Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Terlalu bahagia


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Ketika dua orang saling mengungkapkan rasa yang telah lama mereka pendam, maka tak ada hal lain yang mereka rasakan selain hanya kata 'KEBAHAGIAAN' dalam diri mereka masing-masing.


Sejenak melupakan sesuatu yang telah lalu, bersiap membuka lembaran baru, namun apakah hubungan keduanya bisa bertahan lama ataukah akan kandas di pertengahan?


Sama hal nya dengan Nara, ia mengungkapkan sebuah perasaan kepada sosok Pria yang sangat ia kagumi, bahkan setelah menjalani hari - hari nya selalu ada Pria tersebut yang menemani, bahagia yang ia rasakan setelah masa lalu membuat dirinya putus asa dalam mengenal yang namanya 'CINTA' .


Kini, ia begitu berharap bahwa cinta nya yang sekarang tak akan pernah lagi pergi bersama yang lain. Ia sangat bahagia ketika mendengar akan ungkapan tersebut, ia tak perlu ragu lagi untuk terus melangkah dan tetap bersama nya.


"Aku juga mencintaimu. " ungkapan yang lolos dari mulut Nara berhasil membuat sosok Pria menahan gejolak rasa keterkejutan bahkan rasa bahagia yang tak dapat ia pungkiri.


Setelah lama ingin memecahkan sebuah misteri dalam hatinya, Nara memilih yakin bahwa kini suatu misteri cinta terdahulu telah ia temukan kembali, meski sempat ada rasa trauma namun entah atas dasar apa sang hati membawanya hingga membuat Nara kembali merasakan yang namanya cinta.


Apakah cinta nya akan bertahan lama? Ataukah Ethan, Pria itu akan mengkhianati nya dan kembali membuat Nara merasakan trauma?


Entahlah! Nara tidak ingin memikirkan hal itu, semoga saja hal ini tidak menyakiti dirinya.


"Benarkah? Coba ulangi lagi, aku ingin mendengar nya, Please! " pinta Ethan sembari mengangkat dagu lancip milik Nara.


Nara dengan beraninya menatap mata itu, dengan tersenyum sembari berkata. "Aku juga mencintaimu. "


Sesuatu seperti akan meledak dalam diri Pria itu, rasa bahagianya tak dapat di pungkiri, seakan-akan sebuah bintang yang akan keluar lalu menyinari hari ini dengan sebuah cahaya yang luar biasa indah.


"Aku tidak menyangka, apakah aku bermimpi? "


Ucapan tersebut membuat Nara tidak bisa menahan tawa nya, betapa lucu Pria yang ada di depannya ini. Ethan segera membawa Nara dalam pelukannya menyalurkan sebuah kebahagiaan yang ia dapatkan.


"Sshh awh! " rintih Nara ketika luka tembak yang ada pada tubuh nya tak sengaja tersentuh oleh tubuh tegas Ethan.


Ethan terkejut akan hal itu, bisa - bisanya ia lupa kalau luka Nara masih belum sepenuhnya sembuh."Astaga, maafkan aku, aku terlalu bahagia, katakan mana yang sakit? Apakah yang ini? " Ethan menyentuh perut bagian kiri Nara membuat sang empu merasa tersengat listrik.


"Ah.. ti-tidak, sudah tidak sakit kok, " jawab Nara gugup. Mukanya memerah akibat pegangan Ethan pada perut nya.


"Baiklah, apa yang harus kita lakukan sekarang? Apakah kita akan merayakannya? Aku sangat bahagia, satu lagi, jangan panggil aku Kakak, " ucap Ethan menangkap pipi Nara.


"Ish,, Kak Ethan, bagaimana kalau yang lain mengejek kita? Aku malu,,, " rengek Nara membuat Ethan gemas.


"Buat apa malu? Toh mereka juga tau kita saling mencintai sebelumnya, " ujar Ethan.


"Hehehe iya juga, aku tidak tau, aku mau tidur, " ucap Nara segera mengambil selimut di bawah kakinya.


"Tidak boleh! " ucap Ethan tegas.


"Kenapa? "


"Ayoklah,, hari ini hari bahagia kita, kita rayakan okey? "


Hal itu membuat Nara mendesah kesal, namun tiba - tiba muncul sesuatu yang ia ingat. "Ayok ke markas, " ucap Nara langsung turun dari kasur nya.

__ADS_1


"Buat? "


"Sudahlah ayok. "


Nara segera melangkah untuk keluar dari ruangannya di ikuti oleh Ethan yang ada di belakang.


***


Sore itu, Reza yang baru selesai membicarakan hal yang begitu penting dengan Rain, ia heran ketika melihat sang adik baru keluar dari kamarnya dengan wajah yang berseri-seri, bahkan tak luput juga pandangnya menatap Ethan yang di belakang Nara, dan menampilkan wajah yang sama.


Karena rasa penasaran yang membawanya, membuat Reza tidak tahan untuk tidak bertanya.


"Kenapa kalian senyum- senyum gitu? " tanya Reza memicingkan mata.


"Saya pergi dulu, Tuan, ada yang harus saya urus, " ujar Rain yang tidak enak ketika pembicaraan kedua Kakak beradik itu begitu terlihat penting.


