Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
War pt. 6


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Matahari telah mulai bergerak menuju ke persinggahan dan akan di gantikan dengan cahaya bulan yang akan datang, hembusan angin bergerak begitu cepat meninggalkan suasana sejuk yang semakin terasa mencekam.


Peperangan masih belum usai, seluruh masing-masing pasukan kian bertambah semakin banyak, entah sinyal apa yang di kirim oleh pemimpin Scale Bones sehingga memancing seluruh pasukan inti nya bergerak ke arah persembunyian nya yang mendapat serangan.


Tidak mau kalah, Bima yang terus memimpin seluruh pasukan segera berlari menemukan jarak aman untuk memanggil seluruh pasukannya yang berada di markas timur.


Tentu saja Jungle Kingdom memiliki banyak markas untuk ratusan anak buah nya, karena tidak mungkin pasukan yang begitu banyak nya tinggal di satu tempat yang sama, meski Mansion Jungle Kingdom terlihat begitu megah dan mewah tetapi itupun sudah cukup untuk menampung separuh dari ratusan pasukan tersebut.


Suara ledakan kasar terjadi dimana - mana, tetapi tak ada sedikitpun wajah ingin menyerah dari setiap pasukan, mereka terus menyerang, memukul bahkan saling menembak dengan penuh percaya diri seakan-akan nama Organisasi mereka di pertaruhkan malam ini.


***


Disisi lain, Vito dan Rio berjalan begitu pelan, tak menimbulkan suara yang dapat di dengar oleh musuh, ia telah berhasil masuk kedalam dengan tetap waspada dan melihat kesana - kemari apakah ada yang terlihat mencurigakan.


"Bagaimana kita tahu tempat Nara di sekap? " tanya Vito menatap Rio yang kini berada di depannya.


"Aku juga tidak tau, bagaimana kalau kita berpencar? " usul Rio yang langsung mendapat anggukan dari Vito.


"Ide bagus, akan lebih mudah. "


Setelah memutuskan untuk berpencar, kedua sahabat tersebut kini mulai menyusuri gedung tersebut dengan penuh kewaspadaan di masing-masing tempat.


Vito menemukan sebuah ruangan yang terlihat begitu gelap namun penjaga masih ada disana, ia kemudian mengeluarkan sebuah asap bius dari saku bajunya yang telah di siapkan sebelumnya, melemparnya ke arah mereka hingga lima detik kemudian asal tersebut mengepul begitu tebal membuat yang berjaga disana seketika pingsan secara bersamaan.


Dengan langkah cepat ia bergerak memasuki ruangan ruangan tersebut sembari menutup hidungnya supaya tidak ikut menghirup asap juga, tetapi sebelum itu ia menyeret tubuh para penjaga tersebut membawanya ke pojok tembok lalu mengikatnya dengan tali yang telah di keluarkan olehnya.


"Hm, aku tidak ingin terlalu banyak urusan dengan kalian, Queen ku butuh perlindungan dari f*cking **** pemimpin kalian! " desis Vito segera beranjak, namun sebelumnya ia mengambil senjata yang tergeletak disana tak lupa mengambil beberapa peluru nya juga.


"Aku tidak perlu izin mengambil ini, kalau sudah bangun jangan panik karena tidak menemukan senjata kalian, " kekeh Vito menepuk pipi salah satu penjaga tersebut.


Setelah itu Vito segera beranjak dan masuk kedalam ruangan tersebut. Sungguh, ini terlihat begitu gelap, ia harus berhati-hati dan hanya berpatok kepada instingnya serta mulai menajamkan pendengarannya untuk memastikan bahwa di dalam kegelapan tersebut tidak ada musuh yang dengan mudah menyerangnya.


Berbeda hal nya dengan Rio, lelaki tampan berasal dari negara yang sama dengan Vito yaitu China, kini tengah berlari kesana-kemari untuk menghindari kecurigaan para penjaga yang ada di sekitarnya. Ia tidak membawa peralatan apapun seperti Vito, ia hanya bersembunyi di balik setiap deretan tong kosong dengan ukuran besar yang ada disana.


Samar - samar ia mendengar suara langkah kaki yang mendekat, tetapi bukan ke arah nya, Rio dapat menebak jumlah mereka cukup banyak karena mereka terdengar berlari dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Bagaimana Tuan Arres? " tanya salah satu dari mereka.


"Katanya dia menyusul dua gadis yang telah kabur lewat pintu rahasia di ruang bawah tanah. " jawab nya.


"Apakah ada pengawal yang mengikutinya? " tanya yang lain.


"Tidak, oleh sebab itu kita segera kesana. "


"Benar, setahu ku pasukan Jungle Kingdom juga tidak mudah di kalah kan, aku pernah melihat kehebatan mereka yang begitu luar biasa saat aku berada di sana. "


Rio mempertajam penglihatan nya setelah sedikit terkejut dengan pembicara tersebut, bagaimana bisa musuh dengan mudah masuk kedalam Mansion?


