Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Bersedia


__ADS_3

Bismillah 🤲


Happy Reading 🥳💜


*


*


Reza telah sampai kembali di Mansion William, segera berlari masuk kedalam. Begitu pula Arzan sedangkan Nara tetap berada di luar.


"Arzan apa yang terjadi? " tanya Jonathan menghampiri Putra pertamanya.


"Benar, Jennie mengunjungi Club bersama temannya, " jawab Arzan.


"Jangan bohong Arzan! " seru Hanna.


Reza berbalik arah melempar flashdisk itu ke arah Arzan, dengan cepat Arzan menangkap nya.


"Lihat! Dan tutup mulutmu! " Reza segera kembali ke atas.


Arzan mengambil laptop nya kemudian mencolokkan flashdisk ke arah laptop tersebut, ia mencoba mencari file rekaman CCTV yang telah di ambil kemudian memutar nya.


"Jadi Reza benar? " ujar Galen.


"Mn. " Arzan mengangguk.


Kemudian Arzan kembali ke kamar nya, sebenarnya ia sangat penasaran tentang adik ketiganya itu, selama ini mereka tidak pernah bicara bahkan akrab sedikit pun. Ketika di berikan Flashdisk itu ia melihat sesuatu yang sangat mengganjal.


Ia tidak mau seluruh keluarganya melihat bila itu benar apa yang ada di pikiran Arzan, karena ia juga faham apa itu sesuatu yang bersifat privasi.


Melihat sebuah file berbentuk gambar, ia menekannya dan betapa terkejutnya melihat Reza memegang sebuah senjata Laras panjang, bahkan ia melihat begitu banyak yang tunduk menghormatinya.


"Apakah kamu mafia, Za? " guman Arzan,kembali ia melihat - lihat foto tersebut.


Hingga suara ketukan pintu terdengar, Arzan segera melepas Flashdisk itu dan segera menuju ke arah pintu.


"Ada kiriman dari nomor Jennie, Momy menyuruh kita untuk sama - sama melihatnya, " ucap Galen, Arzan mengangguk dan segera menuju ke arah ruang tengah.


Di luar Reza telah bersiap bertepatan dengan itu suara mobil yang begitu ramai telah memasuki halaman Mansion nya, ia segera keluar dan melihat Nara telah menyambut semuanya


"Nara! " seru Ethan, ia berlari ke arah Nara.


Nara tersenyum lebar melihat kedatangan lelaki yang selalu membuatnya salah tingkah, bahkan sering memikirkan nya saat ini, padahal tadi pagi ia sudah ketemu.


"Kalian tunggu di luar, Komandan semuanya masuk! "


Terdengar suara Reza yang baru saja keluar.


"Siap, Tuan! " jawab semuanya kompak.


Kini panglima Jungle Kingdom telah masuk kedalam, Jonathan yang melihat semuanya memakai rompi anti peluru terkejut begitu pula dengan Hanna.


"Apa - apaan kamu bawa mereka ! " bentak Jonathan.


"Segera tunjukkan apa yang di kirim ke nomor itu! " tegas Reza, ia tidak ada waktu lagi untuk bertengkar.


Arzan segera mengambil benda pipih milik Galen, ia segera menekannya dan memperlihatkan beberapa foto Jennie yang tidak berdaya.


"Putriku! Tidak! Putriku! Hiks.. Mas, cepat kita ke kantor polisi dan selamatkan Jennie! " Isak Hanna melihat Jennie yang di borgol dengan baju yang terlihat koyak.

__ADS_1


"Tidak ada yang boleh memanggil polisi sebelum penculiknya tertangkap! " tegas Reza.


"Lalu apa yang mau di lakukan? Haruskan kita diam saja? Jangan bodoh Reza! " bentak Hanna.


Jonathan memeluk istrinya, ia mencoba menenangkan, ia juga begitu sedih dan tidak bisa mengatakan apapun, semakin ia marah maka ia semakin merasa lelah untuk malam ini, ia baru saja pulang dari rumah sakit semenjak perusahaan nya yang telah terbakar begitu saja.


