Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Taman dan Danau


__ADS_3

Bismillah ๐Ÿคฒ


Happy Reading ๐Ÿ“–๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜๐Ÿ˜œ๐Ÿ˜


*


*


*


Dor!


Nara begitu terkejut dengan hal ini, mimpi nya benar sudah terjadi, lalu apakah benar pula Sherly akan tertembak? Ia harus melakukan apa?.


Satu tembakan mulai di lesakkan oleh satu pria yang terlihat sangat mengerikan, dengan wajah sebelahnya terlihat luka bakar dan mata sebelahnya lagi terlihat putih nya saja entah itu bekas apa namun cukup membuat mereka berdua terkejut.


"Siapa kalian!!! " bentak Sherly berdiri dari duduk nya.


"Diam kamu.. atau aku tembak!! " mendekat ke arah Nara, kini makanan yang masih tersisa berceceran dimana-mana.


"Hey lepaskan! " Nara memberontak dan langsung menendang perut pria yang akan menyentuh nya.


"Jangan coba - coba mendekat br*ngs*k!! " umpat Sherly.


"Tangkap gadis yang satu itu! " teriak salah satu Pria tersebut menunjuk ke arah Nara. Nara yang di tatap pun hanya bisa menatap tajam dan mengepalkan tangannya kuat.


Para pengunjung dan pedagang yang ada disana sudah terlihat sepi, dan pulang kerumah masing - masing, sehingga kini tidak ada tempat untuk kedua gadis itu meminta bantuan.


"Jangan dekati dia b"ngs*t! " teriak Sherly saat salah satu dari Pria itu mendekati Nara, bahkan Sherly mendorong Pria teras dengan sangat kuat sehingga menyebabkannya sedikit mundur ke belakang.


"Kurang ajar! " Pria tersebut melayangkan sebuah pukulan namun berhasil di elak oleh Sherly.


Akhirnya di tempat tersebut kini terjadilah sebuah pertarungan antara dua orang gadis dengan enam laki - laki yang memakai senjata lengkap, mereka berusaha mengerahkan tenaga untuk menghindari berbagai macam senjata yang di arahkan kepada mereka.


"Oh tidak,, Nara kerahkan tenaga kita, tidak ada kesempatan untuk mencari senjata, " ucap Sherly sedikit terengah-engah.


"Baik,Ly, " jawab Nara sambil memicingkan matanya.


Dua gadis tersebut mencoba untuk melawan mereka, Nara mencoba menenangkan pikirannya untuk melawan mereka, ia berpikir jika hari ini ia mati maka setidaknya ia mati dalam keadaan terhormat dihadapan musuh, ia tidak tau apa ending dari pertarungan ini.


Bugh!


Bugh!


Dugh!


Dor!


Dor!


Berkali - kali musuh yang menyerang mereka, melesakkan beberapa peluru namun karena ketangguhan serta kemampuan dua gadis itu tak membuat mereka terluka sedikit pun.


***


Disisi lain, Reza dan tiga sahabatnya memutuskan kembali saat mereka selesai dari dalam toilet, tentu saja penyebab Reza lama dengan Bima karena seseorang tiba - tiba berhamburan mengejar seorang penculik yang mengambil tas milik ibu - ibu yang sedang berkunjung, akhirnya mereka memutuskan untuk ikut mengejarnya.


Namun setelah selesai, barulah Aldo datang bersama Ethan membuat mereka memutuskan untuk melihat sekeliling hanya sementara waktu, hal itu seakan-akan menghilangkan rasa khawatirnya kepada Nara.


"Itu suara apa Al? " tanya Ethan tiba - tiba mendengar suara kegaduhan serta suara sebuah letusan


"Entah lah, ini kan sudah hampir malam orang - orang sudah terlihat sepi, " jawab Aldo menggidik kan bahu.


"Sialan!Sherly sama Nara ada disana f*ck sh***!" umpat Bima mengingat mereka meninggal kan dua gadis itu.


"Cepat kesana! Fu*k!" bentak Reza, bagaimana ia begitu lengah dengan keadaan adiknya?


Masing-masing meraba kedalam jaketnya, mengambil sebuah pistol yang selalu terselipkan untuk menghindar bahaya seperti ini, dengan kencang mereka berlari ke arah danau di dimana tempat kedua gadis itu.


Dor!


Bugh!


"Pengecut kalian! F*ck! " umpat Nara terengah-engah.


"Nara awas!!! " teriakan Sherly membuat Nara hampir lengah.


Bugh!


Nara memutar tubuh nya sambil melayangkan tendangan sabit ke arah musuh di belakang nya, hingga mengenai wajah pria itu, dan menonjok nya dengan sangat keras membuat nya tersungkur.


"Maju kalian semua!!! " tantang Nara.


