
Bismillah π€²
Happy Reading π₯³π
*
*
Beberapa hari setelah terjadinya penculikan serta penyerangan antara Jungle Kingdom dengan Scale Bones kini hari itu mereka semakin tetap waspada karena pembahasan beberapa hari yang lalu tentang kejanggalan tersebut semakin di rasakan oleh sang pemimpin Jungle Kingdom.
Setelah kepulangan adiknya dari rumah sakit, Reza langsung membawa Nara ke Mansion Jungle Kingdom sedangkan Eren dan Choi di tugaskan mengantar Jonathan yang masih ada di markas Rain untuk kembali ke kediaman William.
Nara yang terus - terusan merengek meminta untuk di pulangkan dari Rumah Sakit, akhirnya Reza pasrah dan segera konsultasi dengan Dokter Dika.
Hari - hari berjalan dengan begitu baik, sembari para setiap anggota melakukan berbagai macam penyelidikan yang terasa menjanggal, Reza juga tak lupa untuk memeriksa berulangkali para anggota Jungle Kingdom, ia begitu takut akan ada penyusup yang bisa masuk seperti dulu.
"Bisakah saya bertemu dengan Tuan Reza? " Rain yang baru datang ke Mansion Jungle Kingdom berbicara dengan Chen.
"Saya panggilkan dulu, " jawab Chen segera berlalu.
Sedangkan Reza sedang menemani Nara di ruang tamu untuk menonton berbagai macam film bergenre Action, berkali - kali Reza mengingatkan supaya Nara tidak boleh terlalu bergerak karena lukanya tetapi Nara tak mengindahkan peringatan tersebut.
"Tuan Reza. " Chen membungkuk memberi hormat.
Reza mengalihkan perhatiannya kepada sang anak buah. "Ada apa? " tanyanya.
"Komandan Rain ingin bertemu dengan anda, dia ada di luar , " jawab Chen, merasa tidak sopan bila hanya menyebutkan nama nya saja.
"Suruh dia masuk, " ujar Reza.
"Baik, Tuan. " Chen segera berlalu dari hadapan Reza.
"Dek, Kakak ada urusan, Kakak antar ke kamar saja ya, " ucap Reza.
"Ada apa memangnya? " tanya Nara.
"Tidak tau, yasudah ayok masuk dulu, " ujar Reza.
Mau tak mau Nara hanya menuruti ucapan Kakak nya, setelah mengantar Nara kembali ke kamar nya Reza segera menemui Rain yang sudah ada di ruang tamu.
"Tuan, " ucap Rain ketika melihat Reza keluar.
"Mari ke keruangan, " ajak Reza sambil berjalan menuju ke arah ruangan Pribadi miliknya.
Rain hanya mengikuti dari belakang, ia baru pertama kali masuk di Mansion khusus milik Jungle Kingdom, begitu terlihat megah pikirnya.
"Jadi, ada perlu apa? " tanya Reza langsung setelah mempersilahkan Rain untuk duduk.
"Begini, Tuan, bagaimana tentang Arres yang telah anda tangkap? " tanya Rain.
"Aku belum melihatnya, tapi Bima selalu memberi informasi tentang keadaan nya, " jawab Reza.
"Saya menemukan beberapa poto beserta file dari anak buah saya, Tuan, sebagai bukti bahwa Zemira tidak ada hubungannya dengan anda, " ucap Rain sambil memberikan sebuah amplop berwarna cokelat yang berisikan flashdisk.
"Dan ini Poto pelakunya. " Rain mengeluarkan kembali amplop kedua. "Dia mengasingkan diri setelah melakukan itu kepadanya, karena terlalu takut untuk berurusan dengan Arres. "
Reza sedikit terkejut dan mulai mengamati setiap Poto tersebut, lalu mengambil sebuah flashdisk memasangkan nya pada laptop yang ada disana, ia sedikit ragu menekan tombol play, namun karena rasa penasaran nya ia kemudian menekannya.
