Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Maaf


__ADS_3

Bismillah🤲


Happy Reading 🥳🥳🥳🌈


*


*


*


Brakk!!


Suara gebrakan pintu yang di dorong oleh Sherly membuat Aldo yang ada di ruang tamu refleks melempar hp nya ke arah muka Ethan


"Aldooo!!!! " teriak Ethan keras menahan amarah.


"So- sorry Ethan, aku nggak sengaja, " ucap nya meminta maaf sambil mengambil HP nya.


"Apa yang terjadi sama Nara? Kenapa dia bisa sakit? Dimana dia ? " tanya Sherly bertubi-tubi langsung masuk kedalam.


"Kamu nanya??? Kamu bertanya - tanya ? Biar aku kasih tau ya. "


Plak!!


Ethan segera menampol mulut Aldo menggunakan bantal sofa yang ada di dekatnya.


"An-Jherrr memang kamu Ethan!! " Aldo melotot


"Kamu,, Sherly nanya serius, " timpal Ethan


"Aku serius nanya!!!! " teriak Sherly kesal.


"Oh heheh maaf Sher, " ucap Aldo.


"Nggak guna ngomong sama kalian berdua ngabisin waktu! " kesal Sherly ia pun melangkah pergi meninggalkan mereka.


Aldo menatap Ethan kenapa Sherly marah? namun Ethan hanya menggidik kan bahu tidak tau.


"Jangan ngomong di belakang! Sialan!! " geram Sherly langsung berbalik.


"Ti- tidak kami tidak ngomongin kamu ,, jangan sok tau, " ketus Aldo.


"Diam!! " ucap Sherly kesal.


"I- iya."


Sherly segera berlalu , dan tinggal lah Ethan yang menertawakan Aldo yang bertingkah gelagapan saat melihat kekesalan Sherly.


"Makanya kalau dia serius nanya tinggal kamu jawab , jangan ikut trend - trend yang nggak penting itu , kamu pikir kamu itu dilan Cepdul kalau setiap orang nanya kamu bilang 'Kamu Nanya' ya orang lain bakal kesal!! " jelas Ethan.


"Cepmek kali!!! Bukan cepdul , cepdul apaan? " gerutu Aldo.


Ethan menepuk mulut nya. "Oh iya ya he. "


Begitulah keabsurt tan kedua sahabatnya tersebut, namun bila sudah waktunya untuk serius dalam dunia gelap ia akan berubah menjadi sangat dingin yang tak tersentuh.


Disisi lain, Sherly mengetuk pintu kamar Nara yang ia ketahui dulu saat Nara tinggal sebelum nya.


Tok..tok..tok..


Tak lama pintu tersebut terbuka, nampak Reza dengan wajah kusut dan penampilan yang urakan membuat Sherly terkejut.


"Sherly? Ayok masuk, " ucap Reza datar dan di angguki oleh Sherly.


Saat didalam ia melihat Nara yang sedang terbaring lemah di atas kasur dengan selimut tebal berwarna abu - abu.


"Apa yang terjadi? " tanya Sherly datar.


"Bukan urusan mu, " jawab Reza dingin.


Sherly menghela nafas, ia sudah berpikir jika jawaban Reza seperti ini pasti ada masalah yang serius namun apa gunanya bertanya pada Reza ia tidak akan menjawab bila itu menyangkut dirinya. " Hm berapa lama dia sakit? " tanya Sherly.


"Baru hari ini, " jawab nya singkat.


"Oh , baiklah kalau begitu aku keluar dulu kalau sudah sadar cepat kasih tau, " ujar nya meninggal kan Reza tanpa menunggu jawaban.


Reza kembali memandang wajah adik nya dan membelai pelan. "Dek kapan kamu sadar kakak mau minta maaf, " ujar Reza menunduk sambil memegang tangan adik nya.


"Kenapa kamu tidak mau bangun sih, padahal cuma sakit demam aja biasanya kamu nggak gini, kamu belum makan apakah kamu tidak lapar? " tanya Reza lagi berharap adik nya mendengar suaranya.


"Maafkan kakak, kakak menyesal telah nampar kamu dek. " tak terasa air matanya jatuh ketangan Nara.


Nara yang merasakan ada yang memegang tangannya merasa terusik dan membuka mata perlahan. "Eeunghh." lenguhnya membuat Reza terdiam.


