Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Mobil VS Motor


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Pulang dari sebuah restoran, tiga pemuda sekaligus mendapatkan sebuah kejutan yang tak akan pernah bisa mereka lupakan. Semuanya berakhir dengan tatapan kebencian masing-masing, saling ingin membunuh, tetapi Nara memilih jalan pintas untuk menyuruh Saudaranya sendiri bertekuk lutut di hadapan nya.


"Kamu tidak apa - apa? " tanya Reza segera mendekat.


"No worry! " balas Nara.


"Kenapa kamu bisa keluar? " tanya Ethan menatap Rain.


"Ah, ya maaf,Tuan, sayaa lancang hanya saja dari dalam saya penasaran karena semuanya ribut akhirnya saya keluar dan terkejut melihat pisau melayang ke arah adik anda, " ucap Rain menatap Reza.


"Terimakasih sudah menyelamatkan adik ku, kalau saja kamu tidak datang tepat waktu, mungkin saja adik ku sudah tidak ada sekarang ini, " ujar Reza menepuk pundak Rain.


"Tidak,Tuan, mulai sekarang saya akan siap melindungi anda dan orang- orang terdekat anda, sama hal nya saya mengabdi kepada pemimpin saya, " balas Rain tulus.


"Baiklah, besok pagi aku akan menelpon anak buah menanyakan untuk kepindahan mu, " ujar Reza.


"Terimakasih,Tuan, " ucap Rain sedikit menunduk.


"Hmm, sekarang semuanya istirahat, hari sudah sangat malam, " ucap Reza segera naik ke atas bersama Nara, sedangkan Ethan dan Rain memasuki kamar yang bersebelahan.


Sampainya di kamar, Nara langsung menuju ke kamar mandi, mencuci muka yang sedikit terlihat kacau. Sesekali ia meringis karena perih ketika terkena sabun.


"F*ck! Perih sekali, " gumannya, rupanya sekarang Nara sudah terbiasa dengan berbagai umpatan semenjak ia bergabung dengan Jungle Kingdom. Kalau kalian bertanya apakah gara - gara pergaulan Nara dengan mereka maka jawabannya adalah tidak, karena dulu juga Nara sering mengucapkan hal - hal tersebut sehingga membuat mending Nenek nya terus menegur.


Dulunya, Nara adalah sosok yang sangat liar dan bebas sebelum masuk kerumah megah ini dan berubah menjadi gadis cupu. Kekerasan yang membuat dirinya lemah, namun sekarang ia begitu berubah setelah ada sang Kakak yang mengenal kanya dengan dunia hitam.


Setelah mencuci muka dan menggosok gigi, Nara segera keluar dari kamar mandi dan menuju ke tempat tidurnya.


Tok...Tok...Tok...


"Masuk! " ucap Nara ketika mendengar pintu kamar nya di ketuk.


Seketika wajah tampan sang Kakak kini terlihat, Reza membawa kotak P3K yang berada di kamar milik nya.


"Lukanya di obatin, " ucap Reza menatap adiknya.


"Iya, " balas Nara dan mengambil kotak obat tersebut.


Reza membantu Nara untuk mengobati luka nya. "Sakit? " tanya Reza.


"Sedikit. "


"Beringas sekali tadi. "


"Hm, kalau tidak begitu aku akan mati, " jawab Nara santai.


"Bagus, Kakak suka. "


"Kenapa Kakak tidak memberitahu ku tentang Scale Bones? " Nara memicingkan matanya.


"Tau darimana? " tanya Reza.


"Kak Ethan yang kasih tau, " balas Nara.


"Kakak punya alasan, " jawab Reza singkat.


"Takut karena aku terluka? "


"Tentu saja, luka ini saja sudah buat Kakak naik darah, " jawab Reza.

__ADS_1


"Setiap orang yang berada di dunia hitam pasti akan terluka, karena itu dunia kekerasan dan selalu di kejar musuh, aku tidak masalah asalkan aku tetap waspada, " ujar Nara.


Reza selesei mengobati adiknya, dan kembali merapikan kotak tersebut lalu menaruhnya di atas meja. "Kamu benar, tapi Kakak tidak rela. "


"Terserah Kakak aja, aku tidak membantah hanya saja kalau nanti terjadi perang aku harus ikut turun, " balas Nara final.


