
Keesokan Harinya.
'Ish nyebelin, kenapa gue harus satu mobil sama dia sih'Gumam Natasya kesal.
Shitttttt.....(Suara rem Mobil mendadak)
Jduk!!
"Awsss.." Umpat Natasya, sambil memegang kepalanya yang sedikit sakit.
"Lo gila ya!!!. Pala lo terbuat dari apa coba, keras bangett!" Kata Natasya sedikit berteriak karena terjeduk kepala Nathan.
"Ada kucing lewat" Balas Nathan santai.
"Kalo gak ikhlas nganterin gue, gak usah sekalian. Dari pada gue mati mendadak" Ucap Natasya dengan mengusap dahinya yang terlihat memerah.
Nathan menepikan mobilnya ke pinggir jalan yang lumayan sepi.
Ia mengambil sesuatu dari dalam locker belakang mobilnya.
Natasya mengerutkan keningnya bingung. 'Mau ngapain sih??'Batinnya.
Nathan membuka kotak kecil yang bertuliskan P3K. Dan mengambil dua plester ukuran sedang, ia mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Natasya.
Deg... Deg... Deg
'Apa-apaan ini, jantung gue kenapa'Batin Natasya panik, wajah Nathan hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Sehingga ia tidak memperhatikan plester yang di bawa Nathan, melainkan hanya memperhatikan wajah Serius Nathan.
Dengan perlahan, Nathan menempelkan plester yang selalu setia ada di mobilnya, pada Dahi Natasya yang terlihat memerah.
__ADS_1
Karena kepala mereka terguncang lumayan keras, membuat warna merah yang cukup besar di dahi Natasya. Tetapi?? anehnya, di pelipis Nathan hanya sedikit.
"Sudah kan!!" Ucap Nathan mengagetkan Lamunan Natasya yang masih mengingat wajah tampan milik Nathan.
Natasya meraba Dahinya yang sekarang di tempeli dua plester. Lalu kembali menatap pelipis Nathan, yang terlihat sedikit merah.
'Tumben dia, gak mempermasalahkan ini. Biasanya dia langsung ngomel-ngomel' Batin Natasya terheran heran sambil melihat Nathan yang sudah menjalankan mobilnya.
Karena Kotak P3K tadi sudah di kembalikan pada tempatnya. Natasya mengecek tas sekolahnya untuk mengambil plester yang ia punya.
Dengan cepat, ia merobek bungkusan luarnya. Tanpa babibu ia langsung menempelkan plaster bergambar Doraemon itu di pelipis Nathan dengan sedikit kasar. Sehingga membuat Nathan meringis kesakitan.
"Santai napa!!!!. Kalo gak mau ngobati, gak usah sok peduli" Pekik Nathan tertahan tetap fokus dengan jalanan.
"Ini semua juga gara-gara elo!. Kalau lo gak ngerem mendadak, ini semua tidak akan pernah terjadi" Natasya tak mau kalah.
Nathan tak menanggapi balasan Natasya, karena suatu hal. Dan hal itu berasal dari Mommy cantik kesayangannya.
Ckling(Suara dering chat dari handphond Natasya). Mengalihkan perhatian keduanya.
^^^Rendy π©^^^
^^^Lo berangkat sama Nathan ya?? π.^^^
^^^Tenang aja, dia baik kok. Asalkan lo gak cari masalah sama dia, πTapi?, kalau dia berani macam-macam sama loπ . Gue bakal hajar dia. Jangan sedih ya π, gue akan selalu ada buat lo. Semoga hari lo menyenangkan π^^^
Natasya membaca Chat Rendy, tersenyum geli. Sedangkan Nathan hanya menatap kegajean Natasya dengan kesal.
π¬Natasya
__ADS_1
Thanks ya Ren. Emang Lo yang
paling ngertiiin gue π
Sedang sibuk Saling membalas Chat, tak terasa Mereka sekarang sudah sampai di parkiran sekolah.
"Kenapa lo gak turun??" Tanya Natasya.
"Lo sendiri?, kenapa gak turun!" Balas Nathan.
"Ya terserah gue lah. Emangnya lo siapa?, berani merintah gue" Kata Natasya ketus.
Nathan mendekatkan wajahnya ke hadapan Natasya. Sehingga membuat hembusan Nafas Mereka saling beradu. "Ini mobil gue!, jadi terserah gue mau ngapain di sini" Ucap nya tepat di wajah gugup Natasya.
Dengan secepat kilat Natasya kabur dari hadapan Nathan melalui pintu mobil. Untungnya Nathan tidak mengunci pintu mobilnya, kalau tidak ia bisa terjebak disitu bersama Nathan.
Dan segera berjalan menuju Kelasnya sambil memegang dadanya yang terasa seperti habis lari marathon.
Sampai-sampai ia tak sadar banyak siswa siswi yang menatapnya dengan tatapan heran bin kesal.
Skip β
Jangan lupa Likenya kalau suka π
βπββπβπβ
βπββπβββ
βππππβπβ
__ADS_1
βπββπβπβ
βπββπβπβ