Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Siap mengganti posisi?


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Jalanan malam terlihat begitu ramai, sedikit macet hingga membuat Nara yang berada di kursi belakang merasa ngantuk, akhirnya ia tertidur.


Reza yang melihat adiknya tertidur lelap dengan kepala yang terus terbentur dengan kaca mobil merasa khawatir hingga akhirnya menatap Ethan yang ada di sebelah.


"Pindah ke belakang, Nara tertidur, " ucap Reza menatap Ethan.


"Nggak papa? " tanya Ethan mengerutkan kening.


"No! Yang penting ke belakang, " jawab Reza masih fokus menyetir.


Ethan segera bergerak ke belakang, ia melihat Nara begitu pulas dengan kepala yang terus terhuyung-huyung ke samping membentur jendela mobil, akhirnya Ethan sigap menarik kepala Nara supaya tertidur di pundaknya. Reza yang melihat itu tersenyum seakan-akan sang adik akan bisa mengenal cinta kembali dari seseorang yang tulus.


***


Mobil merah khas raja Jungle Kingdom itu telah sampai di sebuah pekarangan rumah yang begitu mewah dan terlihat megah, halaman yang terhampar luas sehingga haru menggunakan mobil untuk melewatinya.


Air mancur berada di tengah-tengah dengan bunga aneka warna yang mengelilinginya. Seorang penjaga di rumah itu segera menuju ke arah mobil dan memberi hormat terhadap Reza yang telah datang.


"Selamat datang,Tuan Muda, " ucap nya menunduk.


"Terimakasih, Papi di dalam? " tanya Reza tegas.


"Iya, Tuan,silahkan masuk, saya akan beritahu kalau anda datang kemari, " ucap penjaga tersebut.


Ethan yang masih berada didalam mobil segera memanggil Reza yang hanya masih terdiam. "Reza, Nara tidak kunjung bangun! " panggil Ethan.


Reza segera membuka pintu mobil dan meraih tubuh adiknya kedalam gendongan nya, begitu pula Ethan ia segera keluar dari mobil.


"Ini rumah siapa? " tanya Ethan mengerutkan keningnya.


"Kamu lupa ya ini rumah nya Papi Pratama, yang kita bantu dulu, " jawab Reza segera melangkah masuk.

__ADS_1


"Iya aku baru ingat, ku pikir kalian sudah tidak berurusan lagi, " tukas Ethan mengikuti langkah sahabatnya itu.


"Papi Pratama sudah menganggap ku anak nya, " balas Reza segera melangkah masuk kedalam sambil menggendong Nara.


Tak lama setelah ia masuk terlihat lah seorang Pria paruh baya menuruni tangga, wajah nya terlihat tegas walau sudah lanjut usia, menggambarkan sosok pemimpin yang begitu pekerja keras untuk kedepannya.


"Nak Reza kamu baru datang? " sapa Pratama.


"Iya,Pi, " jawab Reza sembari menidurkan adiknya di sofa.


"Adik mu tertidur?" Pratama langsung menghampiri ketiganya.


"Tadi di mobil dia tertidur,Pi, Reza tidak sanggup bangunin, " ucap Reza sembari memeluk Pratama.


"Ini sahabat Reza,Pi, dia yang bantu Reza menyelamatkan Papi waktu itu, " ucap Reza mengenal kan Ethan yang masih berdiri dan menunduk.


"Saya Ethan,Pak. " Ethan menjabat tangan Pratama.


"Wah kalian, duduk lah pelayan akan menyiapkan minuman dan cemilan lainnya, Reza bawa saja adik mu ke kamar tamu, nanti dia terganggu, " ucap Pratama menatap Nara yang masih pulas.


"Tidak usah,Pi, disini saja, nanti Nara nyariin, " tolak Reza halus tidak ingin merepotkan.


"Hmm baiklah, Papi tidak memaksa. " Pratama kemudian duduk di sebuah sofa tunggal berhadapan dengan mereka.


"Jadi maksud kamu kesini hanya menjenguk? " tanya Pratama ramah.


"Papi tau saja Reza kemari untuk menjenguk, maaf sebelumnya,Pi , Reza terlalu sibuk dengan urusan lain makanya tidak sering kesini, " ujar Reza.


