
Hello guys, selamat hari raya idul Fitri 🥳🙏🙏 mohon maaf lahir dan batin ya...🙂🙏🙏
Author harus banyak - banyak minta maaf nih🙂 karena para pembaca kurang tertarik dengan cerita author 🙏🙂 maklumin aja author masih belajar dan juga ini karya pertama yang bisa kontrak, jadi.. ceritanya agak melenceng makanya author revisi setelah di lihat ternyata BANYAK BANGET SALAH NYA😖😖..
Sebab itu ada pergantian bab🙏🙂 mohon maaf🙏🙂
Oke langsung saja ya🥳
Bismillah 🤲
Happy Reading 🥳💜
*
*
Matahari mulai beranjak tinggi, hari tengah memasuki siang, tidak ada terlihat sedikit kegembiraan di wajah penghuni markas tengah hutan tersebut. Nafas mereka tidak teratur, seakan-akan menahan semua ketakutan dalam diri masing-masing.
Anak buah yang di komando oleh Bima telah bergerak dan menyebar ke arah titik yang telah di tentukan oleh Komandan mereka, alamat telah di kirim kan oleh Furio, sementara Aldo terus memastikan lokasi markas milik anak buah Scale Bones.
"Aku pergi, kalian harus tetap semangat setelah ini, " ujar Nara menatap seluruh pasukan Jungle Kingdom.
"Queen, kami akan segera menyelamatkan mu, " ujar salah satu dari mereka.
Tidak rela melihat Queen mereka akan menghadapi bahaya besar yang bertentangan dengan keselamatan nya, Sherly mendekat kemudian memeluk Nara berkali-kali.
"Kak Bima sudah menyebar anak buah nya? " tanya Nara menatap sang empu.
"Sudah, dek, nanti kalau anak buah Furio datang mereka akan segera menyalakan siaran langsung lewat camera hp, " ucap Bima.
Nara mengangguk, ia beralih mencari sosok laki - laki yang semula selalu bersamanya, namun saat ini entah kemana laki - laki itu.
"Cari siapa? " tanya Ethan mendekat.
"Kak Reza mana? " Nara terus menoleh.
Bertepatan saat itu Reza muncul sambil membawa sebuah kotak berukuran sedang, ia mendekat ke arah Nara.
"Kakak bawa apa? " Nara mendekat.
Sebelum Reza menjawab ia memeluk erat sang adik, mengecup nya berkali-kali kemudian lagi memeluk nya sedikit lebih lama.
"Ini sepatu untuk mu, ingat jangan lepaskan sepatu ini, Oky? " ujar Reza.
Semua yang ada disana mengerutkan kening, pasalnya bukankah Nara sebelumnya sudah memakai sepatu dan darimana sepatu itu?
"ini di berikan Ethan, jangan nolak, " kekeh Reza.
"Wow, kapan kamu pergi baby? Kenapa tidak mengajak ku? " ujar Aldo dengan suara manja yang di buat - buat.
Semua yang mendengar itu mendadak menahan tawa, melihat tingkah absurt dari Aldo sungguh hati yang sebelumnya tegang kini menjadi terasa tenang.
"Tutup mulut mu! " desis Ethan tajam.
"Komandan Aldo seperti nya tergila - gila sama Komandan Ethan! " seru salah satu anak buah Jungle Kingdom.
Semua tertawa mendengar penuturan itu. "Jangan gila! Aku masih mencintai perempuan! " elak Aldo.
__ADS_1
"Kalau kamu suka perempuan berhenti memanggilku baby! " balas Ethan cepat.
Memang benar, terkadang Aldo sering sekali memanggil nya seperti itu kalau mereka sedang jalan berdua, entah karena apa, yang jelas hal itu membuat Nara menahan ledakan tawa nya.
"Sudah, kalian hanya membuang waktu dengan pertengkaran kecil, cepatlah! " Sherly segera menengahi.
Nara menatap ke arah Ethan. "Kenapa Kakak membelikan nya? Dan kapan Kakak beli? " tanya Nara.
"Itu tidak penting, sekarang pakailah, dan taruh sepatu yang kamu pakai itu disini, " ujar Ethan menatap sepatu Sneaker putih milik Nara.
"Memangnya ada apa? " tanya Nara.
"Nanti setelah ini kamu akan tau kok. " Reza tersenyum ke arah adiknya.
