
Setelah membeli liptint. Mereka berjalan terus menerus sambil bercerita seperti sepasang orang tua dan anaknya.
sampai tiba-tiba suara handphond mengalihkan perhatian mereka.
"Halo?? "
"..............."
"Yaudah Mommy ke sana sekarang!"
pip. sambungan handphond terputus.
"Kenapa tante?" tanya Natasya penasaran
Nafisa memasukkan handphond nya ke dalam tas yang ia bawa tadi, dan segera menarik Natasya agar ikut jalan Bersama nya.
"Ayo kita jalan sekarang!! " Titahnya sambil berjalan menarik Natasya.
Ia pun hanya menurut, akan di bawa kemana dirinya itu.
.
.
"Mom???," Panggil Nathan sambil melambaikan tangannya ke arah Nafisa.
Nafisa segera menghampiri Nathan yang memanggilnya, dan setelah itu ia segera masuk ke dalam taksi bersama Natasya.
Nathan pun hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Mommy nya, yang sekarang mengabaikan nya seperti seekor nyamuk.
Di dalam Taksi
"Sayang?, kamu kenal tante Anggun sudah lama ya?? " Tanya Nafisa, ingin sedikit mengorek kehidupan Sahabatnya. Selama tidak ada dirinya.
Natasya berfikir. "Lumayan sih tan, Tasya kenal tante Anggun dari SMP. Karena? kata Mamah, tante Anggun itu sahabat nya!" jelas Natasya. Nafisa hanya mengaggukkan kepalanya pelan tanda mengerti.
'Jadi mereka pernah berpisah sementara'Batin Nafisa.
"Tante, kenal sama tante Anggun??? " Tanya Natasya penasaran. setelah melihat drama tangis di Mall tadi, dan pertanyaan yang di lontarkan tante Nafisa barusan.
__ADS_1
Nafisa hanya membalas dengan senyum manis nya. Membuat Natasya. Mau tidak mau, harus mengubur keingintahuannya tentang hubungan Tante Nafisa dan Tante Anggun sahabat Mamahnya.
Sesampainya di rumah Nathan. Lagi-lagi Nafisa meninggalkan Nathan begitu saja, yang sedang membayar taksi tadi.
Ia menarik lengan Natasya pelan, menuju taman kecil samping rumahnya.
Natasya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah Nathan, Ia sangat penasaran. Kenapa Tante Nafisa membawanya ke sini. Dan..... Apa yang ingin di bicarakannya. Pikirnya sedari tadi.
"Rumah tante bagus" Natasya tersenyum seraya duduk di gazebo taman itu.
Nafisa menghampiri dan segera duduk di samping Natasya. Ia mengelus rambut panjang dan lurus itu, sambil menatap nya dengan lembut. Siapapun yang melihat, pasti akan mengetahui arti dari tatapan tulus itu.
'Apakah benar, kamu anak dari Nadira??? " pertanyaan itu terus muncul di benak Nafisa berulang kali.
Saat sedang asik melihat kolam ikan di dekat gazebo itu, Natasya terkejut mendengar seorang gadis yang sedang memakai seragam SMP, dan tiba-tiba datang uring uringan kepada Nafisa.
"Auntyyyy!!!" Pekiknya.
"Kenapa Bi!!, kamu ngagetin aja deh" Ucap Nafisa sambil mengelus dadanya.
"Nathan rese unn" Adunya sambil menghentakkan kakinya berulang kali di lantai.
"Kamu kapan sampainya sayang?" Tuturnya berusaha sehalus mungkin, agar keponakan nya itu bisa luluh dan tidak memikirkan masalah yang anaknya buat, setiap keponakannya itu menginap.
Akhirnya Gadis itu melunak dan segera duduk di samping Nafisa dengan bibir yang masih maju lima senti.
Ia menatap Nafisa dengan cemberut dan berkata. "Dari tadi siang!!!, terus pas Unty pulang. Nathan malah ganggu aku, lagi santai-santai di kamar😒" Pekiknya tertahan.
