Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Wild Flower part 1


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Suasana malam di sebuah restoran begitu banyak di datangi oleh pengunjung, tempat duduk sudah terisi penuh oleh mereka, bahkan sampai di luar pun kini semuanya sudah terisi penuh.


Saat ini Pratama bersama tiga pemuda yang berjalan di belakang nya telah sampai di tempat yang sebelumnya di pesankan oleh asisten pribadinya. Tempat yang begitu mewah dan terjamin akan kenyamanan nya.


"Selamat datang,Tuan Besar Wijaya, " sapa seorang pelayan.


"Terimakasih, " jawab nya ramah. Kemudian Pratama menyuruh yang lainnya langsung duduk, setelah itu buku menu di serahkan oleh pelayan tadi.


"Kami ada beberapa menu spesial untuk anda,Tuan, semoga anda bisa menikmati nya malam ini, " ucap pelayanan itu.


"Saya tidak perlu memilih yang terlalu spesial, cukup anak - anak saya yang akan memilih mana yang spesial menurut mereka, " jawab Pratama menyebut ketiganya dengan bahasa "Anak-Anaknya". Tentu saja pelayanan itu terkejut, yang ia tau bahwa Pratama sudah tidak memiliki keluarga, tetapi ia tidak ingin banyak bertanya.


"Baiklah,Tuan. " pelayan kembali menyerahkan buku menu ke arah Nara.


"Kamu pilih apa, dek? " tanya Reza melihat adiknya yang sedari tadi hanya diam dan kini sedang membolak-balik buku menu tersebut.


"Apa saja, yang penting makan, " jawab Nara datar.


Lagi dan lagi, Reza terkejut dengan jawaban adiknya, ada apa dengannya? Pikir Reza.


"Saya hanya memilih makanan sederhana, yang penting ada boncabenya, " jawab Nara datar.


Buku itu di serahkan kepada Reza, dengan perasaan gamang ia mengambil buku tersebut dari adiknya, kemudian memesankan makanan untuk Ethan dan Ayah angkatnya.


"Kamu tidak nyaman,Nak? " tanya Pratama menatap Nara yang di sebelahnya.


"Nyaman, asalkan bersama. " Nara sudah menekankan kepada dirinya untuk bersikap tegas dan biasa saja, ia tidak boleh manja berlebihan.


"Bagu kalau begitu, " ucap Pratama tersenyum.


"Kenapa diam saja dari tadi? " tanya Ethan.


"Nothing! " jawab Nara singkat.


Reza menggeser kursinya dan duduk di dekat Nara, ia merangkul pundak adiknya itu dan menatap nya tajam. Namun Nara tidak peduli akan tatapan itu.


"Beritahu Kakak apa yang terjadi, " tekan Reza perlahan di telinga adiknya.


Nara menatap Reza hanya sebentar setelah itu ia memalingkan wajah nya tak peduli, Reza yang merasa di abaikan lagi hanya bisa menghela nafas. Tak lama kemudian makanan pun datang di antarkan oleh para pelayan, bau lezat makanan semakin menggugah selera.


Nara mengambil bagian nya kemudian tak lupa mengelap sendok dengan tisu lalu mulai menyantap makanan nya, begitu pula yang lain. Saat ini Reza tidak begitu selera dengan makan malam ini, ia hanya ingin adiknya itu berbicara terhadap nya.


"Dek... " panggil Reza perlahan.


"Hm. " hanya suara itu saja yang mampu di keluarkan oleh Nara.


Reza menghela nafas, apa yang harus ia lakukan? Keheningan terus terjadi saat itu, hingga Ethan mencoba untuk mencairkan suasana.


"Reza, sepertinya sebentar lagi aku akan kembali ke negara ku. " ucapan Ethan membuat tiga orang yang ada di dekatnya terkejut, termasuk Nara.


"Kembali ke negara mu? Memangnya kamu berasal dari negara mana ? " tanya Pratama.


"Ethan berasal dari Korea Selatan,Pi, Reza bertemu ketika dulu ada acara balap motor, " jawab Reza mengingat momen ketika melalui sebuah balap untuk pertama kalinya membangun sebuah kelompok atau Organisasi sebesar sekarang.


Nara hanya terdiam sambil terus menyuap makanan ke dalam mulut nya, entah kenapa ia merasa tidak rela ketika Ethan akan pergi dan entah kapan ia akan kembali.

__ADS_1


'Pantas selama ini wajah Kak Ethan mirip Oppa-Oppa korea, ' batin Nara.


