Misteri Cinta Gadis Mafia

Misteri Cinta Gadis Mafia
Kemarahan Reza


__ADS_3

*


*


*


Di tengah malam yang sepi , seorang pemuda mengepalkan tangannya erat melihat ke arah layar hp nya.


"Nara... kenapa kamu membohongi kakak, " ucap nya geram karena ia sudah tau posisi Nara sedang berada di jalan yang mana dan pasti nya tau alasan Nara meminjam motor nya.


Dengan cepat ia mendial sebuah nomer telpon tak lama telpon tersebut tersambung.


"Ethan kamu dimana? Cepat kesini aku butuh bantuan sekarang, Nara sedang dalam bahaya, " ujar Reza datar dan dingin, setelah telpon terputus dengan langkah cepat ia keluar dari kamar dan segera menuju garasi mobil


***


Di mansion...


Ethan sedang asyik mengobrol bersama yang lain termasuk Bima dan juga Aldo, mereka menikmati suasana malam yang cukup dingin


Bahkan para anggota yang lainnya sibuk bermain gitar sambil bernyanyi sesuka hati mereka membuat suasana terlihat ramai.


Drrrtt..


Ponsel milik Ethan berdering.


"Siapa Et? " tanya Bima.


"Reza," jawab nya menatap Bima dan Aldo.


"Angkat aja siapa tau ada yang penting," ucap Aldo.


Ethan segera menekan tombol hijau dan telpon pun tersambung.


"Iya Za? Ini lagi di mansion. "


"...."


"Apa!! Nara dalam bahaya? I- iya aku kesana sekarang. "


Sambungan terputus, semua yang ada disana mendengar percakapan Ethan membuat Bima dan Aldo panik.


"Nara dalam bahaya maksud nya apa? " tanya Bima.


"Aku tidak tau Bim, yang penting aku segera kesana kayak nya nanti aku suruh Reza kesini dulu, takut nya nanti ada sesuatu yang buat Reza marah sama Nara, " ujar Ethan.


"Yang benar saja Et, mana mungkin Reza marahin Nara, " timpal Aldo.


"Feeling aku aja Al,, tapi semoga semuanya baik - baik aja, kalau memang benar bawa aja mereka kesini, " ucap Aldo.


"Baiklah cepat kembali , dan segera hubungi kalau keadaan tidak baik, " ucap Bima dan di angguki oleh Ethan


***


Tiga puluh menit Ethan telah sampai di mansion keluarga William, padahal waktu sampai di mansion tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama namun Ethan dia telah ahli dalam berkendara dan tidak pernah terlambat ketika dalam keadaan darurat ia segera masuk dan melihat Reza yang baru saja mengeluarkan mobil nya.


"Za, Nara di mana ? " tanya nya.


"Tinggalkan motor kamu disini, kita pakek mobil, " titah Reza tanpa menjawab pertanyaan Ethan.


"Baiklah. "


Setelah mereka masuk kedalam mobil Reza menginjak pedal gas kuat - kuat dan menempuh jalanan yang cukup sepi untuk menemui adik kesayangannya.


Sedangkan disisi lain...


Balapan pun tetap berlangsung , Nara yang berawal dengan sedikit santai , ia sudah tau taktik balap ketika ia belajar di markas jadi sekarang ia akan membuktikan bahwa ia benar - benar bisa mengalah kan dua orang yang ada di depannya.


Motor saat ini yang paling depan ialah motor Gio yang di susul oleh Jeck, tak butuh waktu lama Nara sudah bisa menyeimbangkan gasnya. Ia tak langsung memaksakan gas motor tersebut sehingga dapat membuatnya tak maksimal.


Saat dirasa cukup, Nara menambah kecepatanya dan berhasil memotong Jeck di sebuah tikungan.


"****... " umpat Jeck kesal.


Nara tetap menambah kecepatan nya, ia mulai mengambil ancang-ancang untuk memotong Gio yang ada di depannya , saat ia ingin menyalip Gio dengan licik nya Gio menghalang. Nara sedikit geram sehingga ia memutuskan untuk mengambil ancang-ancang tipuan, Nara membawa stang motor nya ke arah kiri begitu pula Gio bahkan ia sangat mepet ke arah kiri sehingga membuat nya sedikit kesulitan untuk mengendalikan motor nya.