__ADS_1
Video mulai berputar, dan Reza membulatkan mata ketika melihat seorang gadis yang pernah bersama nya dulu dalam keadaan kacau, dalam Video tersebut benar memperlihatkan seorang laki - laki menyeret gadis yang bernama Zemira secara paksa setelah Zemira berusaha memberontak, bahkan terlihat memukul Zemira begitu keras.
"Apa masalah lelaki ini sehingga begitu menginginkan Zemira? " tanya Reza menghentikan Video tersebut.
"Saya tidak tahu, Tuan, sepertinya lelaki itu memang terlalu terobsesi sehingga melakukan hal seperti itu, " jawab Rain.
"Kamu menemukan tempat tinggal lelaki itu? "
"Belum, saya langsung menyuruh anak buah untuk kembali, karena takutnya terjadi sesuatu yang tak terduga, " jawab Rain.
Reza menghela nafas mencoba menenangkan pikirannya yang terasa begitu berat. "Bima pernah mengatakan kalau dia curiga dengan penyerangan waktu itu, " ujar Reza.
Rain memajukan sedikit tubuhnya. "Maksud, Tuan? "
"Waktu di rumah sakit, aku ingin membicarakan ini dengan mu tetapi waktu itu kamu terlihat begitu gelisah tentang keadaan anak buah mu, akhirnya aku memilih waktu yang tepat. "
"Lalu apa yang ingin anda katakan? " tanya Rain.
"Selama kamu bersama dengan Arres, apakah kamu pernah melihat orang lain atau orang yang paling dia percaya? Atau apakah Arres sering mengubah identitas nya? " Reza mulai terlihat begitu serius.
"Beberapa kali Arres pernah mengatakan bahwa ada orang yang sering membantunya ketika menjalankan misi, tetapi kami tidak tau siapa yang dia maksud, kalau soal mengubah identitas atau merubah wajah itu hal yang paling sering dia lakukan, " jelas Rain.
Reza mengerut kan dahi. "Mengubah wajah? "
Mengubah wajah atau sering melakukan berbagai macam operasi plastik hanya untuk menutup wajah aslinya, itulah ketika sebuah Organisasi yang berdarah dingin begitu mudah mengelabui musuh nya hanya dengan mengubah wajah, bahkan nama pun bisa di ubah supaya ia tak mudah untuk di deteksi.
"Benar,Tuan, sampai saya hanya sekali melihat wajah aslinya, " jawab Rain.
"Tapi Aldo pernah menunjukkan wajah aslinya kepada kami, lalu menurut mu itu hanya tipuan? " tanya Reza bingung.
"Lalu, bagaimana menurutmu dengan penyerangan kemarin? " tanya Reza lagi.
"Sepertinya saya juga merasakan kejanggalan itu, Tuan, karena bukan saya saja yang dapat tertipu olehnya, tapi semua orang, saya juga heran ketika melihat wajah Arres yang begitu terlihat berbeda, tapi waktu itu saya tidak ambil pusing karena saya merasa mungkin Arres melakukan operasi plastik lagi, " jelas Rain.
Reza bedecak kesal, kenapa Rain dari awal tidak memberitahu nya tentang ini? "F*ck you, kenapa kamu tidak memberitahu ku lebih awal? " kesal nya.
"Maafkan saya, Tuan, saya tidak sampai memikirkan hal itu, " jawab Rain menunduk.
Reza tampak frustasi sambil memijit keningnya. Ini sudah jelas bahwa ia memang salah tangkap orang, Lalu siapa orang yang dia tangkap? Dan kenapa namanya sama?
***
Dalam kamar, Nara terlihat begitu asyik membaca bukunya, berkali-kali tertawa tanpa memperhatikan siapa yang telah masuk ke kamarnya.
"Nara. "
"F*CCKK!! " umpat Nara ketika melihat wajah nya begitu dekat dengan lelaki itu.
"Hm? " mengerut kan kening.