"Kenapa kamu memutuskan untuk kembali? " tanya Reza.


"Kemarin tetangga ku nelpon kalau eoumma sakit, " jawab Ethan.


"Ayah kamu dimana? " tanya Pratama.


Ethan menunduk sesaat kemudian kembali menatap Pratama dengan senyum tipis. "Abeoji telah meninggal, dan aku tidak memiliki saudara lainnya. "


Pratama merasa bersalah ketika menanyakan tentang hal tersebut. "Maaf kalau saya lancang,Nak. "


"Ah, tidak apa,Pak, lagipula setiap orang pasti akan mati, " kekeh Ethan.


"Kapan kembali? " akhirnya Nara ikut bersuara.


"Ah..hmmm sepertinya tidak sebentar, " jawab Ethan sedikit rikuh, tentu saja yang ia maksudkan ialah mungkin saja ia sampai bertahun-tahun atau berbulan-bulan.


"Tak apa,Et. Yang penting kesehatan eoumma kamu lebih penting, " ujar Reza.


"Terkadang inilah hal yang kita takutkan ketika kita berada di negara lain dari orang tua kita, tetapi walau begitu jangan pernah sampai kita lupakan mereka, berikan mereka kasih sayang sama seperti mereka memberikan kita kasih sayang ketika masih kecil, " ucap Pratama memberikan sebuah petuah.


"Iya,Pi. "


"Iya,Pak. "


Sedangkan Nara hanya mengangguk, namun tiba - tiba saat itu tanpa sengaja pisau yang ia pegang untuk memotong steak milik nya kini pisau tersebut menggores telunjuknya.


"Shh.. " desis Nara tertahan, darah mulai mengalir banyak.


"Dek! " ucap Ethan dan Reza bersamaan.


"Nak Nara! " ucap Pratama, ia segera mengambil tissue yang ada di depannya dan memberikan kepada Reza.


"Kamu ini bagaimana sih? Kan jadi luka, " ucap Reza mengelap telunjuk adiknya.


"Dek, sakit? " tanya Ethan khawatir.


"Sedikit, " balas nya singkat.


"Di obatin ya, " bujuk Reza.


"Tidak perlu. " Nara mulai membalut telunjuk nya dengan lembaran tissue lainnya.


Suasana saat itu kini hening,hingga terdengar suara MC yang ada disana menyambut kedatangan para grup band untuk menghibur suasana di restoran tersebut.


"Baiklah semuanya, saya minta waktu sedikit untuk mempersilahkan tamu spesial kita, grup band yang sudah lama terkenal kini hadir untuk menghibur kita malam ini, " ucap MC perempuan tersebut dengan penuh semangat, baik Reza maupun Nara dan yang lainnya kini melihat ke arah panggung.


"Baiklah, mari berikan tepuk tangan yang meriah untuk tamu spesial kita, " sambung nya lagi, seluruh isi restoran tersebut sontak memberikan tepuk tangan gemuruh ketika melihat beberapa personil mereka menaiki panggung.


MC tersebut memberikan mikrofon kepada salah satu dari mereka untuk memberikan sedikit sambutan. "Terimakasih untuk pengunjung semuanya karena telah menyambut kedatangan kami dengan meriah, malam ini kami akan memberikan beberapa lagu untuk menghibur kalian, tapi sebelumnya adakah diantara kalian yang mau ikut bernyanyi bersama kami? " tanya seorang vokalis perempuan memberikan kesempatan untuk para pengunjung.


Semua pengunjung terdiam, tidak ada yang mengajukan diri mereka, namun saat ini salah satu dari pengunjung yang tak lain ialah Nara mengangkat tangannya sehingga Vokalis perempuan itu turun dari atas panggung dan menghampiri meja tempat Nara saat ini.


"Kamu serius,dek? " tanya Reza melihat adiknya.


"Kamu bisa bernyanyi? " tanya Ethan juga.


Nara mengangguk perlahan hingga terdengar suara Pratama memberikan tepuk tangan. "Wah,anak Papi hebat! " ucapnya penuh semangat


Seluruh pengunjung juga ikut bertepuk tangan, namun Nara hanya memberikan senyum tipis.


"Heh, nama kamu siapa? " tanya Vokalis perempuan mengulurkan tangannya kepada Nata6da. tersenyum ramah.

__ADS_1


"Nara, " jawab nya singkat dan menerima uluran tangan tersebut.


