
Tibalah hari dimana Arion dan Leon akan memulai perjalanan, Leon sangat antusias dan terus tertawa sejak pagi.
"Leon harus telepon oma setiap hari, ok?" Kata Hanny yang mampir menangis karena cucunya akan hidup di bus dan di jalanan. Meskipun bus ini sudah tampak seperti rumah mewah dengan segala fasilitasnya tapi tetap saja berbeda dengan rumah yang sebenarnya.
"Iya oma.. Leon akan telepon oma sebelum tidur dan melaporkan semua kegiatan Leon dan papi." Ujar Leon dengan ceria.
Berbeda lagi dengan Vio yang terus menangis sejak tadi malam, Vio sudah menganggap Leon anaknya sendiri bahkan dia yang memberikan asi pada anak tampan itu.
"Mami Vio jangan nangis lagi, Leon sama papi akan baik-baik aja, Leon janji akan bawa mami pulang nanti." Leon memeluk tante yang seperti ibunya sendiri itu.
Lalu Leon berpindah memeluk Melly yang juga menangis, tantenya ini sudah tinggal disini sebagai pengasuh sepupunya yang nakal itu.
"Tante Melly.. doain Leon dan papi ya biar mami cepat ketemu." Ujar Leon sambil menghapus air mata Melly, dia hanya mengangguk karena tidak sanggup berkata apapun.
Arion juga memeluk seluruh anggota keluarganya bergantian, lalu bersama Leon naik ke busnya lalu menyetir dengan santai, perlahan meninggalkan gerbang rumah mewah itu.
Arden juga sudah menyiapkan tim khusus untuk menjaga anak dan cucunya, mobil dan jam tangan mereka sudah di pasang GPS agar para pengawal bisa menjaga jarak tetapi masih bisa memantau mereka. Di setiap kota yang mereka singgahi sudah di persiapkan anggota yang akan mengurus kesehatan bus mereka agar tetap terawat.
.
.
.
Setelah 2 jam perjalanan Leon tampak mengantuk dan tertidur di kursi samping Arion dengan sabuk pengaman yang pas dengan tubuh kecilnya. Karena kasian dengannya, Arion memilih berhenti di salah satu SPBU dan beristirahat sejenak, dia membaringkan Leon ke tempat tidurnya dan setelah nyaman dan aman, Arion kembali membawa bus itu ke lokasi pertama mereka.
Hari sudah siang dan Arion berhenti di daerah gunung B dan 6 tahun lalu Arion sudah pernah mendatangi tempat ini dan memutuskan bermalam disini saja.
Arion membuka pintu bus dengan cukup lebar dan membiarkan Cody keluar untuk mejelajah sendiri sambil dia memulai aktivitasnya, mengeluarkan kursi dan meja lipat lalu menyusun kompor potable lalu membuat api unggun.
Arion membuka kulkas besarnya yang telah diisi berbagai jenis makanan sehat, seperti daging dengan kualitas premium, dada ayam organik, kol dan brokoli. Untuk sayuran lainnya Arion akan ke desa saja untuk membelinya.
Tak lama Leon bangun dan melihat tempat indah itu, dia dikelilingi pepohonan rindang dan udaranya sangat sejuk.
"Papi, gak bangunin Leon." Katanya saat melompat turun dari bus, dia suka melompati pintu itu dari pada menuruni tangga yang hanya ada 3 buah.
"Anak papi tidurnya pulas banget, jadi papi gak tega bangunin." Ujar Arion sambil menepuk kursi di sebelahnya tanda agar Leon duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Cody kau curang makan duluan!" Teriak Leon saat melihat Cody tengah memakan makanan khususnya. Sedangkan Cody hanya mengibaskan ekornya pertanda dia senang namanya di panggil dan masih menikmati makan siangnya.
"Ini papi uda masak sup, tumis brokoli dan nasi. Kita makan siang dulu habis itu ikut papi ke desa. Kita beli sayuran dan bawang, nanti malam kita BBQ." Ujar Arion sambil menyiapkan makanan untuk Leon dan juga dirinya.
"Wow, ternyata papi jago masak." Puji Leon begitu menyeruput sup yang masih panas itu.
"Nggak sayang.. papi cuma bisa masak sederhana, ini berkat bumbu masak yang dibuat sama opa Fane, dia kan sudah bikin kaldu dalam bentuk bubuk yang sehat khusus untukmu." Jawab Arion dan Leon tertawa kecil karena dia juga baru kali ini merasakan masakan papinya.
"Kalau lelah dalam perjalanan beritau papi, biar kita istirahat karena kan kita juga gak buru-buru."
"Iya papi.. abis ini Leon mau jalan-jalan dulu sama Cody, kasian dia tidur terus di mobil."
"Iya nanti sama-sama saja tapi Cody jangan di lepas, tetap masukin tas kalau kita ke pasar."
"Siap.."
Selesai makan dan beristirahat, Arion menurunkan motornya yang sudah di modifikasi juga untuk bisa berjalan di daerah pengunungan yang berbatu ataupun lumpur, dengan keranjang tertutup di belakang agar mudah membawa barang yang dibutuhkan.
Cody terpaksa di masukkan ke tas ransel khusus agar tidak mengganggu warga desa yang mungkin kurang nyaman dengannya nanti.
Arion hanya membeli beberapa timun dan selada untuk asupan sayurnya, lalu beberapa ekor ikan air tawar segar untuk di bakar nanti.