"Tidak masalah, bagaimana kuliahmu? " tanya Pratama.


"Beberapa bulan lagi akan selesai,Pi, memangnya kenapa? " tanya balik Reza.


"Papi tidak bisa lama - lama mengurus perusahaan, sebentar lagi akan ada rapat pemegang saham, Papi takut saham ini akan jatuh ke tangan orang yang salah, " ujar Pratama.


Skyfood industri ialah perusahaan yang begitu besar dan bergerak di bidang industri makanan. Pratama adalah sosok yang mahir dalam berbagai macam jenis bahan makanan yang akan di pasarkan, berbagai macam produk yang begitu kualitas nya terjamin dan membuat semakin banyak para partner bisnis untuk mengajukan berbagai macam kerjasama.


"Apakah Papi percaya sama Reza? Kenapa Papi begitu mudah memberikan perusahaan kepada Reza? " tanya nya. Sungguh saat ini Reza merasa sangat istimewa untuk Pratama namun bagaimana mungkin Pratama begitu percaya terhadap nya.


"Hanya kamu yang dapat Papi percaya,Nak, tidak ada yang lain, kamu juga telah membantu Papi dulu saat kesusahan ketika perusahaan Papi di serang oleh orang jahat, " jelas Pratama.

__ADS_1


"Reza juga memiliki sebuah Cafe di ujung kota, itu adalah salah satu amanah mendiang Nenek untuk Reza jaga. " Reza tidak tau harus menentukan pilihan, apakah ia bisa mengelola semuanya?


" Apakah Kakak memiliki seorang manager disana? " suara khas bangun tidur mengalihkan perhatian orang-orang disana.


"Hai Papi. " Nara segera bangun dari pangkuan Kakak nya dan berjalan memeluk Pratama.


"Kamu pasti kelelahan makanya tertidur? " ucap Pratama.


"Heheh, iya,Pi, maaf. " Nara menunduk malu.


"No problem..! " tukas Pratama tersenyum.


Reza merapikan rambut Nara yang berantakan, sesekali menyampirkannya ke belakang telinga. Pada saat itu pula pelayan datang sambil membawa berbagai cemilan serta minuman.


"Silahkan, Tuan, saya permisi. " Pelayanan tersebut kembali menuju arah dapur.


"Kakak belum menjawab ku, " ujar Nara menatap Reza.


Reza mengangguk. "Sebenarnya Reza sudah menaruh manager juga disana,Pi, tapi Reza belum terlalu percaya kalau Reza bisa mengelolanya. " kembali menatap Pratama.


"Papi yakin kamu bisa,Nak, Papi tidak tau harus mencari kepercayaan terhadap siapa lagi, karena zaman sekarang orang-orang sulit di percaya, " ucap Pratama gusar.


"Saya boleh bicara? " tanya Ethan yang sedari tadi hanya diam. Pratama mengangguk.


"Gini aja,Za, kamu boleh fokus dengan perusahaan yang akan di berikan kepada mu, biar urusan cafe aku, Bima sama Aldo yang akan mengurusnya, " tukas Ethan memberikan saran.


"Betul apa yang di katakan Kak Ethan, bukan kah Kakak sudah percaya sama sahabat Kakak? Kalau bisa di bagi saja siapa yang dapat mengurus Cafe, dan Kakak bisa fokus ke perusahaan, " ujar Nara menyetujui.


"Bagaimana,Nak? " tanya Pratama.


"Baiklah, Reza setuju. Reza akan berbicara pada teman Reza nanti, " ucap Reza menyetujui.


"Good! Itu baru yang Papi inginkan. " Pratama kemudian tergelak.


"Kalian mau makan malam bersama Papi di luar? " tanya Pratama mengusulkan ide.


"Benarkah?! " Nara begitu antusias untuk di ajak makan malam, sejujurnya ia tidak pernah keluar makan malam bersama seseorang yang bernama Ayah namun saat ini seseorang yang telah ia panggil sebagai Ayah nya telah mengajak nya menikmati suasana malam dalam sebuah kehangatan, meski tidak ada sosok ibu yang bisa ia anggap namun ia bersyukur bisa di akui dan bisa memanggil dengan Ayah.


*

__ADS_1


*


Vote like komen 🌼❤️


__ADS_2