"Baiklah, Nara, ayok bernyanyi bersama dan memberikan yang terbaik kepada semuanya! " teriak nya penuh semangat.


"Nara! Nara! Nara! " teriak semua pengunjung menyebut nama Nara setelah mendengar dari Vokalis tersebut.


"Come! Nara biarkan kami mendengar suara emas mu, dan panggil aku Lian, " ucap nya tersenyum manis, wajah perempuan ini begitu jelas dari Negara Asia Timur.


Reza dan Ethan saling pandang, mereka baru mengetahui bahwa Nara bisa bernyanyi. Ini sungguh luar biasa pikir mereka. "Yes,Nara! Come on! " teriak keduanya penuh semangat.


"Putri Papi semangat! " Pratama ikut memberikan semangat sehingga membuat Nara sedikit merona.


Lian segera menarik tangan Nara untuk menuju ke arah panggung, teriakan serta tepuk tangan yang begitu meriah membuat Nara menjadi semakin semangat untuk mempersembahkan lagu pertama yang akan ia nyanyikan di restoran mewah ini.


Di bawah cahaya lampu panggung, aura kecantikan nya semakin terlihat jelas hingga tidak heran seluruh mata para Pria yang ada disana memandang takjub dan berbinar, tentu saja mereka yang tidak membawa pasangan.


"Hey, apakah kita akan bernyanyi bersama? " sapa salah satu personil laki-laki.


Nara mengangguk. Kemudian Lian mulai bertanya. "Kira-kira lagu apa yang akan kita nyanyikan malam ini? " tanya Lian.


"Ini sebenarnya lagu dari enam bulan lalu sebelum tahun 2023, " jawab Nara.


"Oh benarkah? " ucap Lian.


"Hm, sebenarnya saya tidak yakin akan bisa menyanyikan nya, tapi saya dulu sering mendengar lagu ini setiap saat ketika tidur, " ungkap Nara mengingat ketika dirinya masih berada pada fase sendirian saat Reza masih di negara luar.


"Oke,sebutkan saja apa judulnya, " ucap Lian.


"Wild Flower dari RM(BTS) feat Yeojen, " jawab Nara lirih.


Sebuah album solo dari salah satu member yang begitu terkenal di seluruh dunia, dan menceritakan sebuah kisah hidup nya yang ingin tumbuh seperti bunga liar dan bebas, bukan seperti kembang api yang hanya bisa menyala hanya sesaat.


"Hey! Kami sering membawakan lagu itu, hanya saja sedikit yang menggemarinya mungkin saja suara ku sedikit kurang bagus hahah! " tawa Lian.


"No Problem, berikan yang terbaik! " ucap nya lagi. "Hit it,guys! " seru nya kemudian memberikan mikrofon kepada Nara dan ia juga memakai mikrofon untuk penyanyi unggulan atau penyempurna dalam menyanyikan lagu.


"Ladies and gentleman! Miss Nara performing Wild Flower! " serunya kemudian di sambut tepuk tangan yang begitu meriah oleh para pengunjung, terutama para perempuan mungkin saja salah satu dari mereka mengenal lagu tersebut.


...Alunan merdu suara alat musik band kini menghiasi malam didalam sebuah restoran ternama milik kota itu, bahkan separuh dari mereka para perempuan kian menjerit histeris ketika bait pertama dinyanyikan oleh...


Nara.


^^^"*f*lower field, that’s where I’m at^^^


^^^Open land, that’s where I’m at^^^


^^^No name, that’s what I have^^^


^^^No shame, I’m on my grave. "^^^


*Ladang bunga, itulah tempatku berada


Lahan terbuka, itulah tempatku berada


Tanpa nama, itulah yang aku punya


Tanpa malu, aku berada di kuburan. *


Bait awal dengan Rap yang indah serta emosi Nara yang begitu nyatu dengan lagunya semakin membuat para pengunjung terpana sambil memberikan tepukan yang gemuruh.


"Nara you're the best! "


"Nara I Love You! "

__ADS_1


Teriakan para laki-laki menggema di tempat itu, tanpa mereka sadari seseorang mengepalkan tangannya kuat seakan-akan ingin menghajar setiap mata yang memandang penuh keinginan untuk Nara


Reza tertegun begitu mendengar Nara membawakan lagu tersebut, mengingat dirinya yang begitu di benci dan tidak di terima oleh keluarganya.Mengungkapkan keinginannya untuk hidup seperti bunga liar yang tenang, daripada kembang api yang bersinar sekali lalu menghilang.


__ADS_2