Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Debat.....


__ADS_3

Selesai pesta.


"Gue minta penjelasan dari elo rak? " ucap ara.


"Penjelasan apa maksud lo??? " Tanya raka.


"Lo kan yang bantuin paijo ganti baju!, masak lo gak tau kalau itu rendy bukan paijo" balas ara sambil mendengus kesal.


Raka menatap Ara jengah. "Owh itu. gue cuma ikutan main aja" jawab raka santai.


"whatt!!, main " ucap Ara kaget.


"iya main".


"Enggak....... bukan begitu ra, gue cuma gak suka sama si paijo, jadinya gue ajak rendy buat jadi parther lu, gue gak mau elu malu kalau paijo gak bisa apa-apa di sana" ucap Natasya sambil menunduk.


"Jadi ini rencana lu sya, ah kenapa lu gak bilang-bilang. Kalo lu bilang kan gua bisa cari yang lain" Ara mengusap wajahnya kasar.


"Soryyy Ar, gua gua" ucap Natasya menyesal dan tak sadar air matanya menetes.


Dengan cepat rendy mengusap punggung natasya, agar ia merasa tenang.


"Itu semua rencana gue, gue cuma mau jadi parhner lo. Dari pada gue sama cewek genit di sekolah. Gue juga yang maksa Natasnya buat bantuin gue" jelas rendy.


Ara tercengang, ia masih mencerna apa yang di bicarakan oleh rendy.


"Ternyata elo biang kerok nya, kalo suka sama gue tu bilang aja. gak usah maksa-maksa orang segala" kata Ara pada akhirnya.


"Idih pede banget lo, sebenarnya gue naksirnya sama Natasya bukan sama Lo" ucap rendy dengan enteng nya.


Ara melotot "Lo sukanya sama natasya kenapa mau jadi parhner gue!!! " bentak Ara.


Rendy menghela nafas yang panjang dan berkata. "Karena Natasya Udah punya parnher yaitu Raka. Jadi gue milih jadi parther lo, biar bisa dekat sama Natasya...... PUAS" jelas Rendy penuh keyakinan.


'Apa-apaan ni orang, Suka sama orang kok gak ada gengsi-gengsinya sama sekali'pikir Raka.


"Aduh udahan dong debatnya, gue makin pusing tauu" Kelah Natasya.


Ara menatap Natasya dengan tatapan iba. ia merasa sangat bersalah kepada Natasya karena niat Sahabatnya itu sebenarnya baik Buat dirinya sendiri, Tapi dia malah nyalahin Natasya.


Perlahan-lahan Ara berjalan mendekat Natasya, dan segera memeluk Natasya. "Maafin gua ya.😄 gua gak bermaksud buat nyalahin elu, gua tau lu itu cuma mau yang terbaik buat gua sya. Tapi gak gini caranya, lu bisa ngomong baik-baik sama gua. Jangan sembunyi-sembunyi Gini" Ucap Ara menahan tangisnya yang hampir jatuh.


Natasya Membalas pelukan Ara. "Gua yang salah ra, gua gak minta persetujuan dari lo. Maaf ra" Natasya ikutan terisak.


"Yaudah kalau begitu kita baikan" ucap Ara sambil melepas pelukan mereka, dan langsung memberikan jari kelingking nya ke arah Natasya.


Natasya tersenyum "Iya kita baikan" Menyatukan kelingking nya, dengan kelingking Ara.

__ADS_1


"Yaudah sekarang biar gue antar lo berdua pulang ke rumah natasya " ucap Raka.


"Heh adek kelas gak sopan banget. Kalau berbicara dengan kakak tingkatnya itu seharusnya menggunakan embel-embel kak, atau gi mana kek. jangan kayak seumuran aja" nasehat rendy.


"Gue sama Raka memang seumuran kok Ren, malah lebih tuaan dia 2 bulan" balas natasya jujur.


"Serius!!! "tanya Rendy tak percaya.


"Dua rius deh" jawab natasya.


"Jadi umur lo masih 16 tahun?" tanya rendy lagi.


"Iya bulan depan"


"belum genap? "


"Hooh, eh btw lo mah nanya mulu. keburu malam ini. mamah ngamok nanti"jelas natasya dan berjalan menuju mobil Raka sambil menggandeng tangan Ara.


Rendy pun segera berjalan ke arah mobil dengan santai, tanpa memperdulikan Raka yang masih berdiam di sana.


"Tunggu!!!" Tegur Raka.


Rendy berbalik menghadap ke arah Raka. "Lo manggil gue? " tanya Rendy santai.


