Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Interogasi berakhir perkenalan


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Reza berjalan menuju tengah hutan di temani oleh para panglima Jungle Kingdom, tempat yang akan mereka kunjungi tidak terlalu jauh sehingga mereka bisa berjalan kaki.


Tidak lama, Reza telah sampai di markas tersebut, terlihat anak buah nya sedang berjaga di sekitar menunduk memberi hormat.


"Selamat datang, Tuan muda, " salah satu anak buah menunduk ketika Reza mendekat.


"Dimana Rio? " tanya Reza tho the poin.


"Didalam, mari saya antar. " Reza segera mengikuti langkah anak buahnya beserta yang lain untuk masuk kedalam.


"Berapa orang yang kalian tangkap? " tanya Reza sembari berjalan.


"Kami hanya mendapat satu orang, itupun kami menemukan nya di sebuah rumah dengan wanita paruh baya, " jawab nya.


"Darimana kalian langsung tau dia anggota Scale Bones? " tanya Vito.


"Seperti yang kemarin kalian bilang, ada tato mata elang, " jawab nya.


Semua ber oh ria, tak lama mereka sampai di sebuah ruangan yang begitu pengap, bau amis darah tercium di hidung mereka.


"Apakah disini tidak ada yang membersihkan? " tanya Reza menutup hidungnya.


"Kami sudah membersihkan semuanya, Tuan,hanya saja disini banyak bangkai tikus yang kami dapat, " jawabnya.


"****! Yeru kenapa kalian tidak menggunakan pewangi! " dengkus Bima.


"Pewanginya habis heheh, " kekeh Pria yang bernama Yeru.


Bertepatan saat itu pula, Rio datang bersama beberapa anak buah yang bersamanya. "Kalian sudah datang rupanya, " ucap Rio sembari membungkuk, meskipun ia bisa di sebut temannya Reza, ia tetap menghormati posisi Reza sebagai pemimpin.


"Kita langsung saja ke ruangan nya, " ucap Reza.


Rio mengangguk sembari melangkahkan kakinya menuju ruangan dengan jeruji besi, disana terlihat sedikit gelap sehingga samar- samar terlihat lah seorang Pria yang duduk dengan tubuh di ikat kemudian kepala yang di tutup.


"Dia sudah bicara? Siapa namanya? " tanya Reza kepada Rio.


"Belum,Za,yang aku ketahui namanya Rain. " jawab Rio dan di angguki Reza.


Mengingat bagaimana dua perempuan terluka di danau membuat Reza semakin mengeraskan kepalan tangannya, ia sungguh benci bila Wanita Jungle Kingdom terluka apalagi di rendah kan.


"Buka penutup nya! Yeru siapkan alatmu! " tentu saja yang di maksud oleh Reza ialah alat penyiksaan supaya tahanan nya mau berbicara.


"Dengan senang hati, Tuan, saya akan membuatnya kesakitan tiada tara akibat membuat wanita Jungle Kingdom terluka, " kekeh Yeru menggosok kedua telapak tangannya.


Mata elang sang raja Jungle Kingdom menatap tajam pada tahanannya yang masih setengah sadar, pelipis serta bibir terlihat bengkak pertanda bahwa ia telah di hajar habis - habisan oleh anak buahnya.


"Katakan dimana markas tim kalian! " tanya Reza dingin. "Jawab! Atau aku buat kamu memohon untuk hidup mu you f*ck*ng ****! "


"Saya tidak akan mengatakannya! " kekehnya meludahi lantai, terlihat berwarna merah yang keluar.


"Yeru! " teriak Reza.


"Siap, Tuan! Qui colok kabel nya! " ucap Yeru memanggil salah satu temannya.


"Tentu saja,Yeru! " tawa Qui mengangguk bersemangat.


"Kamu akan benar - benar menyesal telah menyerang Queen di danau! " ucap Rio menyeringai.


"Kamu tahu tidak? Kabel terbuka seperti ini tidak boleh terkena tubuh manusia, tapi aku rasa kamu memang ingin merasakan nya. " Qui segera mencolok kabel tersebut.

__ADS_1


Kemudian Yeru meletakkan kabel listrik tersebut di tubuh Rain, sontak Pria itu berteriak ketika merasakan getaran yang menyengat tubuh nya, sehingga ia mengejang dan terhentak tanpa bisa di cegah.


"Katakan sekarang! " bentak Reza menatap tajam.


Namun Rain belum bisa membuka suara, ia hanya berusaha mengendalikan rasa sakit yang ada pada tubuh nya, kini Qui mengambil sebuah tang yang berukuran besar dan mendekatkan ke arah Rain.


"Cepat katakan! Atau kuku - kuku mu aku cabut! " seringai Qui.


Masih tidak ada suara hingga kini Qui sudah meletakkan tang itu pada kaki nya, spontan Rain berteriak. "I-iya, saya akan mengatakannya! " jawab Rain terengah-engah, sungguh saat ini seluruh tubuhnya terasa remuk redam, ia juga tak bisa membayangkan kalau seandainya kuku nya di cabut paksa.


"Cepat katakan! "


"Salah satu komandan kami berada di sebuah pondok kecil tua yang berada di dekat jembatan kayu dengan arus sungai yang sangat deras, letaknya di tengah hutan pinus, " jawan Rain cepat.


"Aku butuh ketua kalian! " ucap Reza garang.


"Ketua kami masih ada di kota New York, beliau tidak akan keluar jika masih peperangan kecil, dan kami hanya di utus untuk menangkap salah satu Perempuan yang bersama anda,Tuan, " jelas Rain.


