
Bismillah....
Happy Reading....🤗
*
*
*
Di mansion Jungle Kingdom, kini para panglima telah berkumpul di satu tempat, yaitu ruangan khusus tempat pemimpin mereka untuk mengadakan sebuah rencana. Vito tengah asyik menggali informasi dari layar canggih nya kini teralihkan ketika mendengar deringan ponsel di dekat keyboard.
"Hallo,Za, " ucap nya.
"...."
"Rio beserta anak buah lainnya berhasil menangkap salah satu anak buah Scale Bones. "
"....."
"Kami belum melakukan interogasi apapun, kami semua nunggu kamu,Za, " ucap Vito.
"...."
"Oke. "
Telpon berakhir.
"Reza akan segera kesini, apakah kita semua akan ke markas gudang penyiksaan? " tanya Vito.
"Tidak, sebaiknya separuh berjaga disini, karena kita tidak tau akan ada penyusup yang datang, " ujar Bima.
"Kamu sudah mengabari Rio? " tanya Aldo menatap Vito.
"Setelah ini aku langsung mengabari nya. "
"Baiklah kalau begitu, aku, Aldo sama Vito, kita temani Reza ke markas biar disini Ethan sama Sherly, " ujar Bima.
"Siap, Bim! " jawab Ethan dan Sherly.
***
Plak!!
Brugh!!
Nara seketika terdiam dengan hati yang memanas, apa maksud nya ia ingin turun menikmati makan siang lalu ia mendapatkan tamparan seperti ini?
"Dasar tidak berguna, berani - berani nya kamu merebut saudara ku..!!"
Nara segera bangun dengan senyum dinginnya. "Maksud kamu apa ha?!! "
"Jelas - jelas kamu mengambil semuanya!!!!! INGAT YA KAMU ITU TIDAK PANTAS MEMILIKI SIAPAPUN YANG TERLAHIR DI KELUARGA INI!!! TERMASUK KAK REZA SEKALIPUN!!! " bentak nya kasar.
Nyut...
__ADS_1
Nyeri, sakit, remuk hancur semua terasa campur aduk di hati Nara, sebegitu benci nya kah keluarga ini terhadap nya sampai - sampai ia tidak boleh memiliki kasih sayang dari salah satu saudara nya? Ah sungguh keterlaluan!!!!!
Nara ingin menangis matanya sudah menahan cairan bening yang akan siap tumpah keluar menandakan ia lemah, tapi tidak!! ia tidak akan menumpahkan nya di depan orang yang membencinya meski itu saudaranya sekalipun!! Ingat!!! tidak akan!!
Nara mengepalkan kedua tangannya di samping."Oh ya? Kalau memang saya tidak pantas kenapa Kak Reza sangat menyayangi saya? " Nara begitu tenang namun terkesan dingin.
"Kamu tidak pantas di keluarga ini! Mati saja kamu! " Jennie mengambil vas bunga yang ada di samping nya dan melempar itu kepada Nara.
Namun bukan Nara namanya kalau hanya sebuah lemparan saja ia tidak bisa menghindar, Nara berhasil menangkap Vas bunga yang berbahan kaca yang begitu indah.
Prang!!!
Nara melempar kencang Vas bunga itu hingga akhirnya pecah berserakan, Jennie yang melihat itu hanya termangu ia tidak bisa mengatakan apapun.
"Kamu pikir saya semudah itu untuk mati di tangan kamu? Tidak akan! " tekan Nara menatap tajam,
"NARA!!! "
Bugh!!
Nara berhasil menahan tubuh nya yang di tendang oleh Jonathan, untung saja Nara begitu kuat. Namun hatinya yang tidak kuat melihat ini.
Jonathan datang bersama yang lain, ketika mereka sedang tidur siang ia mendengar suara kegaduhan dari luar dan segera keluar untuk melihat nya.
"Berani- berani nya kamu!! " bentak Hanna berlari menghampiri Jennie.
"Ibu sama anak sama saja! Cih, sama - sama bodoh!!" sinis Nara
"Jaga ucapan kamu anak sampah!! " teriak Galen.
"Kalau saya memang anak sampah, kenapa masih ada orang yang memungut saya? " balas Nara dingin.
"Benar..! saya kurang ajar kepada orang yang membenci saya! " sinis Nara santai tapi berhasil menembus hati Jonathan.
"Mati saja kamu!!!!! sialan!! "
Bugh!!
Saat ingin melayangkan pukulannya, Nara berhasil menahan tangan Jonathan dan ia menendang kuat ke arah nya nya.
"Dady!! " teriak yang lain.
"Saya tidak akan pernah lagi membiarkan kalian menyentuh saya sedikit pun!! " tekan Nara.
"Ada apa ini!! " teriak seseorang dari belakang Nara pun segera menoleh.