"Baiklah. "
Reza segera memakaikan sepatu boots berwarna hitam, begitu terlihat keren ketika kaki jenjang itu memakainya. Hanna yang melihat hal itu hanya memutar bola mata dengan hati yang semakin seperti api.
Sedangkan Jonathan hanya termenung, ia tidak seperti biasanya yang terus bersikap keras. Ia tidak bisa tenang, bahkan semalam ia tidak bisa tertidur karena memikirkan Putrinya yang telah di culik, bahkan nasib perusahaan yang telah terbakar entah apa yang harus ia lakukan.
"Terimakasih... " ucap Nara menunduk.
"Apapun itu untuk mu. " Ethan mengacak rambut Nara.
*
Pasukan telah bersiap dengan senjata masing-masing, Rain segera mengarahkan Nara masuk kedalam mobil yang telah di siapkan kemudian memberikan sebuah alat komunikasi kecil dan menaruhnya di telinga.
"Pakai ini, anda akan bisa mendengar suara kami, " ujar Rain menunduk hormat.
"Terimakasih, kalau begitu aku pergi, Rain, aku harap kamu tidak berkhianat kepada Kakak ku, aku percaya padamu, " ujar Nara.
Reza mendekat bersama dengan yang lainnya. Sekali lagi pelukan yang tidak pernah ia lupa setiap saat, sungguh rasa khawatirnya semakin mendesak di dalam hati Reza.
"Aku akan baik - baik saja. " hanya ucapan itu saja yang bisa di ucapkan oleh Nara saat ini, ia mengelus lembut punggung Kakak nya.
"Berjanjilah setelah ini kamu akan kembali dengan selamat, kamu akan jadi gadis kuat disana, jangan sampai kamu kalah sama mereka, ingat tujuan kita, " ucap Reza, air mata tak sanggup ia tahan, kini air mata sang pemimpin Jungle Kingdom telah berkali-kali jatuh di hadapan mereka.
Setelah Reza, Bima dan tentu Aldo dan juga Ethan mendekat, Vito dan juga Rio, dan yang terakhir adalah Sherly, ia menangis, bahkan sampai matanya sedikit bengkak.
"Aku tidak pergi lama, kalian kenapa cengeng sekali..." cibir Nara, ia mencoba menghibur mereka.
"Jangan anggap remeh, Queen, kita semua itu sayang kamu kamu... " Rio bukannya memeluk Nara, ia memeluk Aldo kemudian ingus yang keluar ia usap dengan ujung baju Aldo.
"Rio!! F*ck you!! " Aldo langsung mengumpat dan mendorong nya kasar.
"Hehe.. " tanpa rasa bersalah sedikitpun ia nyengir begitu saja.
Nara tersenyum tipis. "Kalian yang membuat ku menjadi gadis kuat, dan aku hanya butuh perlindungan kalian. "
"Keberanian mu lah yang membuat ku semakin kagum, Nara, jangan sampai lepas keberanian ini, kamu itu gadis yang kuat, " ucap Ethan, ia memeluk Nara dengan perasaan sedikit canggung. Begitu pula dengan Nara, namun ia berusaha mengendalikan perasaan itu dan mencoba membalas pelukan tersebut.
"Baiklah, Tuan, waktu kita tidak banyak, kita harus segera berangkat. " terdengar suara Rain membubarkan mereka yang sedang mengerubungi Nara.
Reza mengangguk, Nara kemudian berjalan memasuki mobil. "Hati - hati! Jangan sampai nabrak pohon! " seru Bima.
"Kak Bima tenang saja, aku bisa mengendarai, cuman tangan ku gemetar! " seru Nara dari dalam.
__ADS_1
"Jangan gemetar, Kakak disini, tidak akan meninggalkan mu, " ucap Reza.
Nara mengangguk, namun sebelum ia menyalakan mobil nya terdengar suara Arzan dari arah belakang bersama dengan Galen.
"Tunggu! " semua menoleh terhadap suara itu, Nara tidak pamit kepada mereka, suasana hati Nara sedikit buruk mengingat ucapan Hanna yang selalu menyakiti perasaannya.
"Jangan berani macam - macam! " Sherly langsung menghalang.
Nara yang melihat itu kembali keluar mobil. "Ada apa? "
"Nara.. " Sherly menatap nya penuh makna.