"Dek kamu sudah bangun ? " tanya lembut Reza.


"A- air, " ucap Nara dengan suara yang sedikit serak karena tenggorokan kering.


Reza segera mengambil air yang ada di atas nakas dekat tempat tidur Nara dan meminumkannya kepada Nara, setelah selesai ia menaruh kembali gelas tersebut.


"Apa sudah mendingan? " tanya Reza.

__ADS_1


"Ya. " jawab Nara singkat, ia sedikit canggung atas pertengkarannya semalam.


"Tadi Sherly kesini , dia jengukin kamu, mau aku panggilin? " tanya Reza.


"Ya, " jawab nya lagi.


Reza segera memanggil Sherly yang ada di ruang tamu bersama Ethan, tak lama kemudian mereka pun masuk.


"Aldo dimana? " tanya Reza.


"Dia ke kamar mandi katanya kebelet, " jawab Ethan di angguki oleh Reza.


"My friends, How are you now ? Apakah kamu baik? " tanya Sherly memeluk Nara.


"I'm fine , and you? How are you? " tanya Nara balik.


"I'm fine, bagaimana kamu bisa seperti ini? bahkan aku sampai kebut - kebutan datang kemari hanya untuk melihat mu," ujar Sherly dengan raut wajah sedih.


"Hm tidak apa, aku hanya sedang sakit biasa, " jawab Nara tersenyum.


"Kamu memang keras kepala, sebelum kamu pulang kan aku sudah berpesan jaga dirimu baik - baik, " ujar Sherly menatap Nara kesal.


"Ya namanya juga penyakit tidak ada yang tau, " cengir Nara.


"Hm terserah kamu saja, " ucap Sherly


Ethan dan Reza hanya menatap interaksi mereka sambil duduk di sofa, sesekali saling melempar tatapan entah apa yang mereka maksud.


"Sher," sapa Ethan.


"Kamu jangan mengganggu ku bersama sahabat ku!! " ketus Sherly dengan muka merajuk sambil menunjuk Ethan yang menghampiri nya.


"A..ee.. an anu.. itu..." mendadak bibir nya Kelu ingin mengatakan sesuatu.


"Anu anu.. anu apa? Ngomong yang jelas huh, " ujar Sherly dengan nada bicara kesal.


"Ayok ikut aku aku ingin bicara hal penting, " ucap Ethan langsung menarik tangan Sherly.


"Hey jangan menarik tangan ku sialan!! Ethan!! Sshh awhh awhh, " Sherly memberontak saat ia ditarik namun sayanganya tarikan tersebut tidak lepas dari tangannya dan Ethan tidak peduli.


Diruangan tersebut tersisa hanya Nara dan Kakak nya Reza, hening tak ada yang mulai untuk berbicara Nara terdiam merasa enggan berbicara dengan kakak nya, sungguh merasa disituasi seperti ini lebih baik ia memilih berada di kegelapan tidak ada yang terasa canggung untuk nya.


'Jujur saja kak, aku masih kecewa atas perilaku kasar kakak sama aku, kalaupun orang lain mungkin aku tidak akan sesakit ini kak, tapi kakak orang yang paling aku percaya dan itu pertama kalinya ,kakak berbuat kasar terhadap ku,' batin Nara.


Pelupuk matanya mulai menampung air yang akan jatuh sekali saja Nara berkedip maka air tersebut akan terjatuh namun ia tahan karena ia tidak ingin dilihat menangis.


Ia merasa lelah baru saja ia merasa tubuhnya baikan namun kenapa lagi - lagi datang perasaan yang menjalar ke hatinya, ia hanya menatap Reza yang masih duduk termenung di sofa kamarnya entah memikirkan apa?


Bagi Nara warna hijau membawa kesegaran serta kedamaian hati baginya , sedangkan warna putih melambangkan suci dalam setiap apapun entah itu pikiran maupun hati dan lain sebagainya, tapi Nara pernah berpikir kenapa dirinya suka warna putih sedangkan hatinya belum tentu suci dari apapun namun begitulah setiap manusia tidak akan pernah luput dari setiap dosa yang di lakukannya!.


