
*
*
*
Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, terlihat di bangunan megah semua orang masih terlelap dalam tidur nya , terlalu lelah karena penyerangan semalam.
Namun Nara terbangun dan merasakan ada yang melingkar di perut nya yang tak lain lengan kekar sang kakak , ia menatap Reza yang masih terlelap dan melihat bahu nya yang masih belum terlalu sembuh karena luka semalam.
"Kasihan banget Kak... kecapek an gara - gara semalam, " guman Nara.
Ia segera beranjak dari atas tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya , setelah selesai ia mengobati pergelangan tangannya dan mengganti dengan perban yang bersih.
Ia memakai sweater nya yang berwana abu dan memakai celana jeans hitam tak lupa rambut yang di ikat tinggi dan memakai sepatu sneaker warna putih dan bergegas keluar kehalaman mansion tersebut namun tanpa sengaja ia bertemu dengan Sherly yang sedang joging di sekitar tempat ini juga.
Terlihat Sherly menghampiri nya. "Kamu mau kemana? " tanya Sherly terlihat akrab.
Nara mengerutkan kening. " Tumben kamu nanya , biasanya kamu bakal ngeluarin kata - kata yang nggak pantas. "
Sherly menunduk menyesal karena tingkah nya yang selama ini membenci Nara. " Aku minta maaf. "
Kata itu keluar dari mulut Sherly, nara yang mendengarnya pun terkejut kenapa ia tiba - tiba meminta maaf? Nara melihat ada bangku panjang yang ada di tepi kolam renang dan mengajak Sherly kesana.
"Mari duduk disana, " ajak Nara dan di ikuti oleh Sherly.
Pemandangan yang menyejukkan mata, ternyata bunga di tanam bukan hanya di halaman depan tetapi di dekat kolam banyak terdapat tanaman berwarna hijau. Mereka duduk dalam keheningan.
"Kenapa kamu tiba - tiba minta maaf ? " tanya Nara memecahkan keheningan.
"Maaf kan aku yang sudah membenci mu tanpa alasan, dan aku minta maaf karena sudah meremehkan mu, " jawab Sherly memberanikan dirinya.
Nara mengangguk. " Apakah aku bisa percaya dengan perkataan mu , jangan sampai aku memaafkan mu kamu akan memanfaatkan aku untuk mendekati Kak Reza iyakan ?" tanya Nata menyelidik.
"Aku berani bersumpah demi ibu dan ayah ku, di Pasukan Jungle Kingdom ini mengajarkan aku supaya aku bukan menjadi penghianat, " jawab Sherly pandangan nya menatap ke arah Nara.
Nara mencari kebohongan dimatanya namun tidak menemukan nya yang ada hanyalah keseriusan dan penyesalan. "Aku tidak membenci mu, namun aku tidak menyukai sifat mu yang mudah merendahkan orang lain. "
"Maafkan aku, aku sungguh menyesal, " ucap Sherly sekali lagi.
"Aku sudah memaafkan mu, " jawab Nara.
"Kenapa semudah itu ? " tanya Sherly dengan muka datar.
"Kamu maunya apa? Dengar aku bukan orang pembenci tapi aku tidak menyukai sifat mu yang dengan mudah nya merendahkan orang lain, " jawab Nara dengan tegas.
Sherly hanya diam tak bisa menjawab. "Kamu sudah lama disini bersama mereka dan aku baru disini, ajari aku apapun yang belum aku bisa, " ucap Nara menambahkan.
"Thanks sudah memaafkan ku, jadi sekarang kita berteman? " tanya Sherly masih dengan sifat kaku nya.
"Iya kita berteman, " Nara mengulurkan tangan nya ingin menjabat tangan Sherly dan Sherly pun membalas uluran tersebut.
Mereka tersenyum dan saling memeluk satu sama lain, namun pelukan itu berakhir saat Vito dan Rio datang bersamaan.
"Wah ada yang baikan nih, " canda Vito
dia tau masalah mereka berdua , dan dia tau sebelumnya Sherly membenci Nara karena mengira Nara adalah orang luar yang hanya di anggap adik oleh Reza, dari sini kita tahu bahwa Sherly membenci orang asing karena ia takut bisa saja orang asing itu hanya menjadi mata - mata dari musuh mereka.
