Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Penyadap suara


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading... 📖😊😍😜😝


*


*


*


Tiupan angin malam menggoyangkan sisi rambut bergelombang milik Nara, ia duduk di tepi telaga tersebut sembari memainkan air tak peduli sudah berapa lama ia duduk dengan hawa yang cukup dingin sehingga Ethan menghampiri nya dan memberikan jaket nya untuk Nara.


"Eih kenapa?" Nara terkejut ketika melihat jaket berwarna abu melekat di pundak nya.


"Sampai kapan kamu main air disana, ini sudah malam hawa nya sangat dingin nanti kamu masuk angin, " ucap Ethan menatap lekat ke arah Nara.


Nara memandang wajah Ethan, ya wajah nya terlihat sangat tampan. Ia baru menyadari kalau wajah Ethan campuran korea dan Indonesia, ah entahlah Nara tidak mengetahui siapa Ethan sebenarnya kenapa ia harus memikirkan hal itu.


"Fiuhhh." Ethan meniup mata lentik Nara yang terus menatapnya.


Nara seketika mengerjab terkejut, "Ish Kakak apa- apaan sih. " meringis kesal.


"Kamu sih,,,, natap kakak kayak gitu ya kakak tiup, " kekeh Ethan.


"Ah sudah lah, yuk, Kak, kita pulang, nanti Kak Reza nyariin," ajak Nara sembari bangun dari duduk.


"Mau Kakak gendong? " tawar Ethan.


"Nggak usah berlebihan! Jalan saja, kaki aku masih kuat, " tolak Nara menyunggingkan senyum.


"Eleehh bilang aja nanti kalau kamu capek. Nggak usah sungkan, punggung Kakak masih kuat buat angkat tubuh kamu, " ujar Ethan berlagak sombong.


"Dihhh sok kuat, " cibir Nara.


Ethan tersenyum simpul dan mereka pun mulai meninggalkan tempat tersebut dengan Nara yang tak melepas jaket milik Ethan, sedangkan Ethan ia hanya memakai baju kaos over size dan celana chinos panjang senada terus mengawasi Nara dari arah belakang sesekali menghisap permen yang entah darimana ia dapatkan.


"Hei, Kak, nggak kedinginan apa? " tanya Nara yang melihat Ethan.


"Apapun itu, jika melihat mu saja kehangatan maka Kakak juga ikut merasa hangat, " jawab Ethan terkesan santai namun berhasil mengobrak-abrik isi hati Nara.


"Ayok pulang! " sembur Nara tidak tahan dengan perasaan nya, ia berlari meninggalkan Ethan di belakang


'Kenapa dengan hati ini? kenapa sekarang setiap bersama Kak Ethan rasanya tidak karuan,,, huhh mungkin saja hati ini nyasar kali ya,' batin Nara sepanjang perjalanan.


"Nara!!! tunggu!!! " teriakan Ethan. mengejutkan Nara yang bermonolog sendiri dengan hatinya.


"Lambat kayak siput!! " ujar Nara sinis.


***


"Eengghh.. " suara lenguhan terdengar dari bibir seorang gadis yang baru tersadar dari tidur nya yang cukup lama.


"Sherly kamu sudah sadar? " Bima yang ada disana segera menghampiri.


"A-air, " ucap nya serak.


Bima mengambil segelas air yang ada disana dan memberikannya kepada sherly.


Glek!


Satu tegukan sudah tersisa sedikit dari gelas itu, sungguh saat ini Sherly cukup haus dan ia menghela nafas lega.


"Apa yang kamu rasakan sekarang? " tanya Aldo yang juga berada disana.


"Sedikit pusing sama nyeri di bagian kaki, " jawab nya.


"Istirahat dah, Dokter baru saja selesai mengeluarkan peluru dari tubuh kamu, kamu pasti capek karena tenggelam juga, " ujar Bima sembari manaruh gelas.


"Iya Sher,, kamu harus sembuh setelah ini kita akan berbicara serius, " timpal Aldo.


"Berbicara tentang apa? " tanya Sherly penasaran.

__ADS_1


"Sudah besok saja sekarang istirahat, " putus Bima.


Sherly tak mengindahkan perintah dari Bima, ia menelusuri setiap sudut ruangan tersebut namun ia tak menemukan siapa yang ia cari.


"Kamu cari siapa? " tanya Aldo.


"Nara dimana? Apakah dia baik - baik saja? Katakan!! " ucap Sherly tegas, ia baru ingat kalau mereka habis di serang.


"Hm kamu tenang saja, mana mungkin kami biarkan Nara terluka. Sekarang dia lagi pergi sama Ethan, " jawab Bima.