Angin masuk melalui jendela yang di buka lebar oleh Nara membiarkan angin tersebut menerpa tubuhnya yang terasa sedikit berkeringat menimbulkan rasa sejuk untuk nya, ia menghirup dalam udara tersebut membuang pikiran yang sedang kacau hingga tanpa disadari Reza mendekat dan memeluk nya dari belakang.


Nara merasakan tangan Kakak nya, namun ia tetap memilih memejamkan mata menikmati udara yang terasa sejuk baginya, Reza menaruh dagunya di pundak Nara mendekap erat tubuh ringkih adik nya.


"Maafin kakak dek, " bisik Reza didekat telinga Nara.


Nara yang mendengarnya hanya terdiam tidak tau harus bilang apa, haruskah ia bilang kalau kakaknya kejam? Ah tentu tidak karena disini dia juga yang bersalah.


"Kenapa? " tanya Nara singkat sambil menatap lurus.


"Apakah aku terlalu kasar padamu dek? " ia kembali bertanya.


"Tidak, " jawab nya singkat.


"Maafin Kakak, Kakak yang salah, " sesal Reza.


"Lepaskan aku kak, " ucap Nara dengan dada yang terasa sesak menahan air mata yang akan jatuh.


"Tidak dek, Kakak akan terus mendekap mu seperti ini , Kakak tidak mau kamu pergi dan merasa tersiksa lagi, " ujar Reza semakin mengeratkan pelukannya.


"Kenapa Kakak melakukan itu padaku? kenapa Kakak menamparku seperti itu, apakah kakak tidak menyayangi ku lagi? " tanya Nara air mata yang sedari tadi ia tahan kini jatuh membasahi pipi mulus nya.


"Tidak dek, Kakak sayang sama kamu sayang banget.... kamu adalah princess Kakak, maaf Kakak tidak bermaksud kasar terhadap mu , Kakak hanya tidak ingin kamu mengikuti balap liar lagi dan tawuran disana, " jelas Reza.


"Kalaupun aku tidak menerima itu aku akan menerima taruhan yang mereka buat untuk bekerja di club, " ujar Nara membuat Reza terkejut.


"Apa yang membuatmu merima taruhan itu ha? " tanya Reza.


"Ada mahasiswi termasuk teman kelas ku di kampus, ia di bully dan hampir di lecehkan oleh seorang laki - laki yang termasuk teman kak galen dan aku menolong nya sehingga kami berkelahi dan saat waktu istirahat dia menemui ku dan mengajak ku taruhan di depan kak Galen, " ucap Nara menjelaskan panjang lebar.


"Apa ? Galen..? tapi bukankah kalian hanya berdua yang menerima taruhan itu? lalu kenapa kemarin malam kalian ada tiga ? " tanya Reza penasaran.


"Saat aku sampai di tempat balap ada seorang laki - laki datang dan berniat ikut taruhan, dia yang menantang ku jika aku kalah maka dia akan mengajak ku bermain di club, awal nya kami menolak tapi aku tidak mau di anggap pengecut oleh mereka dan akhir nya kami bertanding, " jawab Nara membuat Reza diam sejenak.


"Kenapa kamu membohongi Kakak dek? "


"Karena aku takut Kakak tidak akan mengizinkan, " jawab nya.


Reza membalik tubuh Nara untuk menghadap nya, ia menatap lekat manik mata bulat milik adik nya indah nan teduh.


"Maafin Kakak , Kakak selalu fosesif terhadap kamu dek maaf," ucap nya membawa Nara kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Ya aku juga minta maaf telah membohongi Kakak, " jawab Nara membalas pelukan kakak nya.


"Lalu apakah disana Galen ada? " tanya Reza.


"Tidak, aku tidak melihat nya, " jawab Nara dan di balas anggukan Reza.


Sedangkan di luar, Bima dkk sedang asyik mengobrol di lesehan halaman depan markas tersebut termasuk Sherly yang masih kesal ketika di tarik oleh Ethan.


"Ish lepas ngapain tarik - tarik dari tadi, sakit tau!! " kesal Sherly memegang pergelangan tangannya yang memerah.


"Lagian kamu tidak faham, aku tuh sengaja narik tangan kamu untuk memberikan Nara sama Reza ruang untuk bicara berdua, " ucap Ethan jengah.


