Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Rencana Licik


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 📖😀😃😄😁😆


*


*


*


Hembusan angin di kota tersebut sangat menyejukkan, burung dara terbang mengitari atap - apa rumah dengan suara khas mereka menambah kesan pagi sudah datang , cuaca sedikit mendung namun tak membuat orang - orang berhenti melakukan aktivitas yang sudah menjadi kewajiban sehari - hari mereka.


Kini Nara sudah tiga hari tidak masuk kampus semenjak kejadian ia balap liar dan berakhir bertengkar dengan sang kakak ,namun di balik pertengkaran tersebut ada rasa sayang yang tidak bisa di ungkapkan dengan begitu mudahnya.


"Kakak aku mau masuk kuliah, " ujar Nara saat menyantap sarapan nya.


"Kamu bersemangat sekali kuliah nya, " ujar Sherly.


"Hm ya kemarin aku ujian sepertinya harus nyusul, " ujar Nara.


"Kakak sudah ngomong sama dosen beberapa hari yang lalu, " ucap Reza.


"Jadi Kakak sudah mengizinkan kalau aku sakit? "


"Hm." mengangguk.


"Kak! "


"Ya."


"Selesai sarapan jangan pergi kemana - mana ya. " ucapan Nara membuat mereka yang ada disana mengerutkan kening.


"Kenapa memangnya? " tanya Ethan.


"Kalian berlima tetap disini aja, jangan pergi kemana - mana, " ucap Nara dengan nada serius.


"Ya ada apa emang ? " tanya Aldo.


"Tidak aku hanya ingin melihat kalian saja. "


Reza hanya terdiam merenungi ucapan adik nya , entah apa yang terjadi dengan Nara kenapa tiba - tiba ngomong seperti itu.


Sedangkan disisi lain, tepat nya di sebuah gedung yang cukup gelap hanya terisi oleh suara tertawa dari beberapa pria yang ada di dalam nya.


"Kalian sudah berpikir apa yang akan kita lakukan ? " seringai licik keluar dari wajah nya.


"Menurutku, bukan kah dia mempunyai bisnis? Kenapa kita tidak kacaukan saja bisnis nya? " usul yang lain.


"Itu ide bagus, sekalian dengan itu kita bisa menjatuhkan nya, " ucap Pria yang bernama Nando.


"Dengan mengacaukan bisnis bisa membuat para pemimpin gelap tidak akan bisa memberikan nya kepercayaan, lama - lama dia juga akan bangkrut, " tambah Kelvin.


"Hmmm, usulan yang cukup menarik. Apakah dia masih mengimpor barang ilegal di tempat biasa? " tanya Ricard, mengingat salah satu anak buah Reza sering melakukan penyelundupan senjata ilegal.


"Kami sering memantau dari sana, pengawalannya sangat ketat, Tuan," ucap salah satu pengawal nya.


"Apa yang tidak bisa di lakukan oleh Grim Reaper? Bukankah kalian selama ini berlatih untuk menjadi anggota?! " tegas Ceno, termasuk orang yang paling dekat dengan Ricard.


"Bila perlu, mulai sekarang gagalkan rencana mereka untuk mengimpor barangnya, biarkan petinggi organisasi hitam tidak percaya lagi dengannya, " putus Ricard.


"Siap, Tuan. " setelah lama berbincang para anak buah Ricard keluar dan kembali melakukan tugas masing-masing seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya.


Ricard adalah mafia paling kejam di antara pasukan Grim Reaper setelah Jungle Kingdom, semenjak kerja sama nya di tolak oleh salah satu Organisasi terbesar di negara Italia yang terkenal dengan bisnis besar nya, ia menjadi sangat kejam bahkan menyimpan dendam terhadap Jungle Kingdom.


Mereka pernah bersaing untuk mendapatkan sebuah kepercayaan besar dari organisasi tersebut, namun kerena Ricard menyimpan sebuah rencana licik nya, membuat organisasi itu lebih memilih kepercayaan Jungle Kingdom. Dari sanalah muncul sebuah dendam untuk Jungle Kingdom, kedengkian dan sifat serakah dari Ricard membuatnya gelap mata dan ingin menguasai seluruh dunia dengan kekuasaan yang akan ia miliki.

__ADS_1


"Kamu selalu cepat tanpa memikirkan apapun, Ricard. " seorang pria yang berdiri di depan pintu mengalihkan semua perhatian yang ada di ruangan itu.


"Menurut mu aku ini bodoh? Tentu jelas aku sudah memikirkan nya, " jawab Ricard santai.


"Ricard, jika kamu salah sedikit saja maka dampaknya akan sangat buruk," ucap nya lagi.


"Aku yang berkuasa disini, Daichi, aku tau apa yang harus aku lakukan! " bentak Ricard marah.


"Sudah cukup! Tidak ada gunanya kalian berdebat, kita lakukan saja sesuai rencana," lerai Nandho tenang


"Bukan kah kita sempat berperang waktu itu? Kenapa kamu tidak langsung melenyapkan nya?" tanya Kelvin.


