Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Yakin


__ADS_3

Setelah berbaikan, Rendy dan Nathan berjalan beriringan memasuki butik tempat mommy Nafisa bertahan, dan tidak sadar meninggalkan anaknya.


"Mommy kemana sih? " Ujar Nathan sambil mencari keberadaan Mommy nya itu.


"Gue cari di sebelah kanan, lo cari di sebelah kiri! " Usul Rendy.


"Iya"


.


.


.


Dua menit kemudian


"Mommy?? " Ucap Nathan terkejut melihat mommy nya yang tengah akrab dengan seseorang yang tidak terlihat asing di matanya.


Nafisa dan Natasya berbalik arah ketika mendengar suara yang sangat tidak asing di telinga mereka.


"Nathan "


"Elo" Ucap mereka bersamaan. Dan langsung saling tatap.


'Cewek gila'


'Cowok gila'


Batin mereka.


"Kamu kenal sama Nathan?" Tanya Nafisa penasaran.


"Iya tan" Balas Natasya singkat dengan memutar bola matanya jengah , karena ia malas ketika melihat orang tampan di depannya yang sudah dia anggap musuh nya seumur hidup. sedangkan Nathan hanya menunjukkan sisi dinginnya.


'Sepertinya ada sesuatu di antara mereka' Batin Nafisa.


"Kamu dari mana aja!!.Malah ninggalin Mommy sendirian di sini" Omel Nafisa kepada Nathan.


"Mommy sendiri yang gak sadar, udah ninggalin aku sama Rendy di depan tadi" Jawabnya datar.


Nafisa berfikir sejenak, apakah benar dia yang melupakan Anak-anak nya atau sebaliknya.


'Jadi Cowok gila ini, anaknya tante Nafisa!, kok bisa sih. Mamahnya baik gini, tapi anaknya beringasan' Batin Natasya tak menyangka.


"Iya juga ya, Mommy yang ninggalin kalian tadi" Ucap Nafisa


Nathan membalas dengan menganggukkan kepalanya. Dan segera menarik pelan lengan mommy cantiknya.


Tetapi Nafisa segera menepis tangan anaknya itu. "Kamu ngapain tarik-tarik mommy" Kata Nafisa cemberut.


Nathan menatap Mommy jengah dan berkata "Kita lanjut jalan lagi ya Mom, Tapi bayar dulu gaun yang mommy pilih" sambil menunjuk gaun Maroon yang Nafisa bawa.

__ADS_1


"Tunggu dulu, Mommy mau tanya. Kalian sudah kenal berapa lama? " Kepo Nafisa kepada dua remaja di hadapan nya.


Mereka saling tatap dalam beberapa detik, dan mengalihkan tatapan secara bersamaan. sampai-sampai Nathan yang akhirnya angkat bicara.


"Kita belum saling kenal kok" Balasnya dingin.


Natasya melotot, 'Bisa bisanya, dia bilang kayak gitu.Emang gak pernah kenalan atau bicara baik² sih. Tapi jangan kayak gitu juga lah. sengaja kayaknya mau bikin gue malu ini orang'


'Masak Natasya diam-diam perhatiin Nathan , tapi dari tipe orangnya kelihatannya bukan kayak gitu'batin Nafisa di bikin bingung.


Karena merasa tersudutkan Natasya mengangkat bicara nya. "Kita emang gak saling kenal sih tante. Cuma aku pernah liat waktu dia pertama kali masuk, kan jadi gosip di sekolah tan, Biasalah ada kabar dikit langsung heboh terus kesebar" Kata Natasya panjang lebar.


'Pinter alasan juga tu cewek gila' Pikir Nathan.


"Kalau begitu, kalian kenalan dulu" Suruh Nafisa.


Natasya dan Nathan saling pandang, dan setelah itu Nathan mengulurkan tangannya. Dan segera di sambut Natasya. Dengan bersamaan mereka menyebut nama masing-masing dengan datar, dan tatapan mengisyaratkan permusuhan.


"Nathan"


"Natasya" Mommy Nafisa senyum hangat.


Hanya beberapa detik pagutan tangan itu terlepas dengan sendirinya.


"yaudah bagaimana kalau kita makan siang bareng. Tasya Kamu panggil temen kamu yang tadi gih. Terus kamu panggil Rendy oky. Kita kumpul di kasir" Perintah Nafisa kepada Nathan dan Natasya.


"Gapapa nih tan, nanti ngerepotin lagi" Ucap Natasya Ragu.


'Mommy Ngapain juga senyum berlebihan gitu sama tu cewek' Batin Nathan kesal.


