Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Orang gila


__ADS_3

natasya POV


kesal banget aku setelah ara menarik ku dan menyuruh ku mencuci baju orang gila itu, huh kenapa arah menyuruh ku untuk melayaninya, aku sangat tidak terima akan apa yang sudah ia lakukan kepada ku.


"ra gak usah lah, gue cuci, liat, baju gue aja sedikit kotor tapi gue gak marah-marah" ucapku cemberut.


"hah sya kan lu yang main nabrak aja, jadi lu yang harus tanggung jawab, gi mana sih? " kesal sekali rasanya mendengar ara membelanya


"lu kan sahabat gue, tapi kenapa lu malah ngebela tu orang gila" ucap ku kesal.


"gue gak ngebela dia atau pun lo, tapi gue mencegah omongan orang yang tidak-tidak tentang lo, karena ternyata orang itu adalah anak baru yang pindah dari London itu" ucap ara kaget, aku pun juga merasakan yang sama. tapi aku alihkan kekagetanku untuk kekesalanku.


"pantesan songong" ucap ku meremahkan.


"udahlah mending simpen dulu ini jaket di kelas, bentar lagi upacara dari pada telat nunggu supir mu"ara menyuruh ku lagi, huh dasar ara ngatur-ngatur mulu ah.


"gak mungkin gue suruh pak supir, kan tadi pagi gue di antar sama papah, kemungkinan besar pulangnya di jemput " aku menjelaskan kepada ara.


"yaudah mending lu aja yang bawa pulang, gak mungkin juga dia minta di cuci langsung. "


"yakan gara-gara lu main tarik-tarik gue aja, kan jadinya gak tau yang pasti, apa yang orang gila itu mau"aku menghembuskan nafas kasar.


"sory banget ya, gue cuma gak maulu nanti jadi bahan gosip sekolah" ucap ara menunduk. aku pun tidak tega melihat ara seperti itu, aku langsung mengangkat dagunya agar melihat ke arah ku.


"ah jangan gitu dong, gue cuma emosi sama orang gila itu kok bukan sama elu, udah jangan ngerasa bersalah gitu"


dalam persahabatan kami kalau udah ada kata banget itu pasti sungguhan, jadi aku langsung memeluk ara yang hendak menangis.


"hikshiks tapi lu tadi nyalahin gue"melepaskan peluk kan ku dan aku langsung mengelap air matanya.


"gak kok, gue salah juga, dah lupain aja kejadian ini, dan kita tetep BFF kan" aku menunjukkan jari kelingking, dan langsung di sambut ara dengan baik


"iya kita BFF"


tringg....... tringg suara bel upacara.


"ayo sudah bel upacara"ucap kami bersamaan, dan langsung di sambut tawa oleh kami sendiri.


setelah upacara yang membakar kulit putih kami.


guru langsung membagi jadwal, seksi-seksi, dan lain-lain. Plus jamkos, seharian malas untuk ke kantin, berharap akan segera bel pulang sekolah.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


nathan POV


teng.... teng... teng


suara bel pulang sekolah, di sini gue masih merasa tempat ini asing, masih belum terlalu mengerti bahasa indonesia, sampai banyak orang yang menganggap gue ini kaku dalam berbicara, apa lagi perempuan yang sudah membuat gue terjatuh tadi, pakai sok baik lagi menawarkan tangannya untuk membantu gue,,,,,,,,,,,,,,,,,ah gue kaku banget sih, gue harus minta bantuan rendy...... karena dari kelas 4 sd gue sudah mulai bersekolah di london, sampai sekarang, rendy teman gue di london, tapi dia sering liburan ke indonesia, jadi dia lancar berbahasa indonesia, padahal gue sudah nyaman sekali tinggal di london huh.


Dan yang membuat gue tidak nyaman itu perempuan yang bilang gue gila, langsung gue kasih saja jaket gue yang kotor.


skip...... gue tidak mau membahas hal yang membuat gue pusing sendiri.


