Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Ruang Rahasia


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Setelah pengambilan pemilik surat sah harta waris itu, Nara dengan cepat menggeser kolong tempat tidur nya. Disana ada sebuah tempat menyimpan banyak kenangan untuk nya, tempat itu persis berbentuk seperti keramik dengan warna yang sama.


Nara memang cerdik, selama ia tinggal disini ia banyak membuat berbagai macam tempat persembunyian barang yang berharga yang tidak di ketahui oleh siapapun, ia membuka tempat tersebut secara perlahan, tempat itu tidak terlalu kecil atau besar, cukup untuk menyimpan berbagai macam kotak di dalam nya.


Dengan segera Nara menaruh map tersebut lalu dengan cepat ia menutup nya dan menyatukannya dengan lantai, setelah itu ia keluar dari kolong tempat tidur.


Namun betapa terkejutnya ia ketika baru saja ia mengeluarkan sedikit tubuhnya, ia melihat kaki seorang Pria yang sedang berdiri di hadapannya nya.


"F*CKKKK!! " teriak Nara hingga kepalanya terbentuk kayu tempat tidurnya, bahkan jantung nya kian berdebar kencang.


"Ssshh awhh! " ringis nya ia segera keluar dari sana.


"Hahahahah, kamu kenapa,dek? " tanya Reza tanpa merasa bersalah.


"Pakek nanya lagi! Ya sakit lah Kak Reza tiba- tiba muncul! " semprot Nara kesal.


"Hahaha iya - iya maaf, lagian kamu kenapa di bawah tempat tidur? " tanya Reza semakin tertawa kencang.


"Ada bangkai tikus tadi, tapi sudah aku buang! " dusta Nara dengan ketus.


"Kirain ngapain, sana mandi setelah ini kita ke rumah Papi Pratama, " ujar Reza.


"Are you really? " tanya Nara antusias.


"Yes, really, yaudah sana cepetan ya, Kakak tunggu di kamar sama yang lain, " ujar Reza.


"Loh, Kak Ethan ikut? " tanya Nara.


"Iya. "


"Terus,hmmm itu Kak Rain? " tanya Nara dengan sebutan Kakak.


"Tidak, dia diam disini, mau istirahat seperti nya capek, " jawab Reza, tentu saja ia ada maksud mengajak keduanya keluar, ia sudah menaruh penyadap suara serta CCTV di seluruh ruangan dan menyambungkan nya di layar pintar tablet milik nya. Sebelumnya ia tidak pernah menggunakan tablet dan benda tersebut tidak di ketahui oleh Nara, ia akan menggunakan benda itu kalau hal - hal penting selebihnya ia menggunakan Ponsel biasa.


"Hmmm oke kalau begitu, aku bersiap dulu. " Nara segera masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Reza memilih untuk keluar.


***

__ADS_1


Rain dan Ethan telah pindah ke kamar tamu, namun Ethan mendapat pesan dari Reza untuk segera menemuinya di kamar, akhirnya dengan segera Ethan naik ke lantai dua dan menuju kamar Reza.


"Ada apa,Za? " tanya Ethan. Reza yang melihat Ethan masuk segera menutup pintunya.


"Ikut aku! " Reza segera membawa Ethan ke arah samping lemarinya, Ethan hanya menurut meski dalam hati ia bertanya-tanya.


Kemudian Reza menekan sebuah tombol yang tersembunyi di balik lemari besar tersebut, hingga secara otomatis dinding bergerak membentuk sebuah pintu.


Ethan terperangah melihat nya, sungguh begitu menakjubkan. "Wow, ada ruangan rahasia ternyata! "


"Hm, ya, aku merangkai semuanya saat tinggal disini, aku rasa ketika aku memasuki ruangan ini sebelum menjadi kamar ku, aku melakukan banyak renovasi dan tersisa sedikit untuk membuat sebuah ruangan, akhirnya aku rangkai sendiri tanpa ada yang tau, " jelas Reza.


"Termasuk Nara? " tebak Ethan.


"Hmm, ya benar, ayok masuk. " Reza menarik tangan Ethan untuk masuk kedalam, setelah itu pintu otomatis menutup dan berubah menjadi sebuah dinding.


"Luar biasa! " kagum Ethan.


"Tentu saja. "


"Sekarang apa yang ingin kamu katakan? " tanya Ethan langsung ke intinya.