"Pergi sama Ethan kemana? "


"Aishh.. sudah lah Sher kamu istirahat saja, Nara baik - baik sama kita, jangan khawatir dia juga gadis yang kuat," ucap Aldo.


"Baiklah."


Sherly memutuskan untuk kembali membaringkan tubuh nya yang terasa sedikit pegal dan sedikit nyeri, begitu pula kepala yang terasa pusing sehingga tak lama kemudian ia pun sudah tertidur pulas.


Bima setia menunggunya ia merapikan selimut untuk sherly dan menutupi tubuh nya hingga atas leher, setelah itu ia kembali duduk di sofa bersama Aldo yang sudah memejamkan matanya.


"Kenapa kamu tidak di kamar? " bisik Bima.


"Disini aja, kita berdua yang jaga, " ujar Aldo.


"Terserah kamu saja."


Akhirnya mereka pun tertidur berdua di atas sofa yang bisa di bilang lumayan besar untuk mereka tidur , melepas rasa lelah dan memutuskan untuk mengistirahatkan tubuh yang telah banyak melakukan aktivitas untuk hari ini.


Karena tentu saja nanti mereka akan kembali menggunakan banyak tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan yang sekarang mereka laksanakan.


***


Cahaya di sekitar Mansion sudah mulai terlihat, para pemuda Jungle Kingdom masih ada juga yang belum tidur dan mereka masih asyik dengan api unggun yang berada di tengah sembari tertawa sambil bermain gitar.


Mereka melihat kedatangan Nara bersama Ethan, terutama Rio yang ada disana cukup heran melihat mereka berdua.


"Kalian habis darimana? " tanya Rio menatap Ethan.


"Malah bawa Queen lagi, gimana kalau nanti ada yang serang? " tanya yang lain.


"Tidak ada, disini mana ada mereka berani masuk kawasan kita, " ujar Ethan sedangkan Nara hanya diam.


"Oh ya, Ri, apakah semua sudah siap pada tugas masing-masing? " tanya Ethan serius, sembari duduk di tengah - tengah mereka di ikuti oleh Nara.


"Sepertinya besok saja kalau semua sudah membaik, kita semua harus berkumpul, " jawab Rio.


"Bagaimana untuk penyelidikan pasukan? " tanya Nara.


"Saya kemarin tidak sengaja bertemu orang asing disini, Queen, dia sering keluar dengan cara mengendap-endap, saya curiga tapi hari ini saya tidak melihat orang itu, " ujar salah satu anak buah Rio.


"Kalian sudah memeriksa sekitar? Apakah ada barang yang di tinggalkan? " kini mata Nara memicing merasa ada yang tidak beres, mungkin saja tebakan nya benar bahwa ada yang berhasil menyelinap di antara pasukan Jungle Kingdom.


"Kami tidak melihat apapun yang di tinggalkan,Queen, kami periksa tapi tidak ada, " jawab nya lagi.


"Ini aneh, " guman Nara.


"Aneh apanya? " tanya Rio mendekat begitu pula Ethan.


"Aku akan memeriksa semuanya di dalam, " ucap Nara segera berlari ke arah Mansion.


Rio dan Ethan saling lirik kemudian sama - sama menggidikkan bahu tidak faham, Ethan segera berlari menyusul Nara dan menggandeng tangan nya untuk masuk kedalam membuat yang di luar mengerutkan kening atas perilaku Ethan.


"Si Ethan berani bener ya main gandeng tangan Queen segala," bisik mereka.


"Ya bagaimana dia tidak berani, dia aja sudah cukup dekat dengan Queen. "


"Ngomong-ngomong Queen cantik ya, terlihat polos tapi bener - bener hebat, aku yakin para Pria pasti banyak yang ngerebut."


"Hm seandainya aku salah satunya. "


"Kamu mimpi ya? Ingat dia itu adik pemimpin kita,tidak selevel dengan kita."

__ADS_1


"Benar tuh, apalagi pemimpin kira orang nya kayak, bisa beli apapun dengan harga di atas rata - rata,hmm nggak kebayang sih kalau salah satu dari kita yang jadi jodoh nya."


"Eh eh woii.. malah ngomongin Queen, nanti di dengar mau jadi sasaran tembakan kalian? " sahut yang lain.


"Heheh ya nggak juga."


Begitulah bisik - bisik dari anah buah jungle kingdom, berharap ingin memiliki hati si Gadis Adonara yang dulunya terkenal cupu tapi sekarang malah terkenal dengan kehebatannya.