"Emang kenapa mereka vit? kok aku gak tau ya ? " tanya Rio.
"Kalian ini apa - apaan sih , ngapain disini ? " Sherly melototi mereka.
"Dih mata tuh di jaga ya, serem banget, " ledek Rio.
"Kita disini mau renang, lah kalian berdua ngapain disini malah pelukan segala ? " sarkas Vito.
"Ya terserah lah kami mau ngapain , emang ni tempat punya nenek moyang kamu apa, " balas Sherly.
"Lah kita juga terserah lah mau ngapain datang kesini, " ucap Rio.
"Kalian ya bener - bener tiap hari gak di dalam mansion disini pula kalian ngajak ribut, " ujar Sherly.
Nara yang melihat mereka adu mulut hanya tersenyum dan melerai mereka. "Sudah lah kalian tidak usah ribut, kalian berdua kalok mau renang silahkan saja kami pergi dulu ya bay!! " Nara menarik tangan Sherly untuk pergi dari sana.
"Dih dasar si nenek lemper kutub utara, " ucap Vito.
Sherly masih mendengar nya. "Eh mulut di jaga ya awas kamu! " teriak Sherly dari kejauhan , Rio tertawa terbahak-bahak melihat mereka.
"Ngapain kamu ketawa mau ku hajar ya? " ancam Vito.
__ADS_1
"Apaan sih,, nenek lampir bukan nenek lemper emang kamu kira makanan apa hahaha. "
"Udah - udah minggir aku mau renang. "
Dengan perasaan kesal Vito mulai melakukan olahraga renang bersama Rio . Sedangkan disisi lain Reza terbangun dan mencari keberadaan sang adik melihat Nara yang tidak ada ia langsung keluar dan menemui Aldo yang sedang bermain game.
"Al, kamu liat Nara nggak? " tanya Reza.
"Manalah aku tau , mungkin di luar kayak nya udah jangan khawatir lagian mana mungkin nara kemana - mana, " jawab Aldo.
"Hmm. " Reza kembali ke kamar nya tidak memperdulikan Aldo yang sedang bermain dengan hp nya.
"Reza kenapa muka kusut kayak gitu ? " kini Bima datang bersama Ethan.
"Taulah dia cari Nara tadi, " jawab Aldo.
" Emang nara kemana ? " tanya Ethan
"Yah mana ku tau,, ya ampun nggak Reza nggak kalian nanyain nara sama aku, " ucap Aldo kesal.
"Lah kok ngegas, kan cuma nanya siapa tau kamu melihat nya beg* ! " Ethan ikut kesal.
"Sudah lah, yuk keluar mumpung masih agak pagi kita cari udara segar aja biar pikiran fresh, " Bima melangkah keluar dari mansion di ikuti oleh Ethan.
"Al kamu nggak mau ikut ?" tanya Ethan.
"Nggak ah males, capek juga, " tolak nya.
"Yaudah. "
Mereka berdua berjalan melihat - lihat sekitar, namun pandangan nya jatuh ke arah dua perempuan yang sedang bercanda.
"Bukannya itu Nara ya? " tanya Bima pada Ethan.
"Iya ya tapi sama siapa ?" tanya nya balik.
"Makanya mata kamu tuh buka lebar - lebar, dia sama Sherly tuh, " tunjuk Bima.
"Kok bisa akrab ya, kemarin aja mereka berselisih. "
"Ya tanya aja sama mereka , udah lah taman belakang yuk ngopi. " Ethan mengangguk dan mengikuti langkah Bima.
"Lily kita balik yuk, capek laper juga, " ajak Nara , Ya nara memanggil Sherly dengan sebutan Lily karena menurut nya nama itu mudah di kenali oleh nya.
"Hmm kamu bisa masak nggak?" tanya Sherly.
"Kalok urusan masak ya aku bisa, dulu aku sama Kak Reza sering masak berdua saat mendiang nenek ku masih ada dan nenek ku yang mengajari kami, " jawab Nara sambil terus berjalan.
"Sama juga , aku dulu tinggal di desa bersama kedua orang tua ku yah karena aku sendirian perempuan jadinya aku tidak boleh manja, " ujar Sherly.