"Mn, hati - hati, kalau ada informasi lain cepat beritahu, aku percaya pada mu, Rain, " ujar Reza memberikan senyum tipisnya tetapi terlihat begitu tulus di mata Rain.


"Terimakasih, Tuan. "


Setelah mengucapkan terimakasih dan berpamitan, Rain segera keluar dari Mansion Jungle Kingdom.


"Ada apa? " tanya Reza lagi ketika pertanyaan yang sebelumnya tidak di jawab.


"Ck... Kak Reza iri sekali melihat ku tersenyum, " balas Nara.


"Lah? Kakak tidak iri, " jawab Reza.


"Kak Rio mana? " tanya Nara.


"CK... aku serius, aku mau ke markas, " jawab Nara merengek.


"Tidak boleh! " tolak Reza cepat.


"Harus! "


"Tapi, dek, luka mu belum sembuh, " ujar Reza.


"Biar aku yang bawa, Za, " timpal Ethan.


"Hayokloh... kalian.... " Reza menatap curiga terhadap keduanya membuat Nara gelagapan.


"Queen!!! " siara teriakan dua orang membuat ketiganya terkejut namun juga bernafas lega karena kecurigaan sang Kakak kini buyar.


"Ck, kalian bisa masuk dengan sopan? " tanya Reza memicingkan matanya.


"Hehehe, tidak biasanya, ada apa? " jawab Vito.


"Tau ah, males, mending aku tidur. " Reza segera pergi ke kamarnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Nara.


Nara yang tau akan sifat Kakaknya yang sudah seperti itu, ia tau bahwa Kakak nya kesal terhadap dirinya karena menyembunyikan sesuatu hal kepadanya.


"Kak, lalu bagaimana? Aku pergi ke markas ya...! " teriak Nara melihat Kakaknya yang sudah akan memasuki kamar.


"Terserah, kamu sudah ada seseorang! " balas Reza berteriak sambil menutup pintunya.

__ADS_1


Nara menghela nafas pasrah. "Mulai deh. "


Rio yang mendengar itu tercengang, sudah ada seseorang? Lalu ia menatap ke arah Ethan yang sedikit menunduk.


"Jangan bilang kalau kalian.... "


"Iya sudah! " jawab Ethan cepat.


"APA?!! "


"Apa yang terjadi?! " tanya Vito bingung dengan situasi nya.


"A-aku tidak percaya, kenapa secepat itu? " tanya Rio melebarkan matanya.


"Sialan! Jawab aku, apa yang terjadi!! " sentak Vito karena ia tak bisa juga menemukan jawabannya.


Nara terkikik geli melihat reaksi mereka, tak menyangka akan terkejut seperti ini.


"Nara udah jadian sama Ethan! " balas Rio menatap lebar ke arah Vito.


"Ah,, jadian, " ucapnya santai masih belum sadar apa yang di maksud tentang 'Jadian' itu, tapi seketika ia membeku sebelum memekik terkejut.


"A-APA?!!! JADIAN?!! "


"Hahahahah!! " suara tawa Nara mengisi ruang tamu yang terlihat sepi tersebut, ia sudah tak sanggup melihat reaksi keduanya, bagaimana dengan yang lain? Apakah mereka akan bereaksi sama seperti Rio dan Vito?


Hal ini membuat Nara sampai tak bisa menghentikan tawanya. "A-aduhh aduh! " Nara memegang perut nya yang terasa sakit akibat banyak tertawa.


"Nara, jangan banyak tertawa, perut mu masih sakit, " ucap Ethan lembut sembari mengelus punggung Nara.


"Hahah, i-iya maaf, hahah kenapa kalian berdua jadi seperti ini hahaha!! Aku.. hahah aku tidak sanggup menahan tawa ku, lihatlah wajah kalian, hahah! " bersusah payah Nara menahan tawa nya ketika berbicara, tetapi melihat wajah lugu Vito semakin membuatnya ingin berguling - guling.


"Kapan itu terjadi? " tanya Rio menatap keduanya.


"Baru saja, " jawab Ethan.


"Kamu sungguh berani, Et, " ujar Vito.


"Kenapa? Bukankah perasaan perlu di ungkapkan? " ujar Ethan menautkan kedua alisnya.


"Hm, aku setuju padamu, tapi awas saja kalau sampai Nara menangis karena mu, " ancam Rio melihat Nara yang masih asyik menahan tawanya.


"Kamu tidak perlu menyuruh ku, aku sudah berjanji akan membuat nya bahagia, " jawab Ethan.


"Aku pegang kata - kata mu. "


"Sudahlah, kalian berdua mau kemana? " tanya Vito.


"Kata Nara mau ke markas. "


"Iya, kalian mau ikut? " tawa Nara yang kini telah seperti biasa.


"Baiklah, ayok kita pergi, " ucap Rio.


Keempatnya kini keluar dari Mansion menyusuri hutan yang begitu terlihat semakin lebat, udara sore sudah menyambut mereka, untung saja Nara menggunakan baju yang tertutup sehingga tidak membuatnya kedinginan.

__ADS_1


Ingatkan, bahwa ia masih sakit, ketika keluar rumah sakit saja tubuhnya sedikit panas dan belum terlalu stabil, tetapi karena keras kepalanya membuat Reza menyerah saja akan rengekan manja sang adik kesayangannya.


__ADS_2