Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Caca??


__ADS_3

Malam harinya


Natasya membantu Mommy dan Mamanya membeli banyak sekali barang Dari siang hingga malam ini pukul 19:00 WIB. Sampai tidak ada sedikitpun celah untuk dirinya beristirahat.


"Momm...Mahh!!, Asya capek loh!!. Kalian gak capek kah?" Keluh Natasya meletakkan tote bag besar yang berisi puluhan pakaian Mamah dan Mamernya di lantai, sambil mengulet.


Mamah kan punya butik sendiri!!!, kenapa harus repot-repot keliling cuma cari baju gak berguna ini!!!. Batin Natasya tertekan.


Natasya saja sampai pincang pincang menenteng Tote Bag itu, mungkin karena saking banyaknya.


Sepasang sahabat itu, hanya mengedikkan bahu acuh. Melihat sang Putri kesusahan.


Cihhh!!!, kenapa Mamah dan Mommy seakan tidak perduli dengan aku,


"Syaaa, lihat sinii!!" Panggil Dira pada anaknya.


Natasya berdecak sebal ketika namanya di panggil. "Iyaaa!!"


Dengan langkah cepat, Natasya menarik Tote bag itu di lantai, tanpa merasa bersalah.


Mata keduanya melotot, melihat barang kesayangan mereka di tarik di lantai.


"Ohh mayyy!!!" Pekik mereka bersamaan. Lalu dengan cepat mendekati Natasya.


"Asya!!. kenapa kamu jahat sama Baju kami" Dramastis Dira menarik Tote bag itu dan mengangkat di tangannya.


Sebelum itu, Dira sedikit oleng, membuat Nafisa kemudian ikut membantu. Sehingga terjadilah bantu membantu seperti gotong royong.


"Tasya!! sayang!!, ini baju baru loh!!, Masak kamu gerett"


Natasya mengedikkan bahunya acuh, ia begitu lelah saat ini untuk berdebat. Ataupun beradu agumen dengan mereka.


Gadis yang sudah menikah itu, mendudukkan bokongnya di kursi sebelahnya, dengan tangan yang memijit Mata kakinya yang terasa mau copot.


Nafisa dan Nadira saling pandang, lalu kemudian keduanya menyeringai.

__ADS_1


"Tasya, kamu jaga Tote Bag kesayangan kami ini dulu ya. Mom sama Mamah kamu, mau belanja lagi. Kamu tunggu di sini okeyyy" Ujar Nafisa memberikan Tote bag itu kembali pada Natasya.


Natasya mengangguk malas, ia semakin BadMood karena masih saja kedua manusia itu menyuruhnya seperti babu.


"Ayo fiss" Teriak Dira dari kejauhan, di balas lambaian tangan Dari Fisa.


Menyebalkan!!!


"Permisi!!" Ucap Seseorang yang baru datang di hadapan Natasya.


Natasya mengerutkan keningnya bingung, ketika melihat gadis yang seumuran dengannya.


"Ada apa?" tanya Natasya dengan wajah jutek. Bukan karena berniat buruk. Tapi Moodnya masih buruk, akibat Mom and Mama nya tadi.


Gadis itu seketika gugup, meremas kedua tangannya dengan keringat yang mulai mengalir di pelipisnya.


"Ada apa?" tanya Natasya sekali lagi.


Dengan memberanikan diri, gadis itu berangsur mendekat dan duduk di samping Natasya. Natasya Mendelik malas.


"Tanya apa pun itu. Kalau bisa menjawabnya dengan senang aku menjawabnya, begitu pun sebaliknya" Jawab Natasya dengan wajah datar.


"Kita perkenalan dulu. Nama saya Caca, saya rasa kita seumuran" Mengulurkan tangannya.


Di sambut baik dengan Natasya, "Gue Natasya, bisa lo panggil Tasya" Kata Natasya, mengubah gayanya menjadi santai.


"Emmm, Apakah kamu tau di mana Kantin di Mall ini. Aku tersesat, dan....Sedikit lapar" Tanya Gadis bernama Caca itu dengan Sungkan.


Natasya mengangkat salah satu alisnya, lalu setelahnya ia tertawa kecil.


"Apa kamu baru pertama kali ke Mall?" tanyanya dengan wajah yang ceria, tidak butek seperti tadi.


Gadis itu mengangguk ragu, kemudian menggeleng. "bukan begitu, Aku baru pertama kali ke Ibu Kota ini, Aku berasal dari Kalimantan Timur" Jawab caca dengan lirih.


"Tidak masalah sebenarnya, Tunggu sebentar, aku akan menelfon pacarku untuk menjaga barang Milikku ini dulu okey" Di balas Tanggapan Anggukan dari Caca.

__ADS_1


...Tuuttt....tuttt...


"Halo??"


"..."


"Aku mau minta tolong boleh gak??"


"..."


"Kamu datang ke Mall ini sekarang juga, Jaga Barang Mommy and Mamah. Aku mau ke Resto sebentar!"


"..."


"Hmmm....Oke, aku akan meminta tolong Supir aja, Maaf mengganggu waktumu!" Ketus Natasya.


Pip.


Telefon mati, dengan Wajah mengerucut milik Natasya.


"Maaf aku tidak bisa mengantarmu, Tapi aku bisa menunjukkannya dari sini. Kebetulan Resto langganan ku tidak begitu jauh dari sini"


Natasya akhirnya menunjukkan Resto itu Pada Caca.


Dari jauh Caca melambaikan tangannya dan berkata. "Terimakasih!!"


Natasya mengangguk, Lalu Caca pun masuk ke dalam Resto itu.


Huufffttt


Menyebalkan-Menyebalkan-Menyebalkan


...----------------...


Skippp

__ADS_1


__ADS_2