
"Lo masih di sini?? " Kata seseorang.
Mereka semua menoleh ke arah sumber suara tersebut.
'Rendy!'Batin Natasya seraya tersenyum manis.
Tiba-tiba muncul Nathan di samping Rendy yang membuat Natasya terpaksa melunturkan senyum manisnya itu.
'Apaan sih, kenapa tu orang ikut nongol juga'Batinnya geram.
"Hellow bang Rendy" Sapa Bianca sambil berjalan ke arah Rendy dan Memeluknya.
Rendy kembali memeluk Bianca dengan erat, sangat terlihat bahwa mereka tidak bertemu sekian lama.
"Alah. Lebay kalian tu, baru gak ketemu sebulan aja, udah kayak bertahun tahun" Gerutu Nafisa.
Mereka berdua melepaskan pelukannya dan tersenyum canggung.
Natasya melihat itu hanya menahan senyum. Sedangkan Nathan hanya fokus dengan sikap dinginnya.
"Yaudah, Ayo kita makan sama-sama. Natasya kamu duduk di samping Bianca ya. Nathan kamu tetap duduk di samping Rendy" Jelas Nafisa memberitahu.
Mereka pun menurut. "Maaf tan, bukannya mau menolak. Tapi Natasya masih kenyang banget tan" Ucap Natasya tidak enak menolak, tetapi bersamaan dengan Nathan.
"Aku masih kenyang Mom!!! " Ucap Nathan.
Mereka saling berbicara dalam tatapan mata.
"Unch, Sosweett" Goda Nafisa.
Membuat Natasya tertunduk karena malu, dan Nathan yang masih setia dengan wajah datar adalannya.
"Kalau begitu kalian makan sedikit aja" Ujar Nafisa membuat Natasya dan Nathan mengangguk bersamaan.
'Mommy kok kayak mau jodohin Natasya sama Nathan sih.' Batin rendy kesal.
"Nathan, kamu tu pinter banget ektingnya. Klo ada cewek cantik dingin. Giliran sama aku yang bener-bener cantik, malahan kek orgil" Ujar Bianca mengingatkan kelakuan nakal Nathan terhadap dirinya.
"Apaan sih, kamu gak jelas!" Pekik Nathan tertahan. Padahal sekarang ia ingin sekali mengerjai adik sepupunya itu.
"Bleee. Bilang aja malu, sama kakak Natasya yang cantik itu" Ucapnya sambil menjulurkan lidahnya ke Arah Nathan tanda mengejek.
Nathan membesarkan matanya. "Dasar Bocilll!" Oloknya.
"Kamu yang bocil bleeπ" Mengejek dengan wajah yang di buat sejelek jeleknya.
__ADS_1
Membuat Nathan geram dan beranjak mendekati Bianca yang masih mengejek.
Bianca segera bangkit dari duduknya, dan berlari ke sembarangan arah. Dengan Nathan yang ikut ikutan mengejarnya ke arah luar dapur. Seperti adik kakak yang sedang bertengkar. Memang adik kakak sih, cuma sepupu.
"Aduh capek, kalau mereka udah begini. Rendy kamu tahan Bianca gih, Mommy pusing liatnya" Ucap Nafisa pasrah dengan keributan yang ada.
"Iya Mom, biar Rendy yang urus" Kata Rendy tegas. Tetapi masih sempat saja mengedipkan sebelah matanya ke arah Natasya ketika Nafisa lengah.
Natasya terkesikap melihat kelakuan Rendy.
'Apaan sih dia'batin Natasya.
Lumayan lama Natasya dan Nafisa berbincang. Rendy datang membawa Bianca yang tertunduk dan Nathan Yang menatap Geram ke arah Rendy.
'Duh habis ada sesuatu kayaknya'Batin Nafisa dan Natasya bersamaan.
Rendy segera duduk di kursinya tadi. "Maaf Unty, ka Tasya. Bianca bikin keributan" Ucap Bianca meminta maaf.
"Nathan juga Mom" Ucap Nathan tak ikhlas.
Nafisa mengangguk meng'iyakan. sedangkan Natasya hanya tersenyum tipis ke arah Bianca.
Setelah itu mereka melanjutkan makan.
Selesai makan.
"Iya tan, Makasih ya" Balasnya tersenyum simpul.
"Rendy. Mommy agak ragu, kalau ninggalin Nathan sama Bianca. Jadi lebih baik kamu di rumah sama Bianca, Biar Nathan yang antar Mommy sama Natasya" Ujar Nafisa Membuat Rendy pasrah dengan keadaan.
'Yaudahlah pasrah aja, dari pada mereka berdua di rumah. Bisa-bisa rumah hancur. Dan akhirnya gue yang beberes, kan capek'Rendy bermonolog sambil bergidik ngeri, Membayangkan keadaan rumah setelah meninggalkan Nathan dan Bianca di rumah.
"Biar Rendy aja yang antar Mommy. Nathan janji deh, gak gangguin Bianca pice" Ucap Nathan seraya menganggat tangannya membentuk V.
"Mommy gak percaya. Bagaimana menurut kamu ren???. Sekarang semuanya terserah kamu. Kalau kamu yang mengantar Mommy, kamu juga bertanggung jawab atas apapun yang terjadi di rumah. Kalau Nathan yang mengantar, kamu pasti bisa menjaga rumah dengan baik!!" Jelas Nafisa mengingatkan.
Rendy pasrah dengan keadaan, lebih baik ia yang berjaga di rumah. Dari pada Nathan, kalau tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Mommy meragukan Nathan????" Pekik Nathan tak terima.
"Bukan meragukan. Tapi mengingatkan, apa yang sebelumnya terjadi ketika kamu di rumah bersama Bianca. Itu semua tidak bisa di jamin. Karena kalian sama-sama Aktif" Balas Nafisa tak ingin kalah.
'Memangnya gue anak bayi apa'Batin Nathan geram.
"Yaudah, biar Rendy yang jaga Bianca di rumah. Elo!! anterin Mommy sama Natasya sampai rumah Natasya dengan selamat" Ujar Rendy menatap tajam ke arah Nathan.
__ADS_1
"Iya. Lo pikir gue gak bisa nyetir apa!!" Ucap Nathan tersulut Emosi.
.
.
Di Garasi
"Makasih tante. Masakan tante gak kalah enak dari masakan Mamah aku" Puji Natasya.
"Iya sayang. Anggap aja tante seperti mamah kamu" jawab Nafisa sambil tersenyum, di angguki Natasya.
Natasya tidak menyadari ketika ada sedikit seringai dari wajah Nafisa setelah mengatakan itu.
πΊπΊπΊ
Rumah Natasya
Setelah sampai, mobil Nathan berjalan masuk ke dalam gerbang dengan arahan satpam, Pak Arif.
"Ayo tan, masuk ke rumah" Ajak Natasya.
Mereka masuk ke dalam rumah diikuti Nathan di belakang.
Natasya memencet bel rumahnya.
Cklek pintu terbuka...
"Siapa???" Ucap seseorang yang tidak asing di balik pintu.
Nafisa terkejut!!!!
Skipββ
Jangan pelit-pelit kasih likenya Dong π’
βππβππβ
πππππππ
πππππππ
βπππππβ
ββπππββ
__ADS_1
βββπβββ