Tak menyia-nyiakan hal tersebut dengan gesit Nara mengarahkan stang motor nya ke arah kanan dan menekan gas nya kuat - kuat sehingga membuat Gio jauh tertinggal , aksi kejar-kejaran pun terjadi namun jarak antara mereka dan Nara cukup jauh, tak butuh waktu lama Nara berhasil melintasi garis finis yang menunjukkan bahwa ialah pemenang nya.


Suara riuh sorakan dari para penonton membuat berisik di telinga Nara, Nara turun dari motor nya dan menatap Jeck dan juga Gio yang juga turun dengan keadaan kesal.


"Kamu curang ya..?! " bentak Gio terhadap Nara.


Nara melipat kedua tangannya. " Otak kamu di mana? " tanya nya sinis, "kayak orang nggak pernah balap aja. "

__ADS_1


"Maksud kamu apa ha!!! Aku sering kali ikut balapan tapi tidak pernah kalah seperti ini. " ia bahkan mendorong Nara dengan kasar namun dengan segera teman - teman Jeck menghalanginya.


"Jangan jadi pengecut..! Kalah ya kalah aja , aku saksinya lagian ini juga untuk taruhan dia dan juga jeck karena kamu ikut dijadikan sebagai balapan mendadak nggak ada yang curang, " ujar Riko.


"Tapi dia nyalip dengan cara yang curang, " ucap Gio tak mau kalah.


"Udah stop! Itu namanya taktik beg* otak kamu di pakek, " kini Jeck yang melihat semuanya ikut membela Nara.


"Udah Gi... " ucap Aldi.


"Kamu nggak malu apa kasar sama cewek kayak gini, " ucap Abimana berusaha menghentikan temannya.


"Dia kayak nya malu di kalahin sama cewek, " cibir Rival anggota Jeck.


"Yasudah kalau seperti kesepakatan sebelumnya aku akan tunduk sama kamu, " ujar Jeck pasrah,ia berlutut dihadapan Nara namun dengan cepat Nara menghentikannya.


"Saya anggap taruhan kamu lunas," ucap Nara datar, Jeck hanya melongo karena baru saja ia akan menunduk di kaki Nara namun Nara sudah langsung menganggap nya lunas.


"Tapi kenapa? Bukan kah aku harus melakukan nya ? " tanya Jeck.


"Saya tidak suka melihat orang tunduk di kaki saya, " ucap Nara terus terang , geng motor yang ada disana berdecak kagum sekaligus heran, di saat orang lain sangat tergila-gila bila ada yang Menunduk di bawah kaki nya maka Nara bukanlah tipe orang yang seperti itu.


"Dan saya sudah anggap taruhan dari kamu lunas, bilang sama teman songong mu yang bernama Galen bahwa saya berhasil mengalahkan kamu, " ujar Nara karena disini ia tidak melihat keberadaan Galen.


"Ee ee i- iya baiklah " jawab Jeck gelagapan.


"Ya , oh ya kamu saya minta serahin motor kamu, " sinis Nara karena sebelumnya Gio sudah menjanjikan akan memberikan apapun yang diminta.


"Enak aja ,inget ya taruhan kita belum tuntas, " ujar Gio licik.


"Ini sudah kesepakatan dari awal ya ,, nggak usah makan ucapan sendiri dasar pengecut!! " bentak Nara tajam.


"Nih bocah mau ngerasain aku tonjok kayak nya, " ucap Gio sambil melayangkan pukulan.


"Woi anj*** masih nggak mau ngalah juga kamu... dasar pengecut! " sahut Riko bersama yang lainnya.


"Kalok nggak mau kalah nggak usah main bangs** " sahut yang lain ikutan.


"Ini semua gara - gara kamu dasar murahan!! " bentak Gio marah menatap Nara.


Bugh!


Nara tidak segan- segan menendang perut Gio sehingga membuat nya mundur kebelakang.


"Kalah menang dalam permainan udah biasa, tapi yang saya minta cuman satu kesepakatan sebelumnya, " ujar Nara sinis.


"Kurang ajar!! " saat Nara ingin menyerang segerombolan geng Gio tiba - tiba datang dan langsung menyerbu tempat itu.


"Sial mereka memanggil geng nya, " teriak Riko.


"Serang!! " ucap yang lainnya.


