selama ini dia hanya fokus belajar bahkan di usia 21 tahun dia sudah selesai dengan S2 nya dan memegang penuh salah satu perusahaan Tenggara yang terbesar, perusahaan itu makin sukses di tangan Aileen yang memang cerdas.


Dia tidak ada waktu untuk berpacaran ataupun berhubungan dengan lawan jenis karena ayah dan 2 kakak kembar posesifnya yang selalu mengawasi. Aileen begitu cantik dan polos, dia hanya cerdas dalam belajar dan bisnis, sehingga mereka takut dia hanya dipergunakan oleh orang-orang yang punya kepentingan pribadi.


.


.


.


Aileen berjalan santai melihat beberapa restoran untuk mengisi perut laparnya dan pilihannya jatuh pada sebuah restoran sederhana dengan menu rice bowl. Setelah duduk hampir 1 jam dia akhirnya ke toilet dan melanjutkan perjalanan. Tetap, 2 pengawal sudah berganti lagi.


Setelah 2 hari 1 malam dia lewati akhirnya dia sampai ke tempat tujuan, rumah sederhana itu masih ada. Rumah yang hanya seluas kamarnya saat ini adalah tempat dimana dia dilahirkan dan tumbuh besar hingga umurnya 9 tahun. Setelah menurunkan kopernya dia memilih berjalan kaki sambil sedikit berolahraga untuk menuju klinik sekaligus rumah seorang dokter yang sudah berumur.


"Ayahh..." Teriak Aileen begitu sampai disana dan untunglah sedang sepi.


"Loh Aileen kenapa disini? Bukannya kau tunangan 2 hari lalu?" Tanya Dr. Jung sambil memeluk putri angkatnya.  (Bisa baca novel berjudul : Menjaga Cinta untuk tau kisah Dr. Jung dan Aileen)


Dulu Aileen mengira Dr. Jung adalah ayahnya sebelum Arden dan Arlen menemukan mereka. Aileen kemudian menceritakan seluruh kejadian dan telah membatalkan pertunangan itu.

__ADS_1


"Sabar ya Ay.. memang sulit menemukan pasangan yang cocok. Tapi ayah yakin Ay akan menemukannya asalkan Ay bisa menerima segala kekurangan pasangan kita dengan iklas." Kalimat bijak itu malah membuat Aileen semakin down.


"Ayah tidak tau saja, apa yang telah terjadi padaku. Justru aku ingin menemukan pria yang iklas menerimaku apa adanya." Batin Aileen sedih.


"Sudahlah Ay kan kesini mau istirahat, mana adikku yang nakal itu?" tanya Aileen melihat ke arah rumah.


"Lah lupa ya.. kan dia sudah pindah ke kota untuk kuliah, dan tahun depan dia lanjut ngambil specialist di Jerman." Jawab Dr. Jung membicarakan putranya yang dilahirkan istrinya setelah dia berumur cukup senja.


"Ah iya lupa.. yaudah Ay balik ke rumah ya, mau bobo." Dr. Jung tersenyum melihat Aileen yang tetap seperti gadis polosnya dan tidak berubah sama sekali padahal umurnya sudah kepala 3.


.


.


Aileen memilih berjalan kaki menuju perkampungan dan pasar, dia seperti kembali ke masa kecilnya dan disekitar sini meskipun telah berubah tetapi tidak banyak. Hanya keberadaan rumah sakit yang dibangun Arden memberi kesan lebih moderen saja selebihnya masih sama. Dengan udara sejuk, pohon yang rindang dan menjulang tinggi, rumah-rumah kecil tapi indah dengan pekarangan luas, bunga-bunga cantik. Tapi sekarang tempat ini menjadi lebih ramai dari dulu.


Setelah puas berjalan-jalan Aileen kembali ke rumahnya dan membersihkan diri, kemudian dia memakan makanan yang telah tersedia di meja dapur dan dia tau siapa yang mengirimnya. Siapa lagi kalau bukan ayahnya, Dr. Jung.


"Ayah masih tau aja kesukaanku hehe.." Aileen membuka rantang 3 susun itu, sebelumnya dia sudah mencium aroma sedap dari masakan disana.


Rantang pertama nasi dengan tempe goreng kering, yah harus kering dan sambel terasi tomat yang segar. Rantang kedua ada sayur asem yang harus asem dan kaya bumbu, bukan yang jernih seperti yang dijual-jual, rantang terakhir ada ayam goreng bawang putih yang begitu menggugah seleranya.


Aileen makan dengan lahap sambil ditemani drakor yang dia buka melalui laptopnya, ya Arden juga membangun pemancar dengan sinyal yang kuat disini, memang dia yang terbaik.


"Ahh kenyang dan puas... dah lama tidak makan seenak ini." Aileen mengelus perutnya dengan tangan kiri karena tangan kanannya masih belepotan sambel.

__ADS_1


Setelah dia puas nonton akhirnya Aileen ketiduran juga di kamarnya, padahal laptopnya masih menyala dan memutar drakor yang sedang seru-serunya.


TBC~


__ADS_2