Menjaga Cinta Season 2

Menjaga Cinta Season 2
BAB 35 - Saling Mencintai


__ADS_3

"Vin, panggil Jovan dan bawa semua teman-teman mereka yang terlibat." Perintah Arden lagi yang sudah sangat ingin membunuh pria yang ada di depannya.


"Jupi, tenangkan dulu para tamu untuk sementara."


"Siap bos."


"Vin, pernikahan ini dibatalkan dan seret curut ini dan orang tuanya ke markas nanti kumpulkan mereka bersama."


"Ok bos!"


"Lia, kau yakin akan meminta tanggungjawab pria seperti itu?" Tanya Arden serius tapi Lia bingung karena dia bukanlah dari keluarga kaya yang bisa menghidupi anaknya sendiri.


"Jangan takut, kau begini juga karena menyelamatkan Ana, aku akan menjamin hidupmu dan anakmu itu." Ucap Arden dan Lia langsung bangkit lalu berlutut berterima kasih.


"Bangunlah.. kau adalah korban yang sebenarnya disini." Arden mengangkat tubuh Lia yang sudah sangat lemah itu.


"Melvin, panggil ambulance dan periksa Lia dengan baik." Perintah Arden yang langsung di jalankan oleh mereka semua.


"Tapi bos.. kita gak bisa membatalkan pernikahan ini. Nama baik Tenggara dipertaruhkan dan Ana adalah putrimu satu-satunya yang mereka tunggu, karena pesta mewah ini." Ucap Jupi ketika kembali dari aula utama tempat acara pernikahan.


"Ana.. kau tetap harus menikah, demi nama baik Tenggara." Ucap Arden dan membelai wajah Ana yang terlihat sembab.


"Ana gak mau daddy.. mana ada pria yang mau nikah sama Ana disaat begini. Dan Ana malu.." Lirihnya dan mulai menangis lagi.


"Daddy akan carikan pemuda baik yang pastinya akan bisa membuatmu bahagia. Putri daddy yang cantik pasti banyak yang suka kan.." Ucap Arden lembut tapi Ana tetap tidak mau.


"Ana gak mau nikah sama orang yang belum Ana kenal. Gak mau..."


Arden juga tidak tega dan dia memeluk Ana dengan erat, sementara Hanny juga terus menangis sedih melihat hari bahagia putrinya berubah kacau.


"Ada apa ini?" Tanya Arlen bingung, yang baru saja sampai karena dia dan Jeremy memang datang dari daerah gunung T beserta keluarga.

__ADS_1


"Len.. bantu aku." Ucap Arden lalu dia menceritakan semuanya pada Arlen dan Jeremy.


"Kurang ajar. Biar aku yang urus mereka kau disini saja." Geram Jeremy dan Arden pasrah saja menyerahkan si curut pada Jeremy. Sedangkan Arlen membantu Jupi menenangkan para tamu diluar.


Arden masih membujuk Ana, dia merasa bersalah tetapi tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.


"Ana maafkan daddy.. daddy akan carikan pria baik untukmu, banyak anak dari kolega daddy yang masih muda dan tampan." Bujuk Arden tapi Ana tetap tidak mau.


"Kak.. jangan paksa Ana, biar saja mereka mau katakan apapun yang penting Ana bahagia." Ucap Hanny yang juga tidak tega kalau Ana tetap dipaksa menikah dengan orang yang belum dia kenal.


"Biarkan aku yang menikah dengan Ana om." Arden terkejut, begitu juga semua yang ada disana.


"Kamu serius?" Tanya Arden.


"Iya Aksa serius!" Jawab Aksa yakin dan Arka menghampirinya.


"Aksa.. jangan mempermainkan pernikahan, kamu dan Ana sudah seperti adik dan kakak kan.." Ucap Arka tapi Eve menarik lengan suaminya.


"Aku juga." Sahut Hanny dan mereka berdua saling melempar senyuman.


"Kenapa kalian setuju?" Tanya Arden dan Arka bersamaan.


Hanny menarik Arden dan berbisik, "Aksa itu sebenarnya cinta pertamanya Ana, jadi aku pikir ini gak akan jadi masalah kak."


Eve juga melakukan hal yang sama, "Aksa suka sama Ana cuma dia gak berani bilang karena Ana hanya menganggapnya kakak."


Kedua suami itu terkejut, karena tidak melihat gelagat aneh dari kedua anak tersebut.


"Ana, bagaimana? Menikah dengan Aksa saja?" Tanya Arden dan Ana diam tidak tau harus berkata apa. Ana terus memandang Aksa dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Aku serius Ana.." Lanjut Aksa lagi dan akhirnya Ana mengangguk.

__ADS_1


"Baiklah.. kita siap-siap lagi, sayang.. kamu dandan yang cantik lagi ya.." Arden berkata lembut pada Ana dan dia mengangguk lagi lalu Hanny dan Eve segera membawanya kembali ke ruang tunggu untuk memperbaiki makeup nya.


"Aksa, Arka, dan kalian ikut kemari." Perintah Arden sambil menunjuk ketiga putranya plus Melvin dan Jovan untuk mendekat padanya.


"Aksa sejak kapan kau suka pada Ana? Dan apakah kalian memang gak ada yang sadar?" Tanya Arden serius dan menunjuk ke putranya.


"Anson gak tau dad, coba tanya Ansel." Jawab Anson dan diikuti Melvin dan Jovan yang tidak tau menau tentang Aksa yang suka pada Ana selama ini.


"Ansel juga gak tau, dia tuh mirip sama Ansel dad gak suka deket wanita manapun." Jawab Ansel yang memang tidak tau, mereka hanya belajar dan bekerja bahkan sangat jarang bersenang-senang.


"Kalau Adel?" Tanya Arka tapi Adel juga menggeleng.


"Adel apa lagi, dia urus hatinya selama ini aja sudah repot." Anson yang menjawab.


"Jadi.. Aksa suka sama Ana tuh dari kecil. Tapi Aksa hanya diam karena Ana cuma anggap Aksa sebagai kakak sama dengan Ansel dan Anson." Jawab Aksa dengan jujur.


"Ion.. kamu tau gak kalau Ana juga suka sama Aksa?" Tanya Arden pada putra bungsunya. Aksa tampak terkejut mendengar pertanyaan dari Arden.


"Hm.. sebenarnya tau dad, tapi Ana suruh Ion diam aja karena kak Aksa sudah punya orang yang dia cintai. Begitu kata Ana." Jawab Ion jujur.


"Hah.. kakak gak pernah cinta sama siapapun Ion, dari mana kalian dengar itu?" Tanya Aksa dan Ion mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.


"Ka, kenapa sih dengan anak-anak kita ini? Mudah-mudahan habis ini jangan ada drama lagi deh." Keluh Arden dan Arka tertawa mendengarnya.


"Sepertinya kalian saling mencintai nak.. tapi karena saling diam jadinya salah paham. Setelah ini kalian harus saling jujur, untung saja kalian gak bernasib sama dengan Ansel dan Adel atau bahkan bisa lebih parah kalau Ana beneran menikah dengan si curut brengsek itu." Jelas Arka pada putranya.


"Kalau Ana gak bahagia sama si curut Aksa akan bawa pulang dia pah.. tadi aja Aksa ingin menghajarnya." Ujar Aksa geram.


"Sudah lah.. ganti bajumu calon pengantin."


TBC~

__ADS_1


__ADS_2