Akhir nya tempat tersebut terjadilah perkelahian antara geng satu dengan geng yang lainnya, Nara segera menjauh dari tempat itu namun Jeck segera menahannya.


"Ada apa? Saya tidak punya waktu banyak untuk berkelahi, " ucap Nara datar.


"Ya tidak apa, soal urusan kamu sama Gio biar aku yang selesaikan dan cepat lah pulang, disini semakin kacau, " ujar Jeck.


"Ya, " ucap nya dan di angguki oleh Jeck.


Nara segera membawa motor nya menjauh dari arah kekacauan tersebut. " Mati aku,,, Kak Reza bakal marahin aku habis - habisan," ucap nya cemas.


Saat ia membawa motor nya menjauh nampak mobil berwarna merah menghampiri nya , Nara sudah tau siapa itu dan ia pun menarik nafas dalam-dalam siap menerima kemarahan dari kakak nya.


Reza dengan raut wajah penuh amarah ia keluar bersama Ethan.


"Aku harap kamu tidak kasar sama dia, " pesan Ethan namun Reza tak mengindahkan ucapan tersebut


"Ka-kak Reza " ucap Nara gugup.


"Masuk! " ucap nya dingin namun Nara tetap bergeming.


"SAYA BILANG MASUK YA MASUK!!!! " bentak Reza formal membuat Nara terlonjak kaget.


"Dek masuk, " ucap Ethan menatap Nara.


Nara segera masuk kedalam mobil tersebut, sedangkan motor nya di bawa oleh Ethan.


Reza masuk kedalam mobil nya dan mulai menjalankannya dengan kecepatan yang cukup kecang sehingga membuat Ethan sedikit tertinggal di belakang.


"Aku harap kamu tidak memarahi Nara, Za, " guman Ethan karena ia tau kalau Reza sudah marah tidak ada yang berani melawannya, ia sangatlah sulit untuk di kendalikan namun entahlah apakah Nara bisa menghadapi semuanya?


Mobil tersebut tidak mengarah kejalan rumah nya namun mengarah ke arah Mansion Jungle Kingdom , tidak ada percakapan seperti biasanya yang ada hanyalah suasana hening.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama mobil tersebut telah sampai di Mansion , semua anak Jungle Kingdom sedang berkumpul menunggu kabar dari Ethan yang mereka dengar sebelumnya Nara dalam bahaya.


Mereka turun dari mobil dan mendapat banyak pertanyaan dari Bima dan juga Aldo.


"Nara kamu baik - baik aja? " tanya Bima segera menghampiri Nara.


"Jangan terlalu buat dia manja Bima, dia sudah keterlaluan, " ucap Reza tajam.


"Apa yang terjadi? " tanya Aldo.


"Nara baru selesai mengadakan taruhan " ucap Ethan.


"Kalian semua pergilah berikan mereka waktu, " titah Aldo semua anggota masuk keruangan masing - masing.


"Masuk kedalam! " titah Reza dingin terhadap Nara.


"Nar, ayok masuk, " ucap Bima lembut.


Nara hanya menurut, dia tidak berani berbicara dia hanya bisu dihadapan kakak nya . Setelah masuk kedalam tangan Nara segera dicekal oleh Reza dan membawanya masuk kedalam ruangan.


"Kak sa- sakit.. " ringis Nara.


"Kendalikan amarah mu Reza, " ucap Bima sedikit khawatir.


"Sudah Bim, biarkan saja. Kita awasi dari luar, " ucap Aldo.


Sedangkan didalam kamar Nara sudah tidak tau lagi harus seperti apa ketika sedang menghadapi kemarahan kakak nya , Nara memang sudah berubah namun bukan berarti ia juga bisa melawan dan membantah kakak nya yang selama ini telah peduli kepada nya.


"Jelaskan kenapa kamu bohong sama saya ha?!! " tanya Reza tajam ke arah adik nya, sudah tidak ada lagi kelembutan dari suara nya, sekarang kemarahannya membuat Reza bersikap formal terhadap adik nya.


"Ma- maaf k-kak, " ucap Nara gugup tak terasa air matanya jatuh begitu saja, sakit ya hati nya memang merasa sakit dengan kemarahan Reza sekarang , tapi harus bagaimana lagi ini juga kesalahannya yang telah berbohong sama kakak nya jadi Nara harus tanggung jawab atas apa yang telah di lakukan nya.


