Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
ENAM


__ADS_3

pukul 05:00 adzan subuh berkumandang. dua insan cantik itu, masih bergelung dengan selimut yang lembut dan mimpi mereka yang indah.


kringg..... kring.....(suara alarm milik tara)


"hoaamm.... "ucap mereka bersamaan.


Ara dan tasya menerjapkan mata mereka berkali-kali, untuk mengumpulkan nyawa.


"ra kita di mana? "ucap tasya sambil bangun dan menyenderkan bahunya di kepala ranjang.


"kan kita tidur di kamar tara, lo sih semalam ngehalu mulu" ucap ara dengan muka bantalnya.


"ou iya ya......gue lupa," hening....


"eh btw ini udah jam berapa!" ucap tasya tiba-tiba panik. sambil menggerakkan tangannya kesana kemari, mencari-cari, handphonnya.


setelah menemukannya handphonnya dan melihat pukul berapa, akhirnya tasya bernafas lega.


"huh untung, baru jam 5.......oo iya gue kan tadi denger adzan subuh, kenapa masih tanya lagi?" ucap tasya bingung, dan hening tidak ada jawaban.


natasya POV


aku baru sadar kalau semalaman aku tidur di kamar bang tara, bersama ara.


pas aku ajakin ara ngomong, ngak ada jawaban. eh ternyata ara tidur lagi, huh dasar ara kebo. Sekarang aku bingung masa aku mandi di kamar bang tara, kan gak enak banget.


aku bangun dan berdiri. Dengan langkah gontai aku berjalan ke kamar ara, ya walaupun ada bang tara di sana, aku akan mencoba untuk berbicara dengannya dia, agar dia mengerti, kalau maksud aku bukan yang macem-macem.


aku mengetok kamarnya.


tok. tok. tok......


.


.


.


.


.


masih tidak ada jawaban


.


.


.


.


.


sekali lagi


.


.


.


.


.


tok. tok. tok

__ADS_1


ceklek......


pintu kamar ara terbuka, memperlihatkan wajah bantal milik bang tara.


aku ingin sekali tertawa, tapi ku tahan........ dan tanpa basa-basi langsung saja aku tanyain orangnya.


"ehmm.... bang tara, boleh gak kalau gue pinjam kamar mandinya ara" ucap gue gugup,sambil menggigit bibir bawah ku. walaupun sebenarnya gue cuma takut salah ngomong aja.


"eh.............. na-natasya, iya bo-boleh kok" ucap bang tara, terlihat gugup. padahal perasaanku aku gak ngapa-ngapain deh, kok jadi gugup begitu ya dianya.


bang tara langsung berjalan ke arah kamarnya, yang sebenarnya masih ada ara didalamnya. Yah ku pikir kan mereka juga kakak adik jadi gapapalah kalo tidur bareng.


jadi langsung aja aku masuk ke kamar ara, mandi, sholat subuh dan bersiap.


tiara POV


"araaaaaaaaa" aku terkejut ketika mendengar seseorang berteriak , memanggil namaku. aku pun langsung bangun dan mencari orang yang sudah membuat aku kesal, pagi-pagi.


sambil celingukan, aku melihat abang lucnut ku, melihat ke arah ku sambil melotot tajam.


"kenapa sih bang pagi-pagi buta teriak-teriak manggilin gue!"ucap aku kesal.


..."lo tu, ga bilang-bilang klo natasya mau ke kamar gue, jadinya kan gue kelihatan jelek di depan dia" ucap bang tara, mendelik tajam ke arah ku...


"loh kok bisa, bukannya tadi tasya di sini" ucap ku bingung.


"iya tapi dia ke kamar lu tadi, kenapa gak ngechat dulu kek kalo mau ke kamar? "


"mana gue tau bang, dari tadi gue masih tiduran di sini" ucap ku polos, sambil menguap.


..."makannya lo tu harusnya liatin tamu kita, masa di biarin begitu. ya menurut gue sih natasya bener, dia gak mau mandi di kamar mandi gue, karena gak enak, makannya dia ke kamar lo. Tapi yang bikin gue marah sama lo, kenapa lo itu kebo banget jadi orang ara? "...


ucap bang tara menjelaskan.