Hingga kini kenyataan bahwa sang Putri telah di culik oleh entah itu siapa hingga membuat Reza melarang nya untuk melapor kepada polisi.


"Aldo segera lacak nomor itu! " perintah Reza mengabaikan teriakan Ibunya.


"Siap, Za. "


Baru saja ia akan melacaknya muncul sebuah pesan. "Ada pesan dari nomor nya, " ucap Aldo.


"Baca dengan keras! " ucap Reza.


" Nyawa Jennifer Merrie William di tukar dengan Gadis Adonara. Ku beri kamu waktu maksimal tiga jam agar Nara menghubungi ku melalui link yang telah di sediakan. "


" Kalau dalam tiga jam ke depan Nara tidak muncul di layar, maka sebuah video yang akan aku kirimkan adalah tubuh Tuan Putri William sudah terpisah. "


Pesan dari nomor tersebut yang mengatakan bahwa ia menunggu Nara untuk menghubungi mereka dalam waktu tiga jam kedepan membuat semua yang ada di ruangan itu menahan nafas, seluruh mata yang ada di ruangan itu memandang ke arah Nara beserta Reza secara bergantian.


"Tidak! Jangan Nara yang pergi! " tegas Sherly.


Hanna segera angkat suara. "Dia harus pergi! Kalau tidak Putri ku akan celaka! " teriak Hanna.


"Jangan egois wanita tua! " bentak Ethan, ia segera menarik Nara ke dekatnya.


"Jangan bentak , Momy ku! " bentak Galen.


"Ethan, hentikan, " ucap Aldo menahan tangan Ethan.


"Bukankah yang di inginkan penculikan itu adalah Nara? Berarti dia yang harus kesana! Dan dia juga yang harus di culik kenapa Putriku yang di culik? " bentak Hanna.


"Lalu bukankah Nara juga putri mu? " Sherly meninggikan suaranya.


"Jika dia mau aku anggap sebagai putriku setidaknya dia berkorban untuk saudaranya sendiri! " balas Hanna.


"Pengorbanan macam apa yang kamu bahas? Ini sama hal nya kamu membahayakan kedua putri kamu ! Dasar wanita tolol! " bentak Sherly.


Jonathan mendekat ke arah Nara yang berada di dekapan Ethan.


"Nara, maukah kamu menyelamatkan saudara mu? Dia saudara mu apakah kamu tidak akan berkorban demi menyelamatkan nya? " entah apakah Jonathan benar-benar terlihat tulus atau tidak, bahkan suaranya begitu lembut.


"Jangan melewati batas, Tuan Jonathan! "


Sungguh Reza tidak rela melihat adiknya akan pergi ke sarang musuh, bagaimana kalau Nara kenapa-napa disana? Meski ia akan berjanji setelah ini langsung menyelamatkan adiknya, namun tidak bisa ia tebak setelah Nara ada disana apakah Nara bisa bertahan?


Semua mata kini menangis tidak rela Nara pergi, kecuali Keluarga William. Keluarga William bahkan mengharapkan Nara segera kesana.


"Aku akan pergi! " putus Nara melepas pegangan Ethan.


"Dek! "


Jawaban yang sangat di takuti oleh seluruh pasukan Jungle Kingdom kini terucapkan.


"Jangan anggap aku lemah, Kak, guru mengajarkan ku banyak hal untuk bertahan, " ucap Nara yakin.


"Ini baru anak ku! " ucap Jonathan antusias.

__ADS_1


"Jangan bersikap seolah-olah kamu telah lama mengenal ku, Tuan Jonathan! Ingatlah kalau sampai aku tidak selamat lihatlah mereka! " Nara menunjuk ke arah lima pasukan tertinggi Jungle Kingdom.


"Mereka akan membuat mu menyesal seumur hidup terutama oleh Kak Reza! " desis Nara menyeringai.


"Kalian pikir saya bodoh bisa luluh begitu saja ketika mendengar bahwa saya harus kesana? Cih... hal bodoh macam apa sehingga saya senang masuk ke sarang musuh, saya kesana hanya untuk menyelamatkan Putri kesayangan kalian supaya air mata bodoh kalian tidak keluar sia - sia! " kekeh Nara.