"Jangan khawatir, " ucap Nara tersenyum. Sherly hanya bisa menuruti dan segera menyingkir, ia memandang ke arah Reza yang diam terpaku melihat hal itu.
Arzan dan Galen mendekat ke arah Nara. "A-aku hanya... " mendadak ucapan yang ingin di ucapkan oleh Arzan kian menjadi kaku.
"Apa? " Nara semakin penasaran.
"Hati - hati. " dengan cepat Arzan langsung mengucapkan hanya dua kata saja.
Nara sedikit mengangkat sudut bibir nya, kemudian memandang ke arah dua saudaranya itu. "Saya tidak tau apakah hati mu tulus untuk mengucapkan hal itu, tapi saya terima dan saya sangat berterimakasih karena sedikit memberi perhatian! " Nara menekan kata 'Perhatian' seolah - olah Nara mengingat bahwa dua saudaranya ini tidak pernah sama sekali peduli tentang nya.
"Sebelumnya aku menganggap remeh tentang mu, tapi sekarang setelah aku melihat bahwa kamu rela berkorban demi saudara kita aku mulai sadar bahwa apa yang aku lakukan selama ini salah. " ucapan yang lolos begitu saja dari Galen membuat semuanya tercengang termasuk Nara.
Arzan mengangguk kemudian menambahkan. "Kamu boleh ragu terhadap kami, tapi hal ini kami tidak akan pernah bisa melupakannya. " ia menunduk.
"Sejujurnya saya tidak pernah benci terhadap kalian, tapi yang saya benci adalah orang tua yang tidak bisa menerima keadaan! " Nara memandang tajam ke arah Jonathan dan Hanna.
"Baiklah, kita selesaikan nanti setelah saya kembali, saya harap setelah ini jaga Jennie sebaik mungkin! " Nara sedikit memberi senyuman dan kembali memasuki mobil.
Setelah berpamitan mobil mulai berjalan meninggalkan area markas tersebut, mereka segera masuk kedalam melihat rekaman siaran langsung yang sudah akan menampilkan Nara.
"Tes.. tes.. Hallo, dek.. apakah kamu mendengar suara Kakak? " Reza mengetuk berkali - kali alat komunikasi tersebut.
"Diamlah! Aku menyetir! " Nara sedikit terkejut karena suara Reza sedikit kencang di telinganya.
Semua yang memakai alat komunikasi mendengar ucapan Nara, mereka tersenyum.
"Tuan, saya sedang memulai siaran langsung dan sudah melihat Queen ada di posisi yang telah di tentukan. " suara salah satu anak buah memberi kabar.
"Chen, gambar nya cukup jernih, jangan bergerak, " ucap Aldo, ia terus melihat ke arah layar.
"Saya di atas pohon, Komandan, jadi sedikit kesulitan, " ujar nya rikuh.
"Kamu selalu merengek, Chen! " Bima angkat suara.
"Maafkan saya, Komandan Bima. " Chen sedikit terkekeh, rupanya anak buah Jungle Kingdom yang memiliki wajah orang China tersebut suka mengeluarkan tingkah yang bisa membuat orang lain tertawa.
"Diamlah! Jangan banyak bicara! " suara salah satu dari mereka kembali masuk yang tidak lain bernama Eren, anggap saja Eren lebih senior dari mereka, karena dialah yang paling tua dari yang lainnya. Dan sekarang entah posisinya ada dimana?
"Hey, Eren, jangan terlalu anggap serius, kamu hanya bercanda... " suara Choi mendadak terdengar juga.
"Choi, andai kamu ada di dekat si tua pemarah itu, kamu pasti sudah di geprek sama dia. " suara teman lainnya kembali bersuara.
"Sudahlah, Zhu, aku tidak tau kalian semua ada di posisi mana, yang pasti Eren sudah kebakaran jenggot! " ramai sudah alat komunikasi tersebut dengan suara candaan mereka semua, tidak ada yang menyahut dari komandan maupun pemimpin mereka, hal itu membuat Nara yang sedang menjalankan mobil sedikit merasa senang.
"Apakah kalian akan terus bercanda? " terdengar Nara angkat suara.
__ADS_1
"Maafkan kami, Queen, " ucap mereka kompak.
"Lakukan tugas dengan benar.. " balas Nara.