"Kak Ethan! Kenapa muncul tiba - tiba! " amuk Nara ketika melihat wajah polos itu hanya mengedip kan matanya.
"Ah, maaf, aku mengagetkan mu ya? " tanya Ethan tanpa embel-embel Kakak.
"Tentu saja! " teriak Nara.
"Maaf. "
__ADS_1
"Kakak ngapain kesini? Dimana Kak Bima dan yang lain? "
"Kak Bima masih ada urusan di markas, memangnya aku tidak boleh menemui mu? " Ethan menautkan kedua alisnya.
"Hm, ya ya terserah. " Nara jengah kemudian kembali melanjutkan membaca bukunya.
Ethan yang melihat itu segera meraih buku yang di pegang oleh Nara sehingga tatapan mereka bertemu.
"A-apa yang Kakak lakukan? " Nara begitu gugup melihat pandangan intes tersebut.
"Bisakah jangan memanggil ku Kakak ketika kita berdua? " suara berat dan tertahan itu berhasil membuat jantung Nara berdetak begitu cepat.
'Sial! Jantung sialan! Berhenti berdetak atau aku akan mengeluarkan mu dari sana!!!' amuk Nara dalam hati, sungguh hal ini membuatnya begitu merona.
"Nara... Aku mencintaimu mu. "
Deg!
Pernyataan tersebut berhasil membuat Nara susah bernafas, apa? Ethan mengatakan kalau dia mencintai nya? Apakah ia hanya bermimpi?
Meskipun Ethan dulu pernah menanyakan soal masalah hati tetapi ia tak pernah secara langsung mengungkapkan hal seperti ini.
"A-aku... aku... " sungguh suara Nara berhenti di tenggorokan, kenapa ia mendadak menjadi orang bodoh?!
"Jangan di jawab sekarang, aku tau kamu masih belum memiliki perasaan itu pada ku, aku akan menunggu mu sampai kamu benar - benar merasakan hal yang sama dengan ku, " ujar Ethan, terlihat kekecewaan tercetak jelas di wajahnya.
Nara melihat hal itu, selama ini ia juga begitu merasakan hal yang aneh ketika berdekatan dengan Ethan, sedangkan ketika berdekatan dengan yang lain hal itu sama saja ketika berdekatan dengan Kakaknya Reza
Sebenarnya apakah ia sudah bisa merasakan cinta lagi setelah trauma dengan cinta pertama nya yang di rebut oleh saudaranya sendiri? Fasalnya, Nara ingin bertemu dengan lelaki br*ngs*k itu, tetapi ia seperti sudah di telan bumi dan tak pernah terlihat lagi.
Nara takut akan di hianati lagi, tetapi jika sudah perasaan nya seperti ini apa yang bisa ia lakukan ? Apakah akan memendam nya sedangkan orang yang berhasil membuatnya jatuh hati telah menyatakan perasaannya.
Nara kembali memenangkan pikiran nya berusaha untuk mengingat hal - hal yang tak pernah terlupakan ketika bersama dengan Ethan, hal itu sering membuat Nara tersenyum sendiri, bahkan merasa lebih bahagia dari sebelumnya.
"Aku tau, aku harus menunggu, baiklah kalau begitu aku tidak akan memaksamu, " ujar Ethan lagi, ia hendak melangkah pergi tetapi Nara segera menarik lengannya.
"Tunggu! "
Ethan berbalik menatap Nara yang tertunduk. "Hm? "
"Se-sebenarnya, a-aku.... "
"Aku apa? " Ethan kembali bertanya.
Nara menggigit bibir bawahnya, kenapa ia mendadak kelu seperti ini?
"A-aku.... aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. " satu tarikan nafas ia berhasil mengucapkan satu kalimat tersebut.
Hening, ruangan itu menjadi hening. Nara menatap Ethan kemudian kembali berucap.
"Aku juga mencintaimu. "
*
*
π Like like like like likeππ
__ADS_1