"Memangnya di sini tidak ada pelayan gitu ? " tanya Nara.
"Ya tidak ada , kami masak sendiri - sendiri bahkan kami sampai di tempelin jadwal siapa yang mencuci siapa yang bertugas bersih- bersih, " jawab Sherly.
"Owh, ternyata hebat juga anggota kalian, " sarkas Nara.
"Ya seperti itu lah biar kami disiplin juga. "
"Oh ya kamu punya saudara berapa ? " tanya Nara penasaran.
"Aku punya dua saudara laki - laki, mereka masih sekolah kelas tiga SMA dan hasil dari kerja ku sini aku kirim kesana orang tua ku sekarang sudah lanjut usia dan tidak mungkin lagi aku melihat mereka bekerja keras, " ucap Sherly membuat Nara kagum dengan sifat aslinya.
"Ya benar banget Ly, apalagi dimasa tua nya itu mereka sudah bisa menikmati yang namanya bersantai karena kita sebagai anak nya sudah bisa untuk mandiri dan tinggal kita lah yang mengurus mereka, " ujar Nara.
"Ya makanya gitu. "
Karena keasyikan mengobrol mereka tidak sadar bahwa mereka sudah memasuki area mansion, mereka segera masuk kedalam dan mulai menuju ke arah dapur.
"Dapurnya cukup luas nya, nyaman banget rasanya, " ucap Nara melihat sekeliling dapur.
Ya , mansion ini di bangun oleh Reza dan ketiga sahabat nya dari hasil kerja mereka sendiri, " jawab Sherly.
"Nah itu dia Ly, aku pengen bertanya sama kak reza sebenarnya kerjaan mereka apa aja sih kok keliatan sibuk banget gitu ? "
"Setahu ku sih selain mafia mereka katanya akan kerja di sebuah perusahaan tapi entah lah mereka belum mulai saja kayak nya, " jawab Sherly membuat Nara sedikit terkejut.
"What!!!? Perusahaan? Aku selama ini menjadi adik nya tidak tau seluk beluk kakak nya sendiri, " ucap Nara terlihat kesal.
"Mungkin saja Reza sengaja menyembunyikan nya nanti kalok sudah tepat waktu baru di ceritakan, " ucap Sherly sambil menyiap kan beberapa alat masak dan bahan yang akan mereka masak.
__ADS_1
"Aku tidak tau lah, tapi dulu Kak Reza cuman kerja di sebuah kafe nya nenek yang sekarang mungkin sudah berkembang , ah entah lah siapa yang merawat kafe itu sekarang, " Nara pusing memikirkan semuanya.
"Loh emang kamu tinggal sama siapa selama ini? "
"Aku tinggal sama Dady dan Momy , tau kan mereka tidak menerima ku karena dulu saat lahir aku cacat dan aku memiliki empat saudara termasuk Reza, tiga laki dan satu perempuan yang terakhir aku, " jawab Nara panjang lebar.
"Tidak di terima bagaimana? " kini Sherly yang penasaran dengan kisah keluarga Nara.
"Yah entah lah Ly, aku juga pusing kadang di dunia banyak orang yang tidak menerima kekurangan dari kita baik itu dari keluarga ataupun bukan keluarga, dan dulu selama tiga bulan kak Reza berada di luar negara saat itu aku di siksa sama mereka, " ucap Nara mengingat apa yang di lakukan keluarga nya.
"Pasti sakit sekali kan..yah intinya kita harus tetap kuat dan mulai sekarang waktunya untuk bangkit membuktikan bahwa kita bisa sempurna seperti orang lain meski kesempurnaan kita berbeda - beda. "
"Haha iya benar juga ya , yasudah yuk masak. "
Setelah obrolan panjang mereka kembali pokus memasak, Nara terlihat begitu mahir saat mengiris bawang sedangkan Sherly menyiapkan wajan untuk menggoreng dan air untuk merebus sayuran lainnya.
"Oh ya Ly, emangnya Kak Reza sudah lama ya jadi mafia? " tanya Nara lagi.