"Maksud kamu apa ha?! " Galen ingin mendekati Nara.


"Galen, hentikan! " Arzan menahan tangan Galen.


"Putri kalian lembek sekali, bahkan di sebut saja sebagai wanita tidak tau malu semudah itu menerima ajakan lelaki asing! " sekali lagi Nara mengeluarkan ujaran kebenciannya.


"Menerima ajakan lelaki asing hingga sampai membuat saya dengan orang terdekat harus melawan mereka! " tambah Nara.


Semua bungkam mendengar hal itu, Reza mendekat dan memeluk adiknya begitu erat. "Kakak akan melindungi mu, Kakak janji! " Reza menangis di pelukan sang adik, ia mengingat kenangan bersama Nara ketika ia suka jahil dan sering mengganggunya, bersikap manja, bahkan melarangnya untuk pergi meninggalkan dirinya semakin membuat dada terasa sesak.


"Jangan membuat ku malu karena melihat mu nangis, Kak, dimana pemimpin Jungle Kingdom yang begitu kuat dan tak terkalah kan? " ucap Nara lembut.


Sungguh hal itu membuat panglima Jungle Kingdom yang ada disana meneteskan air mata, begitu pula dengan Sherly, mendengar bahwa sang Queen akan masuk ke tempat paling berbahaya untuknya.


"Nara, kamu adalah adik ku! " Sherly memeluk tubuh Nara erat.


Aldo, Bima dan Ethan mendekat, sedangkan Vito dan juga Rio diam di tempat.


"Kita adalah saudara untuk adik kecil kita, kita semua sudah berjanji untuk menyelamatkan dan melindunginya, " ucap Aldo mengacak rambut Nara.


"Kita akan bersatu! " seru Bima.


"Terimakasih semuanya! " Nara memeluk semua Kakak angkatnya, termasuk Reza.


"Kak Rio, Kak Vito, kemarilah, apakah kalian senang aku pergi? " kekeh Nara.


"Tentu saja tidak! " keduanya mendekat dan memeluk Nara.


"Awas saja kalau mereka berani menyentuh sedikit saja kulit mu, Kakak akan cincang tubuh mereka dengan mesin gergaji, " ucap Rio membuat yang mendengar nya bergidik ngeri.


"Hahah lakukan, Kak, aku suka! " ucap Nara tersenyum.


"Pelukannya jangan lama, " ketus Ethan.


"Cieee yang cemburu! " goda Reza, kini ia menyimpan kesedihannya untuk melihat adiknya tertawa saat ini.


Arzan memandang haru ketika melihat adik terkahir nya akan pergi demi menyelamatkan Jennie, ada rasa sedikit menyesal ketika ia begitu membenci Nara di masa lalu.


Sedangkan Hanna memandang jengah melihat mereka berpelukan. "Cepatlah jangan banyak drama! " ucap nya sedikit keras membuat semuanya memandang ke arahnya.


"Seharusnya orang tua yang berkorban demi anak nya, " desis Sherly.


"Ayok, dek, waktu kita tidak banyak, Kakak akan ambil laptop dulu, " ucapnya segera naik ke atas.


Ethan menarik tangan Nara membuat Nara terkejut. "Berjanjilah untuk tidak kenapa-kenapa disana, " ucap Ethan memegang tangan Nara.


"Kak,yang namanya masuk ke sarang musuh pasti akan terjadi sesuatu, Kakak jangan takut, kalau aku tidak selamat, maka Kak Ethan dan Kak Reza yang akan maju paling depan untuk membalaskan dendam ku, okay? " Nara memandang tersenyum ke arah Ethan.


"Kamu harus selamat! " Ethan langsung memeluk tubuh ringkih Nara, mencoba membuktikan bahwa ia benar-benar tulus dan tidak ingin kehilangan dirinya.


*


*

__ADS_1


Vote like komen 🥰❤️


__ADS_2