"Urus adik kesayangan kamu berani - beraninya dia menyakiti Dady!" teriak Arzan.
Reza menatap Nara yang begitu tenang namun dingin, Reza hanya menyunggingkan senyum nya.
"Salah siapa yang telah mengganggu ketenangan nya?" jawab Reza santai membuat yang lain mengerang marah.
"Apa yang kamu katakan Reza!!! Kami sudah baik dan ingin mengaggap mu seperti saudara mu yang lain tapi kamu yang memilih seperti ini, " ujar Hanna menatap anak nya.
"Saya tidak perlu itu, saya sudah cukup memiliki adik yang menyayangi saya sepenuhnya, " merangkul Nara dari belakang.
__ADS_1
"Kamu tidak apa? " tanya Reza lembut menatap Nara.
"Hm retak di hati, " jawab Nara sinis.
"KAK REZA KETERLALUAN!! DIA ITU TIDAK PANTAS DIA ITU PEMBUNUH! DIA YANG MEMBUNUH NENEK! " jerit Jennie ke arah Reza dengan mata berkaca - kaca.
"DIAM KAMU JENNIE!! kamu tidak pantas berbicara dengan mulut kotor mu itu, jika dia pembunuh berarti kamu yang telah merenggut kebahagiaan nya..!" ucapan Reza lolos begitu saja saking muak nya dengan drama seperti ini.
"A-apa maksud Kak Reza? " tanya Jennie gugup.
"Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan nya , kalian urus saja diri kalian jangan urus saya dan adik saya, " ucap Reza tidak perduli dengan semuanya dan memilih untuk kembali masuk sambil merangkul Nara.
"Berhenti Reza!!" teriak Jonathan.
Menoleh ke arah Jonathan," Apa lagi?? "
"Aku masih memberimu kesempatan untuk melepaskan tanggung jawab mu terhadap adik kesayangan mu itu, " ucap Jonathan.
Apa maksud nya coba??!!
Ingin menganggap Reza sebagai anak nya dan memperlakukan nya seperti saudaranya yang lain? dan akan meninggal kan Nara hanya demi itu??
"Hahah jangan mimpi!! Terserah kalian mau usir saya tidak perduli. Tapi bukan kah saya pernah mengatakan jika kalian mengusir saya sama saja menyakiti perasaan mendiang nenek, " ungkap Reza. " Lagipula jangan berharap, saya lebih memilih mati demi adik saya di banding bersama dengan mu yang tak memiliki jiwa ayah yang sesungguhnya, " lanjut Reza
Muak!!
Ia benar - benar muak!! Capek menghadapi drama keluarga seperti ini, tidak bisakah ia seperti keluarga lain yang saling menerima apa adanya?
Ah.. Tuhan... cobaan seperti apa ini??
"Anak pembangkang!! Kamu sudah tidak pantas menyandang marga William!!" emosi Jonathan meluap hingga tak sadar apa yang telah ia ucap kan.
Mungkin saja Reza tidak memiliki marga namun harta warisan sudah jatuh ke tangan Reza seutuhnya.
"Kalau sudah memang tidak pantas, kalian semua boleh menyingkirkan nya, " jawab Reza datar.
"Reza!!! Sopankah itu!!! " teriak Arzan menengahi.
"Tidak!! Karena tidak ada yang mengajarkan saya untuk sopan terhadap orang yang tak memiliki hati," balas Reza tajam.
"Reza... " baru saja Galen ingin melayang kan pukulannya namun di tahan oleh Jonathan.
"Galen sudah cukup biarkan saja dia, "Jonathan entah apa yang ada dalam pikiran nya, apakah ia juga merasa capek? Hah ini juga dia yang memulai menjadi pembenci.
"Tapi dad_ "
Reza membawa Nara kembali masuk kedalam kamar nya, sesekali ia mengelus punggung sang adik untuk meredakan emosi nya.
"Sudah kalian masuk kamar saja, Jennie kamu masuk kamar sama Momy, " ujar Jonathan.
"Baik dady. "
"Ayok sayang, " Hanna mengajak Jennie masuk kedalam kamar bersama yang lain.
Sedangkan Jonathan masih bergelut dengan pikirannya yang terasa kacau.
__ADS_1
"Akkkhh apa yang harus saya lakukan, kalau sampai saya mengusir anak itu saya tidak akan pernah bisa menempati rumah ini lagi." ujar nya merasa frustasi, ia memang memiliki perusahaan yang lumayan besar namun jika Reza mengetahui ia yang memiliki harta warisan akan kah Reza balas dendam dan tak segan - segan akan menghancurkan dirinya beserta perusahaan milik nya?
Entah lah!! tindakan Reza tak bisa di tebak nantinya..