"Itu namanya arumanis, atau ada juga yang sebut gula kapas, mau?" Tanya Arion dan Leon mengangguk.
"Mas, 1 ya buatkan yang baru 2 warna." Pinta Arion dan mas penjual dengan telaten membuatkan yang baru dan jumbo atas permintaan Leon yang takjub akan pembuatan gula kapasnya.
"Terima kasih..." Ucap Leon dengan senyum indah dan memakai kacamata hitam, Arion tidak mau anaknya di pandang aneh makanya dia menyuruhnya memakai kacamata hitam, seperti dirinya juga.
"Enak gak?" Tanya Arion dan Leon yang masih asik dengan gula manis itu hanya mengangguk karena sedang menggigit kapasnya.
Arion tertawa karena senang melihat Leon yang baru kali ini melihat dunia luar, selesai belanja mereka kembali ke bus. Arion tidak takut membiarkan busnya begitu saja karena dia tau pengawal pasti terus mengikuti mereka.
"Papi tidur siang dulu ya.. kamu jangan kemana-mana." Ujar Arion dan Leon mengangguk, dia hanya akan menonton tv karena acara kesukaannya akan tayang sebentar lagi.
.
.
__ADS_1
.
Tak terasa sudah seminggu perjalanan mereka dan Arion memang sengaja lebih santai dalam petualangan kali ini karena membawa Leon yang masih berumur 5 tahun. Jika biasanya dia akan jalan pada malam hari dan istirahat siang, maka ini kebalikannya. Kalau lelah dia akan berhenti karena tidak ingin membuat anaknya celaka.
"Papi.. sebentar lagi akan ada pantai." Ujar Leon dan Cody duduk di pangkuannya.
"Gak nak, jangan di pantai itu. Airnya gak bagus, nanti yang 1 jam kedepan ada pantai yang indah dengan air biru dan pasir putih." Balas Arion dan Leon langsung mencarinya, dia mengutak atik GPS itu dan akhirnya menemukannya bahkan 48 menit lagi mereka akan sampai di pantai itu.
Leon memang pintar dan hanya 2 kali di ajari membaca maps dia langsung paham dan menjelajah sendiri mencari tempat yang cocok untuk mereka berhenti dan menikmati suasana.
Dari sebelumnya mereka hanya di daerah pegunungan dan hutan, minggu kedua ini Arion mengajak Leon untuk ke pantai menikmati hangatnya angin laut di siang hari. Untung saja mereka sempat berhenti di kota Y dan membeli kebutuhan berenang dan snorkling.
"Leon.. lihat." Panggil Arion begitu mereka hampir sampai dan telah terlihat laut di depan mata mereka. Leon yang baru saja akan terlelap langsung membulatkan matanya.
"Wow!! Ini hebat papi!" Teriak leon lalu duduk dengan tegak untuk melihat dengan jelas laut yang membentang luas.
"Papi cari tempat parkir dulu.." Arion lalu perlahan menyetir dan melihat-lihat dan akhirnya menemukan spot yang cocok, ada 2 pohon rindang di tepi pantai, meskipun tidak terlalu dekat tapi pohon itu sangat teduh.
"Ayo nak, tapi pelan-pelan. jangan terlalu lelah ok!" Arion memperingatkan saat Leon sudah turun duluan dan berlari bersama Cody. Terkadang jika Arion sibuk memasak atau berbenah, akan ada Cody sebagai teman Leon dan dia bersyukur pada anjing pintar itu.
"Aaahhh hahahahah... Cody jangan kesana... hahah.." Tawa Leon terdengar renyah, Arion memantaunya dari jauh sambil menurunkan perlengkapan mereka. Mungkin dia akan beberapa hari di sini, karena dia melihat pohon rindang itu.
Muncul ide Arion, dia mengeluarkan kain pantai panjang yang dia beli di pasar kota Y dan mengikatkannya di masing-masing sisi kedua pohon dan jadilah hammock yang hanya cukup buat Leon. Dia memangsangnya lebih keatas dan di bawahnya dia memasnag hammock-nya sendiri.
"Nah cukup.. ini untuk Cody." Ujar Arion sambil menurunkan keranjang dengan bantal empuknya Cody. Dia telah melihat prakiraan cuaca dan tidak akan hujan selama beberpa hari kedepan. Semoga saja!
.
.
Hari sudah sore, Arion yang memang sangat lelah hanya ingin bersantai. Pas sekali memang hari ini adalah hari dimana pengawal yang diutus Arden datang untuk membersihkan bus itu, dari septitank dan air, pembersihan menyeluruh, mengganti sprei dan baju, mengisi bahan makanan.
"Ibu, nanti tolong sekalian masak makan malam ya.. apa saja yang sesuai dengan Leon." Ujar Arion saat pengawal dan seorang ibu pelayan akan membawa bus itu pergi. Biasanya akan kembali dalam waktu 2-3 jam dan waktu inilah digunakan Arion untuk istirahat. Sedangkan Leon masih asik bermain dengan Cody di tepi pantai tapi tidak sampai menyentuh air, Arion hanya memantau mereka dari tempatnya sambil menikmati angin yang cukup membuatnya ngantuk di sore hari.
"Papi mau tidur?" Tanya Leon yang sudah menghampiri.
"Iya nak.. kau juga?" Jawab Arion dan Leon mengangguk. Arion menaikkan Leon ke atas hammock buatannya dan Cody juga sudah di posisinya dan mereka pun tertidur lelap karena buaian angin di sore hari.
__ADS_1
Bersambung~