Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Lusi


__ADS_3

Waktu istirahat.


"Mana sih Ara, kok gak balik-balik dari kantor? " ucap Natasya sambil celingukan.


“Hay”ucap seseorang dari samping Natasya.


Natasya pun langsung berbalik menghadap ke arah orang yang menyapanya.


"Lusi! " ucap Natasya terkejut.


"Iya....udah lama ya kita gak ngumpul bareng? " ucap Lusi tersenyum ke arah Natasya.


"Lo kok bisa di sini, bukannya lo masih di Amrik? " tanya Natasya bingung.


"iya gue awalnya masih mau di Amrik sampai lulus' baru balik ke indo, tapi gak jadi karena waktu SMA Gue pindah ke inggris ikut oma. Dan akhirnya gue balik lagi ke indo, kangen musim panas di sini "


"Owh gitu, jadi lo ke sini sama Oma? "


"Gak, oma masih di Inggris, gue aja yang pindah sendiri. Mommy and Daddy. juga masih di Amrik, katanya lebih nyaman di sana, yaudah lah gue ke sini sendiri! " ucap Lusi sambil mengelilingi tubuh Natasya.


Natasya bingung, kenapa Lusi mengelilingi tubuhnya, seperti sedang memeriksa saja. Ia hanya mengerutkan keningnya,dan memutar bola matanya jengah.


"Lo kenapa sih muter-muter aja dari tadi. Gak jelas banget! . By the way, lo dah tau kelas lo di mana? " Natasya memegang pundak Lusi agar berhenti.


"Gapapa sih. lo sekarang kelihatan lebih cantik dari pada dulu waktu SMP!. Dan gue gak tau di mana kelas gue . Niatnya tadi cuma iseng jalan-jalan eh ternyata kita di jodohkan untuk bertemu kembali" sambil menoel pelan dagu Natasya.


"Yayaya, gue tau. Udahlah mending lo langsung ke Kantor kepsek, gue laper mau ke kantin!" ketika Natasya hendak berjalan ke kantin, pergelangan tangan Natasya di genggam oleh tangan Lusi, yang menandakan agar Natasya tidak pergi. "Kenapa! " tanya Natasya


"Gue mau ikut! " ucap Lusi sambil menarik-narik pergelangan tangan Natasya pelan.


"Ngapain lo ikut gue?, mending lo urus sekolah lo dulu, baru ke kantin!" Sambil berusaha melepas tangan Lusi dari pergelangan tangannya.


"Gak mau, gue mau ikut lo aja, soalnya ada yang mau gue omongin sama lo. Penting!!! " tetap bertahan dengan posisinya.


"Yaudah lepasin dulu, tangan lo dari tangan


gue, "


Lusi pun langsung melepasnya sambil tersenyum.


"Ayok!" ucap Natasya berjalan ke arah kantin.


"gaskeun.. " Lusi pun berjalan mengikuti Natasya, dari samping. Dan tebar pesona ke setiap anak, yang ia dan natasya temui, Natasya hanya bisa mengelengkan kepalanya, pelan.


.


.


"Huhh.....!" ucap orang dari balik tembok:)


"Jangan sampai mereka SLBK (sahabat lama baikan kembali) ih sebel, padahal kan tadi pagi gue bantu mamah masak. mau suruh dia cobain, eh malah ke kantin, gi mana si! " ucap Ara kesal, sambil menghentakkan kakinya ke lantai berulang-ulang kali. Dan langsung berlari ke arah kelasnya.


sedangkan di tempat Natasya

__ADS_1


"wah luas juga ya sekolah ini, kantinnya juga lumayan bagus! " ucap Lusi tersenyum.


"Huh...lo gak capek apa, senyum mulu dari tadi gak kering tu bibir? "ucap Natasya sambil mencibir.


"Gak dong, gue itu harus semangat, biar di sukai satu sekolah! " Lusi bersemangat.


"serah lu dah"


setelah mereka sampai, natasyqa langsung memesan makanan, tapi tidak dengan Lusi, ia bingung ingin memakan apa, karena ia tinggal di Amrik sudah lumayan lama, apakah ia bisa memakan masakan indonesia kembali, pikirnya.


"Natasya....... gue makan apa dong? " ucap Lusi bingung


"Terserah lo lah, kenapa tanya gue! " Natasya sambil memakan baksonya, dengan lahab karena ia tak ingin berlama-lama di sini, apa lagi bersama Lusi.


