Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
PESTA LUSIANA


__ADS_3

Hotel XXX.


Lusi keluar dari kamar hotel menuju tempat pesta, dan mendekati nathan.


"Nathan bagaimana dengan penampilan ku? " tanya Lusi dengan logat manjanya.


Nathan menengok ke arah Lusi dengan tatapan yang biasa saja, yaitu dengan tatapan dinginnya.


Gaun yang di pakai Lusi.



...Lusi mendekati Nathan dengan gaya manjanya, dan menggandeng lengan Nathan seperti biasa, agar terlihat pasangan yang serasih. Menurut Lusi....


"Cocok sekali gaun yang kamu pilihkan untukku, aku sangat menyukainya. begitu pula dengan jaz mu, kalau aku yang memilih pastinya akan sangat cocok di pakai oleh mu" ucap Lusi membanggakan diri.


'Dasar gak ada otak!, jelas-jelas dia sendiri yang memilih semuanya kenapa jadi gue yang milih, memang orang sinting!' batin Nathan


Jaz yang di pakai Nathan



Lusi menatap Nathan yang berada di sampingnya. "Hey mengapa kamu diam saja dari tadi sayang" Lusi menggoda.


Nathan menatapnya jengah. "Ingat kita ngak pacaran, tolong jaga mulut lo itu! " ucap Nathan dingin dan datar.


"Ih kamu mah gak asik, di ajak bercanda malah di anggap serius " balas Lusi mengerucutkan bibirnya, Nathan hanya diam di situ sambil melihat tamu Lusi yang mulai berdatangan.


'Memang Rendy sialan!. gara-gara dia cari Partner gue di tinggal bareng Ulet keket ini, ahhh ini adalah hari terburuk buat gue' Nathan menggerutu di dalam hati.


"Kamu ngomong apa sih nath, aku gak denger tadi? " tanya Lusi penasaran. karena tadi dia melihat bibir nathan seperti komat kamit gitu 😂. sambil menyalimi tamu-tamu di depannya yang memberikan selamat.


"Gak ngomong apa-apa" balas Nathan datar. dan ikut menyalimi tamu, karena Lusi yang memaksa Nathan untuk berada di sampingnya sampai pesta selesai.


'Huh menyebalkan'.


DI SISI LAIN


Mereka langsung bersiap masuk ke dalam mobil pribadi milik Raka, yang ia bawa dari rumah dengan supirnya sekaligus. Awalnya ingin memakai mobil besar milik papah Natasya, tetapi karena Raka merasa dia sendiri yang laki² jadinya ia merasa tidak enak. Apa lagi terhadap mamah Natasya, nanti di kira gak gentel. pikir Raka.


"kalau begitu kami permisi ya tante, saya pinjam Tasyanya dulu" izin Raka sopan kepada mamah Natasya.


"iya tante izinin, jaga Natasya dengan baik ya Raka? " ucap mamah Natasya memperingati.


"siap tante, semuanya beres" balas Raka sambil hormat.


Semuanya pun menyalimi mamah Natasya, Rendy juga, karena ia ingin dekat dengan keluarga Natasya.


Sekarang giliran Rendy yang menyalimi mamah Natasya, tetapi yang lainnya sudah ke mobil terlebih dahulu.


"kamu siapa ya? " tanya mama natasya heran dengan keberadaan Rendy.

__ADS_1


Rendy langsung melepas masker dan topinya bersamaan. 'wow ternyata anak ini ganteng juga' batin mamah Natasya.


"halo tante, kenalin nama saya Rendy teman satu sekolah Natasya. Saya ikut kesini karena saya menjadi partner nya Ara" rendy memperkenalkan diri, sambil mengulurkan tangannya kearah mamah Natasya dengan sopan.


"Eh iya, kamu ganteng juga nak. kenapa harus pake masker sama topi?. nanti gantengnya hilang lo" ucap mamah Natasya menggoda dan menyambut tangan Rendy.


"Ada sedikit rencana tante, makannya saya memakai masker dan topi, tapi tante tenang saja ini tidak akan membahayakan yang lainnya" ucap Rendy dengan tegas dan pasti, yang membuat mamah Natasya tidak ragu akan keberadaan Rendy di dekat anaknya


"yasudah tante percaya, tapi lain kali kamu main² ke sini lah, biar kita bisa ngobrol lebih dekat, sekarang waktunya sudah mepet, lebih baik sekarang kamu ke sana" kata mamah Natasya lembut.


'yaampun mamah Natasya ini beneran baik banget, jadi suka deh klo jadi mamer xixixi' batin Rendy girang.


"siap tante, kalau begitu saya permisi ya tante, assalamualaikum "


"wa'alaikumussalam"


Rendy segera memakai topi dan maskernya, sambil berlari ke arah bagasi di mana mobil raka berada. Padahal bisa saja ia membawa mobilnya sendiri, tapi karena sekarang ia sedang menjadi paijo, mana mungkin ia bawa.


Saat masuk mobil. "hey lo dari mana aja paijo, lama banget sih udah hampir telat ni" ucap Ara kesal, sampai wajahnya memerah padam.