"Saat kita akan kembali menyerang, dia meninggalkan negara itu beserta para pasukannya, ternyata dia pulang ke negara ini, " kekeh Ricard.


Masih ingatkan ketika Reza sedang beralasan melakukan sebuah pekerjaan di luar negeri, ya pada saat itu sebuah Anggota dunia gelap yang terkenal dengan kekejaman para tokoh nya , Reza di undang untuk melakukan kerja sama dalam dunia bisnis tersebut namun saat itu Ricard yang ada disana ia di tolak mentah - mentah oleh Pemimpin tersebut dan lebih memilih Reza untuk bekerja sama dengannya.


Itulah hal yang membuat Ricard membenci Orang Jungle Kingdom,ia merasa di permalukan dan tidak di anggap keberadaan nya.


"Jika bukan tanpa alasan, dia tidak akan meninggalkan serangan kita begitu saja, apakah kamu tidak curiga? " tanya Ceno.


"Benar juga, aku akan mengerahkan seluruh mata - mata untuk mengintai nya di beberapa tempat, " ucap Ricard.


"Kamu sudah tentukan setiap lokasi yang di lewati? " tanya Daichi yang sebelumnya di bentak oleh Ricard.


"Anak buah akan mengawasi nya di satu tempat impor barangnya, dari sana mereka akan bisa mengikuti jejak anak buah Jungle Kingdom " jawab Ricard tegas.


"Baiklah, apapun itu, semua harus berjalan sesuai rencana, " ujar Nandho dan di angguki oleh seluruh yang ada di ruangan tersebut.


***


Sedangkan di Mansion Jungle Kingdom Nara merasakan hati yang resah, ia tidak bisa menebak apa yang akan terjadi, namun tiba - tiba...


"Kak, Kakak selama ini selain kerja bisnis Cafe milik Nenek, Kakak kerja apa? " tanya Nara tiba - tiba membuat yang lain menoleh.


"Kenapa kamu bertanya begitu? Bukankah jelas sekarang kerjaan Kakak? " jawab Reza.


"Memangnya kenapa? Kalau Kakak bilang melakukan penyaluran barang ilegal kamu akan marah? " tanya Reza mengerutkan keningnya.


"Maka dari itu, aku_ " Nara tidak sanggup melanjutkan ucapannya, ia merasa sangat resah saat ini, ia berpikir bagaimana kalau setiap Kakak nya melakukan itu akan gagal?


"Kenapa? Apa yang kamu sembunyikan? " tanya Reza.


"Menurut ku, Kakak mulai sekarang perketat pengawalan saat Kakak melakukan penyaluran barang, karena kita tidak tau musuh akan tiba - tiba menyerangnya untuk mengacaukan bisnis Kakak, " terang Nara, kembali yang lain saling lirik.


"Kenapa kamu berpikir begitu? Sebenarnya apa yang terjadi? " capek sudah Reza di buat bingung oleh adiknya, bahkan kini ia mulai resah dengan ucapan itu.


"Aku merasa sebentar lagi semuanya akan kacau,Kak, " jawab Nara.


"Tenanglah, dek, jangan berpikiran yang macam - macam, semuanya akan baik - baik saja, " ujar Aldo.


Reza segera memberi sebuah kode kepada Bima untuk bergerak cepat, ia tau sesuatu yang di rasakan oleh adiknya itu adalah peringatan untuk ia berhati - hati melakukan pekerjaan, terkadang apa yang di rasakan oleh Nara bisa terjadi kenyataan, namun saat ini Reza tidak ingin semua itu nyata, ia harus tetap waspada dan semakin mengetat kan penjagaan semaksimal mungkin.


***


Sore harinya, Nara tampak bosan berdiam diri di dalam Mansion, ia Memilih untuk menemui Kakak nya yang berada di ruang tamu. Namun sebelum itu ia memilih untuk mengganti pakaiannya setelah mengganti pakaian, ia melangkah ke arah ruang tamu.


"Kak kita pergi jalan - jalan yuk, " ajar Nara.


Reza yang sedang bermain game bersama para sahabatnya pun mengerutkan kening melihat penampilan Nara yang tak biasanya.


"Kenapa kamu memakai baju seperti itu? " melihat Nara yang memakai dres selutut dengan lengan tali memperlihatkan pundak mulus nya.


"Hanya ingin, " jawab nya singkat.


"Ganti atau tidak pergi sama sekali " tegas nya.

__ADS_1


"Hehe i- iya kak, " Nara menghela nafas dan kembali lagi ke kamar nya untuk mengganti pakaian.


"Za,aku kepikiran tentang ucapan Nara, apa benar semuanya akan kacau? " tanya Bima.


Reza menoleh. " Akupun berpikir seperti itu, aku cukup takut semuanya akan terjadi nyata dan berimbas kepada Nara." Bukan tanpa alasan Reza menakuti semua itu, jika benar, ia bisa mengukur kekuatan lawan dan tidak bisa di remehkan.


