
...Mereka bertiga sampai di rumah natasya pada pukul 18:00, waktunya menunggu paijo sampai rumah natasya, dan bersiap-siap....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pukul 19:00 tepat.
tong..... ting...... tong.... (anggap saja suara bel)
ART rumah natasya, segera membuka pintu.
"iya cari siapa ya?" tanya ART tersebut
"mba nya, saya mau tanya iki bener to rumah mba natasa? kenalin saya paijo" tanya paijo ramah.
"ada perlu apa ya sama non natasya! " ucap ART itu dengan tegas, karena ia tidak percaya kalau natasya punya teman yang tidak jelas seperti ini. pikir ART.
"sa-saya di suruh mba ara untuk datang ke sini untuk jadi parner nya" balas paijo gugup,
"kalau begitu biar saya panggil non ara nya sebentar, kamu diam si sini" ucap ART masuk ke dalam rumah dengan menutup pintu dan membiarkan paijo di luar.
...ketika hendak berbalik dari pintu rumah ke arah kamar tamu, ART tersebut melihat ara sedang berjalan ke arahnya....
"eh non ara, baru mau saya panggil tadi " ucap ART ketakutan.
"bibi kenapa kaya takut gitu lihat saya, emangnya siapa yang di depan bi? kok gak di suruh masuk aja" tanya ara dengan wajah bingung.
"i-itu namanya paijo, katanya ada perlu sama non ara tadi, jadi saya suruh tunggu di luar" kata ART itu sambil menunduk.
"yaampun kenapa gak di suruh masuk sih bik" ucap ara kesal, dan langsung buru-buru membuka pintu, karena ia takut paijo akan kabur ketika di tinggal.
cklek
...Ara melihat paijo duduk termenung di gazebo depan rumah natasya, ara pun langsung berjalan ke arahnya, walaupun jaraknya lumayan jauh....
"hei di Tunggu dari tadi , kok gak masuk² malah diem di sini!" ucap ara langsung menarik ujung baju paijo agar mengikuti nya.
"eh mba ara, saya gak masuk tadi karena gak di bolehin sama mba yang tadi, jadinya saya duduk di sini deh" ucap paijo sambil mengikuti ara, dan setelah itu ia langsung meruntuki kebodohannya.
'kan aku gak di bolehin ngomong banyak² biar nanti gak di curigai pas gantian sama mas rendy, aduh bodoh banget koe paijo' fikir paijo.
"panggil gue ara, jangan pake embel-embel mba" ucap ara.
Paijo langsung membuat tangannya seperti huruf O 👌 "ara" tandanya ia setuju memanggil ara dengan nama bukan mba.
"kenapa ngomong nya singkat banget, padahal tadi udah kya mau curhat" kata ara sambil menggelengkan kepalanya pelan.
'harus ngomong seng singkat paijo, demi keluarga dan mas rendy ' batin paijo berusaha.
"sakit gigi" ucap paijo pelan. 'waduh bener opo ora yo' sambil membatin.
"apa? . lo sakit gigi, sejak kapan?. tadi kayanya biasa aja" tanya ara bertubi-tubi. sambil terus berjalan dan akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar tamu yang mereka siapkan setelah 7 menit di luar.
flasaback on
__ADS_1
...Sedangkan di dalam kamar tamu itu dari tadi ada yang sibuk membantu rendy masuk ke dalam kamar melalui jendela kamar tersebut, untung saja kamar tamu yang mereka pilih berada di lantai 4 jadinya tidak terlalu tinggi, tetapi tetap saja masih tinggi; 7 meter loh, karena memang itu kamar tamu jadinya di buat seperti itu. Mengapa tidak memilih lewat pintu, karena takut ketahuan ara apa lagi dari pada ara bersama mereka....
...rendy yang berada tepat di bawah jendela itu langsung melempar tali tambang yang kuat ke arah jendela yang di gunakan untuk menopang tubuhnya saat akan naik ke jendela nantinya....
"**apaan nih? " tanya raka bingung melihat seutas tali tambang panjang berada di dekatnya.
"itu tali tambang" ucap natasya santai. seketika ia teringat. "eh iya itu talinya rendy, ayo lihat ke bawah" ucap natasya menunnjuk ke bawah jendela. dan ia melihat rendy tengah senyum melihatnya dari bawah.
"ngapain dia di sana? " tanya raka bingung.
"sudah lebih baik kamu cari Tempat untuk mengikat talinya, agar rendy bisa naik; keburu ara masih di bawah noh" ucap natasya sambil celingukan dan langsung berbicara kepada rendy.
...Raka yang merasa di cueki itu pun tetap melakukan apa yang di minta oleh natasya, walaupun ia tidak ikhlas 😁....
...Akhirnya raka mengikat tali itu kepada sebuah lemari yang sangat besar, karena ia yakin bahwa berat lemari itu berkali kali lipat dari pada berat badan rendy....
"sudah ni" ucap raka lesu**.
"cepetan naik" ucap natasya sedikit berteriak agar terdengar oleh rendy.
Rendy pun naik dengan perlahan dengan tambang itu, 3 menit berlalu, natasya yang melihat rendy meneteskan banyak keringat mulai ketakutan.
"itu gi mana kalo rendynya pingsan ka? " tanya natasya dengan nada gemetar.
"udah lo tenang aja dia kan cowok masa cuma naik beginian pingsan. ga mungkin " ucap raka menengangkan natasya sekaligus meremehkan rendy, sebenarnya.
natasya pun masih gemetar, melihat itu raka pun langsung mendekap natasya ke dalam pelukannya, natasya pun hanya menerimanya karena ia merasa tak berdaya sekarang.