***


Nara kini sampai didalam, ia melihat ketiga Kakak nya sedang mengobrol di ruang tamu, ia mencoba mendekat bersama Ethan.


"Malam semuanya, " ucap Nara.


"Habis kemana, dek? " tanya Reza.


"Habis ke_ " Nara tidak melanjutkan ucapannya, ia semakin memicing kan matanya pada Reza.


"Ada apa? " tanya Reza melihat tatapan Nara yang semakin dekat dengan dirinya.


"Minggir! " tiba - tiba ucapan Nara mengeras.


"Ada apa? " tanya yang lain kini heran.


Nara menyelipkan sedikit jarinya pada sandaran sofa, tepat dimana Reza menaruh kepalanya tadi, kemudian terbelalak melihatnya.


"Berdiri kalian semua! " teriak Nara was - was, sontak keempat laki - laki itu berdiri, mereka heran dengan tinggkah Nara.


"Ada apa sih? Jelasin kita, dek! " ucap Reza yang masih belum sadar apa yang di temukan oleh Nara.


Nara tidak bergeming, ia menyusuri setiap sofa itu, mengobrak abrik di sela - sela yang terlihat bersembunyi, dadanya bergemuruh, ia menahan nafas sejenak.


"F*ck! " umpat Nara tiba - tiba.


"Periksa seluruh isi Mansion ini, disini ada penyadap suara!! " teriak Nara membuat semuanya terkejut.


"A-apa? " kening Aldo berkerut.


"Cepat! " bentak Nara, ia sudah menemukan tiga penyadap suara dari arah sofa. "Periksa seluruh nya! " ucap Nara, beginilah keistimewaan mata Nara, ia bisa memperhatikan hal - hal kecil yang tidak bisa di lihat oleh orang lain.


Ethan, Bima serta Aldo langsung meneliti setiap sudut ruangan itu, kini mereka fokus hanya mencari benda kecil yang di selipkan oleh penyusup. Nara terus memandang sekelilingnya hingga pandangannya jatuh pada sebuah AC, kemudian ia semakin memicingkan matanya.


"Di AC, " bisik Nara kepada keempat Kakaknya.


Mereka memandang ke arah AC, dengan cepat Nara mematikan lampu di ruang tamu tersebut. "Kak di AC seharusnya ada kelip lampu berwarna merah satu dan satu lagi berwarna hijau, tapi disana kelip merah ada dua yang satu terang dan satunya lagi tajam kerlap - kerlip, " jelas Nara membuat yang lain seketika tercekat, bagaimana mungkin mereka teledor seperti ini.


"F*ck! Mereka mengintai kita! " ucap Reza tertahan saat tau di AC itu ada sebuah camera kecil, pantas sejak masuk kesini ia sudah curiga akan ada yg mengintai.


"Lily,Kak, cepat kesana, aku takut terjadi apa- apa, malam ini pastikan semua tetap siaga, kita harus menyelidiki lebih lanjut, " ucap Nara.


"Aku akan mengabari Vito malam ini, " ucap Aldo segera mengambil ponsel di saku celananya.


"Sudah kuduga, Kak, anak penyusup yang telah berhasil memasuki kawasan kita, " ucap Nara geram.


"Darimana kamu tau? " tanya Reza tetap berada di dekat adiknya.


"Anak buah ngelapor ada salah satu dari mereka terlihat asing dan sering mengendap-endap kesana kemari namun saat ini dia tidak terlihat, " jelas Nara, ia banting penyadap suara yang ia pegang kemudian ia injak hingga hancur.


"Malam ini kita semua tidak ada yang boleh tidur terpisah, kita tidak tau mereka akan kembali dan membunuh kita satu persatu, " ujar Reza masih dengan suara pelan.


"Baiklah, saat ini kita semua kumpul di ruangan Sherly, " ujar Bima dan di angguki oleh semuanya.


Malam itu mereka berjalan di dalam ruangan yang gelap, Aldo sudah selesai memberitahu para anak buah termasuk untuk membereskan AC ruang tamu tersebut, setelah itu mereka bersama-sama masuk kedalam ruangan Sherly dan memilih untuk tidur disana.


***


Di sisi lain seorang pria tertawa dengan puasanya, ternyata ia sedang memantau melalui layar monitor bagaimana kepanikan yang di alami oleh keluarga Jungle Kingdom hingga lampu sengaja di matikan bahkan penyadap suara itupun telah hancur.


"Mungkin saat ini aku tidak mengetahui rencana kalian, tapi aku pastikan kalian akan mati di tangan ku satu - satu sama seperti yang di alami oleh adik ku! " desisnya menyeringai penuh kebencian.


*

__ADS_1


*


__ADS_2