Jantung Reza berdetak dengan kencang, ingin sekali ia meremukkan tulang - tulang Pria yang ada di hadapannya ini untuk melampiaskan amarahnya.


"Tenang,Za, biarkan dia berbicara dulu, " ucap Bima.


"Lanjutkan! " ucap Aldo.


"Hanya itu saja yang saya ketahui, " jawab Rain sedikit takut, sejujurnya ia tidak pernah merasakan kesakitan ini, dan inilah pertama kalinya ia merasakan bagaimana di siksa oleh musuh, entah apa yang ada dalam dirinya.


"Bohong! " bentak Bima.


"Saya bersumpah, demi ibu bapak saya! " teriak nya takut. "Tolong jangan siksa saya, saya hanyalah anggota bayaran, saya terpaksa melakukan hal ini, " ucap nya jujur.


Reza dan yang lainnya mengerut kan kening , tidak faham apa yang di maksud oleh Pria ini. "Jangan mencoba mengelabui Tuan kami! " bentak Rio, ia maju dan melayangkan pukulan bertubi-tubi.


"Apa yang terjadi? " suara yang tidak asing terdengar dari arah belakang.


"Queen! " teriak mereka antusias, di belakangnya ada Ethan dan Sherly.


"Ma-maaf, Za, dia yang mau keluar, " gugup Ethan.


"Kak Reza jangan marahi mereka, aku tidak betah di Mansion jadinya aku memaksa mereka kesini, " ucap Nara.


"Dia sudah bicara, Za? " tanya Sherly menunjuk Rain yang sudah tak berdaya dengan darah yang teru - terusan keluar dari mulutnya.


"Hmm, " hanya itu saja yang keluar dari mulut Reza.


"Cepat balik! " ucap Reza tegas kepada Nara.


"No!! Aku mau disini, " tolak Nara.


"Tapi, dek_ "


Nara tidak menggubris ucapan Kakak nya, ia malah mendekat ke arah Rain yang terlihat takut kepadanya, Nara tidak memasang wajah dinginnya, malah ia terkesan lembut terhadap Pria yang ada di depannya.


"Hey, siapa nama mu? " pertanyaan Nara membuat yang lain tercengang.


"Nara apa - apaan! " amuk Reza kepada adiknya.


"Berhentilah mengamuk,Kak, keluar sana! " balas Nara tidak peduli.


"Dek, dia itu mu_ "


"Aku sudah tau, " jawab Nara memotong ucapan Bima.


Reza segera memberi kode ke arah Sherly untuk membawa Nara keluar, ia masih belum selesai menginterogasi karena adiknya yang keburu datang.


"Jangan suruh siapapun mengusir ku! " ucap Nara ketus dan kembali menghadap Rain.


"Nara ayok keluar,,, " bujuk Aldo.

__ADS_1


"No! Aku tidak mau, " tolak Nara lagi.


"Sekali lagi ada yang menyuruh ku keluar, aku akan menembak kepala kalian satu - satu, " ancam Nara membuat yang lain gelagapan.


Reza hanya bisa diam melihat adiknya seperti itu, jujur saja ia khawatir kalau sampai Nara di celakai oleh Pria di depannya seandainya ia bisa kabur, namun pikiran itu sungguh konyol untuk nya, bagaimana mungkin orang yang sudah tidak berdaya bisa lepas dari ikatan yang sangat kuat.


"Hey, aku tadi bertanya padamu, kenapa diam? " tanya Nara lagi.


"Jawab pertanyaan Queen! F*ck you! " umpat Qui menaruh ujung pistol di dahinya.


"I-iya, na-nama saya Rain, " jawab nya sedikit meringis.


Nara mengerutkan kening, ia merasa familiar atas nama itu, sehingga membuatnya semakin bertanya.


"Apakah kamu mengenal Mei Shi? " tanya Nara menatap penuh makna .


Reza dan yang lain saling tatap lalu sama - sama menggidikkan bahu.


"I-iya, di-dia sepupu saya, " jawab Rain termangu.


"Apa?! " seru Nara.


"Jadi kamu ya, Rain yang sering datang ke sekolah untuk menjemput nya? " Nara sedikit terkejut.


"Memangnya anda siapa? " tanya Rain, kini ketakutan nya sedikit menghilang.


"Aku sahabat nya sejak sekolah Vocational School! " ucap Nara antusias.


Rain sedikit tercengang. "Be-berarti kamu Nara? " tebaknya.


"Yes, akulah yang sering membantu Mei Shi dulu, " ucap Nara.


"Sudah selesai?! " tanya Reza dingin.


"Kakak, aku belum selesai mengobrol dengannya, biarkan aku kembali bertanya, " ucap Nara.


"Tidak boleh, sana keluar! " tegas Reza.


"Ta-tapi kan_ "


"Tidak ada tapi - tapian! " jawab Reza lugas.


"Okey, see you Rain... " ucap Nara tersenyum manis. Rain yang melihat senyuman Nara terperangah hingga tak berkedip, Ethan segera menyusul Nara bersama Sherly keluar.


"Jangan tatap adik ku seperti itu, akan ku congkel matamu, F*ck you! " ancam Reza.


"Ma-maaf, " sesal nya.


"Tinggalkan kami! " ucap Reza membiarkan nya untuk berbicara empat mata dengan tahanan nya itu.


"Siap,Tuan! " ucap Yeru dan Qui.


"Kami keluar dulu, Za, " ucap Aldo dan di angguki oleh Reza.


"Katakan siapa kamu sebenarnya, dan kenapa adik ku mengenal mu! " tanya Reza dingin.


"Saya..."


*


*


Vote


Like


Komen💜❤️❤️🔥🔥

__ADS_1


__ADS_2