
Flashback On
"Siapa???" Ucap seseorang yang tidak asing di balik pintu.
Nafisa terkejut!!!!
Cklek
"Dira"
"Fis-fisa"
Pekik mereka bersamaan.
Karena merasa bersalah, Nafisa refleks langsung memeluk Nadira dengan perasaan yang tak karu karuan, dengan meneteskan air mata penyesalan.
Tetapi yang di peluk hanya diam tak bergeming sedikit pun, bingung tak tahu harus berbuat apa.
Nafisa merenggangkan pelukannya, dan menatap Wajah Dira yang hanya berekspresi datar.
"Dir, jangan begini dong!. Maafin aku?. A-aku tau, aku salah waktu itu! tapi Jangan diemin aku Dir, please??" Mohon Nafisa sambil berlutut tanpa malu di hadapan Nadira.
Merasa kasihan melihat Nafisa yang berlutut kepada Mamahnya, Natasya mengulurkan tangan agar Nafisa berdiri.
Tetapi? sebelum itu terjadi, Dira segera menarik tangan Nafisa dan segera memeluk nya kembali dengan isak tangis kecil yang terdengar sangat lirih.
Mereka berpelukan layaknya Saudari sedarah yang tak ingin terlepas. Keduanya terisak, sedikit demi sedikit mereka memutar memori kenangan lalu yang ada di otak mereka.
Natasya membiarkan kedua insan itu untuk berbicara berdua saja. Ia menyuruh Asisten rumah tangga yang sedang diam menonton, untuk pergi melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Ketika merasa semuanya sudah beres, ia langsung menarik ujung Hoodie Nathan agar mengikutinya.
"Ngapain lo narik-narik gue!!" Pekik Nathan bersamaan dengan terlepasnya tarikan Natasya.
"Gue cuma mau kasih waktu?, buat orang tua kita meluruskan Masalah"
"Lo gak tau apa-apa!, jadi gak usah jadi orang yang sok tau!!" Tekan Nathan.
"Lah, gue tau apa nggak. Gue gak berhak ikut campur urusan mereka kali!, Gue cuma bisa kasih mereka peluang untuk bersama. Bukan berarti harus Ikut ikutan!". Natasya tak terima dengan tuduhan yang di beri Nathan, Padahal kan memang dia tau semuanya.
__ADS_1
Nathan terdiam mencerna ucapan Natasya, yang terasa menggelitik di telinganya.
.........
"Masuk fiss" Ajak Dira.
Nafisa mengangguk dan mengikuti langkah Nadira ke Sofa ruang tamu.
"Duduk Fis"
"I-iya!"
"Mau minum apa??" tanya Dira.
"Apa aja Dir"
"Bi?, Jus Apel dua!!" Teriak Dira.
"Baik Bu Nadi!" Balas ART di sebrang. Ow iya, panggilan rumah Nadira itu Nadi, sedangkan teman teman Nadira sering memanggilnya Dira.
"Udah lama ya, kita tak jumpa Fis" Ucap Dira menatap Nafisa lembut.
"I-iya" Jawabnya gugup. Padahal tadi di jalan, ia sudah membulatkan tekad untuk menjelaskan semuanya kepada Dira. Tapi entah kenapa setelah bertemu, lidahnya terasa kelu seperti enggan mengucapkan sepatah katapun.
Dira menghembuskan nafasnya kasar, dan melanjutkan penjelasannya. "Tapi?....kamu baru kembali lagi sekarang. Setelah semuanya ku putuskan, Kamu jahat fiss, hiks hiks 😭. Aku mati matian melupakan dia dulu, demi kamu!!. Tapi karena rasa sayangku ke kamu lebih besar, akhirnya aku bisa melupakan dia, dan menemukan kebahagiaan setelah dia pergi" Dira menatap Nafisa yang termenung dan menundukkan kepalanya.