Reza tidak menjawab melainkan mengalihkan pembicaraan. "Tidur, sudah malam! " Reza mengecup singkat kening adiknya lalu segera keluar.


Nara memajukan bibirnya cemberut, kemudian tak ada kegiatan apapun ia segera merebahkan dirinya dan mulai terlelap.


***


Keesokan harinya semua telah terbangun dari tidur masing -masing, semuanya saat ini berada di meja makan kecuali tiga pemuda yang sedang bersiap untuk tujuan lainnya.


Seperti biasa, Jonathan akan pergi ke kantor di temani oleh dua Putranya, sedangkan Hanna dan Jennie hanya diam di rumah, entah apa yang akan mereka kerjakan.


Nara keluar dari kamar nya, mengenakan kemeja warna putih dengan celana jeans serta tak lupa sepatu sneaker nya. Tepat saat itu pula Reza berada keluar dari kamar nya.


"Pagi,Queen! " sapa Reza memberikan senyuman terbaik untuk sang adik, bahkan sudah memanggil nya dengan sebutan Queen.


"Bahagia banget, ada apa? " tanya Nara tidak menjawab ucapan Kakak nya.


"Hari ini Kakak akan mengurus pindahan Rain, kamu ikut ke Mansion Jungle ya, " ujar Reza.


"Baiklah, aku sudah siap, lagipula hari libur tidak ada kerjaan lain juga selain kesana, " ujar Nara.


"Sepertinya setelah mengurus Rain, Kakak akan ke Cafe, sudah lama sekali Kakak tidak kesana, kamu mau ikut? " tanya Reza.


"Sebenarnya aku mau, tapi lain kali saja lah, aku hanya mau ke Mansion Jungle, " ujar Nara.


"Baiklah kalau begitu, ayok turun, " ucap Reza.


Kedua adik Kakan tersebut menuruni tangga, tetapi sebelum itu Reza pergi ke dapur, ia tak peduli tatapan Jonathan dan yang lain kepadanya, ia hanya bersikap acuh terhadap mereka.


"Pagi,Bik Rumi, " sapa Reza melihat pelayanan pribadi Nara.


"Disini ada roti? Kasihan Nara belum sarapan, " ujar Reza.


"Ada,Tuan, kemarin saya habis ke supermarket membeli bahan makanan, dan kebetulan saya beli banyak, " ujar Bik Rumi menuju ke lemari pendingin, disana terlihat rapi dengan berbagai macam makanan ringan, termasuk roti sandwich dan macam susu berkaleng.


"Ini ambil saja,Tuan, masih tersedia banyak. " Bik Rumi kemudian memberikan roti yang masih terbungkus rapi beserta dengan selai nya.


"Terimakasih, kalau begitu aku pergi dulu,Bik. " Reza segera keluar dari dapur dan melihat Nara yang kini sedang duduk di ruang tamu.


"Kamu mau kemana,Za? " tanya Arzan.


"Keluar, " balas Reza singkat tanpa menoleh.


"Apakah kamu tidak ada kerjaan lain selain keluyuran, entah pistol darimana kamu dapat semalam, " ujar Jonathan.


"Tidak perlu tau apa yang saya kerjakan, kalian hanya bisa membenci tanpa alasan! " balas Reza segera berlalu.


Rahang Jonathan gemeretak ingin mengeluarkan emosinya. "Dad, sudahlah, mari kita selesaikan sarapan kita dan segera pergi, sebentar lagi akan ada rapat kerjasama perusahaan kita, " ucap Arzan mengingat kan Ayahnya.


Jonathan hanya bisa mengangguk kemudian melanjutkan sarapannya.


Ethan dan Rain sudah keluar dari kamar masing-masing, ia duduk bersama Nara di ruang tamu.


"Kamu ikut? " tanya Ethan.


"Iya."


"Ini makanan kamu, " ucap Reza memberikan nya kepada Nara.


"Thanks! " Nara antusias menerima satu bungkus roti tawar.


"Tuan, apakah kita akan menjemput ibu saya dulu? " tanya Rain.

__ADS_1


"Iya, aku sudah menyuruh anak buah kemarin untuk membawanya ke rumah sakit, karena sebelumnya ibu ku pingsan, " jawab Reza.


"Saya sudah menduga, tapi terimakasih sudah membawa ibu kerumah sakit, " ucap Rain menunduk.