Natasya yang merasa terabaikan, akhirnya mengangkat suaranya. "Nama kamu siapa cantik??" Sapa Natasya mengarahkan wajahnya menatap gadis itu.
Gadis itu terkejut, melihat orang asing di rumah Aunty nya, yang sama sekali tidak ia sadari keberadaannya.
"Loh kakak cantik ini siapa Un?? " Tanya nya kepo.
Dari Wajah cemberut nya sekarang berubah total menjadi wajah penasaran dan kekepoan.
Ketika Nafisa hendak menjawab, Natasya memotong ucapannya. "Kenalin nama kakak Natasya, biasa di panggil Tasya" Katanya sambil mengulurkan tangannya seraya tersenyum manis.
Dengan senang hati, Gadis itu menyambut uluran tangan Natasya, dengan berbinar.
__ADS_1
"Halo kak Tasya, kenalin juga namaku Bianca. Biasa di panggil Bia" Balasnya tak kalah manis.
"Bia kenapa cemberut dari tadi???" Tanya Natasya dengan berpura-pura tidak mengerti.
"Ah bukan apa-apa kok. Cuma sedikit masalah. iya.....sedikit" Ucapnya sedikit Canggung.
"Owh begitu" Kata Natasya seraya tersenyum simpul.
Nafisa berdiri di tempatnya. "Bia, sekarang kamu masuk ke kamar ya, Unty mau bicara dulu sama kak Natasya!" Ujarnya sambil menatap lembut ke arah Bianca.
"Iya deh." Ucapnya lesu. Baru jalan beberapa langkah, ia berbalik dan berkata. "Kakak Nanti temuin aku lagi ya" Sambungnya sambil tersenyum manis ke arah Natasya.
Natasya hanya tersenyum melihat kelakuan Bianca.
"Maafin sikap Bianca ya, dia memang seperti itu. Apa lagi kalau sudah ketemu Nathan, entah setan apa yang merasuki anak tante itu. Sehingga terus terusan meledek Bianca" Nafisa bercerita sambil mengusap pelipisnya.
"Iya tan, Tasya ngerti kok. Sudah biasa kalau saudara itu sering bertengkar. Tapi?? karena perkelahian itu, akan membuat mereka tambah erat, dan membuat kasih sayang mereka bertambah tan. Tidak seperti Natasya, yang cuma sendirian" Ucap Natasya sedih, mengeluarkan sedikit uneg uneg nya.
"Jadi kamu anak tunggal??" Tanya Nafisa.
Natasya mengangguk.
"Nathan juga anak tunggal loh" Ucapan Nafisa membuat Natasya terkejut.
"Kalau Nathan anak tunggal, Te-terus Rendy??" tanyanya ragu.
"Rendy adalah sahabat Nathan dari kecil. Mereka tidak pernah pisah kemanapun. kalau mereka sampai berpisah, kami para orang tua akan menghukum mereka, seberat beratnya."
Natasya menyiritkan keningnya bingung. "Memangnya kenapa tan, kalau mereka berpisah?" Ujarnya semakin penasaran.
"Kami ingin mereka saling menjaga satu sama lain, karena Tante dan Orang tua Rendy sahabat baik. Jadi kita setuju agar anak kita tidak boleh berpisah.Agar mereka tidak mengikuti pergaulan bebas, karena itu kami selalu mewanti wanti apa yang mereka lakukan". Jelas Nafisa panjang lebar.
"Owh jadi begitu tan"
'gak boleh, gue gak boleh kepo'Natasya menepis kekepoan nya yang seketika ingin bergejolak kembali.
"Sayang!!!, Tante mau bicara sesuatu sama kamu" Tatapan keseriusan yang ada di dalam mata Nafisa, membuat Natasya susah meneguk salivanya.
'Ada apa ini??' Pertanyaan yang sedang terukir indah di benak dan pikirannya.
__ADS_1