Tiba-tiba Raka berjalan mendekati Rendy yang masih menatap ke arahnya dengan tatapan bingung. "Sejak kapan anda suka sama ****Natasya****??" tanya Raka balik dengan tatapan tidak bersahabat.


"Memangnya harus saya jawab!!" balas Rendy dengan gaya berbicara kepada musuh.


"Hahahaha....... Memangnya siapa Anda?. Berani memerintah saya. Tidak ada orang yang bisa memerintah ataupun memaksa saya. Masih kecil saja sudah belagu. Bagaimana besarnya nanti! "balas Rendy mengajak perang.


"Walaupun saya masih kelas 10. Tapi saya yakin kalau saya bisa, dan tepat jika bersanding dengan Natasya" jawab Raka dengan yakin.


"Buktikan dulu!, baru berbicara siapa yang tepat untuk Natasya. Bersainglah secara sehat kalau anda sudah dewasa" ucap rendy dengan penuh penghayatan.


"Baliklah ayo kita buktikan " kata Raka.


.


.


.


/


"woiii lo berdua ngapainnnnn, lama amat udah malam g*b*ok" teriak Tiara dengan lantang.


Tanpa berbasa basi mereka berdua langsung berlari dengan cepat menuju mobil.

__ADS_1


"Biar saya saja yang menyetir biar lebih aman" tawar rendy ketika sudah berada di pintu mobil.


"Tidak perlu!. saya bisa di andalkan, dan saya yakin kalau saya yang membawa dua bidadari di belakang akan selamat sampai tujuan" Kata Raka sambil menunjuk Natasya dan Tiara.


"Anda masih BOCIL jadi lebih baik anda di samping saya saja, bahaya kalau masih kelas 10 sudah di perbolehkan naik mobil malam-malam. kalau siang² tidak apa-apa" Nasihat rendy kepada raka yang merasa sangat panas di katakan bocil oleh Rendy.


"Mohon maaf ya Bapak!!!. Saya pemilik mobil ini jadi di mohon bapak menurut saja!! " balas Raka menyinggung Rendy yang masih tetap bersikeras merebut tempat kemudi.


"Cihh..... Duit orang tua saja kok bangga" Rendy tidak mau kalah.


Sedangkan ke dua insan cantik itu bingung harus berbuat apa. Karena sedari tadi ketika mereka berdebat sama sekali tidak ada jeda sedikit pun. Seperti rel kereta yang tidak ada habisnya.


"Yang punya duit kan orang tua saya, kok Anda yang sewot" Raka juga tak mau kalah.


"Tapi... "ucapan Rendy terjeda ketika ada bunyi telefon yang berdering di kantong celana rendy.


"haloo..... "sapa rendy


^^^"................."balas orang di sebrang telefon^^^


"Yaudah gue masuk, lo tunggu aja"


^^^"............"^^^


"Iya iya bawel banget lo"


pip (suara telefon di akhiri)


"Sory Sya, Tiara gue gak bisa anterin lo berdua sampai rumah. Atau gue telefon Bodyguard gue biar ada yang awasin lo berdua" tawar Rendy.


"Emmm gak usah repot-repot, kita di antar Raka aja. Tadi pas berangkat kan pakai mobil Raka. kalau ganti nanti mamah curiga lagi"tolak Natasya halus.


"Yaudah kalau gitu, titip salam sama tante yah. Bilang dari Rendy Ganteng hehehe " ucapnya sambil cengengesan.


"Yeee. Emang lo udah ketemu sama mamah. kapan? "tanya Natasya.


"iya kapan-kapan gue main ke rumah lo terus ketemu tante deh" ucap rendy bergurau.


"ish gue serius"


"Kalau ada waktu nanti gue ceritain. Sekarang gue buru² banget. byee Cantik" ucap Rendy berlari ke dalam hotel tadi sambil melambaikan tangannya ke arah Natasya.


"Cie Ada yang kasih kode tuh" lirik Ara.


"Apaan sih lu? "Natasya cemberut.


"Hahaha, Raka cepet jalan keburu malem" ucap Ara, yang sama sekali tidak di respon oleh Raka. Ia hanya menempati kursi pengemudi kemudian berjalan pulang ke arah rumah Tasya.

__ADS_1


'Dasar Raka...... awas lo besok kayak giniin gue. gue uleg lo jadi sambal terasi'batin ara panas.


Siapa ya yang telefon Rendy. hmmmm..... lanjut di bab selanjutnya .Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya šŸ™ā¤


__ADS_2