
*
*
*
Terik matahari semakin naik pagi itu, namun tidak mengganggu aktivitas yang di lakukan oleh banyak nya orang di bawah nya termasuk para pemuda Jungle Kingdom yang melanjutkan aktivitas setelah selesai sarapan pagi.
Nara keluar dari ruangan senjata, ia menuju ke arah kakak nya yang sedang asyik mengobrol
"Senjata nya sudah siap, " ujar Nara kepada Reza.
"Mau latihan sekarang? " tanya Reza.
"Ya. "
Reza mengarahkan Nara ke lapangan Mansion , semua anak Jungle Kingdom yang melihat itu berkerumunan ingin menonton kemampuan Nara layak nya menonton layar lebar yang sebentar lagi akan menayangkan film favorit mereka.
"Rio siapkan sasaran untuk tembakan, " titah Reza.
Rio segera mengambil papan sasaran yang memang sudah tersedia disana , setelah selesai menyiapkan papan sasaran ia pun kembali ke tempat.
"Apakah bisa di mulai? " tanya Nara sudah tak sabar dan hanya di angguki oleh Reza.
Nara kembali menajamkan penglihatan nya menuju ke arah papan sasaran, namun siapa sangka ia terbayang wajah Ayah nya yang sedang menyiksa dirinya, bagaimana ia di tendang karena tidak sengaja menumpah kopi milik sang ayah sungguh kejam.
Nara mengeratkan pegangannya pada pistol yang ia pegang, Reza yang sadar akan kesalahan teknik yang di lakukan oleh adik nya segera menepuk pundak Nara keras.
"Apa yang kamu pikirkan? " tanya Reza tegas.
"Apakah aku seburuk itu? " tanya Nara balik tanpa menatap sang kakak dan hanya pokus ke arah sasaran.
"Maksud mu? "
"Reza biarkan saja, biarkan dia melakukan apapun yang dia mau dan kamu hanya mengawasi nya saja, " ujar Bima pada Reza, tentu saja dia faham apa yang di pikirkan oleh Nara.
"Baiklah. " jawab Reza pasrah.
Nara kembali pokus dan mengatur gerakannya untuk membidik sasaran setelah memfokuskan pengelihatannya ia mulai menarik pelatuk dan..
Dor!
Dor!
Dor!
Semua bertepuk tangan melihat peluru Nara yang tepat sasaran termasuk Reza.
"Apakah kamu bisa membidik buah mangga itu? " tunjuk Reza ke arah buah mangga yang paling atas.
"Tapi kan itu belum matang Kak, nanti sia - sia saja kalok nggak di makan, " jawab Nara.
"Lakukan saja, " titah Reza tegas.
__ADS_1
"Baiklah. "
Nara melakukan sesuai apa yang di inginkan oleh kakak nya, dan lagi ia pun berhasil menjatuhkan beberapa mangga tersebut.
"Yes, berhasil, " ucap nya girang.
"Hebat,, ternyata kamu cukup mampu untuk melakukannya, " ujar Ethan yang juga melihat nya.
"Apa lagi tantangannya? " tanya Nara.
"Jalankan papan nya! " titah Reza membuat salah satu dari mereka maju dan mengambil sebuah motor untuk menjalankannya.
"Yah Kakak nanti orangnya celaka, " tutur Nara.
"Tidak akan, bukan kah kamu bisa menembak pasti kamu bisa mengaturnya, " jawab Reza yakin.
"Tapi kan_"
"Jangan ada tapi - tapi, kamu nyerang musuh tidak perlu tapi - tapian faham?? " ucap Reza memotong omongan Nara.
"Ck,, iya deh iya, " jawab nya pasrah.
Setelah menyiapkan penyangga untuk papan tersebut, ia mulai menjalankan motor itu berkeliling lapangan yang di tempati oleh mereka.
"Tetap pokus jangan sampai teralihkan oleh apapun, keselamatan sendirian lebih penting dari apapun , Nara!! jika kamu bisa mengenai sasarannya dengan tepat kamu memang benar - benar hebat, " ucap Reza, lain hal nya dengan Nara ia cukup terkecoh akan hal ini namun ia berusaha semampunya.
"Ayoklah Nara kamu pasti bisa, " gumannya menyemangati diri sendiri.
Setelah lima menit mengatur strategi yang di lakukan oleh Nara ia kembali fokus melihat ke arah sasaran dan mulai menggunakan mata tajam nya untuk melihat sasaran.
Dor!
Dor!
"Queen hebat!!! " teriak mereka.