2 menit kemudian
Rendy pun sudah sampai di dalam kamar itu, ia melihat natasya dan raka berpelukan, itu yang ada di dalam pikirannya.
Memecah keheningan rendy pun memanggil natasya. "natasya"
"re-rendy " ucap natasya gemetar. dan langsung melepas pelukan raka, dan menghampiri rendy dengan segera ia memegang kedua pundak rendy sambil melompat lompat kegirangan.
"akhirnya lo sampe, gue lemes klo liat orang kesusahan kaya gitu" ucap natasya girang. Tetapi seketika ia langsung menjauh dari rendy.
"ih keringat lo bauuu, gue jadi ikutan bau kan ihhhh" ucap natasya sebal sambil melihat tangannya basah karena memegang pundak rendy tadi.
"siapa suruh cemasin gue banget sih" akhirnya rendy dan raka tertawa kocak melihat tingkah lucu natasya, sambil cemberut.
Tetapi seketika mereka terdiam melihat gagang pintu mulai terbuka.
cklek.....
flasaback off
"ada apa ini kok ribut²" tanya ara sambil masuk ke dalam diikuti paijo yang mengekor di belakangnya.
"em kita gapapa kok, yakan ka? " ucap natasya kaget sambil menyenggol lengan Raka pelan.
"eh iya kok gapapa, cuma ada kejadian lucu aja tadi" balas raka tak kalah kagetnya.
"tapi, tadi tu kayak ada orang lain di dalam kamar ini? " tanya ara celingukan.
paijo melihat itu hanya diam membisu, karena bingung, di satu sisi ia ingin mengalihkan, tapi di sisi lainnya ia kan tidak boleh banyak bicara.
"udah³ mendingan paijo langsung ke kamar mandi ganti baju, yakan paijo" ucap natasya mengedipkan salah satu matanya yang menandakan agar paijo menurut.
paijo hanya mengangguk nganggukkan kepalanya.
"udah lo duduk di sini aja menilai paijo oke, gi mana klo paijo pakai topi dan masker pas di sana baru di buka" saran natasya, agar rencana ini berjalan dengan mulus.
"iya gue setuju karena paijo juga sedang sakit gigi" ara menyetujui.
"okeh klo gitu raka ayo bantu paijo memilih" sambil memberikan masker dan topi yang di beli rendy kemarin.
raka hanya mengikuti permainan yang di rencanakan rendy dengan natasya sebagai pemeran yang baik, begitu pula dengan yang lainnya.
__ADS_1
Paijo atau rendy keluar dengan style jas hitam berdasi, tak lupa topi dan masker nya juga.
"ah sangat tidak cocok dengan mu" ara tidak menyukai nya. paijo/rendy hanya menunnduk-nunndukkan kepalanya tanda setuju, dan langsung berlalu masuk untuk berganti baju.
"kok tumben dia ngerti apa yang gue maksud ya? " tanya ara sedikit bingung.
"mungkin sebenarnya dia pintar, tapi pura-pura beg* , pas sakit gigi baru dia tunjukkan karena tidak bisa banyak berbicara " balas natasya dengan senyum mengambang.
.style ke 2 jas biru muda yang terlihat matang
"tidak cocok dengan kulit mu paijo"
GANTI.....
.
.
.
style terakhir
jaz biru tua
Mata ara terbelalak melihat pemandangan indah di depannya. 'kok badan paijo bagus sekali tidak seperti sebelum berganti baju'pikir ara, dengan rasa kagum. sampai² ia tidak berkedip sedikit pun.
yaiyalah badannya bagus, itu kan badan berotot milik rendy, batin author.
Melihat ara yang lengah, raka segera menarik tangan paijo untuk segera pergi keluar dari rumah.
Mereka berjalan sampai di gazebo tempat paijo tadi duduk.
"nih titipan dari rendy buat lo" ucap raka sambil merogoh sesuatu di dalam kantongnya, yang sebelumnya sudah di beri oleh rendy kepada raka, untuk di berikan kepada paijo.
Raka memberikan sebuah cek yang bertulis 10.000.000, untuk paijo. "yaallah ngimpi opo aku semalaman ndue duet sak mene akehe (yaallah mimpi apa saya semalam punya uang sebanyak ini) " ucap paijo ketika melihat tulisan di cek tersebut.
"maaf gue gak ngerti apa yang lo bilang, yang jelas klo lo mau pakai ini uang, lo cairin aja dulu di bank. Yaudah gue masuk dulu yah. lo baik-baik, ni sangu buat lo balik" ucap raka sambil memberikan selembar uang berwarna pink.
"gak usah mas, ini saja sudah cukup. assalamualaikum " jawab paijo sambil berjalan keluar gerbang.
"Waalaikumussalam "
Di dalam
...Saat raka memasuki ruangan ia langsung di sambut dengan pelototan mata yang sangat tajam dari ara....
Raka menelan salivanya dengan kasar. "kenapa liat tin gue kaya gitu? "
"lo dari mana aja, ini udah mau telat, acaranya mulainya jam 20:00 , waktunya udah mepet sekarang giliran lo yang ganti, malah kabur!" jelas ara kesal.
"sorry² tadi cari angin bentar" raka beralasan, dan langsung segera berganti baju.
Jaz yang di pakai Raka
...Gaun yang di kenakan ara biru tua, dan natasya berwarna putih. Mereka bergandengan tangan sambil Berpose dan mempostingnya di Media sosialnya masing². ...
"Bagaimana paijo, sangat serasih bukan? " tanya ara sambil memutar mutarkan gaunnya.
Paijo/Rendy hanya menganggukkan tanda setuju.
__ADS_1
Next, udah seribu lebih loh. Likenya dong, jangan lupa coment juga 😘.