"Aku sudah menaruh CCTV di kamar ini jauh-jauh hari, dan beberapa CCTV di rumah ini juga sudah aku sambung semuanya ke tablet milik ku, " ujar Reza.


"Jadi kita bertiga akan pergi? " tanya Ethan.


"Baiklah, apakah kamu sudah memberitahu Nara? " tanya Ethan sembari duduk pada sofa yang ada disana.


"Aku tidak memberitahu apapun pada Nara, karena_ " belum sempat ia menyelesaikan ucapannya terdengar suara dari arah luar.


"Kak Reza! " Nara yang kini berada di luar kamar Kakaknya terdengar menggedor pintu.


"Ayok keluar! " Reza dan Ethan segera melangkahkan kan kakinya menuju tengah kamar , dengan gesit ya langsung memencet tombol ruangan rahasia tersebut.


"Kak Reza! " teriakan Nara semakin kencang.


"Iya, dek. " Reza membukakan pintu untuk nya, tanpa permisi Nara langsung masuk.


"Hm kenapa lama sekali? " tanya Nara memicingkan mata.


"Iya tadi kami berdua ada di kamar mandi, " ujar nya ngasal.


"Ha? Berdua? " dahi Nara berkerut.


"Ah, hm.. ya.. yah.. maksud Kakak kami bergantian. " bingung sudah apa yang ingin di jelaskan, ia menggaruk tengkuk yang tak gatal, sedangkan Ethan hanya tersenyum geli melihat Reza.

__ADS_1


"Bohong! " tukas Nara.


"Beneran, iya kan,Et? " Reza menyenggol lengan Ethan.


"Ha.. hm iya begitu, " jawab nya.


"Yasudah, katanya kita mau pergi, ayok cepat nanti kemalaman, " ujar Nara bersemangat, ia segera keluar dari kamar Kakak nya, begitu pula Reza dan Ethan.


Mereka bertiga sudah menuruni anak tangga, terlihat meja makan di penuhi oleh keluarganya, semua menatap ke arah mereka bertiga.


"Mau kemana kamu! " Arzan menatap tajam Nara.


"Kamu tidak perlu tau! " balas Nara datar.


"Biarkan saja dia,Kak, palingan jadi kupu - kupu malam, " tukas Jennie menyeringai.


"Tutup mulut mu! " bentak Nara.


Prang!


Jonathan melempar gelas ke arah Nara namun Nara berhasil menghindar. Ethan terkejut melihat apa yang terjadi.


"Berani sekali kamu berbicara seperti itu! " bentak Jonathan.


"Nggak usah teriak - teriak, kuping saya sakit, " balas Nara sinis.


"Sudah, dek, ayok pergi, nanti keburu malam. " Reza jengah, ia segera menarik adiknya menuju luar, sedangkan Jennie mengedip kan mata sebelah ke arah Ethan namun Ethan yang di tatap seperti itu menatap nya tajam.


Di luar Nara berusaha mengendalikan emosinya, tidak ada habis-habisnya keluarga yang seperti ini, sungguh ia sangat capek dengan semuanya, bisakah ia memiliki keluarga yang utuh? Segitu bencinya mereka terhadap kehadiran Nara, tetapi Nara tidak bisa menerima kelicikan dari Ayahnya, ia harus membalas semuanya dengan setimpal.


"Setiap hari kalian mendapatkan seperti ini? " tanya Ethan yang sudah tidak tahan untuk bertanya.


"Ya, itulah makanan sehari- hari, " jawab Reza santai membuka pintu mobil karena telah sampai di garasi, lalu ia segera mengeluarkan mobil tersebut.


"Motor mu ada dua,Za? " tanya Ethan melihat dua motor berwarna hitam, namun yang satunya hanya terhiasi dengan tulisan warna putih.


"Tidak, itu motor Nara, " jawab Reza dari dalam mobil.


"Kamu beli lagi,dek? " gantian Ethan bertanya pada Nara yang hanya terdiam.


"Tentu saja tidak, itu aku dapat dari hasil taruhan, " jawab Nara segera menaiki mobil, Ethan hanya ber oh ria, lalu ia pula segera naik ke mobil, tak lama kemudian roda berputar meninggal kan Mansion tersebut.


*


*

__ADS_1


Vote


Like and komen ❤️🙂


__ADS_2