
Mamah Dira mengajak ketiganya untuk duduk di sofa besar ruang tamu.
"Tante. Lusi mau ketoilet bentar boleh Gak??" Ucap Lusi mencari simpati.
Mamah Dira mengangguk. "Ayo Tante antar, sekalian tante juga mau ke dapur bikin minuman buat kalian" Ujar Dira.
"Ara!, kamu temenin Rendy ya. Kasihan kalau dia sendiri" Sambungnya Lalu berjalan sejajar dengan Lusi.
.
.
Rendy pratama, itu lah nama yang di berikan orang tua padanya
Pemuda itu masih saja bersedih. Memelasi nasibnya yang begitu malang. Tapi ada satu buah pertanyaan di benaknya. Di mana Nathan berada??. Bisa jadi mereka sedang berduaan di kamar. Dan itu membuat Mas MangSad ini tambah sedih.
"Eh ada tamu ya?" tiba-tiba Mommy Nafisa datang dan menyapa Ara dan Rendy.
"Rendy, maafin Mommy ya. Kamu jadi sendirian di rumah" Ucap Mommy Nafisa. sembari ikut duduk di sofa.
"Gapapa Mom. Rendy ngerti kok" Ujar Rendy tersenyum paksa.
Ara yang merasa di cueki hanya diam sambil tersenyum, menunggu Mommy Nafisa mengajaknya bicara.
"Loh kamu kok ada di sini ?" Ucap Nafisa setelah melihat Ara lebih dekat.
"Hehe. Iya tan. Mau jenguk Natasya, katanya Natasya lagi demam. Tante sendiri??"
"Ahh. Itu tante lagi nginep di rumah Sahabat tante, Nadira, mamahnya Natasya" Jawab Nafisa sedikit ragu.
Tante cantik ini kenapa. Owh iya dia kan nyokap nya Nathan.
"Emm tante. Kalo Ara boleh tau. Nathan kenapa gak sekolah seminggu kemarin?" Tanya Ara penasaran.
Nafisa mengaruk tengkuknya yang tak gatal. "Oh itu. Dia sedang ada Proyek bantu Daddy nya di London" Ucap Nafisa melirik Rendy yang terdiam membisu.
"Owh begitu tante" Ara tersenyum manis.
__ADS_1
Tak selang beberapa menit kemudian. Nadira datang bersama Lusi yang membawa nampan berisi camilan kering, dan ia membawa lima gelas jus Jeruk.
"Ouu, Aunty" Girang Lusi segera memeluk Nafisa. Tentu saja nampan itu sudah terletak cantik di atas meja.
"Siapa ya?" tanya Nafisa merasa tak senang.
Lusi melepas pelukan itu, lalu mengerucutkan bibirnya. "Ini Lusi Unty. yang sering datang ke Apart tante di London" Jelas Lusi tanpa malu.
Cih,,,, apart katanya. Sok akrab banget si, ni ulet bulu!!!.
"Owh iya kah begitu. lalu kenapa Ada di indonesia!" Sindir Nafisa halus.
"Kalian saling kenal Fiss?" tanya Dira menyela.
"Iya tante. Lusi kenal banget sama Unty Nafisa, bahkan Lusi sering main ke Apartemennya" Jelas Lusi terus tersenyum mencari perhatian.
Setiap hari saat ia masih tinggal dan sekolah di London. Tak lupa Lusi main ke Apartemen milik Nathan sekeluarga. Karena ia memiliki rasa pada Nathan. Ia ingin menembak Nathan seperti Perempuan-perempuan lainnya. Tapi nyalinya tak sebesar itu. Ia ingin Nathan yang terpesona terlebih dahulu padanya.
Setiap ada kesempatan, ia selalu mendekati Nathan seperti Orang ganjen. Walau ia berulang kali di labrak oleh Para Pacar dan penggemar Nathan. Tidak sedikitpun membuatnya mundur ataupun putus asa. Ia malah semakin gencar untuk mendapatkan Nathan.
"Ahaha iya mungkin ya!" Nafisa tertawa renyah. Ia begitu kesal melihat Lusi yang sok akrab dengannya.
"Yaudah ini ayo di minum jus jeruknya" Ujar Nadira.
Setelah itu terjadilah obrolan ringan. Walau setiap pergerakan Nafisa selalu di ganggu oleh Lusi. Nafisa terus bersabar.
Malam harinya.
"Tante Dira, Aunty Nafisa. Lusi pamit dulu ya" Pamit Lusi.
"Tante Dira, tante Nafisa. Tiara pamit pulang dulu ya, udah di jemput Bang Tara soalnya" Pamit Ara.
"Tante. Mom. Rendy pamit, mau antar Lusi pulang" Pamit Rendy
"Rendy, nanti kamu ke sini lagi ya jemput Mommy" Ucap Nafisa pada Rendy yang mulai menjauh bersama Lusi.
"Iya Mom!" Ujar Rendy sedikit berteriak.
__ADS_1
.
.
Di Motor Tara.
"Dek. Lo lama banget sih. Keluarnya, gue capek tau" Dumel Tara.
"Huh, gue tu nungguin Natasya bangun. Tapi dia gak bangun-bangun. Malah katanya dia tidur lelap" Balas Ara kesal.
"Kenapa gak lo telfon dia sekarang?"
"Oh iya pinter lu bang" Ara langsung menelfon Natasya.
Dan telefon itu menyambung.
tutt...tut.. tut
"Halo Ar,,,,Ada apa??" Ucap Natasya di sebrang telefon.
Kok suaranya bukan kayak orang bangun tidur!!!
"Lo kenapa gak keluar kamar tadi Sya. Gue dah nungguin lama loh"
"Hah, ma-masa sih?" tanya Natasya kebingungan di sebrang
"Iya. tadi....."
Brumm...tin...tin
Suara klakson mobil dari ponsel Natasya terdengar nyaring.
"Lo di mana si???, jawab jujur sama gue?" Tekan Ara terlihat sangat kesal.
"Gu-gue di......."
Skip√
__ADS_1