"sabar Ar, lo jangan emosi kaya gitu." Natasya mengusap pundak Ara agar Ara tenang. "Paijo ini undangan yang harus lo kumpul waktu sudah sampai di sana, biar lo bisa masuk" Natasya menyerahkan undangan miliknya yang satunya karena Raka juga punya sendiri.


'Dasar Natasya, kan sudah jelas kalau gue punya sendiri, punya dua lagi' Rendy berbicara dengan sorotan mata, yang langsung di pahami oleh Natasya.


Natasya hanya membalas dengan wajah memelas, yang artinya ia lupa. Rendy pun hanya geleng-geleng kepala di buatnya.


Sampai di Hotel XXX


Setelah itu Mereka mendatangi tempat Lusi untuk memberikan selamat dan kado untuk Lusi.


Natasya dan Raka mendekat. "Selamat ya atas ulang tahun lo yang ke 17, dan ini kado dari gue sama partner gue" ucap Natasya sambil menaruh kado di tempatnya dan menyalimi lusi.


"Thanks udah datang" balas Lusi dengan senyum yang terus mengembang.


Setelah melewati Lusi, kening natasya menyirit bingung karena ada Nathan di sampingnya.


"lo Ngapain di sini, mau cari kado juga, atau lo ikutan ulang tahun juga" ucap Natasya meremehkan.


"jaga omongan. gue gak perlu cari kado, gue bisa beli sendiri " balas Nathan sengaja terpancing dengan omongan natasya.


"ow ya kok gue rada ragu ya" masih meremehkan.


"ikut gue sekarang " Nathan emosi dan langsung menarik natasya agar mengikuti nya.


Raka, Ara, dan Rendy yang melihat itu hanya bingung. tetapi dengan segera Raka menyusul mereka diam².


"loh Nathan ke mana? " tanya Lusi bingung.


"Dia gak betah berada di sebelah lo, panas katanya" jawab Ara senang dan langsung berlari ke arah lain sambil menarik lengan Rendy.


"Apa sih maksud lo" balas Lusi geram. "ih awas lo Natasya, bakal gue bikin lo nyesel gara² bikin Nathan kabur dari gue". lusi menyeringai.

__ADS_1


Toilet


"ikhh ngapain lo narik² gue begitu hah?" ucap Natasya kesal karena Nathan menariknya lumayan kasar tadi.


"siapa suruh lo nyari ribut ama gue" balas Nathan datar.


"lo jadi orang gak jelas banget, padahal lo sendiri yang bawa gue kesini! "


"gue mau lanjutin peperangan kita tadi. yang lo buat duluan"


"Tapi emang kenyataan kan, kalo lo itu nyari kado" Natasya melirik Nathan yang hampir kesal.


"lo itu bisa ngomong yang jelas dikit napa, gue itu orang kaya, masa nyari kado begituan. harga diri gue itu 100 kali lebih mahal dari pada semua kado punya uler keket itu! "


"uler keket?. maksud lo Lusiana Andini" tanya Natasya


"iya lah siapa lagi. Dan asal lo tau ya, gue berdiri di situ juga karena di paksa sama bokapnya"


"woah jadi babu dong" ucap Natasya ngarang.


Nathan melotot "enak aja gue jadi babu, bisa bayar berapa dia, sampe gue bisa jadi babu dia jijik tau gak "


"hahahah terus kalo bukan babu, kenapa lo nurut gitu aja" Natasya tertawa


"karena gue masih menghormati orang tua" jawab Nathan simpel.


"Gue baru tau kalo orang gila kaya lo bisa menghormati orang tua"


"lo tu yang gila, klo gue mah masih waras. sehat wal afiat"


"Enak aja, gue cantik² begini masak gila, itu bukan gue banget dah" Natasya mengelak.


"hahaha" Nathan tertawa kencang , membuat Natasya bingung.


"kenapa si lo, katanya waras, tapi kok ketawanya mirip banget ama orang yang pernah gue liat di RSJ! " Natasya geli melihat Nathan yang tertawa.


Nathan langsung berhenti tertawa. dan menatap tajam ke arah Natasya yang tiba-tiba ikut terdiam kaku.


'dia mau ngapain sih, natapnya gitu amat'batin Natasya takut.


"gapapa lo bilang gue orang gila, tapi gue lumayan bersyukur gara-gara lo gue bisa terlepas dari uler keket sial*n itu" Nathan tersenyum. yang membuat Natasya sedikit terpesona.


'kok dia jadi kayak ganteng gitu ya' batin natasya,


"thanks lah pokoknya karena lo bikin gue emosi" ucap nathan yang memecah kekaguman natasya padanya walaupun hanya sedikit.


"apa lo bilang? ngajak ribut ya! " bersiap siap mengambil ancang-ancang untuk mengeplak kepala Nathan menggunakan sepatu heels miliknya.


Nathan langsung terbelalak melihat natasya yang bersiap melepas heels nya itu. Dan.......


"Stooopp"...................................

__ADS_1


skip dulu ya√ , kalo di rincikan omelan Nathan dan Natasya tidak akan pernah habis. Jadi di skip lanjut bab berikutnya. Tolong dukung author dengan like, coment, dan favorit dulu ya, agar waktu author update ada pemberitahuan makasih. 😊


__ADS_2