"Dir. Asal kamu tau, kalau kepergian aku ke London itu. Bukan sepenuhnya karena hubungan kamu dan dia. Pasti kamu sudah......Bahagia sekarang. Semua itu keinginan Mommy ku, bukan seperti apa yang kamu pikirkan Dir!!" Ucap Nafisa dengan Tangan bergetar sambil menahan tangis, yang akan keluar.
"Waktu itu aku masih sedikit ikhlas melepasnya, jadi aku menjadikannya alasan saat aku pergi. Padahal di dalam lubuk hatiku, sama sekali tidak berniat untuk membuat kalian berpisah." Sambungnya.
"Berarti selama ini aku prasangka buruk sama kamu dong!" Dira terkejut karena ternyata itu semua hanya salah paham.
"Tapi ini emang salah aku semuanya Dir. Kalau aku pergi dengan alasan yang tepat pasti kamu gak akan tersiksa"
"Aku juga salah Fiss, Aku udah berfikir yang tidak² sama kamu" Tutur Dira.
"Kalau begitu mari kita lupakan permasalahan ini, dengan baik. Dan memperbaiki semuanya" Ujar Dira sambil tersenyum manis.
"Iya Dir, pasti itu. Eh??? anak anak pada kemana!!" Nafisa panik hingga terjungkal di sofa.
__ADS_1
Brukhh
"Auuww" Rintih Fisa sambil mengusap bokongnya yang tertampar kramik cantik.
"Yaampun fisaaa!!!, ayo bangun. Ada-ada aja kamu, ampe duduk begitu" Ucap Dira menarik tangan Nafisa agar bangun dari duduk manis, yang terasa tak nyaman itu.
"Sakit juga ya ternyata" Cengiran di tunjukkan nya untuk menutupi rasa sakit yang ia rasakan.
"aa......... " ucapan dira tercekat.
"Yaampun teman ibu kenapa kok duduk di bawah, tadi bu!!! " Pekik Art terkejut, membawa nampan yang berisi 2 gelas jus apel dan cemilan. Sambil melihat keadaan Nafisa pada saat duduk di bawah dengan cantiknya.
"Saya gapapa kok" Ucap Nafisa setelah berhasil duduk di sofa kembali.
"Yasudah kalau begitu, saya permisi kebelakang dulu. Mari bu" Pamitnya menaruh nampan dan berlalu pergi.
"Ya pasti sakit lah fiss, orang sampe kepentok gitu" Tutur Dira menahan tawa.
"Asem kamu dir, malah ngejek" Nafisa memonyongkan bibirnya lima centi.
"Hahaha habisnya lucu si" Dira tergelak.
"Owh iya. Tadi aku ke sini sama anak². Natasya, sama Nathan anakku" Ujar Nafisa.
"Jadi sebelumnya kamu sudah bertemu dengan anakku??"
Nafisa mengangguk. "Iya tadi kami bertemu di Butiknya Anggun"
"Syukurlah kalau kalian sudah akrab fis" Dira tersenyum.
"Pantesan ya, wajah Tasya terasa tidak asing. Tapi Btw,....masih cantikan Natasya loh dari pada kamu Dir" Nafisa cekikikan melihat wajah asam milik Dira.
"Papahnya tampan. Jadi gak mungkin anaknya mirip aku!" Dira merajuk.
"Yee Baperan kamu. Kaya Anggun"
"Biarin kamu sih, jail banget!!" Dira memeletkan lidahnya.
"Owh iya, gi mana kalau kita satukan anak kita. Agar kita bisa memperbaiki hubungan kita. Jadi besan???, seru keknya!!" Usul Fisa girang, sambil membayangkan mereka bersama-sama menggendong Cucu yang Gemoy. Etsss cucu??? 😦. Author belum kefikiran sampe situ 😐.
__ADS_1
"Aku setuju!!!. Ayo kita susun rencana"Kata Dira menunjukkan senyum smirk.
Flashback Off