Sedangkan Sherly sudah cukup kewalahan menghadapi mereka, bayangkan saja enam orang banding dua orang apalagi mereka adalah musuh yang cukup kuat sehingga tidak mudah melumpuh kan mereka.


Sherly sedikit lengah sehingga pukulan mendarat ke perut nya.


" Akkhh, " ringis nya.

__ADS_1


Bugh!


Pukulan yang sangat keras ke arah wajah nya membuat Sherly sedikit merasakan pusing dan sakit.


"Sherly sadar ! Jangan biar kan mereka menang!!! " teriak Nara di tengah - tengah perlawanan nya.


Bugh!


"Akkhh uhuk- uhuk. " darah keluar dari mulut Nara karena di tendang pada bagian rahang nya.


"Hm kemampuan mu tidak di ragukan lagi gadis pintar. " suara seringaian dari pria itu sangat menjijikkan.


"Sh*** ,, kurang ajar kalian!! " bentak Nara ia segera berdiri namun.


Bugh!!


Bugh!!


Berkali - kali pria itu melayangkan pukulan membuat Nara tak berdaya, tap ia harus bisa melawan mereka dan cepat pergi dari sana.


"Jangan melawan jika kamu masih mau bertahan hidup ! " ancam pria tersebut dan mendekat ke arah Nara.


"Jangan dekati dia sialan! " Sherly mendekat ke arah Nara untuk membantunya tapi tanpa disadari.


Dor!!


Satu tembakan mengenai kaki nya.


"Akkkh, " teriak Sherly ia pun terjatuh kearah Danau.


"Lily! Lily! Dasar pengecut kalian! Br*ngs*k! " teriak Nara di tengah - tengah kesadaran nya , sungguh dada nya sudah terasa sangat sesak saat itu ia tak sanggup berdiri.


"Diam kamu you b*tch! Atau aku akan menyobek mulut mu yang kurang ajar itu !! " pria tersebut mendekat ke arah Nara dan mulai mengangkatnya paksa.


"Lepaskan! Aku bilang lepaskan! " Nara berusaha berontak, kini ia sadar mimpinya itu menjadi sebuah kenyataan membuat dirinya semakin terkejut.


Dor!!


Dor!!


Tiba - tiba terlihat dari arah kejauhan Reza dan tiga sekawan nya datang dengan membawa senjata yang mereka ambil sebelum nya ke arah mobil.


"Lepaskan adik ku manusia laknat!!! " teriak Reza.


Bugh!


"Kakak hiks.. selamat kan Lily dia jatuh ke danau, " Isak Nara, ia tidak menyangka semua ini akan benar-benar terjadi.


"Apa? " Reza sedikit terkejut, kini mimpi adiknya menjadi sebuah kenyataan, ia sedikit bergeming hingga suara teriakan Nara menyadarkannya.


"Sherly, Kak,,, cepat! " ujar Nara tak kuat.


"Tapi.."


"Aku baik - baik saja, Kak! Cepat! " Nara memotong ucapan Reza


"Baiklah , kamu diam disini ya dan tetap waspada. " pesan Reza membawa Nara sedikit menjauh.


"Iya,Kak cepat lah. "


Reza berlari ke arah kekacauan tersebut, dan langsung melepas sepatu yang ia gunakan lalu langsung melompat ke arah Danau.


Ethan dan yang lainnya masih fokus menyerang sehingga membuat musuh sudah mulai berkurang, sesekali Aldo melesakkan Bogeman mentah ke arah musuh membuat wajah musuh itu babak belur.


"Siapa kalian?! " bentak Aldo menarik baju milik musuh itu.


"Kamu tidak perlu tau!! " jawab nya dengan napas yang susah sesak.


Bugh!


"Katakan siapa! Atau kamu akan mati di tangan ku?!! " ancam Aldo.


"Ak-aku..aku.. "


"Katakan siapa!!!! " bentak nya kasar.


Pria itupun langsung tak sadarkan diri membuat Aldo geram. " Akkkkhhhhh sialan! Brengs** kalian semua!!! " teriak nya, tetapi saat itu pula matanya tidak sengaja menangkap sesuatu yang tidak asing baginya, Aldo memegang tangan pria yang sudah tak bernyawa itu, lalu melihat ke arah tangannya di dekat bagian ibu jari ia melihat sebuah tato yang berbentuk mata elang. Satu petunjuk ia temukan kemudian meninggalkan mayat itu dan membantu yang lain untuk menyerang.


Bima ia cukup tangguh menyerang lawan dan tak membuatnya luka sedikitpun, sesekali musuh menyerang dengan senjata tajam namun itu tidak mampu mengalah kan Bima , sama hal nya dengan Ethan, meskipun ia membawa pistol namun bukan berarti ia terus menggunakan senjata itu, ia lebih memilih menggunakan tangan kosong dengan alasan 'Itung - itung olahraga'.