"SAYA BILANG JELASKAN BUKAN MENYURUH KAMU MINTA MAAF!!!! " bentak Reza bahkan ia mendorong Nara keras ke arah tembok.


Plak!!


Satu tamparan di pipi Nara menggema di ruangan itu membuat Nara merasa semakin tak berdaya.


"A- apa yang Kakak lakukan!!! " teriak Nara menangis sejadi - jadinya sambil memegang pipi kanan nya , ia baru pertama kali menghadapi sikap Reza ketika marah.


" SAYA MINTA JELASKAN YA JELASKAN!!!! " bentak nya lebih keras di wajah Nara bahkan Reza sampai memukul tembok yang ada di belakang nya.


"I-iya aku di ajak taruhan kalau aku tidak mau aku akan menjadi wanita mereka dan di anggap pengecut.! " jelas Nara sedikit keras diiringi dengan isakan tangis nya.


"Aaakkhkhhhh " lagi dan lagi Reza memukul tembok yang ada di belakang Nara.


"Maaf Kak, " lirih Nara.


"Kamu sadar nggak apa yang telah kamu lakukan itu bahaya!!! KAMU SADAR NGGAK!!! " bentak Reza lagi bahkan ia mencengkram lengan Nara.


"Sa- sakit Kak hiks... " Nara menunduk menahan rasa sakit di lengannya bahkan tidak tau kenapa ia tiba - tiba pusing tapi dia tahan.


"Lihat wajah mu, lihat!!! bahkan kamu sampai terluka apakah kamu tidak berpikir ha!!!!! " kemarahan Reza sudah tidak dapat di kendalikan bahkan ia sampai menggoyangkan tubuh Nara.


Nara terduduk lemas dalam Kungkungan Kakak nya, ia bahkan nangis sejadi - jadi nya tidak bisa berkata apa - apa lagi terlalu sakit atas apa yang telah di lakukan oleh kakak nya, ia tidak menyangka Reza akan semarah ini kepadanya.


Sedangkan Reza, ia mulai mengendalikan emosi nya ketika melihat adik nya menangis begitu histeris bahkan sampai Nara berubah menjadi jangan lemah hingga duduk begitu saja , dengan cepat ia memegang wajah Nara dan menatap nya.


"Maafkan Kakak dek.. " ucap Reza berubah menjadi lembut.


Namun Nara hanya bisa menangis bahkan ia mendorong kakak nya. " Hiks... pergilah kak... pergi!!! " ucap Nara tidak sanggup melihat wajah kakak nya.


"Apakah kamu mengusir Kakak? Tidak mau maafin kakak? " tanya Reza tetap menatap wajah Nara.


"Aku bilang pergi kak!!!! Keluar sekarang!!!!!! " bentak Nara ia sudah merasa tak sanggup lagi.


Tak ada pilihan lain Reza keluar dengan perasaan yang campur aduk, marah , sedih dan nggak nyangka ia sangatlah kasar terhadap adik nya saat ini.


Bima dan kedua sahabatnya segera berjalan ke arah Reza yang sudah keluar dari kamar Nara.


"Apa yang kamu lakukan sama Nara?? " tanya Bima tegas.


"Aku menamparnya, " jawab Reza seadannya.


"Reza lihat aku!!! Kenapa kamu semarah itu sama Nara ha!! bahkan kamu sampai menamparnya!!! " ujar Bima tegas.


"Ya aku marah sama dia dan aku menamparnya karena dia membuat dirinya dalam bahaya!! " jawab Reza merasa frustasi bahkan ia mengacak rambut nya kasar.


"Justru yang kamu lakukan membuat Nara akan semakin parah!!! " bentak Bima dingin.


"A- aku tidak sengaja Bim, sudah lah aku butuh ketenangan. " Reza segera berlalu ke arah kamar nya meninggalkan tiga sahabat nya.


"Biarkan aku yang susul, kalian berdua temui Nara, nanti aku akan kesini lagi untuk melihat keadaanya, " ujar Bima berlalu.

__ADS_1


Aldo dan Ethan segera masuk kedalam kamar Nara, bahkan mereka terkejut melihat Nara tergeletak tak berdaya di lantai dalam keadaan penuh air mata di pipinya.


"Ya ampun, dek... dek bangun dek... "


__ADS_2