Musuhku Adalah Pangeranku

Musuhku Adalah Pangeranku
Gaun


__ADS_3

"sampai dech, ini butik punya nyokap gue" sambil memperkenalkan butik mamah natasya kepada raka.


"bagus ya desain-desain bajunya? " raka melihat sekeliling.


"iya dong aunty gua gitu loh!" ara berbangga.


"ayo masuk! " ajak natasya.


"sore mba tasya, mba tiara, dan mas-nya😊" sapa resepsionis butik,sambil tersenyum.


"sore juga mba siska😊" balas natasya ramah, sambil tersenyum, ara dan raka juga ikut tersenyum terhadap mba siska.


"silahkan di lihat mba mas😌" mempersilahkan mereka memilih gaun, dan jaz.


"Tasya kayanya ini cocok deh buat lo?😇" ucap raka mengarahkan gaun pilihannya untuk natasya lihat. natasya melihat itu sambil meneliti.


"ini gak ada pasangannya ka? masa beda motiv sih, kan gak keren😁"


"hmm... bener juga!😬 "

__ADS_1


"lu cari jaznya aja biar gue cari gaun?😉 "


"oky😊"


ara yang melihat itu pun hanya menghela nafasnya panjang. 'ah coba si paijo gak norak, gue ajak pasti' pikir ara, sambil melamun.


"kenapa yang ngelamun jadi elu ar! " natasya mengagetkan lamunan ara yang semuanya berisi tentang jaz yang pas di pakai paijo wkwk👀 😂


"gapapa, cuma bingung semuanya bagus" 😸


"yaudah pilih aja yang cocok, sama lu dan paijo! "ucap natasya santai dan langsung pergi meninggalkan ara yang ngedumel sendiri sejak natasya pergi. 'itu yang gua pikirin tasya!!! '😡batin ara. yang sudah hampir meledak.


Dua jam kemudian.


"nah beres Juga ya ka, makasih loh bantuin gue pilih baju, selain baju buat pesta😅" natasya menyengir, sambil menaruh barang-barangnya dan raka di meja resepsionis. walaupun natasya anak pemilik butik, ia tetap membayarnya walau, uangnya juga dari atm papah nya.


"gapapa kok demi alex kagak ngapa-ngapa!!" ucap raka dengan ekspresi di buat sedih, dan merana yang membuat tawa natasya pecah


"hahahahaha, lo lucu banget sih! "😂tertawa girang, sambil menyenderkan lengannya di pundak raka.

__ADS_1


"haha, udah udah nanti giginya copot loh? " balas raka menutup mulut tasya dengan menggerakkan jarinya ke dagu natasya, dan mendorongnya agar tertutup.


"mana bisa lah " natasya meremehkan.


"bisa dung, apa sih yang gak bisa. tinggal ambil singso kan' Hahahhaha" sekarang giliran raka yang tertawa.


"Bisa ae lu 😅"


"bisa lah kenapa gak bisa! " mereka bercanda sambil menunggu ara yang belum selesai, sekalian mengambil nota yang akan di berikan resepsionis.


"guys kalian dari mana sih, butik ini luas banget loh capek gua keliling-keliling cari kalian! " ucap ara lemas, sambil menenteng baju yang ia pilih, sekalian dengan Hanger nya.


"wah parah lu banyak amat belinya. kan cuma dua style, kok ini jadi enam style? " natasya melihat-lihat apa yang di beli ara.


"iya buat gua tiga buat si paijo gua beliin juga tiga. biar gak bolak balik beli baju.yang gua beli itu ada ukuran S, L, dan XL, begonoh" ara menaruh baju pilihannya ke meja resepsionis.


"mending lu bawa aja dulu biar di cobain besok sabtu, baru nanti yang pas buat lu berdua baru lu bayar, dari pada buang-buang duit kan! " saran natasya.


"iya gue setuju, kalo di bolehin sama nyokap nya tasya? " raka melirik tasya.

__ADS_1


" iya boleh klo teman gue, yaudah bawa ke rumah gue ayok! " setelah itu mereka membawa barang mereka semua ke rumah natasya, dan soal baju yang di pilih ara itu bayarnya menunggu hari sabtu, dan itu di perbolehkan oleh mamah natasya, karena belum jelas pilihannya.


sampai di rumah natasya.


__ADS_2