"ya sory bang. lo kan tau kebiasaan gue kalo pagi"ucap ku cemberut.


"yaudah sana lu kembali ketempat asal lo, gue mau sholat dulu"


"syuh-syuh" bang tara menirukan orang yang sedang mengusir ayam, dikira aku ayam kali ya, padahal kan aku adiknya. huh.


"iya-iya dasar cowo bawel..... " ucap ku sambil berjalan keluar menuju kamarku.


kamar ara


aku masuk ke dalam kamar, yang ku lihat adalah, kosong. kemana tasya? . Aku ga mau ambil pusing dan langsung mandi sebelum terlambat.


Meja makan.


"wah tasya dari mana pagi-pagi " ucap mamah ara melihat tasya yang sudah siap dengan baju bebasnya, karena hari ini kelas 11, dan 12 harus menggunakan pakaian bebas.


"hehehe dari beli baju tadi tante, ke butik mamah" ucap natasya cengengesan.



"ooo begitu, kenapa gak pakai bajunya ara, ara juga banyak baju yang belum di pakai loh? "


"gak papa tante, nanti ngerepotin ara, lagi pula tadi natasya sekalian joging pagi" ucap tasya menjelaskan.


"ou begitu"


" iya tante......... em boleh gak aku bantuin tante masak, tadi Rencana nya tasya mau masak, buat semua orang. Eh tantenya juga udah bangun ternyata"


"yaudah mending kita masak sama-sama. Ngomong-ngomong, ara belum bangun sya?,"


ucap mamah ara sambil mencuci ayam.


"tadi sih belum tan, tapi gak tau kalo sekarang" ucap natasya sambil memotong bahan.

__ADS_1


setengah menit kemudian..............


"wah wangi banget......." serentak tasya dan mamah ara menoleh ke arah sumber suara.


"iya dong pah, kan ada tasya yang bantuin mamah masak" ucap mamah ara menggoda tasya, dengan menyenggol lengan tasya pelan.


"apaan sih tante, tadi tasya cuma bantu sedikit aja kok" ucap tasya menunduk dan menganggat makanan yang sudah di masak.


"hahaha di iyain aja mah, ( mamah ara langsung menunnduk nundukkan kepalanya).


di mana ara sama tara, bukannya bantuin mamah nya. malah pada kebo, " ucap papah ara menggelengkan kepalanya.


"pagi semuanya " teriak ara cempreng. sambil menuruni tangga dengan baju bebasnya



" haduh ara jangan teriak-teriak, bikin pusing aja" ucap mamah ara kesal.


" tau tuh, anak mu di kasih makan apaan, jadi cewe bukannya bantuin masak malah, kebo" papah ara menimpali.


"ih anak mu juga ya"ucap mamah ara tidak mau kalah.


"um... anak mamah papah ya, kan kalian yang bikin" ucap ara cemberut.


.


.


.


.


" udah-udah ini ayam madunya sudah jadi, tadaa....... " ucap tasya, dengan menaruh ayam bakar madunya di atas meja.



"wah pasti enak nih," ucap ara menelan salivanya.


"iya dong siapa dulu yang masak natasya gitu loh" ucap mamah ara.


"hehehe tante bisa aja"


"mamah kamu juga pinter masak yh sya" ucap papah ara.


"iya om, mamah kalo masak, selalu tasya yang bantuin, pembantu aja gak di bolehin"


"tu mah, ara tu di ajarin" ucap papah ara menyindir, mamah ara.


"orang dianya sendiri yang gak mau"


mamah ara cemberut.


" ish, nanti-nanti tunggu dapat jodoh" ucap ara tidak sabar ingin memasukkan ayam itu kedalam mulutnya.


"yaudah klo gak sabaran, langsung panggil abang mu sana"


" ish abang nih.


abaaaaaanggg.........." ara berteriak.


"arrrraaaaaaaaa" teriak mamah ara kemudian.


sedangkan tasya dan papah ara menutup telinganya.


"datengin,, bukan teriak ara" ucap mamah ara ngegas.


" iya iya" ucap ara dengan nada pasrah yang di paksakan.

__ADS_1


skip√


jangan lupa like, dan komen, kasih saran ya kak kalo ada yang kurang. ini masih pertama.


__ADS_2