Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Nginap di rumah ara


__ADS_3

maaf ka kemarin gak sempet up, karena gangguan jaringan.


lanjut.........


author POV


setelah peperangan mulut antara natasya dan nathan, tiara mengajak natasya pulang.


Di parkiran.


"ih ara mah, main narik aja dari tadi" ucap natasya


"sory.....elu sih kalo perang gak pernah ada habisnya"


"ya gi mana mau habis, kan dia nyebelin banget"


"serah lu deh....... eh btw lu kok belum di jemput?" tiara bertanya kepada natasya, sambil celingukan.


"gak tau juga ni, coba gue telfon papah dulu" ucap natasya sambil merogoh handphonnya, yang ada di dalam tasnya.


saat natasya ingin mengetik nomor HP papahnya, ia Kaget ketika melihat wajahnya yang kusam.


"OMG Hellow. muka gue dari tadi begini ra" natasya bertanya kepada ara dengan paniknya.


"iya sejak perang sama si orang london itu" ucap tiara cuek


" ishh kok lu santai aja sih liat gue kusem, gak panik atau gi mana gitu " ucap natasya kesal.


"ngapain panik, kan cuma kusem, bukan pucet.....kalau lo pucet baru gue heboh"ucap tiara dengan santainya.


"pokoknya gue gak mau tau, lo harus tanggung jawab, gi mana biar muka gue gak dilihat sama papah"


"kalo gak mau di lihat, pake masker saja kok repot" tiara mencibir


"gak bisa gitu lah, nanti gue di kira kenapa lagi..... gue gak sanggup jawab pertanyaan papah gue....... yang bisa-bisa sampe malem baru kelar"menghembuskan nafas kasarnya.


.


.


.


.


.


.


tin tin (klakson mobil)


"tu supir gue dah dateng, lu mau gi mana sekarang, atau mau gue anter" tanya tiara


"ehmmmmm(natasya berfikir) gue nginap di rumah lo saja, itu pilihan yang tepat, dan juga besok pasti cuma bersih-bersih sekalian liat adik kelas Mos, jadi gak repot deh" ucap natasya tersenyum girang.


"oke terserah lo kalo maunya begitu, tapi bokap lo udah di kasih tau belom, entar kasian kan nungguin"


"ouh iya gue chat dulu"


^^^natasya^^^


^^^papah natasya nginap di^^^


^^^rumah tiara, sekalian mau ngobrol-ngobrol^^^


^^^cerita-cerita mumpung besok cuma bersih-bersih pah, boleh kan papahnya inces. ๐Ÿ“ฉ^^^


papah


iya boleh inces, asalkan jangan ngerepotin tiara dan keluarganya ya incesnya papah, jangan lupa belajar, maafin papah ya inces gak sempet jemput. ๐Ÿ“ฉ


^^^natasya^^^


^^^siap papahnya inces. Gapapa kok pah. ๐Ÿ“ฉ^^^


"udah belum, "tanya tiara


"udah kok"


" lo gak tanya kenapa lo telat di jemput? "

__ADS_1


"ngak hehehe papah cuma minta maaf doang" ucap natasya sambil melihatkan cengiran andalannya.


"dasar" tiara hanya geleng -geleng Kepala.


Di rumah tiara


"assalamualaikum mamah, ara pulang " tiara berteriak saat masuk ke dalam rumahnya.


" waalaikumussalam, eh anak mamah sudah pulang, eh ada tasya juga"


langsung saja natasya dan tiara menyalimi mamah tiara.


"tante apa kabar, sudah lama kita gak ketemu tante"


"baik kok tasya. kamu dan keluarga kamu juga baik kan"


" iya alhamdulillah tante semuanya baik, sehat walafiat"


" alhamdulillah, eh ayo makan kebetulan tante masak untuk 4 porsi lo" ucap mamah tiara mengajak makan.


natasya melirik ke arah tiara.


" mah kita ganti baju dulu baru makan, soalnya takut kotor" ucap tiara


"hmmm... biasanya juga gak serajin ini, takut ya kalau sahabatnya tau kalau kamu tu paling malas ganti baju" mamah tiara mengejek tiara


" enggak kok mah, ayo sya kita ke kamar" ucap tiara menarik natasya untuk ke 3 kalinya ๐Ÿ˜‚.


" permisi tante" ucap natasya sambil menghadap ke belakang karena dari tadi tiara menariknya.


Di kamar tiara


"hayo siapa yang paling males ganti baju, ayo ngaku hahaha" ucap natasya meledek tiara.


" paan sih ayo masuk"



"wow bagus sih kamarnya, kasurnya juga empuk" ucap natasya sambil mendudukkan pantatnya di ranjang tiara.


