Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Dasar Kepala Batu


__ADS_3

Pulang sekolah


Tringg


^^^Tante Nafisa ❀^^^


^^^Tasya, hari ini kamu pulang ke rumah Tante ya?. Sekalian tante mau jelasin sesuatu sama kamu πŸ˜‡^^^


Natasya


Iya tan, Natasya kesana sama Nathan😊


^^^Tante Nafisa ❀^^^


^^^Oke tante tunggu ya sayang πŸ‘πŸ˜˜^^^


Natasya


Iya tante siyapp πŸ˜ŽπŸ‘


Setelah membalas Chating dari Tante Nafisa. Natasya bergegas, mendatangi Nathan ke kelasnya. Sebenarnya ia sangat enggan, Tapi mau tidak mau ia terpaksa harus berbicara kepada Nathan. Si Kepala batu itu.


Natasya berjalan melewati lorong kelas menuju Kelas Nathan, yang berada lumayan jauh dari kelasnya.


Saat sudah dekat, ia melihat Rendy yang tengah memakai sepatu. "Hai Ren" Sapa Natasya seraya tersenyum manis.


Rendy mendengar seseorang memanggil namanya pun mendongak. "Eh! Hai juga Natasya" Balasnya Tersenyum.


"Emm udah selesai kelas, lo?" Tanya Natasya sambil basa basi.


Ia mengangguk. "Iya, udah selesai. Cuma, yang belum selesai kerjain tugas. Harus di selesaikan dulu" Jelas Rendy.


Natasya mendengar itu pun hanya ber'oh ria. "Lo mau langsung balik ni?" Kata Natasya, sambil berharap agar Rendy tidak meninggal Kannya sendiri di sini.


"Lo ada perlu apa kesini?" Bukannya menjawab, Rendy malah bertanya kembali.


"Tau sendiri lah ya, sekarang gue harus balik sama kepala batu!" Ucap Natasya lesu, dan memberitahu Rendy Nama panggilan baru untuk Nathan.


"Kepala batu??"

__ADS_1


"Iya. Sohib lo, si Nathan songong itu" Jelas Natasya membuat Rendy menahan tawa.


Ketika Rendy memperhatikan Dua plester di dahi Natasya, Ia langsung berhenti tertawa. Dan menatap Natasya meminta penjelasan.


"Kenapa?"Tanya Natasya seakan tau, kalau Rendy ingin bertanya sesuatu.


"Dahi lo, kenapa di tempel dua plester?"


"Gue kejedot batu!" Balas Natasya ketus. Karena pertanyaan Rendy membuat otaknya seketika Flashback dengan kejadian tadi pagi di mobil bersama Nathan.


"Kok bisa, itu batu emangnya bisa terbang??" Tanya Rendy tak masuk akal. Membuat Natasya mau tak mau harus mencubit lengan Berotot Rendy, sehingga membuat Rendy meringis senang. Bukannya kesakitan malah senang, gi mana sih thor πŸ˜‚πŸ˜‚. (Ya? gitu lah pokoe)


.


.


"Uhh" Gerang Natasya menahan Sakit di pergelangan tangannya, karena ada yang menariknya secara tiba-tiba.


"Jangan main kasar dong!!" Teriak Rendy membuat orang itu berhenti dan membalikkan badannya.


"Apa gue terlalu kasar, menurut lo?" Ucap nya, penuh penekanan.


"Bukan gitu. Tapi lo nyakiti dia" Balas Rendy pelan. Entah kesambet apaan Rendy, kalau sekarang ia menatap orang itu dengan santai.


.


Dan Anehnya lagi, Natasya malah menggeleng pelan. Orang itu menatap Rendy dengan penuh kemenangan.


"Gue pergi dulu. Gue janji! dia bakal balik dengan selamat" Ucapnya lagi, dan berlalu pergi bersama Natasya.


'Sial, kenapa dia jadi berubah gitu' batin Rendy.


.


.


"Ish lepasin beg*!"Umpat Natasya sedikit berontak.


Nathan melepas genggaman nya. Dan menatap Natasya dengan tatapan Elangnya yang mematikan.

__ADS_1


"Sakit tau!!!, lo kasar juga ya ternyata" Ringisnya


"Karena lo? udah nyari gara-gara sama gue tadi pagi." Ucap Nathan penuh amarah.


"Hah!! Gue" Ucap nya sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya lah. Kenapa lo gak bilang, kalo plester yang elo kasih ke gue itu ada gambarnya" Marah Nathan tertahan.


"Eh. elo mikir ga sih!, punya otak kan!. Yang bikin kita kejeduk siapa?, terus kenapa lo gak ngobatin sendiri?, kan gue gak tega, klo elo ngobatin gue. Tapi lo sendiri gak di obatin!!" Pekik Natasya penuh penjelasan agar otak Nathan sedikit berfikir.


Karena merasa perkataan Natasya ada benarnya, ia langsung membukakan pintu mobil untuk Natasya.


Kening Natasya berkerut, 'Apaan sih dia, tadi aja kasar, main tarik-tarik. Sekarang kenapa jadi lembut gini. Udah salah! gak minta maaf pula' Pikir Natasya.


"Lo gak mau balik" Ucap Nathan membuyarkan lamunan Natasya.


"Oh iya, Gu-gue masuk kok" Balas Natasya gugup, dan bergegas masuk ke dalam mobil Nathan.


Setelah itu Nathan pun menutup pintunya, dan segera Naik di bangku pengemudi.


Sehingga Tercipta suasana Krikk, dan Canggung. Satu sama lain.


'Apa gue ngahalu aja ya, tapi kalo gue sama kepala batu. Gak pernah bisa bayangin pangeran gue'Batin Natasya gelisah.


"Kenapa lo, gelisah gitu?" tanya Nathan lembut, Duh kesambet apaan yak.


"Ah gapapa kok. Cuma mau kasih tau, Tadi tante Nafisa ngechat gue. Suruh pulang ke rumahnya"


Tapi tidak ada jawaban dari Nathan. Ia malah memalingkan wajahnya saat Natasya meminta jawaban.


Membuat Natasya kesel sendiri. Dan ikutan memalingkan wajah, ke arah jendela mobil sambil memonyongkan bibirnya.


Tanpa ia sadari, Nathan menunjukkan seringai dan senyum smirk. Yang Artinya ia melakukan hal itu dengan sengaja untuk membalas perbuatan Natasya padanya.


"Dasar kepala Batu"Gumam Natasya lirih.


Nathan mengangkat salah satu alisnya, 'Apa maksudnya kepala batu!' pikir Nathan.


Mereka berjalan pulang di temani. Diam, sunyi, Di tambah fikiran masing-masing di otaknya.

__ADS_1


"Kalian udah pulang ya??"


Skippppp Masih pagi, lanjut Nanti Siang πŸ˜‰


__ADS_2