"Emhh... Miss tolong saya mau pesan yang sama kayak Natasya miss!" Lusi kepada mbk kantin.


"Maksudnya bagaimana dek??? ' ucap mbk kantin bingung.


"Ya saya mau pesan miss, masak tidak mengerti? " ucap Lusi agak keras. Sedangkan Natasnya tidak mau ambil pusing, ia hanya mengamati pertengkaran Lusi dan mbk kantin.


"Dek nama saya, Misrihatun. bukan miss!"


"Ah saya tidak perduli , yang penting saya mau pesan yang Sama seperti dia? " ucap Lusi sambil menunnjuk ke arah mangkok Natasya, yang isinya tinggal setengah.


"Owalah oke, saya siapin dulu ya dik" ucap mbk kantin sambil menyiapkan makanan yang lusi pesan.


"Natasya, gue mau ngomong penting sama lo! "


"Lo mau ngomong apa, jangan buang-buang waktu gue. Gue udah selesai makan, dan mau buru-buru balik ke kelas! " sambil mengelap bekas makanan di sela-sela bibirnya.


"Nih, gue mau kasih ini ke elo, jangan lupa datang, owh iya ini satu lagi buat partner lo. Gue sih berharap nya cowok. Tapi kalau cewek juga gapapa sih. gue harap lo punya teman selama gue pergi " Lusi meremehkan, dan tersenyum miring.


"Gue punya sahabat yang lebih baik dari pada lo, jadi lo gak perlu khawatir! " sambil berjalan keluar kantin. Lusi berinisiatif mengikuti natasya tapi ia di hentikan oleh mbk kantin


"Tunggu? . Dik makanannya bagaimana? "


" Yaampun ribet banget dah! " langsung melempar uang lembar 100rb, ke arah wajah mbk kantin, dan berlari mengejar Natasya.


"Astagfirullah, untung saya lagi kekurangan uang, kalo tidak sudah saya maki-maki adik tadi, huh sabar! "


.


.


.


.


.


.


Bruk,

__ADS_1


"Aww! " Natasya meringis. langsung mengusap dahinya . karena kepalanya tertabrak dada bidang seseorang.


"Lo ceroboh banget sih, nabrak-nabrak orang mulu! " dengan nada dinginnya.


"cih... orang lo yang salah siapa suruh tinggi banget jadi orang? " masih setia dengan tangan yang mengusap dahinya.


"Lah kok gue, jelas-jelas lo yang mau nabrak tadi! " mulai emosi.


"Eh denger ya, jadi cowok tu ngalah dikit kek ama cewek, lo kan cowok pasti kuat lah. Masa jadi cowok gitu doang lembek! " ucap Natasya ketus.


Nathan mecibir


"Gak usah bawa kuat-kuat, lo aja tu yang kelemahan! "


"apa lo bilang? " saat Natasya hendak menunjuk mata Nathan. lengannya di tarik duluan oleh Lusi, dan memeluk nya. yang entah dari mana datangnya.


"Hey, kok lo kabur si" masih belum menyadari, ada Nathan di sana.


"Apaan sih, lepasin coba, gue nggak belok Lus. klo lo mau kayak gitu, cari yang belok aja jangan yang normal kaya gue! " menepis tangan Lusi.


"Gue juga gak belok kali Natasya, enak aja lo.! "


Saat Lusi berbalik dan melihat Nathan, matanya langsung berseri-seri.


"Nathan where are you?, owww" langsung memeluk tubuh Nathan. Natasya yang melihat itu pun hanya diam.


"I am fine. lo ngapain di sini! " balas Nathan dingin.


"Awalnya gue nyusul lo, tapi gak tau alamat lo di mana, jadi gue sekolah di sini, katanya sekolah terbaik, yah gue daftar di sini aja. Dan jadinya juga kita bisa barengan lagi Nath?" senyum Lusi tak luntur, walau di balas dingin oleh Nathan.


'Dari pada gue disini, buang-buang waktu, kekelas aja lah'batin Natasya, dan mengendap-ngendap keluar dari mereka berdua, agar tidak terlihat.


'Ngapain sih ni orang ngikutin gue'batin Nathan kesal.


Dan selanjutnya Lusi selalu menempel kepada Nathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Next, ada yang tau gak, apa yang di kasih Lusi ke Natasya. Kalo pengen tahu baca bab selanjutnya, Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2