Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
kucing yang patuh


__ADS_3

.


.


Brakkk....


Natasya melempar tas sekolahnya ke meja kelas, sehingga membuat seseorang terlonjak kaget, berdiri dengan apa yang habis dia lakukan.


"Apaan sih lo!!, ngagetin gue aja" Teriak Ara sepontan karena kaget.


Natasya tidak menanggapi ucapan Ara, Ia langsung duduk di kursinya dan menatap wajah Ara dengan sendu.


Karena merasa kasihan melihat wajah memelas yang ditunjukkan Natasya. Mau tidak mau, iya harus bertanya, kenapa, atau sebab yang terjadi dengan sahabatnya itu.


"Lo kenapa, lagi sedih ya??" Tanya Ara perlahan, sambil menggenggam kedua tangan Natasya.


"Huaaaaa..... Araaa gue tersiksaaa" Adu Natasya sambil menangis bombay.


Secepat mungkin Ara menetralkan wajahnya, agar terlihat datar. Dan melepas genggaman tangan yang ia berikan kepada Natasya.


"Bercanda lo, gak lucu Tasya" Ucap Ara tersenyum kecut. Karena ia merasa di bohongi.


"Tapi gue serius!!.Setelah ini, hidup gue gak akan Tenang Arr" Ucap Natasya sedih.


"Emangnya elo kenapa??" Kata Ara ketus, ia masih kesal dengan drama yang tadi di buat Natasya.


"Sekarang!!!, setiap hari!!. Gue berangkat sekolah!!! harus bareng sama Nathan" Jelas Natasya lesu.


Ara membolakan kedua matanya. "Hah!, serius lu??"


Natasya mengangguk-ngangguk, seperi burung yang sedang memakan biji-bijian.


'Gapapa lah, gue juga udah punya stock' Pikir Ara.


"Terus, lo mau gi mana. Kelanjutannya"

__ADS_1


"Terpaksa gue harus nurut, menerima semuanya. Apa lagi itu semua karena Bonyok gue, mau jenguk saudaranya di london satu minggu" Kata Natasya perlahan.


"Udah lo sabar aja, Gue yakin lo pasti bisa melewati ini semua dengan baik. Apa lagi cuma satu minggu"


"Iya sih, lo bener Ar. Umm... Makasih ya, udah menghibur gue 😊, lo memang sahabat gue yang paling pengertian" Ucap Natasya sambil memeluk Ara dengan erat.


.


.


Kringgg...


"Yah Upacara lagi" Gumam Ara panik


"Udah pake sunblock belum lo??" Tanya Natasya seakan mengerti arti dari kepanikan yang Ara rasakan.


"Udah si. Tapi yang gue khawatirin, Hari ini katanya mau ada razia dadakan" Ujar Ara sambil mengorek ngorek sesuatu di dalam tas nya.


"Lo bawa tu sunblock ke sekolah?" Tanya Natasya memegang tangan Ara agar berhenti.


"Bukan cuma Sunblock, bahkan gue bawa lipblam, sama liptint keluaran terbaru yang gue beli kemarin" Cibir Ara tiada henti.


Ara menggaruk tengkuk nya yang tak gatal. "Gu-gua jalan sama bang Tara" Balasnya Ragu.


Tetapi entah kenapa Natasya langsung percaya begitu saja dengan ucapan Ara.


"Ayo-ayo Segera berbaris di lapangan!!" Ucap Ketos sekolah mereka dengan tegas sambil Berkeliling mencari siswa siswi yang masih berada di dalam kelas.


"Duh gi mana dong, kak ketos udah deket ni Ra!" Tiba-tiba Natasya merasa panik.


"Udah, itu mah gak usah di pikirin. Yang penting barang-barang gue, sama Make Up gue gak kena Razia nanti" Balas Ara sambil memindahkan barang yang ia bawa ke dalam kantong kresek berwarna hitam.


"Buruaann Raa....."


"Iya iya bentar lagi" Ara mempercepat gerakannya, dan akhirnya barang-barang itu semua sudah berpindah ke dalam kresek yang ia bawa.

__ADS_1


Dengan secepat mungkin mereka berlari ke luar kelas. Saat hampir melewati pintu tiba-tiba??.


Ketua Osis yang terkenal galak nan kejam itu sudah melihat pergerakan mereka. Ia melihat Natasya dan Ara dengan tatapan Elangnya.


Natasya yang melihat itu pun hanya bisa pasrah, seraya menundukkan kepalanya. Tetapi Ara malah semakin mendekati Ketos itu, entah dapat keberanian dari mana. Kalau sekarang Ara sudah berada di dekat Ketos itu dengan menunjukkan senyum cerianya.


Ketos yang bernama Riko Febrian itu malah membalas senyum Ara dengan lembut.


"Kakak Ketos, Boleh minta tolong simpankan Kantong kresek ini nggak. Sampai Pulang sekolah" Lagi-lagi Ara membujuk Ketos itu dengan Pup Eyesnya. Terlihat sangat akrab Bukan!!.


Tidak menyahuti ucapan Ara, tetapi ia langsung mengambil kantong kresek itu. Dan berlalu pergi.


Natasya masih bingung dengan apa yang telah terjadi di hadapannya kali ini. Ia hanya bisa terdiam sambil menatap lurus ke depan.


"Kok malah bengong sih, Ayo kelapangan" Kata Ara sambil Menarik tangan Natasya.


Saat Upacara bendera Natasya masih saja memikirkan, hubungan antara Sohibnya itu dengan kakak ketos tadi.


"Psssttt" Kode Natasya lirih, dan berbisik.


Mendengar Natasya mengkodenya, ia langsung mendongak.


"Ada apaaa" Jawabnya tak kalah pelan.


"Kenapa lo bisa akrab sama tu ketos garang!!" Tanya Natasya pelan, tetapi masih terdengar jelas di daun telinga kecil Ara.


"Nanti gue ceritain deh" Ara berbisik pelan.


"Udah kayak kucing aja dia, langsung nurut sama induknya" Ucap Natasya tersenyum geli, mengingat kejadian tadi.


"Iya, kan dia kucing yang patuh" Balas Ara menahan tawa.


"Hei....Di mohon diam, jangan berisik di sini. Kalau ingin bercerita nanti sewaktu istirahat" Tegur Ketua barisan.


Membuat Natasya dan Ara tersenyum Kikuk.

__ADS_1


Next √


Jangan lupa Like nya 😬


__ADS_2