"Tul betul,,, keren dah pokok nya, " ucap mereka.
Nara segera berlari menuju ke arah kakak nya dan menyerah kan pistol tersebut. " Udah ya kak, bahaya, " ujar Nara membuat keempat Kakak nya tertawa.
"Bisa aja kamu dek ya memang bahaya tapi demi keselamatan hahah, " ucap Reza tertawa.
"Ehehe i- iya tapi kan depan mereka jadi malu tau, " kesal nya.
"Ngapain malu kamu kan memang hebat, " ujar Aldo yang sedari tadi berdecak kagum.
"Ya bagus tuh malah kamu lebih jago dari kami semua, " ucap Ethan.
"Nggak segitunya juga, ini sudah kemampuan ku intinya kalian lebih senior dari aku, " jawab Nara tidak ingin terlalu di anggap paling bisa ia selalu bersikap rendah hati terhadap orang yang tulus.
"Tingkat kan lagi dek, " ucap Reza mengelus puncak kepala adik nya kemudian Nara hanya mengangguk.
"Ayok sudah lanjutkan latihan yang lain, nanti kalok sudah selesai mandi terus istirahat, " ujar Reza.
__ADS_1
"Iya Kak. "
Nara kemudian melanjutkan seni bela dirinya yang lain dengan di ikuti oleh beberapa orang saja , Nara cukup unggul selama latihan ia tidak pernah melakukan kesalahan sedikit pun meski sudah lama ia tak pernah latihan.
Ia nampak lebih tegas dari sebelum nya, dari latihan pedang hingga latihan tangan kosong ia sudah menyelesaikan nya sekarang dan lagi - lagi membuat yang lain kagum akan keahliannya.
"Kamu hebat queen, baru masuk aja sudah bisa, " ujar salah satu laki - laki yang ada di dekat nya.
"Hmm sebenarnya dari dulu sih aku belajar bela diri sama Kak Reza tapi cuman beberapa bulan berhenti latihan aja soal nya capek, " ucap Nara seadaanya, seandainya mereka tau apa yang sebenarnya terjadi.
"Ya juga sih, kadang saat itu memiliki kemampuan ada aja rintangannya yah kayak capek , males dan lainnya tapi kalok kita benar - benar bertekad untuk menjadi lebih tangguh kita tidak akan peduli apapun rintangannya, " ujar nya.
"Benar juga tapi semoga latihan kali ini bermanfaat untuk kedepannya, " ucap Nara.
"Betul dan pasti akan bermanfaat. "
"Yasudah yuk masuk keruangan masing - masing lagian kita juga sudah selesai, " ajak Nara.
"Yasudah. "
Nara menghampiri kakak nya yang sedang duduk di lesehan bersama ketiga sahabat nya.
"Ngobrol nya sudah selesai? " tanya Reza.
"Ha? " Nara bingung dengan tatapan kakak nya.
"Seru kan ngomong sama laki - laki disana ? "
"Yeeeh apaan sih Kak, orang kita temenan cie takut ya kalok aku lebih di perhatiin sama mereka ya?? " goda Nara.
Pltak!
Satu jitakan mendarat di kening Nara membuat nya meringis. " Sshh awh ish Kak Reza!! " kesal Nara sambil mengusap keningnya.
"Lagian kamu sih buat Kakak kesal. "
"Dih apaan sih Kak terserah wlee, " ledek Nara menjulurkan lidahnya ia pun berlari masuk kedalam.
"Dek awas ya kamu!!! " teriak Reza.
Ketiga sahabat nya tertawa dengan sikap Reza yang terlihat kesal.
"Sudah lah Za, lagian ngapain sih kamu pakek cemburu segala kamu itu Kakak nya nggak akan ada yang bisa ngambil adik kamu,, kecuali nanti kalok dia sudah menikah, " ucap Bima.
"Ha nikah? "
"Yakan kita tidak tau jodoh kapan datang nya, " ujar Aldo.
"Betul tuh, tapi Nara pasti sayang banget sama kamu Za soal nya nggak ada yang bisa gantiin kasih sayang kamu di hati seorang adik, " ucap Ethan.
"Benar juga sih, " ucap nya.
"Nah itu tau, yasudah yuk masuk. "
__ADS_1
Mereka berempat pun masuk untuk membersihkan diri setelah itu beristirahat, suasana di halaman luar sudah terlihat sepi ada yang melakukan aktivitas masing - masing di dalam dan ada pula yang memilih untuk tidur.
🌲🌲🌲