Natasya berniat untuk menghampiri Ara yang masih sibuk memilih baju. Karena merasa tidak enak akhirnya Ara menyetujui ajakan Nafisa. Dan mereka berdua segera berjalan menuju meja kasir.


Sesampai nya Natasya dan Ara. Disana sudah ada Nafisa, Nathan, dan Ternyata juga ada Rendy.


"Loh Natasya-" Ucap Rendy kaget sekaligus dengan mata yang berbinar.


"Ini beneran kan, bukan mimpi" sambungnya sambil menepuk keras pipinya. Yang membuat Natasya tersenyum geli melihat tingkah Lucu Rendy.


"Beneran lah. Emang nya lo kirain gue hantu" Balas Natasya setengah cemberut. Dan Di sambung gelak tawa kecil dari Rendy.


"Ehm ehm..... Serasa dunia milik berdua nih" Sindir Nafisa melihat keakraban Natasya dengan Anak angkatnya.


"Hehe" Balas mereka serempak.


Sedangkan dua orang di dekat mereka terasa panas sambil mengepalkan tangan, Entah karena apa sebabnya. Tiba-tiba terasa panas saja.


'Kenapa rasanya kesel liat mereka berdua'Batin Salah satu diantaranya.


'Uuhh kenapa gue panas liat pemandangan ini, Padahal kan pangeran impian gue bukan dia. Malahan ada di depan mata' Batin Satu nya.


Melihat ada perang dingin di depan nya, Nafisa segera mengalihkan perhatian ke empatnya. "Ayo ikut tante!!, Kita ke Resto terdekat."

__ADS_1


Semuanya menghentikan aktifitasnya masing-masing dan segera mengangguk setuju dengan usul Mommy Nafisa. Terkecuali Nathan yang hanya membuntuti mereka, tanpa berbicara sepatah kata pun.


Belum terlalu jauh melahkah. Sebuah suara menghentikan kegiatan mereka.


"Natasya?? " Panggilnya.


Mereka semua menoleh ke arah orang yang memanggil Natasya itu.


"Eh tante Anggun!" kata Natasya sedikit terkejut. tetapi bukan hanya Natasya yang terkejut Ternyata Mommy Nafisa juga. Karena melihat seseorang yang sangat ia rindukan dan ingin memeluknya saat itu juga.


'Anggun???, apakah ini beneran Anggun'Batin Mommy Nafisa bertanya-tanya.


Sedangkan Tante Anggun tidak terlalu memperhatikan Nafisa, karena ia terlalu fokus menatap Natasya.


"Kamu lupa pesanan Mamah kamu?? " Ucap Anggun tanpa mengalihkan pandangan dari Natasya. Dan menjadikan semua orang di sekitarnya seperti nyamuk yang tidak terlihat.


Natasya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. "Owh iya tante, Tasya lupa" ucap Natasya sedangkan yang lain hanya menyimak pembicaraan kedua orang didepannya.


"Yaudah kamu ambil di kasir, bilang aja di suruh tante oke" Ucap Tante Anggun dengan berlalu dari tempat mereka. Tetapi panggilan dari seseorang membuat Aktifitasnya berhenti.


"Anggun!! " Pekik orang itu, dengan berjalan menghampiri Anggun.


Anggun berbalik menghadap Orang yang memanggilnya.


Deg


Deg


Deg


Anggun mengerjapkan matanya berkali-kali, Berharap yang di tatapnya saat ini bukanlah mimpi di siang bolong. Yang sering ia alami belakangan ini.


"Ini beneran kamu kan?!!" Ucap Orang itu untuk meyakinkan Anggun yang masih menatapnya horor.


Lagi-lagi Anggun menatap Orang itu dari atas rambut hingga ujung kaki, untuk menghilangkan keraguan yang mengganjal di pikirannya.


5 detik berlalu


Anggun segera menggelengkan kepala nya yakin. Kalau yang berada di depannya saat ini bukan hanya mimpi, tapi nyata.


Ia segera mencubit lengannya sendiri. "Auhh" Rintihnya.


Orang itu segera mengelus lengan Anggun yang sakit akibat cubitannya sendiri. "Kamu ngapain pake cubit-cubit lengan kamu segala" Ucap nya Khawatir. Tetapi itu malah membuat Anggun yakin 100% kalau Orang itu adalah orang yang selama ini ia cari.


Mereka berdua berpelukan dengan rasa haru, dan kangen yang mendalam seperti ada yang menghajarnya bertubi-tubi , tanpa perduli siapapun yang melihat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2