Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Bisakah bertahan?


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Suasana hutan sore itu begitu terlihat ramai oleh hewan-hewan kecil yang berkeliaran, suasana sejuk yang mendominasi perjalanan keempat orang yang akan pergi ke sebuh Markas miliknya.


Nara yang saat itu masih belum dalam keadaan benar-benar pulih namun kini sangat terlihat segar bugar. Tetapi hal itu tentu saja membuat tiga lelaki tetap mencemaskan keadaan nya, terutama kini Ethan yang sudah mulai bertingkah sangat posesif terhadap Nara.


"Apakah kamu capek? Kalau capek biar aku gendong, " tawar Ethan menatap Nara.


"No! Aku masih kuat berjalan, " tolak Nara sambil terus melangkah.


"Tapi kamu baru_ "


"Iya aku baru sembuh, tapi bukan berarti aku menjadi lemah, " ucap Nara memotong perkataan Ethan.


Ethan mengusap wajahnya kasar, baiklah kali ini ia harus mengalah, Rio dan Vito yang menatap hal itu tersenyum mengejek.


"Apa liat - liat?! " sentak Ethan membuat keduanya memutar bola mata jengah.


"Memangnya kenapa? Mata ku ya terserahnya lah mau liat apapun, " balas Vito, Rio terkekeh melihat hal itu.


***


Di Markas, beberapa orang penting milik Jungle Kingdom terkejut melihat kedatangan keempat orang termasuk Nara yang baru saja keluar dari Rumah Sakit, Sherly yang ada disana langsung menghampiri Nara.


"Apa yang kamu lakukan disini? Bukannya istirahat malah berkeliaran, " tegur Sherly.


Nara menghela nafas. "Ck. Lily, aku sudah sembuh makanya aku kemari, ya ampun kenapa kalian begitu khawatir..! " keluh Nara memijat keningnya.


"Tentu saja kami khawatir, kamu bagian dari hidup kami, kalau kamu terluka tentu saja kami tidak rela, " tukas Aldo.


Bima langsung mendekat. "Apakah Reza mengizinkan mu keluar? " tanya Bima menatap tajam.


"Tentu saja Reza kesal! " jawab Vito.


Semua yang ada disana menggeleng kan kepala melihat tingkah Nara yang menurutnya super aktif walau hanya sedang sakit.


"Lalu mau apa kemari? " tanya Sherly.


"Menurut mu aku mau apa? Ya tentu saja aku ingin melihat keadaan orang yang melukai ku! " balas Nara ketus, ia kesal sekali hari ini karena terus di khawatir kan.


"Jangan!! " ucap mereka bersamaan, hal itu membuat Nara terkejut.


"Apa - apaan kamu mau menemui br*ngs*k itu? Bagaimana kalau kamu terluka lagi? Kamu mau buat aku khawatir? " pertanyaan bertubi - tubi dari Ethan membuat Aldo, Bima dan Sherly melongo, sedangkan Vito dan Rio hanya terkekeh.

__ADS_1


"Kalian tau sesuatu? " bisik Aldo.


"Tentu saja, " jawab Rio ikut berbisik.


"Katakan! " tegas Aldo.


"Ck... tanya sendiri sama Ethan, " jawab Vito kesal.


Sherly yang melihat ketiganya berbisik pun mendekat dan memelototi ketiganya. "Apa yang kalian bisik kan? "


Semua menoleh ke arah Aldo, Vito dan juga Rio, ketiganya saling pandang berharap ada alasan yang mereka keluarkan.


"Ekhem.. jadi kami tidak berbisik apapun, aku hanya menanyakan keadaan Reza, benarkan? " Aldo menatap Vito dan Rio.


"Mn, benar, lagipula kenapa kamu curiga seperti itu? " ucap Rio.


Nara yang mendapat kesempatan, dengan cepat ia berlari ke arah dalam, ia tau jika mereka tak akan pernah membiarkan Nara masuk karena tau Nara sedang terluka, tetapi Nara tidak akan pernah membiarkan rasa penasaran nya terus menghantui dirinya.


"Nara! " teriak Bima langsung berlari ke arah dalam.


"Sial! " umpat Sherly dan langsung menyusul.


Ethan segera masuk dan melihat Yeru dan Qui yang sedang melarang Nara untuk mendekat ke arah jeruji besi.


"Nona, anda tidak boleh masuk, ini bahaya, " ujar Yeru mencegah Nara.


"Kalian tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga diri, " jawab Nara terus memaksa.


"Kalian berani melarang ku?! " gertak Nara menatap tajam.