Bugh!


Bugh!


Ethan yang seperti orang kesetanan, ia dengan sangat brutal memukul musuh nya membuat para musuh kewalahan dah banyak yang tak sadar kan diri. Saat itu pula musuh menyerah dan memilih untuk segera kabur.


"Jangan kabur you Fu*k! " umpat Ethan saat ingin mengejar mereka namun di tahan oleh Bima.

__ADS_1


"Sudah Ethan, Aldo, kalian bantu Nara di balik pohon yang besar itu, nanti aku nyusul Reza ke danau, " ucap Bima


"Baiklah."


Reza yang sudah sedari tadi menyelam di danau ia tak melihat Sherly sedikit pun ,namun di sekitar pinggir danau yang tertutupi oleh sedikit semak - semak ia melihat jaket hitam milik Sherly mengambang di sana.


"Sherly!!! " Reza dengan cepat berenang ke arah jaket tersebut tentu saja saat mendekati Reza melihat Sherly yang sudah tak sadar kan diri dah luka di bagian lengannya.


"Ya ampun kamu terluka!! " Reza membawanya ke pinggir.


"Ada apa, Za?? " Bima langsung berlari ke arah nya.


"Bim, bantu aku." Reza menepikan tubuh Sherly kemudian mengulurkan tangannya untuk di tarik oleh Bima, dengan cepat Bima membantu Reza naik ke daratan.


"Sherly terluka, Bim, cepat kau bawa dia aku akan menemui Nara, " ujar Reza.


"Baiklah."


"Bagaimana dengan musuh itu? " tanya Reza.


"Mereka kabur, Za, nanti di Mansion kita bicarakan! " ucap Bima melangkah cepat.


*


Ethan dan Aldo menghampiri Nara yang terduduk lemah di bawah pohon yang cukup rindang sambil memegang dadanya yang masih terasa nyeri.


"Nar... kamu baik - baik saja kan? " tanya Ethan menghampiri Nara.


"I-iya kak hanya saja sedikit sesak, " jawab Nara lemah.


"Sudah istirahat disini, sebentar saja kita tunggu Reza sama Bima, " ujar Aldo.


"Dimana mereka Kak? Apakah mereka sudah menemukan Sherly? " tanya Nara, saat itu pula Reza dan Bima langsung datang ke arah nya.


"Nara!! " teriak Reza ia pun langsung memeluk tubuh sang adik.


"Ish kakak baju kakak basah aku ikutan basah, " kesal Nara.


"Sudah diam biarkan kakak seperti ini, apakah kamu terluka ? " tanya Reza semakin erat memeluk adik nya.


"Kakak lepas tolong aku tidak bisa bernafas, " ucap Nara tercekat.


"Sudah, Za, nanti di mansion kalian sayang - sayang nya. Sherly sudah sangat lemah, " ucap Bima yang membopong tubuh Sherly.


"Baiklah ayok dek. " Reza memapah Nara menuju ke arah mobil sedangkan Ethan tak lupa juga Aldo mengekori dari belakang , setelah sampai di mobil mereka langsung naik dan menempuh perjalan yang sudah mulai gelap.


Sedangkan motor yang di bawa oleh Sherly di kendarai oleh Aldo dan mengikuti mobil merah tersebut dari arah belakang.


***


Di arah kejauhan terlihat seseorang menelpon memberi kabar.


"Kami tidak berhasil mengalahkan mereka, Komandan, " ucap nya takut.


"...."


"Ada salah satu perempuan yang bersamanya dan melindunginya, lagipula perempuan yang kita incar ini memiliki jiwa petarung yang hebat, " menjelaskan dengan tenang.


"...."


"B-baik, Komandan."


Telpon pun terputus dan ia bergegas pergi dari tempat persembunyiannya.


......................


Sebuah mobil telah sampai di jalanan yang sudah terlihat sepi, mereka mulai memasuki area hutan dan menghentikan mobil mereka saat sudah berada di depan mansion.


Para pria Jungle Kingdom yang sedang berkumpul saat itu merasa heran melihat Bima membopong tubuh sherly yang terluka , dan Nara yang terlihat sangat lemas dan babak belur di sekitar wajah nya.


"Reza,,, ini ada apa? " tanya Rio yang melihat mereka semua turun dalam keadaan sedikit berantakan.


"Kami di serang,Ri.. " jawab Reza apa adanya sambil memapah tubuh adik nya.


"Di serang?!"


*


*


Vote...


Like...


Komen...


๐Ÿฆ‹๐Ÿฆ‹๐ŸŒˆ๐ŸŒˆ๐ŸŒน๐ŸŒนโœ๏ธ๐Ÿ“šโคโคโค๐Ÿ’œ๐Ÿ’œ๐Ÿ’™๐Ÿ’™

__ADS_1


__ADS_2