Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Ayah licik


__ADS_3

Bismillah 🀲


Happy Reading πŸ₯³πŸ’œ


*


*


Sudah tiga hari Nara dan Kakak nya bersama Jungle Kingdom. Saat ini, di rumah megah tempat kediaman William disinilah sekarang tempat Reza dan Nara, ya mereka memutuskan untuk pulang setelah pembahasan mengenai Organisasi maniak yang berada di negara New York, Reza belum memberitahu Nara tentang penyelidikan mereka sudah ketemu, karena tidak ingin Nara terlalu banyak berpikir tentang peperangan yang akan terjadi.


Dan tentu saja kepulangan mereka tidak di sambut baik oleh keluarga nya, malah membuat seisi rumah gempar dan banyak terjadi pertikaian antara orang tua dan anak. Namun sekali lagi Reza menekankan kepada dirinya untuk tidak terlalu mengurusi keluarganya, ia hanya ingin fokus menjalani kehidupan yang sekarang dan mengembangkan cafe yang sedang ia kelola saat ini.


Saat ini Nara sedang berada di kampus nya, ia baru saja menyelesaikan semua ujian susulannya yang sempat tertinggal beberapa minggu lalu dan kini terakhirnya ia melakukan ujian susulan tersebut setelah itu ia akan menikmati libur panjangnya.


Reza pula melakukan ujian susulan karena ia bersamaan meminta izin kepada dosennya dengan alasan yang tidak di mengerti oleh para dosen tersebut, namun bagaimana lagi Reza terlalu pemaksa mentang - mentang menjadi Mahasiswa kesayangan. Bahkan Reza dengan beraninya merayu para dosen itu hingga akhirnya ia di izinkan.


"Nara! Tunggu! " suara panggilan dari belakang Nara membuat nya segera menoleh.


"Ada apa? " tanya Nara datar.


"Kamu suda selesai ujian? " ya itu adalah teman kelasnya Wulan.


"Sudah, " jawab Nara singkat.


"Lalu kamu mau kemana sekarang? " tanya Wulan lagi.


"Saya mau pulang. "

__ADS_1


"Hmm ini jaket mu yang kemarin aku pinjam, " Wulan memberikan jaket milik Nara yang sudah beberapa hari belum di kembalikan semenjak Nara melawan Jeck di depan umum.


"Terimakasih, kalau begitu saya pergi, " ujar Nara melangkah kembali, sedikit tersenyum tipis ke arah Wulan membuat gadis itu salah tingkah.


"Wow, dia tersenyum, " ucap Wulan spontan dengan suara kecil nya, selama di kampus Nara tidak pernah terkesan memperlihatkan dirinya, ia seketika berubah semenjak mengalami masalah dalam keluarga nya.


Nara dengan langkah tegas nya menyusuri halaman kampus untuk mencari keberadaan Reza, namun saat sedang asyik nya ia berjalan, langkahnya terhenti ketika ia bertemu dengan orang yang tak asing baginya.


"Nar, mau kemana? " ya dialah Jeck. Masih ingatkan yang ngajak Nara taruhan, dan sekarang dia cukup friendly dengan Nara.


"Jeck? Sedang apa kamu disini? " tanya Nara balik masih dengan sikap datar nya.


"Ah tidak aku hanya tidak sengaja melihat mu," ujar nya.


"Owh..yasudah kalau begitu saya duluan ,soal hasil taruhan dulu thanks ya, " ucap nya sambil berlalu dan Jeck mengangguk sembari mengacungkan jempol.


Hingga pada saat dimana Jeck membawa motor tersebut untuk Nara yang baru kembali masuk ke kampus setelah beberapa hari cuti, Reza yang melihat hasil dari taruhan adik nya sangat terkejut begitu, pula orang rumah bahkan sampai Jonathan mengira bahwa ini hasil mencuri namun saat itu Nara memberikan beberapa motor tersebut membuktikan bahwa ia tak mencuri.


"Kak!! Kak Reza!! " teriak Nara sambil berlari menuju ke arah Reza yang sedang duduk bersama sahabat nya.


Reza menoleh ke arah suara tersebut terlihat adik kesayangannya setengah berlari, Nara langsung menerjang tubuh tegap Reza dan memeluknya, " Aishhh dek kenapa lari - lari? " desah Reza.


"Hehe nggak ada, " jawab Nara tercengir sesekali mengatur nafas nya.


"Kayaknya dia sayang banget sama kamu, Za, " kikik salah satu temannya yang bernama Roni.


"Bukan sayang aja, tapi sudah layaknya anak dan seorang ayah, " timpal Arka.

__ADS_1


"Sudah lah kalian membuat ku malu, " ujar Reza datar.


"Bercanda, Za, datar amat, " cibir Arka mereka pun tertawa bersama.


***


Sedangkan di Mansion William, saat ini Jonathan kedatangan seorang tamu dengan jas formal nya. Orang itu tentu mencari Reza, namun Jonathan mengatakan bahwa Reza belum pulang dari kampus hingga akhirnya orang tersebut memberikan sebuah map yang membuat kesenangan nya pupus karena satu hal, dimana ia mendapat kan sebuah kabar yang begitu mengejutkan bagi dirinya .


Tentu saja sesuatu yang membuatnya terkejut adalah sebuah map berwarna coklat yang berisi tentang harta warisan dari Ibu anggie yang telah lama meninggal.


Dan betapa terkejut nya setelah melihat isi surat tersebut, tentu saja isi surat tersebut di serahkan kepada Reza bahkan Ibu anggie memberikan seluruhnya hanya untuk mereka berdua, Ibu anggie sudah tak percaya lagi dengan keberadaan Jonathan, karena tingkahnya yang semena - mena terhadap dua adik Kakak tersebut sehingga, ia memutuskan sebelum ia tau akhir hidup nya ia bertemu dengan seseorang dan membuat surat keputusan tentang pemegang harta warisan. Dan yang tertera namanya dialah Reza, karena Ibu anggie yakin Reza bisa mengelola semuanya dengan baik.


"Mendiang ibu anggie memberikan sebuah kepercayaan terhadap anak anda, Tuan, saya sangat terkesan untuk itu, " ujar Pria tersebut.


"Saya juga, Pak, semoga dia bisa menjaga warisan ini. " tentu saja dalam hati Jonathan merasa muak melihat kenyataan tersebut.


Lebih beruntung nya lagi Jonathan masih belum mengetahui tentang Cafe mendiang ibunya yang sekarang di kelola oleh Reza.


"Baiklah kalau begitu saya pamit undur diri, Tuan, terimakasih, " ucap Pria itu menjabat tangan Jonathan.


"Sama - sama, Pak, " balas Jonathan.


Setelah Pria itu meninggalkan Mansion, Jonathan dengan cepat naik keruang kerja nya dan dengan liciknya Jonathan menyembunyikan bukti surat pemilik sah ahli waris itu, ia tidak mempunyai pilihan dan merasa takut bahwa kalau Reza mengetahui hal ini bisa saja Reza melengserkan mereka dari rumah ini.


*


*

__ADS_1


Maaf telat up πŸ™πŸ™jangan lupa like vote and komen😘πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜πŸ™ƒ


__ADS_2