
Bismillah 🤲
Happy Reading 🥳💜
*
*
Hari sudah mulai sore, anak buah Jungle Kingdom kini masih betah berada di Markas gudang penyiksaan, mulai dari bagaimana mereka mendapatkan sebuah informasi keberadaan musuh yang di akui oleh Pria yang bernama Rain, hingga ketika sang raja Jungle Kingdom menanyakan lebih lanjut datang lah adiknya tanpa di duga.
Adiknya tidak memancarkan aura apapun, bahkan ia dengan santainya mengajak bicara dan bersikap ramah kepada tahanan Kakak nya membuat yang lain tercengang tak percaya dengan sikap nya.
Saat ini di dalam ruangan yang sama masih ada dua orang pria yang tersisa, yaitu Reza dan Rain, sang raja Jungle Kingdom ingin mengetahui kenapa adiknya begitu ramah ketika bertemu dengan dirinya bahkan mengatakan ia pernah bersahabat dengan orang yang pria itu kenal.
"Saya hanya anak desa,Tuan, " jawab Rain menunduk.
"Kenapa adik ku mengenalmu? " tanya Reza lagi, kini tatapannya lebih tenang.
"Sebenarnya kami tidak terlalu saling kenal, hanya saja dulu sepupu saya bersahabat dengannya, dan kami hanya sering bertemu sebentar saat saya menjemput sepupu saya untuk pulang, " jelas Rain.
Reza mengangguk. "Terus dari mana kamu bisa mengetahui nama nya tadi? "
"Sepupu saya sering menceritakan tentangnya, hanya itu saja. "
Lagi - lagi Reza mengangguk dan menarik nafas nya lalu menghela perlahan. "Apa yang sedang kamu lakukan saat anak buah ku menangkap mu? "
Rain menarik nafas sesekali meringis karena luka di wajahnya. "Saya akan membantu ibu saya ke rumah kerja nya,Tuan. "
"Kamu memiliki keluarga? " tanya Reza memicingkan matanya.
"Iya,Tuan, tapi saya mohon jangan tangkap orang tua saya, mereka sudah tua tidak tau apa - apa, " mohon Rain.
"Kenapa kamu melakukan kerjaan seperti ini? Bagaimana bisa kamu dengan mudahnya masuk dalam Organisasi itu? "
"Saya hanya pembunuh bayaran,Tuan, ibu saya sedang sakit, saya butuh uang yang lebih, dan tato ini saya miliki karena pemimpin mereka menganggap saya sangat berbeda dari pembunuh bayaran lainnya. " Rain termasuk orang yang tidak terlalu bodoh dalam melakukan apapun, hanya saja ia tidak memiliki pekerjaan hingga akhirnya terjerumus kedalam masalah yang hampir menghilangkan nyawa nya.
"Maksud kamu? " Reza tidak faham apa yang di katakan.
"Saya bergabung sudah lama, Tuan, dulu waktu menjalankan tugas membantu para politikus ada sebuah ledakan bom yang terjadi di dalam ruangan rapat, seluruh anggota khusus Scale Bones semuanya masih hidup hanya saja teman - teman ku semuanya tewas tak tersisa, dan para saat itu pula saya yang menyelamatkan pemimpin kami, " jelas Rain detail, ia begitu tenang dalam menceritakan kisahnya.
"Sebab itu saya di anggap sebagai salah satu orang yang bisa menyelematkan beliau saat didalam ruangan, sedangkan anggota yang lain sudah pada keluar, dan pada akhirnya saya di berikan tato ini, katanya sebagai hadiah, " kekeh Rain.
Reza menghela nafas dan memijit keningnya nampak memikirkan sesuatu. "Jadi selama ini kamu bekerja hanya untuk ibumu? " tanya Reza memastikan.
"Iya, Tuan. " Rain menunduk.
"Kamu tidak berbohong? " tanya Reza memastikan.
"Saya bersumpah,Tuan, saat ini saya memikirkan ibu saya yang menangis ketika saya dibawa kesini, " ucap Rain.
"Saya bisa membebaskan mu, tapi sepertinya kamu akan di kejar oleh pemimpin mu karena kamu sudah berkhianat," ucap Reza.
"Saya tau itu,Tuan, tapi inilah kesalahan terbesar saya, " sesal nya.
__ADS_1
"Anak buah ku akan mengurusnya, kamu tinggal di tempat yang tersembunyi dan kamu bisa bekerja disana, " ucap Reza.
"Benarkah,Tuan? " tanya nya sedikit antusias.
"Hmm kali ini aku percaya padamu, tapi sekali lagi aku melihat mu berkhianat atau berbohong padaku aku tidak akan segan - segan menembak kepala mu di depan seluruh keluarga mu, " ancam Reza tajam.
"I-iya,Tuan, saya janji, maafkan saya,Tuan, " ucap nya menunduk.
"Baiklah, aku akan keluar sebentar. " Reza segera melangkah keluar dari ruangan itu sedangkan Rain menghela nafas lega karena merasa masih memiliki kesempatan untuk hidup lagi.
***
Di luar Nara sedang menikmati suasana hutan tersebut, angin berhembus kencang menggoyangkan rambut yang du gerainya semakin menambah kecatikan alami yang ia miliki.
Ia memejamkan mata sehingga tidak menyadari ada Ethan yang berada di dekatnya.