"Za ingat satu hal, jangan pernah biarkan Nara sendirian bisa saja musuh kita mengincar keberadaan nya, " ucap Ethan.


"Tapi darimana mereka tau Nara bersama kita? " tanya Aldo.


"Dunia luar sangat canggih, Al, bisa saja ada yang mengirim kan mata - mata tapi kita tidak tau, " ucap Bima.


"Suruh saja Sherly sering bersamanya, " ucap Aldo.


"Tidak, mereka sama - sama perempuan aku tau mereka memiliki kemampuan tapi aku tidak yakin karena mereka pasti sangat membutuhkan bantuan, " ujar Bima.


"Betul,Bim, kayak nya kita harus mengerahkan beberapa pasukan mulai dari sekarang, " ucap Bima.


"Keadaan terasa sangat kacau, " timpal Ethan.


"Aldo apakah kamu pernah mengetahui keberadaan musuh kita? " tanya Bima.


"Musuh kita banyak, Bim, musuh kita yang mana? " tanya nya bingung.


"Grim Reaper, " jawab Bima cepat.


"Bukankah dulu saat peperangan terjadi dia berada di Hutan Forest? " jawab Aldo.


"Bisa saja dia pindah kesini karena curiga kita tiba - tiba menghentikan perang waktu Nara di larikan kerumah sakit, " timpal Reza.


"Benar, Ricard sudah gelap mata akan keserakahan nya, ia tidak bisa mengalah dengan apa yang kita raih, " tambah Bima.


"Kenapa mereka sangat ingin mengalahkan kita? " tanya Ethan mengingat saat pertempuran itu Ricard di penuhi dengan ambisi nya yang ingin merebut semua kekuasaan yang di miliki oleh Reza.


"Kalian tidak ingat bagaimana Organisasi Cold Blood tidak menerima kerja sama mereka? " jelas Reza.


"Oh ya, aku baru ingat. Setahu ku dia mungkin tidak di terima karena memiliki sebuah alasan yang jelas, Organisasi berdarah dingin itu tidak asal - asalan menerima kerja sama dari orang lain, sudah tentu kita terpilih karena memang apa yang kita lakukan sudah luar biasa di matanya, " ujar Ethan tersenyum tipis.


"Aku berpikir Grim Reaper menyerang kita untuk meraih kepercayaan dari Cold Blood, cih.. memang serakah! " desis Aldo.


"Menurutku,kita harus tau apa alasan dari pemimpin Cold Blood tidak menerima kerja sama mereka, " tukas Bima.


"Sudah pasti mereka tau kelicikan dari Ricard , dia hanya ingin memanfaatkan kerja sama ini, hanya untuk nama mereka supaya lebih terkenal dan semakin naik di setiap negara, " ujar Reza menjelaskan.


"Berarti kita harus menemui pemimpin Cold Blood di Australia lagi? " tanya Bima.


"Nanti kita pikirkan, yang terpenting sekarang adalah keselamatan Nara,jangan sampai Nara ikut terlibat dalam permasalahan besar seperti ini,bisa saja suatu saat Nara di tangkap dan melakukan sebuah pertukaran sialan! " ujar Reza dengan dada kembang kempis.


"Benar, Za , apalagi ini menyangkut Konflik antara tiga sekutu kita Jungle Kingdom, Cold Blood ,serta Grim Reaper. Jika sampai Nara ikut terlibat akan sangat berbahaya dan kamu pasti tau kan jika sampai Pemimpin Cold Blood tau keberadaan Nara sudah jelas - jelas ia akan meminta nya karena Pemimpin mereka terlalu berambisi untuk memanfaatkan seorang wanita untuk melakukan sebuah percobaan dari segala alat yang ia buat untuk menghancurkan musuh, " tegas Ethan panjang lebar.


"Benar sekarang Sekutu Grim Reaper sudah tidak bisa di remeh kan lagi, menurut informasi media mafia pasukan yang mereka miliki semakin bertambah, " ucap Aldo sembari melihat layar laptop yang sudah di sediakan untuk mencari beberapa informasi.


"Aku minta bantuan kalian untuk semuanya aku takut gara - gara aku Nara yang kena imbas nya, " ucap Reza khawatir.


"Jangan cemas ,Za, kita hadapi semuanya bersama - sama, " ucap Bima, tanpa mereka sadari sedari tadi Nara mendengar pembicaraan mereka yang bersembunyi di balik tembok yang menghalangi antara kamar dan ruang tengah.


"Grim Reaper ? Jadi Jungle Kingdom memiliki konflik besar antara tiga sekutu? " guman Nara.


"Maafin aku, Kak, sudah merepotkan Kakak, gara - gara keberadaan ku Kakak harus berusaha untuk melindungi ku, " gumannya lagi merasa tak enak hati.


*


*


Vote...

__ADS_1


Like...


Komen... ❤💞


__ADS_2