"Ya kayak nya sih selama 2 tahun ini , semenjak Reza kuliah saat itulah mereka membentuk sebuah tim kita sekarang dan hebat banget loh Bima , ethan dan Aldo bertemu saat mereka ada lomba balap liar, " ujar Sherly antusias.
"Emang kamu juga ada disana? " tanya Nara.
" Iya dulu aku sudah mulai ikut gabung saat itu pertama aku kenali adalah Aldo. "
"Pertemuan kalian kayak gimana kok kedengaran nya seru ya. " Nara semakin penasaran dan ingin mengetahui lebih lanjut.
"Ya pokok nya seru, bahkan Reza dulu banyak yang mengidolakan para kaum wanita karena saat balap Reza tidak ada tandingannya pokok nya dia lah yang paling cerdas, selainan tampan Reza juga kan bisa mandiri tapi dingin banget kalok sudah menyangkut wanita. "
"Hahaha, sebab itu ya kamu juga nggak bisa ngejar Kak Reza, " ledek Nara.
"Dih apaan sih, aku sadar kalok cinta ku tidak bisa di paksa yah meski harus berkorban untuk merelakan dia bersama orang yang dia suka, " jawab Sherly,ia berusaha melupakan Reza karena ia sadar bahwa cinta tidak bisa paksa,dan mulai sekarang ambisinya yang ingin menjadi Queen pun ia sudah merelakannya untuk Nara adik pemimpin nya karena ia sadar bahwa dirinya sudah cukup seperti anggota yang lainnya.
"Hmm benar juga ya , dulu aku pernah jatuh cinta tapi dia selingkuh dengan kakak perempuan ku, dari sanalah aku tidak ingin jatuh cinta lagi, " ujar Nara.
"Iya.. cinta itu kadang membuat kita berwarna namun kita bisa terjatuh karena salah tempat menaruh cinta itu. "
"Hahaha memang takdir tidak bisa di tebak. "
Cukup lama mereka mengobrol masakan mereka pun jadi, ternyata memasak sambil mengobrol itu cukup seru seperti yang di lakukan oleh dua perempuan ini lawan menjadi kawan, kita bisa menciptakan sebuah persahabatan tergantung bagaimana kita mencoba untuk berbaur namun zaman sekarang kebanyakan orang yang hanya memilih teman jika yang baik ternyata di anggap buruk dan buruk yang di anggap baik.
Pertemanan mereka terlihat begitu cepat akrab, dan Nara berharap Sherly tidak meninggalkan nya dan hanya dialah satu - satunya sahabat terbaik nya.
"Ly ini sudah matang kita bawa keluar yuk. " Nara memindahkan panci yang berisi sayur sop tersebut dari atas kompor.
"Baiklah hati - hati panas tuh, " ucap Sherly.
"Emang tidak ada wadah yang lain untuk menaruh nya? " tanya Nara.
"Bentar aku ambilin. "
Sherly mengambil sebuah wadah yang cukup besar dan mulai menuangkan semua nya kedalam wadah tersebut.
"Udah ini kamu bawa kemeja makan ya, nanti aku nyiapin piring sama nasi. "
"Eh itu daging ayam nya gimana ? " tanya Nara.
"Nanti itu paling belakang, kamu bawa aja dulu itu. "
"Oke. "
Setelah menaruh sayur sop di ruang makan Nara kembali dan mengambil daging ayam yang sudah di buat sambal oleh Sherly dan menata nya dengan rapi.
"Wah keliatan enak loh Ly, " Nara tersenyum melihat masakan mereka.
"Ya lah siapa dulu ya masak kan kita berdua," ucap Sherly , mereka melakukan tos ala persahabatan dan tertawa bersama.
"Waktunya memanggil mereka, " ucap Sherly.
"Kamu mau kemana Ly? " tanya Nara.
"Mau mencet bel. "
"Loh emang saat makan harus ada bel gitu ? "
"Iya kalok tidak ada kita capek kesana kemari buat manggil mereka. "
"Ooowh simple and praktis. "
Sherly memencet tombol berwarna merah dan terdengar lah suara yang cukup nyaring dan bisa di dengar sampai daerah yang sedikit jauh supaya salah satu anggota yang sedang berkeliling di hutan bisa mendengar jadwal mereka untuk segera makan.
__ADS_1