"Kenapa kamu terlihat ramah dengan dia tadi? " suara Ethan yang tiba - tiba mengagetkan dirinya.
"Aku berteman dengan sepupunya, " jawab Nara seadanya.
"Berarti kalian juga saling kenal? "
"Hm nope! Hanya saja sekilas sering bertemu saat menjemput sepupunya dulu, tidak pernah sering berdekatan atau mengobrol sesuatu, " jawab Nara.
Ethan mengangguk hingga suara langkah kaki keluar dari ruangan tersebut mengalihkan seluruh perhatian yang ada di luar.
"Kak Reza habis ngapain didalam? " tanya Nara memicingkan mata melihat Kakaknya itu.
"Apakah terjadi sesuatu, Tuan? " tanya Qui.
"Apa yang kalian bicarakan? " tanya Sherly. "Dan kenapa kalian tidak membunuhnya saja? "
"Dia hanya pembunuh bayaran biasa, tak ubahnya seperti kalian, " ucap Reza menunjuk Qui dan Yeru.
"Lalu kenapa bisa ada tato mata elang yang di milikinya? " tanya Aldo.
"Ternyata dia di berikan khusus untuk nya oleh pemimpin mereka, karena berhasil menyelamatkan nyawa nya, " jelas Reza lagi.
"Hmmm sepupunya Mei Shi baik juga ya, " ucap Nara polos.
"Apa saja yang di katakan? " tanya Bima.
"Dia bekerja hanya untuk mendapatkan uang karena ibunya sakit. "
"Berarti kalau tidak salah yang bersamanya saat anak buah ku menangkap nya itu ibunya? " tanya Rio.
"Benar, itu ibunya. "
"Hmm sudah ku duga, waktu kami menangkapnya ibunya terlihat sangat pucat dan terjatuh, entahlah pingsan atau tidak lalu kami langsung pergi, " ujar Yeru.
"Kenapa kalian tidak membantu nya! " amuk Nara menatap tajam.
"E-eh, itu... kami hanya menangkap anak nya saja, kami tidak sempat , " jawab Yeru menunduk, merasa tercekat saat Nara menatap nya tajam.
__ADS_1
"Sudahlah, dek, jangan marahi Yeru, dia hanya menjalankan tugas yang Kakak suruh, " ucap Reza.
"Tapikan orang itu sudah tua, " ujar Nara.
"Sudah, nanti kita bawa ibunya kerumah sakit, " tukas Reza.
"Jadi apa rencana selanjutnya? " tanya Rio.
"Aku berpikir kalian membebaskannya, dan suruh anak buah mu yang lainnya untuk mempersiapkan pindahan nya, dan berikan dia pekerjaan di tempat cafe milik ku, " ujar Reza membuat yang lain terbengong-bengong.
"Semudah itu kamu membebaskannya, Za? " tanya Ethan.
"Aku sudah mengancam nya, lagipula kita akan menaruh camera CCTV secara tersembunyi disana, dan menaruh penyadap suara, aku yakin anak buah mu bisa melakukan nya, " jawab Reza menunjuk Rio.
"Siap,Reza! Aku akan berusaha mengaturnya, " ucap Rio.
"Bagaimana dengan penyerangan itu, apakah kita akan mencari langsung keberadaan komandan mereka? " tanya Vito.
"Nanti kita atur di Mansion, hari ini sepertinya aku tidak bisa berlama - lama, dan Vito tetap cari tau tempat yang tadi di jelaskan oleh Rain, " ujar Reza.
"Siap,Za! " angguknya.
"Kalau begitu, untuk sementara waktu sebelum anak buah Rio selesai membereskan pemindahan Rain, bebaskan saja dia, dan bawa ke Mansion, " ucap Reza.
"Kamu yakin akan membawanya ke Mansion? " tanya Sherly.
"Kalau kalian masih curiga aku bisa membawa nya pulang, " jawab Reza sekenanya.
Semua saling lirik. "Bagaimana mungkin kamu membawa nya pulang,Za? Bisa saja dia berbohong supaya bebas, " tukas Bima.
"Aku yang mengawasinya, percayalah tidak akan terjadi sesuatu apapun padaku, karena aku bisa mengatasinya sendiri, " ujar Nara yakin, bukan masalah tinggal nya tetapi mereka takut tahanan mereka saat ini sedang menjalankan rencana yang tidak di ketahui.
"Aku sudah memikirkan matang-matang sebelum membawanya kerumah, Ethan kamu juga ikut kerumah ku, " tunjuk Reza menatap Ethan.
"Aku? " Ethan mengerutkan keningnya tak faham.
"Iya, dan tidak ada penolakan, aku yakin kamu bisa menyelidikinya kalau dia berbuat sesuatu yang kita curigai, " ucap Reza.
"Hmmm baiklah, aku setuju, bagaimana menurutmu baik saja, " tukas Ethan.
"Baiklah kalau itu keputusan mu, jangan lupa hubungi kamu kalau terjadi sesuatu, " ujar Bima.
"Tentu saja,Bim, percayalah pada ku, ada dua orang yang akan melindungi ku, " jawab Reza menatap adik nya dan Ethan bergantian.
"Baiklah kalau begitu bawa dia sekarang, " titah Reza kepada kedua anak buah nya.
"Siap,Tuan Reza! " jawab Yeru dan Qui.
*
*
Vote
__ADS_1
Like
Komen 🥳🔥❤️❤️🙏