"iya lah itu kan kasur baru. lo gak liat apa kalo kamar gue berubah" ucap tiara ketus


"memang gue gak suka yang besar-besar. mending ganti baju sekarang, sekalian lo cuci tu jaket orang london itu"


"kok gue'natasya menunjuk dirinya sendiri


" kan elu yang di suruh"


"yaudah deh, mana baju lo, gue pinjam" tiara langsung memberikan bajunya untuk di pakai natasya.


selesai mencuci jaket. Natasya langsung menjemurnya, dan mengganti baju sekolahnya dengan baju milik tiara.



"cocok gak sih sama gue ra" natasya bertanya kepada ara. sambil berputar-putar.


"cocok kok perfect"ucap ara tersenyum. sambil menunnjukkan jarinya seperti huruf O ๐Ÿ‘Œ


" nah lu kok bajunya gitu"


" ini baju santai gue, dan ga mungkin gue kasih tamu baju santai" ucap tiara santai, sambil melangkah untuk duduk di sofa kecil kamarnya.



"lagian gue gak kemana mana juga, kenapa bajunya harus formal gini"


"gapapa, itu juga bajunya masih baru kok"ara melirik natasya yang bingung


"kenapa lo kasih ke gue, masih baru lagi, ada apa gerangan " natasya menaik turunkan alisnya.


" gue gak suka, baju itu pemberian mantan gue, yang paling gue gak suka, jadi buat lo aja"


"kenapa?? . yang lain aja lo sering pakai, kenapa yang ini ngk"


"gue gak mau...... udah sholat sana lu. keburu waktunya habis"


"di mana mukenahnya"


"ni" tiara memberikan mukenahnya untuk natasya pakai.

__ADS_1


Di meja makan


meja makan yang tidak terlalu besar tetapi nyaman di pakai



sampai di sana mereka melihat mamah tiara sedang menyiapkan makanan, di atas meja. dan tiara langsung duduk di kursi.


"hai tante, maaf ya tasya ngak bisa bantuin, tante masak, jadinya tante masak sendiri deh"ucap natasya sedih.


"gapapa kok sya, biasanya juga tante masak sendiri , apa lagi tadi pas kalian pulang tante memang sudah selesai masaknya" ucap mamah tiara tersenyum.


"emangnya ara gak bantuin tante masak" natasya dan mamah tiara melirik ke arah ara,yang semula memegan handphonnya.


" ehmm. m.. kadang bant-bantuin mamah kok,gue," ucap tiara"kalau libur sih"sambungnya pelan tetapi tetap terdengar oleh mereka.


"hahahaha, beneran tan" ucap natasya tertawa.


"iya dia bantuinnya pas libur aja, mana sempat dia, keluyuran mulu, kaya baru kenal ara saja kamu, " mamah tiara ikut tertawa.


'ih mama mah bongkar aib anaknya sendiri ' batin tiara, sambil memonyongkan bibirnya.


.


.


.


tap tap tap (suara hentakan kaki )


"hoaammm..... ada apa nih kok ribut banget" ucap kakak tiara sambil menguap. dan menuruni tangga.


"abang tara ih,,,,,, baru bangun langsung mau makan saja, cuci muka dulu, gosok gigi juga" nasehat tiara


"bawel lo" ucap abang tara dan langsung duduk di kursi.


Dengan mata sayupnya ia bertanya ""mah ini siapa " tanya abang Tara. sambil menunnjuk ke arah natasya.


"ouh kenali tar ini tasya sahabat dekatnya ara, dan tasya kenalin ini tara abangnya ara"


"hai bang, gue natasya. Panggil saja tasya" natasya mengulurkan tangannya ke arah tara.


"iya, gue tara abangnya ara" menyambut tangan lentik natasya.


"udah kenal-kenalannya, mamah ara lapar " seketika tangan itu terlepas, ara pun bersikap manja kepada mamahnya, arena ara anak bungsu, jadi dia yang paling di sayang.


"ini makanannya, maaf ya sya, tante cuma masak 2 macam saja" ucap mamah tiara, duduk, di ikuti tasya.



"hmmm... harum banget tante, tasya kangen banget sama masakan tante hehehe" ucap tasya sambil mencium aroma masakan mamah ara.


"iya kamu sih sudah jarang main"mama ara mengacak rambut tasya.


'mereka kaya deket banget ya' ucap tara dalam hati.


"iya tante kemarin kan liburan jadi gak sempat"


" memangnya dulu tasya sering ke sini" tanya tara kepo


"iya tar, dulu hampir setiap satu minggu sekali, selalu menginap, begitu pun sebaliknya, jadi mamah kesepian, kalau papah kamu belum pulang" ucap mamah ara cemberut.


.


.


.


"tapi kalau tasya yang main ke sini, tante malah ke ganggu sama om, kan kalau ada tasya jadinya ara sama tasya ribut mulu" ucap tasya tertawa.


'senyumnya, eh apaan sih'batin tara.


" sudah-sudah ayo di makan"ucap mamah ara mengalihkan pembicaraan.


" cie mamah salting" ara mengejek mamahnya. dan semua ikut tertawa.


skipโˆš


bantu likenya ya ka, kalau sudah selesai membaca

__ADS_1


__ADS_2