"eh ren" ucap gue memukul pelan bahu rendy


"kenapa nat"ucap ia santai.


"lo seharusnya mengajari gue cara berbicara yang santai bro" ucap gue kaku


"harusnya lo ngomong, kaya gini. ehm ehm..


lo harus ngajarin gue berbicara yang benar' seperti itu ya agak di kurangi sedikit lah"


"oke gua akan mencobanya " rendy yang melihat gue begitu, malah menepuk dahinya, entah apa maksudnya itu gue sama sekali tidak mengerti.


setelah belajar gue pun sudah mengerti, bagaimana berbicara santai, bukan formal lagi.

__ADS_1


"ren a-ayo kita pu-pulang sekarang" ucap gue gugup.


"hmmmmh.. " gue kesal banget ngelihat dia seperti itu.


"dasar lo harusnya ngajarin gue yang bener, biar gue bisa lebih santai lagi "


rendy sama sekali tidak merespon ucapan gue sama sekali,, sungguh menyebalkan.


rendy POV


aah lelah sekali rasanya mengajari bayi sebesar ini, berbicara santai, lebih baik mengajari bayi yang baru lahir saja. Eh btw bayi siapa yang bakal gue urus...sudahlah kenapa jadi begini.


tiba-tiba


"elo........."ucap nathan tercekat ketika melihat orang yang gue kenal, ya jelaslah dia kan yang selalu ada di fikiran gue dari tadi pagi.


"kenapa lo mau nyuruh gue apa lagi....."ucap natasya melotot.


"gak gue cuma mau kasih tau, lo harus cuci baju gue dengan benar, jangan sampe kainnya itu rusak, gue gak mau tau besok harus bersih, dan kita ketemuan di loby jam 06:00 WIB" ucap nathan panjang lebar. gue gak tau apa yang mereka bahas, yang gue ngerti cuma jaket.


"gue juga tau kali kalo WIB, eh btw lu dah gak kaku lagi"ucap natasya meremehkan.


"iya walaupun gue baru balik dari London, gue gak akan lupa bahasa indonesia santai.....yakan ren? "ia bertanya ke gue, dan gue cuma membalas dengan senyuman terpaksa, udah jelas-jelas tadi gue sampe pegel, ngajarin dia.


"hai ren, " natasya menyapa gue, dan tiara jangan di tanya lagi....ia hanya melihat dengan tatalan dinginnya.


"hay juga"ucap gue tersenyum manis ke arah natasya. Dan sepertinya nathan biasa saja melihat kedekatan gue sama natasya, ah peluang besar nih,,, sreepet 😂


"lo kenal sama orang gila ini ren"gue langsung melirik ke arah nathan yang terkejut di panggil orang gila sama tasya, eh lancang sekali gue udah manggil kaya temen deket aja hihihi.


"iya dia sahabat gue, dan gue Juga sekolah di sini"


"wow kok bisa beda gini sih satunya sopan, satunga beringas kaya macan" natasya tertawa. aduhh meleleh hati gue liat dia tertawa lebar, semakin cantik tau. aku hanya tersenyum.


"gak usah bilangin gue yang enggak-enggak, inget jaket gue, dasar orang gila, sudah gila gak mai ngaku lagi" ucao nathan mengejek natasya.


"apa lo bilang..... "


"stoooop" ucapan natasya terpotong karena gue dan tiara berbicara bersamaan. dan kami langsung saling pandang. dan tiara membuang wajahnya ke sembarang arah.


"ehmmm. ayo sya kita pulang sekarang" gue liat dia menarik tangan natasya. Dan pergi dari hadapan gue dan nathan.


"nath ceritai ke gue kenapa lu bisa berantem sama dia"

__ADS_1


Dia pun langsung menjelaskan semuanya dan tidak terlewatkan sedikit pun untuk gue mendengarkannya.


skip√√√√


__ADS_2