"Setelah ini, ibu mu akan di rawat jalan, kamu bisa bekerja juga, " tambah Reza.


"Terimakasih,Tuan. "


"Kalau begitu, ayok berangkat. " Reza segera meninggalkan ruang tamu bersama dengan yang lainnya.


"Sini, Kakak bantu bawain, " ucap Ethan kepada Nara yang masih memeluk roti nya.


"Terimakasih, " ucap Nara sedikit tersenyum.


Setelah mengeluarkan mobil nya Reza langsung menyuruh yang lain untuk masuk, tetapi Nara hanya menatap motor nya yang berada di samping motor Kakaknya itu.


"Aku pakai motor ya,Kak, " ucap Nara. Sebelumnya Nara sudah memutuskan untuk mencoba mengendarai motor tersebut dan sudah menyiapkan kunci di saku celana jeans nya.


"Jangan! Bahaya, takutnya ada musuh yang ngejar kamu, " tolak Reza cepat.


"Tenang aja! Jangan kira aku lemah hanya karena mengendarai motor, " balas Nara.


Reza hanya menghela nafas karena keras kepala adiknya sudah tidak bisa di bantah. "Baiklah, tapi kamu jalan di depan ya, kami awasi lewat belakang, " ukar Reza.


"Siaplah! " Nara segera memakai helm, sebenarnya warna motor itu sama dengan Reza, berwarna hitam hanya saja sedikit goresan indah berwarna merah.


Nara mengeluarkan motor tersebut, kemudian segera menaikinya. "Aku jalan duluan ya! " teriak Nara ketika melihat semua sudah di dalam mobil.


"Hati-hati! " balas Reza.


"Nara naik motor,Za? " tanya Ethan.


"Iya, biarkan saja, dia tidak bisa di bantah, " tukas Reza.


"Baiklah, ayok jalan. "


Mobil tersebut kini berada di belakang Nara, mereka sama - sama keluar dari Mansion tersebut, melewati jalanan pagi yang terlihat ramai, dengan gerakan lincah, Nara menggunakan skill balap motor nya membuat Reza khawatir melihat Nara yang terus meliuk-liuk menyalip kendaraan yang ada di depannya.


"Sh*** Nara! Tidak bisa apa berkendara santai! " geram Reza khawatir dengan keselamatan adiknya.


"Biarkan saya yang menyetir,Tuan, saya akan mengejar nya, " tawar Rain.


Sebenarnya Reza tidak ahli dalam balap, sebab itu ketika ia menghindari kejaran musuh, Bima lah yang menyetir nya.


"Baiklah, awas saja kalau sampai aku celaka, " ancam Reza memandang tajam ke arah Rain.


"Tuan tenang saja, saya sudah berkali-kali di kejar musuh dan mereka tertinggal begitu jauh, " kekeh Rain, ia segera mengganti posisi dengan Reza. Setelah ketiganya siap, Rain dengan keahliannya pula kini mengejar Nara yang sudah terlihat menjauh.


Mobil itu kini melesat bagaikan angin yang hanya sekedar lewat, entah Rain menggunakan keahlian seperti apa hingga membuat Reza dan Ethan menahan nafas. Namun tak lama kemudian tidak sia - sia Rain yang menyetir, kini Nara sudah terlihat di depan.


Reza membuka jendela nya setelah mobil tersebut menjejeri motor Nara. "Awas saja kalau sampai Mansion Jungle nanti! " teriak Reza.


Nara terkejut dan hanya tersenyum di balik helm nya, bukannya merasa takut, setelah lampu melihat lampu hijau Nara semakin mengegas dengan kecepatan tinggi seakan-akan menantang Kakak nya untuk balapan.


"F*ck! Rain, kejar dia! " titah Reza.


"Siap,Tuan! " dengan gerakan cepat Rain kembali fokus menyetir untuk mengejar Nara.


Akhirnya di jalanan tersebut terjadilah kejar-kejaran antara motor sang adik dengan motor sang Kakak, Nara tertawa kecil ketika mobil Kakak nya belum berhasil mendekati, ia masih sedikit tertinggal jauh di belakang.


"Kak Reza payah! " guman Nara terus tertawa.


*


*


Tinggalkan jejak ❤️

__ADS_1


__ADS_2