"Maaf, Nona, " ucap keduanya menunduk takut.


Bima yang melihat itu memijit keningnya, Nara terlalu nekad untuk masuk, bagaimana ia akan menghentikan nya?


"Sayang, jangan keras kepala! " suara dingin Ethan membuat Nara terkejut.


"SAYANG?!!! " Bima, Sherly, Aldo Qui dan Yeru melongo mendengar panggilan baru untuk Queen nya itu.


Rio terkekeh bersama Vito, dan Nara ia hanya mendelik merasa kesal.


"Aku hanya akan memastikan, ayoklah!! " Nara merengek manja.


"Tapi kamu nanti kenapa -napa.. " jawab Ethan lembut.


Mengabaikan seluruh pertanyaan dari beberapa sahabatnya, Ethan mendekat ke arah Nara.


"Kamu bisa menemaniku, " ujar Nara tetap kekeh.


Ethan akhirnya mengalah, toh dia tidak akan membiarkan kekasih nya itu terluka. "Baiklah, tapi janji awas saja kalau melakukan hal yang tidak-tidak, hanya melihat! " peringat Ethan.

__ADS_1


"Oke. "


"Buka pintunya, " ucap Ethan menatap Yeru.


Yeru segera mendekat mengeluarkan kunci lalu dengan berat hati serta pertanyaan yang masih belum terjawab akhirnya mau tak mau membuka pintu tersebut.


"Ayok. " Nara dengan bersemangat masuk kedalam berdua dengan Ethan.


"Kenapa kalian tertawa?! " Bima menatap Rio bergantian dengan Vito.


"Katakan apa yang terjadi! " Sherly menatap tajam keduanya.


"Kalian seperti pasangan yang sedang menginterogasi musuh, semoga kalian berjodoh, " kikik Rio.


"F*ck you! Cepat katakan! " bentak Bima.


"Ck... katakan apa lagi? Bukankah sudah jelas mereka sekarang sepasang kekasih? " ujar Vito tidak ingin berlama - lama menyimpan rahasia.


"Kekasih? " beo Aldo.


"Hm benar, tadi mereka sudah jadian sebelum kami masuk ke Mansion, lagipula Ethan sudah memberitahu kami, " jawab Rio.


"Bagaimana dengan Reza? " tanya Bima.


"Reza sepertinya kesal karena Nara mengabaikan nya, sepertinya dia cemburu, " celetuk Rio.


"Bodoh, mana ada Kakak cemburu sama adiknya sendiri, " timpal Sherly.


"Bisa saja, karena sekarang waktu nya berduaan dengan sang adik tergantikan oleh Ethan. " gelak tawa Vito dan Rio membuat pihak lain menggelengkan kepala melihat tingkah konyol keduanya.


Saat sedang asyiknya mengobrol,tak sadar bahwa terlihat seorang lelaki dengan langkah tegasnya berjalan ke arah mereka, blazer hitam panjang serta topi pet yang semakin menambah betapa gagah dan tampan nya ia.


"Jangan hanya mengobrol di luar! "


Mereka langsung terkejut melihat Reza telah hadir dengan aura yang berbeda, ya, berbeda dari biasanya dan kini ia seperti kembali seperti dulu bersikap dingin dan datar.


"Reza, sejak kapan kamu disini? " tanya Bima.


"Menurut mu? " suara dingin Reza keluar.


Melewati sahabatnya, Reza melangkah masuk kedalam menyisahkan mereka yang tercekat bahkan kelu dengan perubahan nya.


"Sudah terduga, karena sekarang ada yang menjaga Nara, Reza sepertinya tidak perlu memikirkan Nara lagi, " celetuk Aldo.


"Jangan asal ngomong, bagaimana pun Nara adalah adiknya Reza, " ujar Bima.


"Reza terlalu berlebihan, apa salahnya Nara jatuh cinta? " cebik Sherly.


"Reza bukannya menyalahkan Nara untuk jatuh cinta, tapi sepertinya Reza belum menaruh kepercayaan yang begitu kuat pada Ethan meskipun Ethan terkenal tidak pernah berdekatan dengan perempuan lain, " tukas Vito.

__ADS_1


"Cinta bisa membuat orang gila bahkan bisa membuat orang depresi, " tutur Rio menghela nafas.


Kelima Komandan itu menggelengkan kepala, terlihat pasrah akan takdir sosok adik mereka, apakah bisa bertahan atau hanya kandas di tengah jalan, tetapi mereka hanya berharap semoga itu tidak akan terjadi, entah trauma apa yang akan di alami oleh Nara nanti.


__ADS_2