
'Ada apa ini???'
.
.
.
Nafisa menghembuskan nafasnya kasar. "Tasya, tante boleh tanya sesuatu gak??" Tanya Nya sambil menatap serius ke arah Natasya yang sekarang terlihat sangat tegang.
"Bo-boleh kok tan. Tante mau tanya apa" balasnya gugup.
"Tante boleh tau gak, nama Mamah kamu siapa??" Ujar Nafisa Ragu.
Natasya mengangguk dan berkata "Nama Mamah Natasya adalah Nadira sadewi"
Deg....deg....deg
Begitu terasa kaget bagi Nafisa ketika mengetahui, kalau anak cantik yang ia temui ini adalah Anak dari sahabat kecilnya, yang sudah ia cari beberapa waktu lalu. Dan sekarang adalah kesempatan yang tepat untuk menemuinya dan menjelaskan semuanya.
Natasya melihat Nafisa terbengong setelah mengetahui nama Mamahnya itu, merasa heran, sekaligus bingung.
"Sebenarnya ada apa ya tan??" Tanyanya penasaran, dengan berbagai macam teka teki yang ada di dalam otak Pintar nya.
Akhinya Nafisa menjelaskan sedikit kronologis cerita persahabatan antara dia, Nadira (Mamah Natasya) dan Anggun (Tante Anggun)
Flashback On
Mereka bertiga (Nadira, Nafisa, dan Anggun) adalah sahabat yang sangat serasih, kemana pun mereka pergi pasti selalu bersama, tidak pernah terpisah. Dimana ada salah satu di antara mereka, pasti yang lainnya ada di sekitar nya.
__ADS_1
Sampai suatu ketika mereka harus berpisah, di karenakan Nafisa harus melanjutkan pendidikan nya di negeri luar, Sehingga membuat perselisihan yang cukup besar di Antara ketiga nya.
Saat itu mereka sedang berada di Cafe dekat sekolah setelah acara perpisahan dan pengumuman kelulusan.
"Ehmmm.... Aku mau bicara sesuatu sama kalian"Ucap Nafisa serius.
Kedua sahabat nya yang sedang asik makan itu, akhirnya menghentikan aktifitas mereka dan segera menatap Nafisa kesal.
"Apaan sih fis, Lagi makan juga"Ujar Anggun kesal.
Tetapi Nadira lebih memilih memendam rasa kesalnya, dari pada ikut bertengkar. "Mau ngomong apa Fis, kayaknya serius banget!!!" Kata Nadira mengalihkan perhatian.
"Kalian dengerin aku baik-baik ya...... (Mereka mendekatkan kepalanya ke arah Nafisa) emm...aku mau lanjut kuliah di luar negeri" jelas Nafisa.
Mereka berdua tersentak kaget mendengar tuturan Nafisa.
Nadira beranjak dari duduk nya, dan menatap Nafisa dengan tatapan sedih.
Nafisa tersenyum kecut, ia hanya menggeleng kecil. Dan beranjak dari tempat duduk mereka, menuju mobil Mommy nya yang ternyata sudah menunggunya sedari tadi.
Sebelum masuk ke dalam mobil Nafisa berkata. "Aku tetap akan pergi, karena aku gak sanggup Dir....Jaga diri kalian baik-baik, Aku pamit ya. Anggun, Dira. Semoga kalian tetap bahagia tanpa aku" Pamit Nafisa, seraya masuk ke dalam mobil meninggalkan kedua sahabat nya yang sedang termenung menatap kepergian nya dengan iba.
Nadira terduduk lemas di meja itu, dengan tatapan kosong.
"Fisa memang keterlaluan, dia bener² egois. aku benci sama dia" Ucap Anggun berapi api.
"Fisa jahat Nggun, hiks hiks. Padahal dia sendiri waktu itu yang bilang, kalau dia ikhlas kasih Mantannya itu ke aku. Tapi apa!!!, sekarang dia bilang kalau dia gak sanggupp!! Kenapa gak terus terang sih!!!" Kata Dira dengan sedu. Dan isak tangis yang berusaha di tahannya sedari tadi.
Anggun mengusap punggung Dira agar ia merasa tenang.
__ADS_1
Dan esok harinya Nadira memutuskan hubungannya secara sepihak, dengan alasan Persahabatan mereka hancur karena hubungannya.
Awalnya Mantan Nafisa itu menolak, tapi karena terus di jelaskan oleh Anggun dengan tegas. Pada Akhirnya ia mengerti, dan lebih memilih pergi dari pada merusak persahabatan mereka.
Karena kata Anggun, kalau mau buat Nadira bahagia.Tolong jauhi dia dan lupakan dia.
Dengan berat hati, ia pun menyetujuinya . Walau itu sangat berat sekalipun, demi orang yang ia sayang. Ia rela melakukannya.
Sampai sekarang, Mantan Nafisa itu tidak pernah memunculkan batang hidung nya, di antara mereka berdua.
Flashback Off
"Tante sekarang sadar, kalau tante itu salah hiks. Waktu itu, tante memang belum rela sya. Tapi?? Alasan tante pindah itu. Memang murni karena keinginan orang tua tante sendiri, bukan karena Mamah kamu" Jelas Nafisa sambil menangis di depan Natasya.
Natasya mengusap punggung Nafisa dengan pelan. Seperti ia merasakan sedih yang sedang melanda Nafisa itu.
"Iya tante, Nanti tante bicara baik-baik aja sama Mamah. Tasya yakin! Mamah bakal Maafin tante kok" Ucap Natasya seraya tersenyum teduh ke arah Nafisa.
"Makasih ya cantik. Memang kamu yang paling ngertiin tante"Ucapnya sambil memeluk Natasya.
.
.
"Loh, kok pada peluk pelukan!!!!! " Pekik seseorang di balik tangga.
Maaf ya, cerita satu hari jadi banyak bab. Soalnya dari ujung ke ujung di ceritain semuanya sih biar jelas.
Jangan Lupa Like ^ω^
__ADS_1
tinggalkan jejakmu ≧ω≦