Kemudian Rio tampak tidak asing setelah melihat wajah lelaki tersebut dan mulai mengingatkan apakah ia pernah bertemu atau tidak.


"Sh***.. ternyata kamu mata - matanya! " desis Vito tertahan.


Ia ingat dulu ketika insiden ada sebuah camera serta penyadap suara yang ada di dalam Mansion, hal itu sempat membuat Reza sangat panik setelah Nara menemukan benda kecil tersebut, melempar lalu menginjak-injak nya dengan kasar, setelah itu Reza menyelidiki seluruh anak buah nya di setiap kamar mereka.


"Aku harus mengikuti mereka. " Setelah mengucapkan hal itu, Rio cepat menghubungi Vito yang kini entah sudah sampai mana.


"Vito, aku menemukan jalannya, cepatlah kemari! " ucap Rio tertahan.


"Kamu di sebelah mana? " tanya Vito.


"Jalan sebelah pojok kanan, tidak ada siapapun yang berjaga disini, merek semua pergi ke ruang bawah tanah! "


Rio bergegas mengikuti langkah para pasukan Scale Bones dengan berhati- hati, sedangkan Vito kini bergegas menuju ke arah nya.


Hingga beberapa menit kemudian Vito yang sudah tau arah Rio tak sengaja melihat bayangan Rio yang melintas mengikuti para pengawal tersebut.


Puk!


Satu tepukan membuat Rio terkejut.


"B*NGS_ " belum sempat Rio meneruskan umpatan nya mulut nya langsung di bekap oleh Vito.


"Sialan! Kamu mengagetkan ku! " amuk Rio.


"Cepatlah, tidak ada gunanya berdebat! " ujar Vito dan terus melangkah kecil mengikuti para pengawal tersebut.


***


Arres yang kini berjalan dengan langkah tegas nya mulai memasuki ruang rahasia bersama beberapa pengawal nya. Memeriksa di setiap sudut apakah kedua gadis itu ada disana?

__ADS_1


Sedangkan Nara yang kini masih memejamkan matanya pada pundak Reano, Jennie yang melihat itu merasa khawatir.


"Apakah dia pingsan? " tanya nya.


"Tidak, Nona Nara tidur karena terlalu lemah, " jawab Reano cepat.


Kemudian ia mendengar suara langkah kaki membuat dirinya semakin panik, namun ia mencoba menahan diri, berdoa dalam hati supaya ketiganya segera di selamat kan.


Reano bersumpah dalam hatinya, jika sampai itu Arres dan tau ia bersembunyi disana, ia akan berjuang hingga ke titik darah penghabisan untuk melindungi Queen dari Jungle Kingdom ini.


Seperti pikirannya benar, suara dingin dan terdengar kejam berhasil membuatnya terkejut.


"Ti-tidak..." lirih Jennie menutup mulut nya.


Sssttt!!.


Reano menaruh telunjuk pada bibirnya untuk menyuruh Jennie tidak bersuara, Reano memegang tubuh Nara dengan kuat, mencoba memberikan sedikit rasa aman serta ketenangan, sungguh saat ini Reano tidak tega menyakiti gadis yang bersandar di pundak nya itu meski hanya sedikit sentuhan pada lengannya.


"Gadis kecil,, apakah kamu masih disini? Hm, aku yakin kamu bersembuny disini karena pintu keluar sedikit dekat juga. "


Suara yang begitu semakin membuat Jennie merinding membuat tubuhnya sedikit bergetar hebat karena ketakutan luar biasa.


Tuk


Tuk


Tuk


Suara ketukan sepatu semakin mendekat ke arah persembunyian mereka, Reano memejamkan mata pasrah, apakah ia harus keluar menyerahkan diri? Lalu bagaimana nasib kedua gadis yang akan ia selamat kan?


Detak jantungnya kian berdebar kencang, berharap akan ada seseorang yang menyelamatkan nya terutama Komandannya yang masih bertarung melawan Furio di jalan keluar. Sungguh saat ini ia tak dapat berpikir dengan jernih.


"Masih tidak mau keluar? " suara menggelegar kembali mengisi ruangan sunyi tersebut. "Akan aku pastikan leher kalian terputus dan dengan cepat mungkin aku akan menunjukkan nya kepada Kakak kesayangan kalian, lalu menghabisi mereka semua hingga menyusul kalian berdua. " seringai kejam tercetak jelas pada wajah Arres Arlington, seorang pemimpin sebuah Organisasi Scale Bones yang terkenal begitu tak tersentuh setelah kematian sang adik.


Tetapi dendam nya salah sasaran, ia malah mengarahkan dengan tersebut kepada orang yang tidak tau apapun tentang kematian adik nya, hingga sampailah saat ini dimana kedua kubu saling merebutkan kemenangan serta pembalasan dendam yang harus terpenuhi.


Dengan liciknya, Arres mengokang senjata nya ke arah tong tersebut, sembari matanya fokus menatap tong tempat ketiganya bersembunyi.


Dor!


"AAAAAAAA!!!! "


*

__ADS_1


*


Like, Vote and Komen ❤️🙂🙏


__ADS_2