"Ngapain sih kalian ribut - ribut, " timpal Bima yang sedang bermain Game.


"Tau nih , datang - datang ribut nanti kalian bisa jodoh, " ujar Aldo ngasal.


"Mulut bau taik kamu Al... aku sumpahin si Dora dateng kesini lagi, " ucap Ethan kesal.


"O-gah!!! " ucap Aldo di depan muka Ethan.


Plak!!


"Sahabat lucnut, mulut aku sakit!! " ujar Aldo memegang mulut nya yang di geplak oleh Ethan.


"Lagian mulut kamu bau, malah bernafas deket muka aku, sekalian nggak usah nafas, " sarkas Ethan membuat Bima dan Sherly tergelak.


"Tega banget sih kamu, bisa mati dong! " ucap Aldo kesal.


"Ya setidak nya bau nafas kamu tidak di cium lagi, " jawab Ethan santai.


"Ngomong jangan ngawur napa si ah.. " Aldo kesal dan kembali memainkan game nya.


"Udah - udah nggak usah ribut ,berisik tau nggak, " lerai Bima.


"Aldo nih yang duluan, " ucap Ethan menyalah kan.


"Lah kok aku sih kamu!! "


"Kamu! "


"Kamu! "


"Ya kamu! "


Brak!!!


Bima memukul lesehan yang ia duduki dengan sangat keras sehingga mereka terdiam.


"Kalau masih ribut pergi nggak dari sini!!! " bentak Bima membuat Sherly, Ethan dan Aldo terkejut.


"Tau nih,,, kalian pergi aja sana, " ucap Sherly.


"Heheh maaf, " ucap Aldo menyenggol lengan Ethan.


"Ck apaan sih, " bisik Ethan.


"Oh ya kenapa dengan Nara sama Reza? " tanya Sherly.


"Mereka bertengkar! " jawab Aldo dan Ethan.


"Kompak banget sih! " ujar Sherly sambil naik ke atas lesehan.


"Ya mereka tidak saling sapa, karena kejadian tadi malam," ujar Bima.


"Apa yang terjadi sebenarnya."


Kemudian Ethan mulai menceritakan semua nya dari A sampai Z tidak ada yang di tambahkan ataupun di kurangkan , sehingga membuat Sherly hanya mengangguk.


"Soswit banget ya hubungan mereka, " ucap Sherly kagum.


"Ya layak nya mereka pacaran , tapi namanya juga adik dan kakak tidak ada hukum yang melarang selain mereka melanggar batas sesama saudara, " timpal Aldo.


"Ya makanya kalau mereka keluar kayak nya mereka bakal di sangka sepasang kekasih, " ucap Bima mengangguk.


"Iri banget dah, aku juga mau punya adek," ucap Aldo.


"Kamu mau punya adek mau ngapain?? " tanya Ethan.


"Mau ngajak tidur bersama. "


"JANGAN NGACO!!! " ucap Ethan , Bima dan Sherly serempak.


"Ye kan nggak ada salah nya kalau tidak berbuat yang nggak - nggak, " ucap Aldo menggaruk tengkuk yang tak gatal.


"Hm tapi tujuan kita mempunyai adek tidak begitu juga kali , itu namanya manfaatin kalau tidak ada istri, " sarkas Bima membuat Ethan tergelak.


"Tapi kalau dilihat sih lucu juga ya, mereka bertengkar layak nya suami istri yang baru nikah, " ujar Sherly.


"Ya begitulah. "


Suasana pagi menjelang siang di isi dengan penuh canda dan tawa dari mereka berempat, yang di mulai dari Sherly yang begitu terkenal dingin dan Arogan kini berubah seratus persen semenjak bertemu dengan Nara , sahabat yang begitu tulus menghargainya dan sudah ia anggap sebagai saudara sendiri.

__ADS_1


Dan kini mereka bisa berinteraksi bersama - sama memajukan nama baik Pasukan Jungle Kingdom yang telah bertahun-tahun lamanya mereka bangun dengan segenap jiwa dan hasil kerja keras mereka sendiri tidak ada yang namanya saling membenci selama mereka tetap bersama mencapai tujuan yang sama , saling mendukung , mensupport dan saling tolong menolong jika diantara kita ada yang kesusahan ya begitulah mereka Jungle Kingdom.


__ADS_2